
Hari ini adalah hari terakhir Vara dan Bry berada di Bali, pagi-pagi sekali mereka sudah mengajak Bradley dan Briley berjalan-jalan di sekitar resort. Masing-masing dari mereka mendorong stroller namun sesekali tangan mereka saling bertaut dengan mata saling menatap.
Liburan kali ini terasa sangat membahagiakan sekali untuk Bry dan Vara, mereka begitu menikmati segala hal yang mereka lakukan di Bali. Mereka juga terlihat sangat serasi, menarik perhatian orang-orang yang berlalu lalang di sekitar resort.
Vara mengenakan tanktop putih yang dilapisi kemeja putih yang sedikit menerawang, menyamarkan banyak tanda kepemilikan yang dibuat oleh Bry semalam. Untung saja, bagian leher Vara bersih, karena Vara melarang Bry memberinya stempel di bagian itu karena tidak membawa baju dengan model turtle neck yang bisa menutupi lehernya. Bry juga mengenakan kemeja berwarna putih berukuran sedikit longgar, dan keduanya memadukannya dengan celana pendek berwarna khaki, membuat mereka terlihat begitu santai sekaligus mempesona.
"Sayang, terima kasih sudah menjadi istri terbaik untukku dan Mommy terbaik untuk anak-anak kita."
Vara tersenyum menatap dalam ke manik mata Bry.
"Aku masih berusaha menjadi istri terbaik untukmu dan Mommy terbaik untuk anak-anak. Jika aku masih belum bisa melakukannya, tolong ingatkan aku, dan jangan mencari perempuan lain yang jauh lebih baik dari aku."
"Ssttt.. Kenapa kamu berkata seperti itu? Tidak akan ada perempuan lain yang bisa menggantikan posisi kamu di hatiku."
"Bukan hanya di hatimu Honey, tapi di sampingmu juga."
"Tentu saja Sayang. Kenapa kamu terdengar sangat khawatir?"
"Selama kita disini, banyak sekali perempuan seksi yang memandangimu. Aku takut kamu tergoda. Aku takut kehilanganmu, kamu adalah suami terbaik untukku dan Daddy terbaik untuk Bradley dan Briley."
Bry mengikis jarak diantara dia dan Vara, sehingga wajah mereka begitu dekat.
"Sayang, aku hanya mencintaimu. Sebanyak apapun godaannya, aku hanya akan mencintai dan setia padamu."
Bry mendaratkan bibirnya di bibir Vara dengan sangat lembut. Menggoda bibir Vara untuk terbuka dan sesaat kemudian membalas ciuman penuh cinta dari suaminya itu.
Vara dan Bry tidak peduli dengan tatapan dari beberapa orang yang berjalan melewati mereka. Tatapan yang lebih banyak memuji, betapa serasinya mereka dengan 2 anak kembar tampan, yang mulai tertidur di stroller mereka.
Menjelang waktu sarapan, Vara dan Bry membelokan langkah mereka ke restaurant resort. Ternyata disana sudah ada keluarga dan juga sahabat-sahabat mereka.
Mama Irena, Papa Devan, Mommy Jhena, Daddy Dave, Eomma dan Abeoji-nya Brandon berada di satu meja, mereka terlihat mengobrol dengan sangat serunya. Membahas anak-anak mereka, resepsi Brandon dan Sharon, bahkan membahas rencana liburan mereka selanjutnya.
Di meja yang lain, tampak Daniel, Danila, Samuel, Vanny dan Kevin. Vara dan Bry menuju meja sahabat-sahabatnya, setelah sebelumnya menyapa dan memberikan pelukan selamat pagi kepada keenam orangtua yang sedari tadi mengobrol begitu akrabnya.
Bry menarik kursi untuk diduduki Vara, lalu ikut duduk di sebelah Vara. Stroller yang berisi Bradley dan Briley dalam keadaan masih tertidur, mereka letakan tepat di sebelah kanan dan kiri kursi mereka. Lalu Bry memesan beberapa menu untuk sarapannya bersama Vara.
"Mana Kak Reyvan dan Kendrick?"
"Mereka masih packing, siang ini kan mereka sudah harus pulang ke Spanyol. Sedangkan kita berangkat jam 4 sore nanti. Masih ada waktu."
Daniel memberi penjelasan kepada Vara sambil menyuapkan makanan ke mulutnya. Danila tampak menyeka sudut bibir Daniel yang terdapat sisa saus.
"Wah romantis sekali kalian ini, ayolah cepat dihalalkan."
Ucapan Vara sukses membuat Danila malu, Daniel langsung menggenggam erat tangan Danila dan menatap lembut mata Danila. Baru sesaat kemudian pandangan Daniel kembali mengarah pada Vara dan Bry yang duduk tepat di depan mereka.
"Doakan kita ya, semoga rencana pernikahan kita tahun depan bisa berjalan lancar."
__ADS_1
"Aamiin.. Semoga segalanya berjalan baik."
"Terima kasih ya, Vara."
Daniel dan Danila menjawab secara bersamaan, membuat Vara dan semuanya tertawa.
"Kalian kompak sekali, bahkan menjawab dengan kata-kata dan nada yang sama."
Bry menanggapi kekompakan pasangan di depannya sambil melipat kedua tangan di depan dada.
"Hmm.. Vanny, bagaimana denganmu? Apa kamu sudah ada rencana menikah?"
"Uhuk.. uhuk.."
Vanny yang sedang meneguk teh hangatnya, tersedak karena terkejut dengan pertanyaan Vara yang begitu tiba-tiba, dan langsung menohok dirinya. Kevin dan Samuel yang duduk di sisi kanan dan kiri Vanny, berniat mengelus punggung Vanny, namun berkahir dengan saling menatap tidak suka, saat menyadari mereka memiliki niat yang sama.
Sebenarnya Vara sengaja menanyakan ini pada Vanny di depan Kevin dan Samuel. Karena Vanny masih saja terlihat begitu bingung dengan perasaannya. Vara ingin sahabatnya itu jujur dengan perasaannya sendiri. Vara begitu paham Kevin dan Samuel sama-sama memiliki perasaan special terhadap Vanny. Tapi keputusan ada di tangan Vanny, Vara ingin Vanny tidak bermain-main dengan perasaan Kevin dan Samuel, meskipun Vanny belum yakin dengan perasaannya sendiri.
"A.. Aku belum ada rencana apapun. Calonnya saja belum ada."
"Kamu kan tinggal memilih salah satu pria yang ada di sebelahmu saat ini."
Pernyataan Bry yang begitu terbuka membuat Vanny malu setengah mati. Kevin dan Samuel terlihat menunggu dengan tidak sabar. Mereka berharap Vanny bisa mengakhiri drama cinta segi tiga itu dengan memilih salah satu dari mereka. Kevin dan Samuel sama-sama bertekad akan mengikhlaskan Vanny, jika Vanny memilih salah satu dari mereka atau orang lain.
Namun Vanny tidak berniat menanggapi perkataan Bry, dia malah menyuapkan puding ke mulutnya dan mengangkat bahunya sambil tersenyum. Membuat Vara, Bry, Daniel dan Danila mendengus malas dan menggelengkan kepala.
Selang 5 menit kemudian, pasangan pengantin Brandon dan Sharon datang dan menghampiri meja keenam orangtua yang sangat dihormatinya. Menyapa dan memeluk mereka sambil mengucap "Selamat Pagi" lalu ikut bergabung dengan sahabat-sahabat yang sudah menyambut mereka dengan senyuman jahil menggoda.
Tentu saja Sharon yang mengenakan baju model turtle neck berlengan pendek, jelas mengundang pikiran jahil di kepala saudara dan sahabat-sahabatnya.
Brandon menarik kursi untuk diduduki Sharon, lalu memesan menu sarapan sebelum akhirnya duduk di sebelah Sharon.
"Sharon, apa kamu tidak gerah? Kenapa memakai baju model turtle neck di cuaca sepanas ini?"
Perkataan Vanny yang sangat polos membuat Sharon gugup dan malu. Brandon yang berada di sebelahnya berniat menjawab pertanyaan Vanny, tapi perkataan Samuel seketika mengurungkan niatnya.
"Ada nyamuk nakal yang menggigit leher Sharon."
"Lho kok kamu tahu?"
Vanny memasang ekspresi penuh tanya ke arah Samuel.
"Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada yang lain."
Semua orang menahan tawa melihat tingkah Vanny yang terlalu lugu dan polos. Kevin menatap lembut ke arah Vanny. Salah satu hal yang dirindukan Kevin dari Vanny adalah kepolosannya. Sikapnya yang apa adanya dan terkesan kekanak-kanakan justru selalu menceriakan harinya. Kevin merindukan saat-saat bersama Vanny, namun kini semuanya tak lagi sama.
"Sudah.. Sudah.. Biarkan pengantin baru kita sarapan dulu. Mereka sudah banyak kehilangan tenaga dan masih memerlukan tenaga ekstra untuk pertempuran berikutnya."
__ADS_1
Perkataan Bry mengundang tawa semua orang, tapi tidak Sharon yang menunduk menahan malu. Sedangkan Brandon berusaha menenangkan Sharon dengan menggenggam tangan Sharon di atas pahanya, setelah terlebih dahulu melotot ke arah Bry yang malah tersenyum jahil.
"Berhentilah menggoda kami, kalian membuat Sharon malu. Oh iya, bulan depan kalian harus datang ke Korea, untuk menghadiri resepsi pernikahan kami. Kalian tenang saja, private jet-ku akan menjemput kalian."
Tentu saja semua orang langsung antusias dan mengiyakan permintaan Brandon dengan senang hati.
Tidak lama setelah itu, Reyvan dan Kendrick datang dan langsung duduk setelah memesan menu sarapan.
"Wah calon pengantin kita sudah datang."
Vara mulai menggoda Kendrick yang kemarin mendapat lemparan buket bunga dari Sharon. Tawa semua orang mengikuti candaan Vara.
"Berhenti meledekku. Tidak mungkin aku menikah dalam waktu dekat. Masih ada Daniel Hyung dan Danila yang akan menikah sebelum aku, juga Reyvan Hyung."
"Lho, kenapa jadi membawa-bawa namaku? Aku malah sedang tidak punya pacar sekarang."
"Aku tahu Hyung punya teman kencan gadis Spanyol."
Reyvan menutup mulut Kendrick dengan tangannya, yang justru mengundang rasa penasaran sahabat-sahabatnya.
"Oh jadi begitu? Dan Kakak tidak mau bercerita padaku?"
Vara melipat kedua tangannya di depan dada dan memasang wajah kesal.
"Bukan begitu, aku dan dia masih berteman. Aku akan menceritakannya jika aku dan dia sudah resmi berpacaran."
"Baiklah Kak.. Awas kalau Kakak tidak jujur padaku."
"Iya.. Iya.. "
Reyvan menggelengkan kepala melihat sikap adik kesayangannya, yang masih saja bersikap kekanakan terhadapnya.
Mereka pun larut dalam suasana membahagiakan, sebelum siang harinya Reyvan dan Kendrick akan kembali ke Spanyol, begitupun Vara dan Bry bersama keluarga, sahabat-sahabat dan anak buahnya akan kembali ke kota B sore harinya.
Sedangkan Brandon dan Sharon masih memiliki waktu satu hari lagi untuk berbulan madu, karena mereka bersama orangtua dan seluruh anak buahnya baru akan kembali ke Korea besok harinya.
*****************************************************
Terima kasih banyak sudah mampir di novel ini. Semoga selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1