Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 79 Mencuri Ciuman


__ADS_3

Brandon tersenyum kearah Bry dan Vara bergantian, lalu menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.


"Aku akan segera kembali ke Korea dan menyingkir dari kehidupan kalian. Tapi soal perasaanku pada Vara, aku tidak bisa berjanji untuk menghapusnya. Yang jelas saat ini, aku akan membiarkan Vara bersama dengan orang yang diinginkannya. Aku hanya ingin Vara bahagia."


Vara memegang tangan Brandon karena merasa sangat terharu dengan apa yang dikatakannya. Namun pemandangan itu serasa menghantam dada Bry.


"Vara.. bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?"


Bukan hanya Vara, tapi semua orang terkejut dengan permintaan Brandon, terutama Bry yang sekuat tenaga menahan emosinya. Bry yang sudah mengeraskan rahang dan mengepalkan tangannya juga tidak luput dari perhatian semua orang.


Vara memandang mata Bry seolah meminta persetujuan.


"Tentu saja tidak boleh. Aku tidak akan menyetujuinya."


Bry memandang kesal Vara yang berani memikirkan hal yang menurut Bry tidak masuk akal sama sekali.


Brandon tersenyum lembut kearah Vara lalu berdiri memandang semua orang didepannya.


"Aku meminta maaf pada kalian semua atas segala kesalahanku. Aku akan segera kembali ke Korea untuk fokus pada urusan Klan dan perusahaan. Aku senang segalanya membaik, meskipun tidak semuanya seperti yang Satya katakan."


Satya terkekeh pelan yang disambut tawa dari yang lainnya yang sejak tadi hanya mengamati tanpa berniat menginterupsi keseruan tontonan mereka.


Ada rasa haru yang menyelimuti hati semua orang yang berada di ruangan itu. Meskipun Daniel, Kevin, Kendrick, Reyvan dan Larry hanya bertindak sebagai penonton, tapi mereka sangat puas dengan pemandangan dihadapan mereka. Inilah ending yang mereka harapkan dari semua hal buruk yang terjadi selama ini.

__ADS_1


"Kak Reyvan.. Maafkan aku karena telah mengecewakan Kakak.. Aku tidak bermaksud menyakiti Vara.."


Reyvan segera berdiri menghampiri Brandon lalu memeluknya dengan erat.


"Selama ini kamu selalu melakukan banyak hal untuk Vara, terima kasih.. Hiduplah dengan baik dan berbahagialah."


Brandon mengeratkan pelukannya pada Reyvan. Tentu saja pemandangan itu menebarkan rasa haru terutama bagi Vara.


Vara memandang Bry sekali lagi meminta persetujuan agar dia diperbolehkan memeluk sahabatnya untuk yang terakhir kali. Akhirnya Bry menganggukan kepalanya meskipun ekspresi kesal jelas mewakili perasaannya saat ini. Vara tersenyum lalu mengelus lembut pipi Bry seolah berterima kasih sekaligus menenangkan kekasihnya yang sedang cemburu.


Vara berdiri menghampiri Brandon dan Reyvan yang masih berpelukan. Reyvan melepas pelukannya pada Brandon saat menyadari Vara menghampiri mereka. Reyvan duduk kembali untuk memberi adiknya kesempatan berbicara dengan Brandon.


Tanpa membuang kesempatan, Brandon segera merengkuh Vara kedalam dekapan dadanya. Nafas Bry naik turun, kilat matanya menatap tajam kearah Brandon, namun Brandon sama sekali tidak peduli meskipun menyadari tatapan membunuh dari Bry terhadapnya.


"Aku akan selalu mencintaimu Vara.. Aku akan menunggumu untuk bisa mencintaiku."


"Tidak Brandon... Lupakan aku, berbahagialah. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Aku benar-benar ingin kamu bahagia meskipun tidak bersamaku."


Vara menjawab dengan sama lirihnya.


"Jangan memintaku untuk melupakanmu. Aku tidak berniat menghapus perasaan ini."


"Jangan menyakiti dirimu sendiri Brandon. Kamu berhak bahagia."

__ADS_1


"Kebahagiaanku adalah bersamamu. Hmmm.. Vara, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf, semalam aku mencuri sebuah ciuman saat kamu tertidur."


'Tepatnya 3 kali ciuman.'Β Batin Brandon.


Vara seketika mendorong tubuh Brandon dan melepaskan pelukannya. Brandon hanya tersenyum jahil memandang Vara yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


******************


γ€€


γ€€


γ€€


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2