
"Memangnya ada larangan untuk aku datang kesini?”
Jawab Vara, sama datar dengan pertanyaan laki-laki itu. Tapi laki-laki itu tidak menjawab, hanya menghisap rokoknya lebih dalam lagi.
Tiba-tiba matanya bergerak cepat memandang Vara, membuat Vara terkejut dan salah tingkah seketika. Beberapa lama laki-laki itu masih memandangi Vara, yang akhirnya berani menatap langsung manik mata yang tajam dihadapannya. Mata dari seorang laki-laki berwajah tampan dengan rahang yang tegas dan alis yang tebal.
“Tidak juga. Aku mengenal Arya. Aku kehilangan, tapi aku juga tidak bisa membuat dia kembali lagi. Kalau kamu membutuhkan apa-apa, kamu bisa mengatakannya padaku."
Laki-laki itu mematikan rokoknya dan beranjak pergi meninggalkan Vara. Sekilas matanya memandang kearah Vara yang kembali terhanyut dengan kesedihannya, sebelum akhirnya pergi dengan mengendarai motor sportnya.
Malam-malam berikutnya Vara selalu memacu mobilnya ke arena balap liar itu. Vara tidak turun dari mobilnya, hanya berdiam diri didalam mobil sambil menangis tanpa suara. Sesak dia rasakan jika berada ditempat ini. Tapi disini Vara merasa lebih dekat dengan Arya. Vara ingin melepas rasa trauma juga kenangan buruknya, tapi dia tetap tidak bisa.
Seharian ini Vara mengalihkan pikirannya dengan berbelanja sendirian. Tapi setelahnya Vara tetap merasa hampa.
Sebelum pulang kerumah, Vara memilih masuk ke cafe yang tak terlalu ramai, dan memesan segelas Caffe latte. Belum juga sempat dia minum, segelas caffe latte itu sudah diminum oleh laki-laki misterius yang beberapa hari lalu mengaku mengenal Arya. Vara memandangnya dengan ekspresi kesal, sedangkan laki-laki itu hanya tersenyum nakal.
“Hehe…Maaf ya aku haus sekali.”
Laki-laki itu duduk disebelah Vara tanpa meminta izin dari Vara yang menatapnya tidak suka.
“Kamu kira aku tidak haus? Aku memesannya juga karena aku haus.”
__ADS_1
Kata Vara begitu kesal.
“Iya, maaf. aku ganti.”
Laki-laki itu segera memesan segelas Caffe latte dan Americano. Ekspresi laki-laki itu lebih ramah dari pertama mereka bertemu.
"Oh iya.. Kita belum berkenalan, aku Bryllian, panggil saja aku Bry.”
Laki-laki itu tersenyum sambil menyodorkan tangannya, yang Vara sambut sambil menyebutkan namanya.
“Aku Vara…”
"Aku tahu.”
**********************
1 bulan berlalu sejak kematian Arya, Vara masih selalu setia datang ke makam Arya. Menangis tanpa suara sambil mengusap nisan yang bertuliskan nama Arya Kusuma. Vara berusaha merelakan kepergian Arya, karena Vara yakin Arya sudah bahagia disisi Tuhan. Meskipun dadanya selalu terasa sesak saat mengingat semua kenangan tentang Arya.
Vara hendak pergi setelah lebih dari 1 jam berdoa dan mengenang kisahnya dengan Arya. Namun langkahnya terhenti saat sekilas dilihatnya laki-laki yang bernama Bryllian, berdiri di kejauhan. Vara berjalan kearah dimana tadi dia melihat Bryllian, tapi Bryllian tidak ada seakan menghilang dibalik rimbunnya pepohonan. Vara tidak terlalu memikirkannya, dia hanya berpikir mungkin saja salah lihat.
******************************
Sudah beberapa lama Vara tidak pernah datang lagi ke arena balap liar. Vara sudah bertekad untuk membuka lembaran baru. Terlebih lagi Mama Citra, ibunya Arya tidak ingin Vara selalu bersedih mengingat Arya. Vara memang jarang mengunjungi Mama Citra, tetapi hampir setiap hari mereka berkomunikasi melalui telepon atau aplikasi chat. Vara bersyukur Mama Arya begitu menyayanginya dan selalu menganggapnya anak, meskipun Arya telah tiada.
__ADS_1
Vara mulai rajin kembali berkuliah, Vara pun mulai bergaul kembali dengan teman-teman kampusnya. Sahabat-sahabatnya pun senang dengan perubahannya ini.
Siang itu Vara berkumpul dengan 4 orang sahabatnya yaitu Danila, Vanny, Samuel dan Brandon di foodcourt kampus, sambil menunggu mata kuliah selanjutnya. Tidak sengaja Vara melihat seseorang sedang menatapnya dari meja di pojok foodcourt. Laki-laki itu mengalihkan pandangannya, mungkin tidak menyangka Vara akan memergokinya sedang menatap Vara. Tapi sesaat kemudian laki-laki itu melihat kearah Vara lagi dan melambaikan tangannya.
*************************************
Image Source : Instagram Cha Eun Woo & Baifern (edited)
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya.. (like & vote boleh banget kok 😁)
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar aku tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
(IG : zasnovia #staronadarknight)
__ADS_1