Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 56 Mencoba Mengungkap Tabir


__ADS_3

VARA POV


Kurebahkan tubuhku yang lelah dan kucoba pejamkan mata yang terasa berat, namun rona bahagia masih enggan beranjak dari wajahku. Aku bahagia.. Benar-benar bahagia. Hubunganku dengan Bry terasa semakin indah dengan restu kedua orangtuanya. Tidak ada lagi yang aku ragukan darinya. Aku sepenuhnya yakin akan perasaannya, karena dia tidak segan menunjukan bukti keseriusannya padaku, bahkan di depan orangtuanya.


Aku memang yakin dengan perasaannya padaku, tapi sesungguhnya masih ada hal yang mengganggu pikiranku. Seperti masih ada sebuah awan yang menyembunyikan sesuatu tentangnya. Meskipun aku belum tahu tentang apa, tapi aku tidak sepolos dan senaif yang mungkin Bry pikir. Aku tidak bertanya, tapi aku memperhatikan apa yang kulihat.


Aku sudah lama menyadari, setiap pertemuanku dengan Bry di awal perkenalan dulu bukanlah suatu kebetulan. Dia selalu tahu jadwal kuliahku, semua kegiatan harianku, hobiku, dan semua tentangku. Kemunculannya terkadang tidak masuk akal.


Aku pernah dibuat terheran-heran, saat dia tiba-tiba muncul di pantai tempatku berlibur. Dari ratusan resort di tempat itu, bagaimana secara kebetulan dia bisa menempati resort yang sama denganku, bahkan dengan posisi kamar yang berdekatan.


Bry juga pernah menyusulku ke jungle resort yang bahkan tidak pernah aku ceritakan padanya. Bry berbohong dengan mengatakan kalau dia mengetahui jungle resort yang sering aku kunjungi dari Bi Rahma. Mungkin dia tidak menyangka aku akan benar-benar menanyakannya pada Bi Rahma, dan ternyata jawaban Bi Rahma sama persis seperti dugaanku. Bi Rahma tidak pernah mengatakan mengenai jungle resort itu pada Bry, karena Bry memang tidak pernah bertanya.


Rasa heranku pun semakin menjadi saat Bry juga tiba-tiba bisa muncul di mansion Satya, meskipun Bry mengatakan bahwa mereka adalah rekan bisnis, tapi tetap mengherankan melihat Bry tiba-tiba berada disana.


Bry juga menunjukan rekaman CCTV hotel A, dan bagaimana bisa dia menebak keberadaanku disana sekaligus penyebab kesalahpahaman kami. Bagaimana bisa Bry tahu secepat itu?


Selain Bry, keberadaan Satya juga cukup menyita pikiranku. Kemunculan laki-laki itupun cukup janggal. Pertemuanku dengannya di restaurant hotel A, dilanjutkan keesokan harinya yang tiba-tiba bertemu di jungle resort seolah sudah di setting dengan sangat apik. Belum lagi kejadian kemarin dimana Satya muncul di club B dan menyelamatkanku di waktu yang sangat tepat. Jelas tidak mungkin hanya sekedar kebetulan yang tidak disengaja.


Dulu Arya pernah bercerita, karena perceraian orangtuanya, membuat dia terpisah dengan Kakaknya yang berbeda usia 5 tahun dengannya. Ayah Arya membawa Kakak Arya pergi bersamanya ke Inggris. Meskipun tidak yakin, tapi sejak awal aku merasa Satya adalah kakak Arya yang berasal dari Inggris. Dan setelah aku cari tahu, Satya memang pengusaha dari Inggris yang merupakan keturunan Inggris-Indonesia. Dugaanku pasti tidak salah..


Mengenai hubungan Bry dan Satya aku pun tidak tahu seperti apa. Ku pikir jika mereka rekan bisnis, mereka tidak bisa dianggap rekan bisnis yang akrab. Bahkan aku merasa hubungan diantara mereka tidaklah baik. Bagaimana caranya aku bisa mengetahui semua rahasia yang mereka tutupi dariku selama ini? Apa kemunculan mereka berkaitan dengan kematian Arya?


Mereka berdua selalu dengan mudah mengetahui keberadaanku, apakah mereka menyuruh orang memata-mataiku atau memasang alat pelacak di mobilku atau.. Tiba-tiba pandanganku jatuh pada tas yang sering aku gunakan untuk kuliah dan kebetulan kupakai saat kejadian di Club B.


Dengan rasa ingin tahu yang tinggi kuperiksa sedikit demi sedikit sisinya. Seperti tidak ada yang aneh, namun pandanganku berhenti pada bagian jahitan di samping kanan tas yang sedikit terbuka. Kubuka lebih lebar jahitannya, aku melihat ada satu benda berukuran sangat kecil, lalu aku gunakan pinset untuk mengambilnya.


Sebuah benda berukuran tidak lebih dari 0.5 cm, seperti microchip yang aku yakin adalah sebuah alat pelacak. Aku memotretnya, hendak aku kirimkan gambarnya dan bertanya kepada Kak Reyvan, kakakku yang sedang berada di Spanyol.


Namun aku terlebih dahulu memeriksa semua aplikasi dan membongkar handphone-ku, khawatir ada alat penyadap yang mungkin dipasang Bry atau Satya di handphone-ku. Memang tidak ada yang aneh, tapi aku tidak mau ambil resiko. Ku ambil handphone lamaku yang sudah lama sekali tidak kugunakan. Aku ambil sim card baru di lemari yang memang aku persiapkan beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


Aku mengirimkan photo benda tadi dan bertanya tentang fungsinya kepada Kak Rey, dengan menggunakan nomor baru dan handphone lamaku. Karena perbedaan waktu 5 jam antara Kota B Indonesia dengan Granada, Spanyol maka saat ini Kak Rey pasti masih bekerja. Tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku sudah begitu penasaran dengan benda kecil itu.


Sesaat kemudian Kak Rey meneleponku, aku langsung bergerak turun menuju kamar Kak Rey. Aku hanya bersikap hati-hati. Kamarku pun terasa tidak aman bagiku saat ini. Aku mengangkat telepon Kak Rey setelah bergetar lebih dari 30 detik.


"Dek, itu alat pelacak. Dimana kamu menemukannya?"


"Jadi benar itu alat pelacak. Aku menemukannya di salah satu benda yang sering aku bawa Kak."


"Kira-kira siapa yang memasangnya?"


"Mungkin pacarku.. Mungkin juga orang lain."


"Dek, sebenarnya apa yang terjadi padamu?"


Akhirnya aku menceritakan awal pertemuan dengan Bry dan Satya, tentang segala kejanggalan di setiap kemunculan mereka dan semua hal tentang mereka tanpa terkecuali. Termasuk kejadian yang menimpaku di Club B, tentunya dengan menghilangkan beberapa bagian memalukan yang tidak perlu Kak Rey tahu.


"Ya ampun Dek.. Maafkan Kakak yang tidak bisa melindungimu. Bagaimana bisa Brandon melakukan itu?:


"Suatu saat Kakak akan membalas Brandon."


"Tidak perlu Kak. Yang penting dia pergi jauh dari kehidupan Vara."


"Iya Dek.. Hmm, meskipun kamu yakin pacar kamu dan laki-laki yang kamu pikir kakaknya Arya itu adalah orang baik, dan hanya berniat melindungi kamu, tapi kamu juga harus tetap berhati-hati."


"Iya Kak."


"Dek.. Besok coba kamu cari di semua perlengkapan kamu, buku-buku, kosmetik juga semua bagian mobil kamu. Mungkin ada lagi alat pelacak yang dipasang disana. Tetap gunakan nomor ini untuk berkomunikasi dengan Kakak, tapi jangan sampai siapapun tau kamu mempunyai handphone lain. Sekarang lebih baik kamu istirahat Dek."


"Iya Kak.. Terima kasih ya Kak. Aku benar-benar merindukanmu."

__ADS_1


"Aku juga Dek.. Jaga diri baik-baik. Maafkan Kakak tidak bisa menjagamu saat ini."


"Doa Kakak dan semua bantuan Kakak, meskipun dari jauh, akan bisa melindungiku."


"Iya Dek..Take care ya Dek.."


"Iya Kak.."


Ku tutup telepon dengan perasaan lemas. Aku benar-benar merindukan Kak Rey saat ini. Andai Kak Rey ada disini..


Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur Kak Rey, malam ini aku memilih tidur disini. Karena kaki dan mataku sudah terlalu berat untuk aku gerakan.


 


 


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


 

__ADS_1


 


__ADS_2