Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 73 Arya & Bryllian


__ADS_3

RUMAH SAKIT GRANADA (GRANADA HOSPITAL)


Kendrick bergerak mondar-mandir di depan ruang operasi, menunggu dengan tidak sabar operasi pengangkatan peluru yang sedang dijalani Kakaknya, Bryllian. Kendrick saat ini khawatir dengan kondisi Bry, juga tidak hentinya memikirkan Vara yang berdasarkan keterangan dari Security dan pihak hotel telah diculik oleh sekelompok orang.


Kendrick masih bersyukur pihak hotel bergerak cukup cepat dengan membawa Bry ke Rumah Sakit dan bisa membuka ponsel Bry dengan menggunakan sidik jari Bry, kemudian menghubungi dirinya yang berada di list panggilan terakhir ponsel Bry.


Kendrick sendiri sudah menghubungi Kevin dan Daniel agar segera datang ke Spanyol, dan segera mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Vara begitu mendengar kabar ini. Namun berdasarkan penjelasan Daniel, saat ini detektif swasta sekaligus pengawal pribadi Bry di Spanyol yang disewanya, sudah menemukan tempat dimana Vara disekap, sehingga Kendrick menyuruh anak buahnya untuk berkoordinasi dan membantu orang-orang suruhan Daniel itu.


Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..


Kendrick mengernyitkan keningnya saat melihat sebuah panggilan masuk ke ponsel Bry dengan nama Kakak Ipar. Tapi Kendrick segera mengangkatnya karena berpikir mungkin saja yang menelepon adalah Kakak dari Vara.


"Hallo.. Selamat Malam.."


"Bryllian.. Jam berapa kamu akan mengantarkan Vara pulang ini? Ini sudah terlalu larut." Lawan bicara Kendrick terdengar sangat kesal juga khawatir.


"Maaf Kak.. Apakah Kakak ini Kakaknya Vara?"


"Eh.. Iya, saya Reyvan, Kakaknya Vara. Kamu bukan Bryllian?"


"Saya Kendrick, adiknya Bryllian. Saat ini Kakak saya sedang melakukan operasi pengangkatan peluru. Dan Vara.. Hmm, Vara.. diculik Kak."


"Apaaaa?"


Reyvan terdengar sangat terkejut dengan penjelasan Kendrick. Kenyataan bahwa Vara diculik dengan kondisi Bry yang tertembak menegaskan bahwa kondisi yang sedang dihadapinya saat ini begitu sangat serius.


"Kakak, orang-orang kami sudah menemukan tempat dimana Vara disekap. Tapi kami belum melibatkan polisi, karena ingin mengetahui dulu siapa dalang dibalik penculikan ini. Kakak apa akan menunggu di apartemen atau.."


"Aku akan ke Rumah Sakit melihat keadaan Bryllian, sekaligus memantau keadaan Vara dari informasi yang kamu punya." Reyvan memotong perkataan Kendrick sebelum Kendrick selesai bertanya.


"Baiklah.. Saya tunggu."


Kendrick menyimpan kembali ponsel Bry setelah panggilan telepon dari Reyvan terputus, lalu kembali berjalan mondar-mandir tidak bisa menutupi rasa khawatirnya. Kedua orangtuanya masih belum dia kabari. Kendrick memutuskan akan memastikan keadaan Bry membaik dulu sebelum memberitahu kedua orangtuanya.

__ADS_1


Lampu ruang operasi sudah padam, menandakan operasi telah selesai dilakukan. Dokter yang keluar dari ruang operasi segera disambut Kendrick dengan rasa was-was.


"How is my brother's condition Doctor?"


(Bagaimana keadaan Kakak saya Dokter?)


"Your brother's surgery was successful. We have moved your brother to treatment room. You have to be patient for this few hours and wait for your brother to wake up. I'll leave first, there is still surgery that i have to do."


(Operasi Kakak anda berhasil. Kami sudah memindahkan kakak anda ke ruang perawatan. Anda harus bersabar untuk beberapa jam ini dan menunggu kakak anda sadar. Saya pergi dulu, masih ada operasi yang harus saya lakukan.)


"Thank you Doctor."


(Terima kasih Dokter.)


***************


Bry membuka matanya perlahan, namun cahaya matahari yang menyilaukan membuat Bry sulit membuka matanya dan hanya bisa memicingkan matanya. Tangannya menyentuh beberapa tangkai bunga, yang kemudian baru disadarinya bahwa saat ini tubuhnya berada diatas taman bunga yang berwarna-warni dan sangat cantik.



Bry melangkahkan kakinya menuju bangunan itu, tampak beberapa orang berjalan keluar-masuk dari bangunan itu tanpa mempedulikan keberadaannya. Bry memasuki sebuah pintu masuk yang cukup besar dan melewati sebuah aula dengan tiang-tiang berukuran besar.


Tiba-tiba mata Bry membulat dengan sempurna saat pandangannya terpusat pada satu sosok yang dikenalnya, dan Bry terlihat sangat terkejut dengan pemandangan di depannya saat ini.


Arya.. Sosok itu adalah Arya, yang sedang tersenyum tipis menatap sendu ke arah Bry. Perlahan Arya mendekati Bry yang mematung dan tidak bisa bergerak sedikit pun.



"Bryllian.."


"Bagaimana bisa? Bukankah kamu sudah meninggal?"


"Iya.. Tapi kamu yang tidak seharusnya berada di tempat ini. Kamu belum waktunya ada di tempat persinggahan ini. Kembalilah.. Selamatkan Vara!"

__ADS_1


"Vara.. Vara dimana dia?"


Bry mengedarkan pandangan ke semua sudut ruangan, namun tidak menemukan gadis yang dicarinya.


"Vara baik-baik saja. Tapi kamu harus menyelamatkan Vara dari Brandon."


"Brandon? Apa yang terjadi?"


"Cepat kembalilah.. Kamu bisa berjalan melalui lorong itu."


Arya menunjukan sebuah lorong yang tidak terlalu lebar namun sangat terang di sebelah kanan ruangan. Bry melihatnya dengan penuh tanda tanya lalu mengalihkan kembali pandangannya ke arah Arya.


"Jangan terlalu banyak berpikir Bry, kembalilah.. Aku benar-benar bahagia melihat Vara bisa bahagia lagi bersamamu. Tapi sekarang Vara benar-benar membutuhkanmu untuk menyelamatkannya."


"Baiklah Arya.. Aku pun ingin segera menyelamatkan Vara."


"Bry.. Aku mohon maafkan Kakakku Satya. Apa yang dia lakukan padamu selama ini adalah karena dia menyayangiku, dan ingin Vara bahagia meskipun sudah tidak bersamaku. Dan tolong katakan pada Satya untuk mempertemukan Papa dan Mamaku, agar kesalahpahaman mereka bisa segera terselesaikan. Bryllian, pergilah sekarang juga sebelum terlambat."


Bry mengangguk dan segera berjalan menuju lorong terang itu dengan langkah ragu-ragu. Begitu kakinya melangkah ke dalam lorong itu, tubuhnya seperti terhempas dengan kuat dan kesadarannya tiba-tiba menghilang.


*****************************


Image Source : Instagram


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2