
Selama beberapa hari ini, Brandon selalu datang menjenguk Vara, baik saat masih di Rumah Sakit begitupun saat Vara sudah dirumah. Bry sebenarnya sangat tidak menyukai kebersamaan Brandon dengan Vara. Terlebih saat ini Bry sudah tidak diperbolehkan menemui Vara, karena tradisi pingitan yang tidak memperbolehkan calon pengantin bertemu beberapa hari sebelum pernikahan.
Luka di perut Vara sudah hampir sembuh sempurna, meskipun bekasnya masih terlihat cukup jelas. Vara memperhatikan bekas lukanya melalui cermin meja riasnya dengan wajah tertekuk kesal.
'Perutku terlihat sangat jelek dengan bekas luka ini, menyebalkan.'
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar ketukan di pintu kamar Vara. Vara melihat wajahnya di cermin untuk memastikan wajahnya tidak kusam sebelum membukakan pintu kamarnya, meskipun dia tidak tahu siapa yang berdiri didepan pintu kamarnya saat ini.
Vara bergegas membuka pintu kamarnya. Dan begitu terkejutnya Vara saat melihat seseorang yang dirindukannya, berdiri didepan pintu dengan kedua tangan memegang sebuket bunga mawar beraneka warna.
"Kak Rey.. Miss u.."
Reyvan memeluk tubuh mungil Vara dan mencium kedua pipi Vara.
"Kakak juga kangen banget Dek.. Bagaimana lukanya? Apa masih sakit?"
"Alhamdulillah.. Sudah hampir sembuh Kak. Vara senang Kakak sudah datang."
"Tentu saja.. Hari pernikahan kamu tinggal 2 hari lagi Dek. Masa Kakak belum datang juga."
Vara tersenyum manja tanpa melepaskan pelukannya dari Reyvan.
"Ayo turun Dek.. Kakak lapar sekali."
"Ayo Kak."
Reyvan dan Vara sedang makan, saat tiba-tiba Brandon masuk ke ruang makan tanpa mereka sadari. Kebiasaan Brandon yang selalu keluar masuk rumah Vara tanpa permisi memang tidak bisa diubahnya.
"Hallo Kak Rey.. Apa kabar?"
Brandon menyapa Reyvan sambil menyalaminya dengan mantap.
"Wah kamu sudah datang?"
"Kok Kak Rey tidak terkejut ada aku disini?"
"Aku sudah tahu dari Bry kalau kamu datang terus kerumah dan mengganggu Vara. Apa kamu berniat menggoyahkan perasaan Vara sebelum dia menikah? Hahaha.."
"Bagaimana Kak Rey bisa tahu? Hahaha.."
"Jadi benar ya? Padahal tadi aku cuma menebak saja, hahaha.."
"Vara.. Kakak sudah selesai makan. Kakak mau mengajak Brandon mengobrol di rooftop ya."
"Baiklah.."
"Tolong minta Bi Rahma untuk membuatkan 2 gelas orange juice juga."
"Iya Kak.. Aku akan melakukan perawatan tubuh dan wajah di ruang spa dengan orang dari salon kecantikan. Jangan mengganggu ya!"
"Ok..Ok.." Jawab Brandon dan Reyvan bersamaan.
__ADS_1
Reyvan dan Brandon sudah mengobrol dengan serunya tentang hobi mereka yaitu menembak dan gym, ditemani segelas orange juice dan makanan ringan. Memang sejak Brandon bersahabat dengan Vara, Brandon juga menjadi sangat dekat dengan Reyvan. Reyvan juga menyukai Brandon karena pribadinya yang selalu menjaga dan melindungi Vara setiap saat.
Dulu Reyvan pikir Vara akan luluh karena sikap dan rasa cinta yang tulus dari Brandon, tapi ternyata tidak. Perasaannya justru mengarah kepada Bryllian, seseorang yang sama sekali tidak pernah disangkanya.
"Brandon.. Sebagai Kakak Vara, aku sangat menyukaimu karena selalu menjadi seseorang yang dapat diandalkan oleh Vara selama ini. Tapi lusa Vara akan menikah, aku harap kamu bisa berusaha mengikhlaskannya. Vara pasti ingin kamu menemukan kebahagiaanmu juga Brandon."
"Iya Kak Rey.. Aku hanya berusaha menikmati sisa waktuku bersama Vara, sebelum dia menikah. Karena aku sadar, aku harus menjauh darinya setelah dia menikah."
"Kenapa kamu harus menjauh?"
"Aku tidak mungkin bisa menghapus perasaanku terhadap Vara, Kak. Dekat dengannya hanya akan membuatku semakin merasa sakit."
"Iya, aku mengerti Brandon."
"Kuatlah.. Aku yakin kamu bisa mendapatkan kebahagiaanmu sendiri. Meskipun tidak bersama Vara."
Brandon tersenyum getir mendengar perkataan Reyvan.
'Kebahagiaanku adalah Vara, jadi bagaimana mungkin aku bisa bahagia tanpa Vara disampingku.' Batin Brandon.
"Kamu akan datang kan ke pernikahan Vara?"
"Tentu saja Kak Rey.."
"Syukurlah.. Aku harap tidak ada rasa kecewa dan kebencian dalam hatimu. Tolong ikhlaskan Vara bersama orang lain."
Brandon hanya terdiam, hatinya tidak bisa menerima keingian dari Reyvan. Dan Rey yang paham arti diamnya Brandon hanya menepuk pelan bahu Brandon.
Suasana rumah Vara terlihat begitu ramai dengan kedatangan keluarga Vara dari luar kota, bahkan luar negeri. Dari mulai Nenek, Kakek, Tante, Om, Sepupu-sepupu, dan kerabat dekat lainnya. Sore nanti mereka akan langsung berangkat ke Hotel tempat pernikahan akan dilaksanakan dan menginap disana, agar besok mereka bisa langsung menghadiri acara akad nikah dan resepsi yang dilaksanakan di hotel yang sama, meskipun ballroom yang berbeda.
"Vara.. Akhirnya besok kamu akan menikah, Nenek senang sekali. Karena sebentar lagi Nenek akan bisa menimang cucu. Iya kan Kek?"
Nenek yang merupakan Ibu dari Mama Irena tampak sangat antusias, Vara memeluk Neneknya dengan lembut.
"Benar Nek, Kakek kira akan mendapatkan cucu terlebih dulu dari Reyvan, ternyata malah dari Vara, hahaha.."
Ayah dari Mama Irena mulai menggoda Reyvan yang duduk disebelahnya.
"Kakek.. Aku masih akan fokus bekerja, sama sekali belum terpikir untuk menikah."
"Kak Rey masih sibuk memilih-milih gadis Spanyol yang akan dinikahinya."
"Rey kenapa tidak gadis Indonesia saja, kan gadis Indonesia juga tidak kalah cantik dengan gadis Spanyol."
Kali ini giliran Kakek yang merupakan Ayah dari Papa Devan yang berkomentar.
"Kek, jodoh kan siapa yang tahu. Buktinya sekarang Vara akan menikah dengan laki-laki asing."
Ibu dari Papa Devan ikut menimpali. Vara bergerak menghampiri dan memeluk Neneknya dengan sayang pula.
"Tapi Nek Bry itu masih ada keturunan Indonesianya. Jadi Papa Dave ayahnya Bry adalah keturunan Inggris, sedang Mommy Jhena ibunya Bry adalah keturunan Korea-Indonesia."
__ADS_1
"Oh begitu ya.. Sayang, Nenek bahagia sekali akhirnya kamu menikah. Meskipun tidak menyangka secepat ini. Semoga bahagia ya Sayang."
Suasana berubah menjadi haru, semua anggota keluarga Vara mendoakan kelancaran acara besok juga kebahagiaan pernikahan Vara. Semua orang terlihat sangat bahagia menyambut hari bahagia yang akan dilaksanakan besok hari. Mereka mengobrol juga melepaskan rasa rindu sampai waktu keberangkatan ke hotel tempat acara pernikahan.
Sore harinya semua anggota keluarga Vara sudah tiba di hotel, mereka masing-masing menempati kamar yang sudah diaturkan oleh Reyvan. Vara menempati sebuah kamar yang besok hari akan digunakan sebagai kamar pengantinnya, karena dirinya masih akan menginap semalam lagi di hotel ini, begitupun dengan keluarganya yang pasti akan merasa lelah untuk pulang setelah menghadiri acara yang selesai di malam hari.
Bry dan keluarga besarnya sebenarnya berada di hotel yang sama dengan Vara dan keluarganya. Namun keluarga tidak memperbolehkan Bry dan Vara untuk bertemu. Tentu saja hal ini membuat mereka begitu kesal. Karena jarak yang begitu dekat tidak membuat mereka bisa saling melepas rindu.
Vara yang sedang merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, merasa terkejut saat mendengar ponselnya bergetar. Sebuah panggilan Video Call dari Bry seketika membuatnya bangun. Dirapihkannya baju serta riasan wajahnya yang sedikit berantakan sebelum akhirnya mengangkat panggilan Video Call itu dengan melengkungkan wajah bahagianya.
"Sayang.. Miss Youuuuuuu.."
Sebuah teriakan langsung terdengar dari mulut Bry sesaat panggilan Video Call itu diangkat Vara.
"Miss you too, Bry."
"Ah aku ingin cepat besok dan bertemu kamu Sayang. Kenapa sih kita tidak boleh bertemu. Aku begitu ingin memeluk dan menciummu saat ini. Hmm, Sayang.. kamu berada didalam kamar kita ya?"
"Apa maksudmu dengan kamar kita?"
"Kamarmu akan menjadi kamar kita besok.. Ah aku sudah tidak sabar."
Bry terlihat menggoyang-goyangkan badannya tanpa malu didepan Vara.
"Tidak sabar apa Bry?"
"Tentu saja memakanmu Sayang."
"Ih kamu.. Mesum sekali!"
"Tapi kamu suka kan? Hahaha.."
"Tidaaaakk.."
Bry tertawa dengan keras dan tidak berhenti menggoda Vara yang sudah terlihat begitu malu dengan pipinya yang berubah merah.
Malam ini mereka hanya bisa meluapkan rasa rindu mereka dari kamar yang berbeda, dan sabar menunggu hari esok yang pastinya membahagiakan dan penuh kejutan.
*********************
Mohon maaf ya untuk readers semuanya, kalau author telat membalas comment, karena saat ini Author sedang disibukan dengan pekerjaan.
**Tapi Author usahakan untuk tetap up 😊 **
Semoga kita semuanya, diberikan kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan, umur yang berkah, rezeki yang berlimpah dan semua doa-doa terbaiknya dikabulkan oleh Tuhan. Aamiin.. 😊
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1