Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 80 Jujurlah


__ADS_3

Satya dan Larry sudah berada di dalam mobil sport hitamnya, begitupun dengan Kevin dan Daniel yang sudah berada didalam mobil sport merah disebelah mobil Satya.


Sesaat kemudian Kendrick dan Reyvan segera menyusul masuk kedalam mobil sport putihnya, dengan 7 mobil berisi 10 pengawal pribadi Satya dan belasan pengawal pribadi Kendrick & Bry berjejer dibelakang mobil mereka.


Namun tidak ada yang berniat melajukan mobilnya, karena masih asyik menikmati drama dihadapan mereka. Dimana Bry masih saja berdebat dengan Brandon yang tidak henti membuatnya cemburu dan kesal.


"Vara pakailah mantel ini. Kamu harus menjaga dirimu baik-baik. Cuaca sedang tidak bagus, jangan sampai sakit ya!"


Brandon memakaikan mantel tebal pada Vara, namun saat Vara baru memasukan sebelah tangannya kedalam mantel, Bry segera mengambil alih.


Anak buah Brandon yang berjejer dan selalu siap siaga, tidak bisa berhenti menahan senyum melihat pemimpin mereka memperlakukan seorang gadis dengan penuh cinta. Wajah-wajah sangar mereka berubah santai melihat sikap pemimpin klan mereka yang tidak seperti biasanya.


Mungkin semua orang yang berada di tempat itu, sebelumnya beranggapan hari ini akan menjadi perang besar diantara mereka semua. Para pengawal pribadi sudah sangat siap dengan fisik kuat dan persenjataan lengkap. Namun endingnya justru berbanding terbalik dengan apa yang mereka perkirakan. Meskipun ada sedikit drama Romansa yang menurut mereka lucu.


Bry menarik pelan tangan kiri Vara agar segera masuk kedalam mobil, tapi sebuah tarikan kuat ditangan kanannya membuat pegangan tangan kirinya terlepas. Brandon merengkuh erat tubuh Vara, seolah tidak rela melepas kepergian gadis yang dicintainya itu.



"Aku benar-benar mencintaimu Vara.."


"Berhentilah memeluk kekasih orang lain. Aku lebih mencintai Vara daripada kamu."


Bry melepaskan pelukan Brandon dari Vara, lalu mendorong pelan tubuh Vara agar masuk kedalam mobil bagian belakang bersamanya. Sedangkan Kendrick yang berada dibelakang kemudi segera menjalankan mobilnya menghindari pertumpahan darah antara Bry dan Brandon. Reyvan yang duduk disebelah Kendrick sekilas melambaikan tangan kearah Brandon yang dibalas lambaian tangan Brandon.


Didalam mobil Kendrick, suasana masih hening, keempat orang itu masih enggan mengeluarkan suara sedikitpun. Bry masih diliputi emosi yang tinggi, jadi dia memilih diam daripada melampiaskan kemarahan pada Vara yang duduk disampingnya.


Pikiran Vara juga masih melayang pada semua perkataan Brandon yang mengusik hatinya. Bry memperhatikan Vara yang tampak gelisah.


"Sayang, apa yang dikatakan si kurang ajar Brandon saat di ruang tamu tadi? Kamu tampak marah.."


"Hmm.. Ti.. Tidak ada Bry."


Bry mengerutkan keningnya, merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Vara.


"Apa kamu akan berbohong seperti ini Vara?"


"A.. Aku.. Tidak berbohong."


Perkataan Vara yang terbata-bata menegaskan kebohongan Vara pada Bry yang berusaha menahan emosinya sekuat tenaga.


"Apa aku perlu bertanya langsung pada Brandon?"


"Tidak Bry.. Jangan lakukan itu."


Kendrick dan Reyvan melirik sekilas perdebatan dibelakang mereka melalui spion mobil, namun mereka tidak ingin mencampuri urusan cinta segitiga yang rumit itu.

__ADS_1


"Vara.. Jujurlah, apa yang Brandon katakan saat itu?"


"Baiklah Bry.. Aku akan mengatakannya nanti, tapi tidak disini."


Bry baru menyadari Kendrick dan Reyvan yang diam-diam mengawasi mereka, mau tidak mau dia harus menyetujui perkataan Vara.


"Baiklah.. Aku ingin mendengarnya saat kita sampai di apartemenku."


"Hyung.. Kita akan pergi ke mansionku, aku sudah menyiapkan dokter untuk memeriksa lukamu. Reyvan Hyung dan Vara bisa menginap di mansion, aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian."


"Tidak.. Aku akan pulang nanti malam, karena besok aku harus bekerja."


"Reyvan, bolehkah kamu mengizinkan Vara menginap? Aku benar-benar tidak bisa jauh darinya saat ini. Aku janji tidak akan macam-macam padanya."


Reyvan tersenyum melihat Bry yang memasang wajah memelas. Reyvan bisa melihat dengan jelas, kejadian hari ini benar-benar mempengaruhi perasaan Bry. Bry yang sejak tadi merasa cemburu pada Brandon tampak sangat takut kehilangan Vara.


"Baiklah Bry.. Aku percayakan adikku padamu, tapi ingat jangan macam-macam!"


Reyvan menekankan perkataannya yang langsung diangguki Bry.


'Aku tidak akan macam-macam, mungkin hanya 1 macam saja.' Batin Bry.


"Hyung, apa aku harus menyiapkan kamar juga untuk Satya dan semua orang-orangnya?"


 


MANSION KENDRICK


Setelah menempuh perjalanan lebih dari 1 jam, akhirnya mereka sampai di mansion milik Kendrick.



Pemandangan langit sore menambah indahnya suasana hati semua orang yang turun dari mobilnya masing-masing. Kepala pelayan Kendrick segera mengarahkan semua orang untuk masuk kedalam mansion.


Semua pengawal pribadi Satya, pengawal pribadi Kendrick dan Bry diarahkan ke sebuah ruangan besar seperti aula dengan meja panjang yang berukuran sangat besar, dimana terhidang banyak makanan khas Korea, Spanyol juga Italia. Mereka semua segera menikmati hidangan itu setelah dipersilahkan, seolah sedang berpesta karena telah memenangkan sebuah perang besar yang bahkan tidak pernah mereka mulai.


Kendrick mengajak semua tamu kakaknya masuk ke sebuah ruang makan yang lebih private dengan macam-macam hidangan enak diatas meja makannya.


Semua orang mulai duduk di kursinya masing-masing sambil menatap hidangan khas Korea, Spanyol, Italia sekaligus makanan khas Indonesia dihadapan mereka.


"Silahkan dinikmati makanannya. Terlalu lama kalau kita harus menunggu waktu makan malam, karena kita sudah melewatkan makan siang kita tadi."


"Wah benar-benar menggugah selera. Aku sudah sangat lapar, meskipun tenagaku tidak terkuras sedikitpun."


Kevin membuka obrolan sambil memasukan bulgogi ke mulutnya.

__ADS_1


"Wow, ada rendang, tampak sangat lezat. Aku semakin merindukan Indonesia."


Reyvan ikut mengomentari hidangan dihadapannya.


"Aku bersyukur untuk hari ini. Tidak ada hal buruk yang terjadi. Kurasa kalau Satya tidak datang, mungkin benar-benar akan terjadi perang."


Daniel mengungkapkan pendapatnya yang diangguki semua orang.


"Satya.. Aku benar-benar berterima kasih padamu, karena sudah mengakhiri kesalahpahaman ini. Semuanya menjadi lebih baik, meskipun kita semua tahu hatimu tidak akan kembali baik sepenuhnya."


Bry mengungkapkan perasaannya setulus hati, menarik lengkungan indah di wajah dingin Satya. Satya meletakkan garpu dan pisaunya lalu menyesap wine-nya dengan perlahan. Vara sedikit menunduk menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca. Bry segera menggenggam erat tangan Vara yang dingin dan sedikit gemetar.


"Aku memutuskan untuk memaafkan Brandon karena memang dia tidak bersalah. Aku sudah menyuruh orang untuk menghabisi orang yang membunuh adikku, sekarang aku memutuskan untuk memaafkan diriku sendiri dan melupakan segalanya. Aku juga minta maaf padamu, karena apa yang aku lakukan adalah.."


"Karena kamu menyayangi Arya dan juga ingin Vara bahagia meskipun tidak lagi bersama Arya. Betulkan?"


"Bagaimana kamu tahu, aku hendak mengatakan hal itu? Apa kamu seorang cenayang?"


Bry tertawa mendengar pertanyaan Satya yang konyol itu. Namun tidak dengan semua orang di ruangan itu yang sama herannya dengan Satya.


"Arya yang mengatakannya padaku."


"Apaaaa?"


Semua orang terkejut dan bertanya bersamaan, saat mendengar perkataan Bry yang tidak masuk akal. Bry mendorong pelan piringnya yang masih belum kosong, lalu meneguk setengah gelas  air putihnya.


 


*******************


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


 


 

__ADS_1


__ADS_2