
Readers baik hati.. Terima kasih banyak karena masih mengikuti novel ini. Sedih rasanya harus berhenti sampai disini untuk Star on A Dark Night. Semoga Novel saya berikutnya bisa lebih baik lagi ya. Aamiin.. π
Btw Eps 154 - 1st Wedding Anniversary kan sempat double, tapi waktu dihapus tidak terhapus. Jadi banyak yang comment di Eps itu. Eh sekarang kadang muncul kadang hilang.. π Kalau berkenan, mampir dan comment lagi ya di Eps 154 (Final episode). Terima kasih banyak ya. Love u all.. β€β€β€
************************
Bradley dan Briley sedang bermain di atas tempat tidur dengan posisi tengkurap, saat Bry masuk ke dalam kamar mereka. Bry begitu gemas melihat kedua anak kembarnya yang terlihat lucu dengan baju tanpa lengan dan topi berbentuk telinga kelinci yang menambah kadar imut mereka.
Bradley dan Briley yang mulai menyadari kedatangan Daddy-nya, sempat terkejut melihat Daddy mereka yang memberi mereka kode untuk tidak bersuara dengan menempelkan telunjuk di depan mulutnya. Seolah mengerti, si kembar pun hanya diam memperhatikan Daddy mereka yang berjalan mengendap-endap menghampiri Mommy mereka yang sedang fokus membereskan mainan di atas permadani.
Bry yang tiba-tiba memeluk Vara dari belakang, ternyata benar-benar mengejutkan Vara yang sama sekali tidak menyadari kedatangan suaminya itu. Vara refleks menepuk pelan tangan Bry yang melingkar di pinggangnya menunjukan rasa kesalnya, yang malah membuat Bry tertawa jahil dan mempererat pelukannya.
"Ah Honey, kamu benar-benar membuatku terkejut. Jangan seperti itu lagi, kamu mau membuatku jantungan?"
Sebelum Bry menanggapi omelan istrinya, terdengar tawa dari Bradley dan Briley yang memperhatikan kelakuan Daddy-nya sejak tadi. Vara dan Bry memandang takjub ke arah kedua anak mereka.
"Wah kalian senang ya, Daddy dimarahi Mommy? Anak-anak tampan Daddy, kalian akan mendapat hukuman karena menertawakan Daddy."
Bry mencium singkat tengkuk Vara lalu membisikan sesuatu di telinga Vara.
"Sekarang aku akan memberi hukuman untuk kedua anak tampan kita, dan nanti malam aku akan memberimu hukuman yang sangat manis Sayang."
Vara hanya tersenyum sambil menolehkan wajahnya dan memandang Bry penuh tantangan, menanggapi ancaman Bry yang justru disukainya. Bry kembali tertawa melihat ekspresi Vara yang membuatnya gemas.
Bry melepas tangannya dari pinggang Vara lalu mendekati Bradley dan Briley yang masih memasang senyum jahil yang terlihat menggemaskan bagi yang melihatnya.
"Daddy akan hukum kalian berdua karena berani menertawakan Daddy yang dimarahi Mommy."
Bry menciumi wajah, tangan dan perut kedua anak kembarnya bergantian, sampai mereka kegelian dan tertawa semakin keras.
Vara memilih duduk di seberang tempat tidur, memperhatikan interaksi si kembar dan Daddy-nya yang selalu terasa menyejukan hatinya.
'Kebahagiaanku adalah mereka.. Allah memberiku kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, agar aku bisa menjadi pelindung juga bagi kedua anak kembarku, bukan hanya Daddy-nya. Aku juga tidak akan pernah lagi menjadi sumber kelemahan suamiku, yang selalu dijadikan ancaman oleh orang jahat.' Batin Vara.
Vara tersadar dari lamunannya saat Bry menyentuh pelan tangan Vara. Sementara Bradley dan Briley kembali bermain dengan mainan di sekitarnya saat Daddy-nya menghampiri Mommy-nya yang sedang melamun.
"Sayang, apa barang-barang kita sudah selesai di packing?"
Perkataan Bry seketika menyadarkan Vara akan sesuatu yang dilupakannya. Vara berdiri dari posisi duduknya, membuat Bry ikut terkejut dan merasa heran.
"Ya ampun, masih ada 1 koper lagi yang masih belum aku bereskan. Barang-barangmu dan si kembar sudah selesai di packing, tinggal barang-barangku saja."
"Yakin kamu cuma bawa 1 koper Sayang?"
"Barang-barangku baru 2 koper yang sudah selesai aku bereskan, masih ada 1 lagi yang belum selesai aku packing."
Vara memasang senyum manisnya ke arah Bry yang menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sayang, kamu kan bisa membawa barang secukupnya saja, kalau ada yang kamu perlukan, kita bisa membelinya disana."
"Kenapa harus beli disana, kalau aku sudah memilikinya? Lagipula kita kan menggunakan private jet, mau aku membawa 10 koper pun tidak masalah kan?"
Vara mengerlingkan matanya ke arah Bry yang hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya sekali lagi.
"Sayang, kita hanya 1 minggu di Inggris. Aku hanya akan menghadiri penobatanku."
"Iya Sayang, aku hanya merasa sangat bersemangat.."
Bry memperhatikan wajah Vara yang terlihat sangat bahagia, tidak diduganya sama sekali kalau Vara akan sangat mendukung keputusannya.
*******************
FLASHBACK ON
Suasana perayaan Wedding Anniversary Vara dan Bry di sebuah rumah pohon berukuran besar yang terletak di tengah hutan area Jungle Resort, terasa begitu hangat dan mengharukan. Air mata sudah tidak bisa Vara bendung saat matanya terpaku pada seluruh anggota keluarga dan sahabat-sahabatnya yang berkumpul di atas rumah pohon sambil memegang bunga mawar putih di tangan mereka.
Mama Irena dan Papa Devan yang sudah diberitahu mengenai ingatan Vara yang sudah kembali, setelah sebelumnya tidak pernah diberitahu saat Vara mengalami Amnesia Disosiatif, kini tidak henti menangis haru. Mommy Jhena juga tampak terisak yang seketika ditenangkan oleh elusan tangan Daddy Dave di punggung Mommy Jhena.
Satya, Daniel, Danila, Kevin, Vanny, Samuel, Sharon, Brandon, Eomma Adelia bahkan Abeoji Wang Seok Hyun pun ikut hadir dengan senyum bahagia di wajah mereka, meskipun isakan terdengar dari mulut Vanny, Danila dan Sharon. Tidak cukup itu saja, tangis Vara semakin pecah saat melihat Kendrick dan Reyvan, kakaknya sedang duduk di sudut rumah pohon sambil menatap Bry dan Vara dengan senyuman yang lebar.
Vara berlari-lari kecil kemudian menghambur tepat di pelukan Mama Irena yang begitu dirindukannya. Mama Irena memeluk erat tubuh Vara seolah yang dipeluknya adalah gadis kecilnya yang manja.
"Terima kasih Sayang, karena tetap menjadi anak Mama yang selalu Mama sayangi. Maafkan Mama yang tidak mengetahui keadaanmu yang sebenarnya."
__ADS_1
Mama Irena menangis tersedu-sedu merasa menyesal karena saat Vara mengalami Amnesia Disosiatif, Mama Irena tidak mengetahui sama sekali tentang keadaan Vara yang sebenarnya. Mama Irena berpikir kalau Vara baik-baik saja.
"Mama.. Vara sudah kembali, sekarang Vara sudah baik-baik saja."
"Terima kasih karena kamu baik-baik saja Sayang.
Mommy Jhena mengelus lembut pucuk kepala Vara, yang kemudian melepas pelukannya dari Mama Irena. Vara memandang wajah Mama Irena dengan tatapan sendu, lalu memeluk mertuanya yang sekuat tenaga menahan tangisnya yang masih tidak mau berhenti mengalir.
"Kami semua bersyukur, kamu benar-benar telah kembali. Kami sangat merindukanmu Sayang."
"Terima kasih Mom.. Vara sudah kembali.. Benar-benar sudah kembali."
Tangis bahagia semakin membahana, bahkan Vanny, Danila dan Sharon langsung memeluk Vara setelah Mommy Jhena melepaskan pelukannya dari tubuh Vara. Semua kaum laki-laki yang menyaksikan adegan haru di depan mereka, hanya memperhatikan tanpa melepas senyum bahagia di wajah mereka.
Pemandangan yang membahagiakan itu dilanjutkan dengan acara makan siang dan obrolan hangat yang tidak henti membuat semua orang mengurai lengkungan indah di bibir mereka.
"Mumpung kita semua sedang berkumpul disini, ada yang ingin aku sampaikan."
Beberapa orang memandang Daddy Dave penuh tanya dan ada juga yang berekspresi biasa saja karena sudah mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Daddy Dave.
"Aku sedang bahagia saat ini, karena akhirnya Bryllian akan bergabung dengan Klan. Aku sudah memintanya menggantikan posisiku sebagai Pimpinan Klan yang tersebar di Inggris dan Korea, tapi Bry menolak, dia memilih menjadi Wakilku saat ini. Sedangkan Klan-ku yang ada di Spanyol akan bergabung dengan Klan Dragon Salvaje yang dipimpin oleh Kendrick."
Beberapa orang menatap tidak percaya pada Daddy Dave Bry juga Kendrick. Namun Mama Irena, Papa Devan, Brandon, kedua orangtua Brandon, Daniel, Kevin, Kendrick, dan Reyvan terlihat melengkungkan senyum, karena sudah mengetahui keputusan Bry ini. Mereka mendukung penuh apa yang menjadi pilihan Bry, karena keputusan Bry didasari keinginannya untuk melindungi keluarga dan orang-orang terdekatnya dengan lebih baik lagi.
Bry merangkul bahu Daddy Dave sambil tersenyum lalu beralih menatap semua orang dihadapannya, diakhiri fokus matanya pada sosok perempuan yang sangat dipuja dan dicintainya.
"Sayang, maafkan karena tidak memberitahu kamu lebih dulu. Aku berharap kamu akan mendukung keputusanku, namun jika tidak, aku akan membatalkan niatku ini."
Vara yang sedari tadi menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya, kini mengurai senyum manisnya.
"Aku senang mendengarnya, dan aku akan selalu mendukung semua keputusanmu."
Bry sama sekali tidak menduga jawaban yang keluar dari mulut Vara, justru Bry berpikir akan sedikit sulit untuk meyakinkan Vara, karena keputusan besarnya ini akan banyak mengubah jalan hidup mereka. Tapi ternyata Vara justru senang dengan keputusan Bry ini.
Bry melepas rangkulannya dari bahu Daddy Dave, kemudian mendekati Vara dan mengulurkan tangannya ke arah Vara, yang seketika berdiri dan menerima uluran tangan Bry.
"Terima kasih Sayang, aku benar-benar tidak menyangka, kamu akan menerima keputusanku secepat ini. Aku mencintaimu."
Bry merengkuh tubuh mungil Vara ke dalam dekapannya, membuat Vara dengan nyaman menyandarkan kepalanya di dada bidang Bry. Semua mata tampak berbinar memandang kebahagiaan Vara dan Bry, kecuali Satya yang masih berusaha mengikhlaskan seseorang yang jelas-jelas bukan miliknya itu.
"Satya, aku menantikan kerjasama dengan Klan-mu di UK."
Satya tersenyum memandang Bry yang ternyata sudah mengetahui identitasnya sebagai pemimpin salah satu Klan terbesar di Inggris seperti Daddy Dave. Tentu saja informasi tentang Satya, Bry dapatkan dari Daddy Dave yang selalu memantau sepak terjang Klan-klan mafia besar di Inggris.
"Hmm.. Aku pikir-pikir dulu. Jika menguntungkan, tentu saja aku dengan senang hati bersedia bekerjasama dengan Klanmu."
Satya mengakhiri perkataannya dengan tawa jahil yang langsung disambut tawa yang lebih keras dari Bry dan senyuman dari semua orang.
"Tentu saja Bro.."
Bry mengalihkan pandangannya ke arah Brandon yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Sharon.
"Mengenai Klan di Korea, tentu saja kita akan semakin sering bekerja sama Brandon."
Brandon menegakan tubuhnya, kemudian mengulas senyum menanggapi perkataan Bry.
"Tentu saja Brother.. Aku akan selalu mendukungmu."
"Thank you Bro.."
"Bryllian, apa kalian akan langsung pindah ke Inggris?"
Rasa penasaran di wajah Satya tidak dapat ditutupi sama sekali. Pasalnya, jika Bry, Vara dan anak-anaknya pindah ke Inggris, maka kesempatan bertemu dengan Vara akan lebih terbuka. Karena beberapa bulan ini, Satya lebih banyak mengurusi bisnisnya di Inggris. Tidak bisa dipungkiri, kalau hatinya sedikit bahagia meskipun tekadnya untuk melupakan Vara begitu kuat.
"Tidak.. Aku tidak ada rencana pindah ke Inggris dalam 2 tahun ini, karena itulah aku menolak posisi yang Daddy tawarkan untukku. Aku ingin mengembangkan group perusahaanku di Indonesia. Aku hanya akan menggantikan Daddy dalam urusan Klan, sedangkan urusan semua perusahaan Daddy, akan tetap dipegang Daddy dan Kendrick. Aku bisa memantau klan dari jauh, dan aku juga bisa mengembangkan jaringan Klan di Indonesia. Lagi pula, akan ada Kevin yang bisa aku andalkan untuk membantu urusan Klan di Inggris."
"Wah apa benar Kevin kamu akan pergi ke Inggris dan tinggal disana.?"
Samuel terlihat sangat penasaran dengan keputusan Kevin yang sangat tidak diduganya itu. "Iya, lagi pula aku begitu ingin pergi jauh dari sini."
Samuel paham, Kevin sangat mengharapkan Vanny. Samuel juga tahu kalau Vanny masih memendam perasaan terhadap Kevin, tapi sampai saat ini Samuel tidak tahu alasan apa yang membuat Kevin dan Vanny menjadi jauh.
Bry, Vara, Daniel dan Danila yang sangat mengerti dengan alasan Kevin ingin pergi jauh, hanya bisa menatap Kevin dengan ekspresi sedih. Bagaimanapun mereka paham, Kevin tidak sekuat yang terlihat. Perasaannya terlanjur dalam terhadap Vanny, yang juga sudah terlanjur kecewa dengan masa lalu Kevin. Kini Vanny lebih memilih bersama Samuel, meskipun tidak bisa dipungkiri, sampai saat ini hatinya masih saja dipenuhi nama Kevin.
Kevin melirik Vanny yang saat ini sedang menahan air matanya agar tidak jatuh dengan sekuat tenaga. Kevin sangat paham, kalau Vanny masih memiliki perasaan sayang terhadapnya, tapi rasa kecewanya terlalu besar. Dan Kevin tidak berniat membela diri atau memperjuangkan apapun. Dia memilih pergi untuk menyembuhkan luka di hatinya.
__ADS_1
Saat ini bukan hanya Kevin yang merasa sedih, tapi juga Satya. Suasana hatinya tergambar jelas di wajahnya, tapi dia sama sekali tidak bisa menyembunyikan apapun kali ini. Karena mulai hari ini, Satya bertekad menghapus perasaan cintanya terhadap Vara.
FLASHBACK OFF
*********************
Bry berdiri kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Vara. Manik matanya yang jernih, menatap dalam mata Vara yang terlihat penuh tanya.
Sayang, kamu benar-benar mendukungku untuk bergabung dengan Klan?"
"Iya Honey.. Apapun keputusanmu, aku akan selalu mendukungmu. Aku akan selalu ada disampingmu, apapun keputusan yang kamu ambil. Lagi pula kita masih punya waktu 2 tahun sebelum kita benar-benar pindah ke Inggris dan kamu mengambil alih posisi Daddy."
"Terima kasih Sayang, karena kamu selalu ada disampingku dan mendukung semua keputusanku. Tapi maaf jika mulai sekarang aku akan lebih sering bolak-balik ke Inggris."
"Tidak apa-apa, aku dan anak-anak kan bisa menemanimu, Honey."
Kata Vara sambil mengerlingkan matanya.
"Deal ya Sayang.. Kemanapun aku pergi, kamu dan anak-anak harus selalu menemaniku."
"Tentu saja Honey, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendiri. Karena aku tahu banyak sekali perempuan-perempuan cantik dan seksi yang akan menggodamu."
Bry tertawa keras, lalu mengecup singkat bibir Vara.
"Aku suka melihatmu cemburu."
"Tapi jangan sengaja membuatku cemburu, aku tidak suka."
Lagi-lagi Bry tertawa melihat tingkah Vara yang justru terlihat menggemaskan denganΒ ekspresi kesalnya.
"Jangan kesal begitu, karena aku ingin kamu tersenyum."
Seketika raut wajah Vara yang kesal berganti senyum yang mengembang begitu sempurna.
"Sayang, kenapa kamu selalu membuatku semakin mencintaimu?"
"Karena kamu pun selalu membuatku jatuh cinta berkali-kali padamu Honey. I love you.."
Bry tersenyum begitu lebar menanggapi pernyataan cinta Vara, dan bukannya menjawab, Bry malah mendaratkan bibirnya di bibir Vara yang merah. Melum*t dan sesekali menyesapnya, membuat Vara akhirnya melingkarkan tangannya di leher Bry dan mulai membalas ciuman Bry dengan sama panasnya. Namun tiba-tiba terdengar tawa yang cukup keras dari Bradley dan Briley yang seketika membuat Vara dan Bry menghentikan kegiatannya.
Bradley dan Briley memandang Vara dan Bry dengan tawa yang tidak juga berhenti seolah merasa lucu dengan apa yang dilakukan orangtuanya.
"Ups.. Mereka tertawa melihat kita berciuman. Lain kali jangan di depan mereka ya, Honey. Tidak baik, meskipun mereka masih sangat kecil."
"Baiklah Sayang.. Tapi sekali-kali tidak apa-apa."
Bry terkekeh geli, namun lengannya langsung dihadiahi pukulan pelan oleh Vara.
"Sayang.. Justru aku ingin memperlihatkan pada mereka, betapa aku sangat mencintaimu. Kelak aku ingin mengajari mereka untuk mencintai satu perempuan saja."
Air mata Vara mulai menggenang di kelopak matanya, rasa haru tiba-tiba menyeruak di hatinya.
"Honey, kenapa kamu selalu membuatku jatuh cinta?"
"Karena aku dan kamu begitu mudah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama."
*************************
Alhamdulillah.. Tamat beneran nih.. π
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. π
Terima kasih banyak karena sudah membaca dan mengikuti novel ini, juga mendaratkan Like, Rate bintang 5, Vote dan Favoritnya π
Semua dukungan dari semuanya sangat berharga untuk saya π’
Terima kasih atas Semoga semua readers dan author yang mampir kesini dan mendukung novel ini selalu diberikan kesehatan, kesuksesan, perlindungan dan kebahagiaan. Aamiin..
Jangan lupa Like, Vote, Favorit & Rate bintang 5-nya ya.. π
Terima kasih banyak. Semangaaaaaaattt... β€β€β€
Love u all.. β€β€β€
(IG : zasnovia #staronadarknight)
__ADS_1