
Selama 2 bulan ini,Vara disibukan dengan menyusun skripsi dan juga bimbingan skripsi. Begitupun Bry yang fokus dengan proyek-proyek besar untuk memperluas bisnisnya. Cabang-cabang perusahaannya semakin bertambah dan proposal pengajuan proyek kerjasama dari perusahaan lain pun semakin berdatangan.
Bry sedang meeting besar dengan management perusahaan BR Group semua cabang membahas semua proyek yang sedang mereka kerjakan.
"Pak Rozy bagaimana laporan keuangan perusahaan kita?"
General Manager Keuangan Bry mulai memberi penjelasan atas pertanyaan Bry.
"Bulan ini profit di semua cabang perusahaan Mr. Bry. Silahkan dilihat matrixnya. Bukan hanya di BR Electronic yang mengalami kenaikan drastis, BR Mart dan BR Furniture pun profitnya mengalami kenaikan sebanyak 20 % dari bulan lalu."
Bry pun tersenyum puas mendengar penjelasan Pak Rozy.
"Good job.. Saya mau bulan depan kenaikannya bisa lebih dari 20%."
"Baik Mr. Bry." Pak Rozy menganggukan kepalanya dengan mantap.
"Pak Andar bagaimana progress proyek-proyek kita?"
"Mr. Bry untuk proyek kerjasama dengan perusahaan SEC Corporation sudah memasuki tahap final, dimana semua unit kantor cabang SEC Corporation yang terletak di Kota J akan dilengkapi dengan barang-barang elektronik dari perusahaan kita. Sedangkan untuk otomotif, Tuan Satya memiliki permintaan tersendiri, dimana semua jenis mobil sport keluaran terbaru dari SEC Auto Corp diminta dilengkapi dengan semua perangkat elektronik tercanggih kualitas nomor 1 dari perusahaan kita."
Bry mengangguk-anggukan kepalanya saat mendengar penjelasan dari General Manager Pemasaran yang bernama Pak Andar, tentang proyek kerjasamanya dengan Satya.
"Ok.. Good job. Lalu kerjasama dengan perusahaan JS Trading Company bagaimana?"
Bry bertanya mengenai kerjasama dengan perusahaan Korea yang sedang sangat berkembang di Busan Korea.
"Semua barang sudah dikirim ke Korea, dan minggu besok perwakilan dari JS Trading Company akan datang ke Indonesia untuk membahas lebih lanjut tentang proyek kerjasama selanjutnya. Rencananya putri dari pemilik JS Trading Company sendiri yang akan datang kemari Mr."
"Ok.."
Bry kembali mendengar penjelasan semua management tentang perkembangan bisnis juga masalah-masalah yang mereka hadapi dalam perkembangan bisnis BR Group. Bry mendengarkan dengan seksama dan memberikan solusi dan instruksi dengan tepat. Semua management sangat menghormati dan segan pada Bry, meskipun umurnya masih muda tapi semua keputusannya tepat untuk memajukan perusahaan.
Bry sampai di mansion tepat jam 10 malam. Dikamar, Vara terlihat tertidur didepan laptopnya yang masih menyala dengan posisi duduk diatas permadani, dan laptop diatas meja. Bry melirik sekilas monitor laptop Vara, senyumnya mengembang melihat skripsi Vara yang sudah sampai di Bab terakhir. Vara mengatakan kalau dia memang sudah memikirkan tema dan mulai menyusun rancangan skripsinya sejak tahun lalu, jadi saat ini Vara hanya tinggal memperbaiki sesuai bimbingan dosennya.
Seharian ini Bry tidak menelepon Vara, tapi dia menyempatkan untuk mengirim chat pada Vara dan mengabarkan kegiatannya selama seharian ini agar Vara tidak khawatir.
Bry segera memindahkan Vara ke tempat tidur dan merebahkannya perlahan agar Vara tidak terbangun. Lalu Bry memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan menyusul Vara tidur, karena Bry merasa sangat lelah dengan kegiatannya hari ini.
Setelah tertidur selama 3 jam, Bry kembali terbangun karena menyadari Vara tidak ada ditempat tidur. Bry mengedarkan pandangan ke seluruh kamar, tapi Vara tidak ada. Bry segera turun dari tempat tidur dan mencari ke kamar mandi juga ruang walk in closet, namun Vara tetap tidak ditemukan.
__ADS_1
Bry turun menuju lantai 1, diedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan diputuskannya untuk mencari Vara di ruang makan terlebih dulu. Dan benar saja, Vara tampak sedang menyiapkan makanan kedalam mulutnya.
"Sayang.. Kamu lapar? Sedang makan apa?"
Bry melihat 1 mangkuk besar yoghurt dengan potongan mangga berbentuk dadu dan disebelahnya 1 mangkuk besar kosong dengan sisa mayonaise. Bry segera duduk ingin tahu apa yang sedang dilakukan istrinya lewat tengah malam begini.
"Iya Honey.. Aku menghabiskan salad buah yang ada di lemari es, tapi karena masih lapar, akhirnya aku membuat yoghurt dengan potongan mangga ini."
Vara berkata sambil tidak henti memasukan potongan buah mangga kedalam mulutnya.
"Apa? Kamu benar-benar menghabiskan salad buah sebanyak ini, dan sekarang kamu masih makan potongan buah mangga ini?"
Vara mengangguk dengan tatapan polos kearah Bry.
"Sayang, nanti kamu sakit perut. Apalagi yoghurt dan mangga itu terlalu asam Sayang, tidak baik untuk lambungmu."
"Tapi ini sangat segar Sayang. Seharian ini aku tidak bisa makan apapun. Rasanya perutku benar-benar tidak enak."
"Kamu sakit, Sayang? Pagi-pagi sekali kita ke dokter ya!"
Bry sangat khawatir dengan keadaan Vara yang memang terlihat sedikit aneh.
"Tidak-tidak.. Pokoknya besok pagi kita ke dokter."
"Baiklah.. "
Vara kembali meneruskan makannya dengan lahap sampai-sampai sisa yoghurt menempel di sudut-sudut bibirnya.
"Makanmu berantakan sekali Sayang, sisa yoghurt menempel dimana-mana."
Vara berusaha membersihkan sudut-sudut bibir dengan lidahnya, namun hal itu justru membuat Bry tergoda. Bry langsung mendaratkan bibirnya di bibir Vara dan mel*matnya dengan sedikit liar. Vara mengimbangi ciuman Bry sampai nafasnya sedikit menderu.
Bry menggendong Vara yang langsung melingkarkan tangannya ke leher Bry. Bry membawa Vara kembali ke kamar dengan hati-hati tanpa melepaskan pertautan bibir mereka. Mereka melanjutkan kegiatan mereka dengan kegiatan yang lebih panas dikamar tidur sampai pagi menjelang.
Vara terbangun karena merasakan perutnya keram dan sedikit melilit, dia segera menuju kamar mandi untuk memeriksa apakah dia datang bulan atau tidak. Sesampainya dikamar mandi Vara tidak menemukan apa yang dicarinya.
'Aku baru sadar, ini sudah 2 bulan dan aku masih belum datang bulan. Apa aku hamil?' Batin Vara.
Vara segera kembali ke kamar dan mengambil test pack yang dia simpan di laci dekat tempat tidur lalu kembali ke kamar mandi.
__ADS_1
Bry terusik dari tidurnya saat mendengar suara laci yang dibuka oleh Vara. Beberapa saat kemudian, Bry menolehkan wajahnya kearah kamar mandi dan menunggu Vara keluar dari kamar mandi.
5 menit kemudian Vara keluar dari kamar mandi dengan tatapan kosong, sudut matanya sedikit basah. Bry yang merasa khawatir segera beranjak dari tempat tidur dan merangkul Vara kedalam dekapannya.
"Sayang, kamu kenapa? Kamu menangis?"
Vara memperlihatkan sesuatu yang sejak tadi dipegangnya namun luput dari pandangan Bry. Bry memegang benda itu dan matanya membulat dengan sempurna saat menyadari terdapat 2 garis merah terpampang pada alat itu.
"Sayang kamu hamil?"
Vara mengangguk dengan senyum haru diiringi air mata bahagia yang kini mulai menetes. Bry seketika menciumi puncak kepala Vara lalu seluruh bagian wajah Vara tanpa terkecuali.
"Terima kasih Sayang, akhirnya kita akan memiliki anak." Bry kembali menciumi wajah Vara dan berakhir dengan ciuman lembut di bibir Vara yang merah.
"Hari ini kita ke dokter ya. Pantas saja semalam kamu makan yang asam-asam, mungkin permintaan baby ya."
Bry mengelus perut Vara dengan penuh kasih sayang. Bry perlahan turun dan berjongkok menghadap perut Vara, lalu ditariknya piyama tidur Vara sehingga memperlihatkan perut Vara yang masih rata.
"Terima kasih sudah hadir untuk kami, tumbuhlah dengan baik. Kami mencintaimu."
Bry menciumi perut Vara dengan sangat lembut, membuat hati Vara terasa hangat. Disentuhnya rambut Bry dengan sangat perlahan.
"Terima kasih Honey, karena mencintai kami dengan sangat tulus. Tetaplah menjadi Ayah dan Suami yang bisa kami andalkan dan banggakan."
Bry berdiri lalu memeluk Vara dengan mendaratkan ciuman di kening Vara.
"Aku akan selalu jadi Suami yang baik untukmu dan Ayah yang baik untuk anak kita. Aku janji Sayang."
Vara membenamkan wajahnya dan menumpahkan air matanya di dada bidang Bry, meluapkan rasa haru yang kian membuncah dihatinya.
******************************
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..