Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 33 Jika Ada Laki-laki Lain


__ADS_3

Sepanjang perjalanan dari mansion Satya menuju apartment, Bry hanya diam dan mengarahkan pandangannya kearah luar. Sesekali Bry menghela nafasnya dengan kasar dan memijit keningnya dengan perlahan. Daniel yang melihat Bry dari kaca spion, tampak sedikit cemas.


"Bry apa kamu mau makan malam dulu sebelum pulang ke apartemen?" Daniel mencoba membuyarkan lamunan Bry.


"Iya Bry, sebaiknya kita makan malam dulu. Sekarang sudah hampir jam 10 malam." Kevin ikut menimpali, karena perutnya sudah terasa sangat lapar.


"Aku tidak lapar. Nanti kita ke apartemen kalian dulu. Aku mau bawa mobilnya untuk menemui Vara. "


"Ya sudah, kalau begitu kita pindah ke mobil di belakang saja. Kamu pergilah ke rumah Vara." Daniel langsung mengungkapkan idenya.


Daniel menghentikan mobil Bry, sehingga mobil pengawal di belakang pun ikut berhenti. Setelah Kevin dan Daniel keluar dari mobil Bry, Bry segera  pindah ke belakang kemudi.


"Sorry Bro.." Bry memandang Kevin dan Daniel yang mengangkat tangan mereka.


"It's okay Bro.." Kevin mengembangkan senyumnya yang dibalas senyum tipis Bry.


Bry melajukan mobilnya, sedangkan Daniel dan Kevin masuk ke mobil pengawal. Daniel dan Kevin sangat mengerti, saat ini Bry memerlukan Vara untuk menghibur dan memperbaiki perasaannya. Membiarkan Bry bersama Vara adalah ide paling bagus saat ini, dibandingkan harus membiarkan Bry melamun dan murung semalaman.


Bry mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga Bry sampai di depan rumah Vara dengan menghabiskan waktu yang lebih cepat dari biasanya. Bry memarkirkan mobilnya di seberang rumah Vara. Lalu keluar dari mobil dan berdiri di sisi kanan mobilnya, sambil menatap kearah balkon kamar Vara. Diambilnya handphone di kantong celananya  dan ditekannya nama "Nae Sarang" yang mempunyai arti "Cintaku"  dengan emoticon hati dibelakangnya.


"Hallo Bry.. Kamu kemana saja? Aku tadi menelponmu, tapi kamu tidak mengangkatnya." Rasa kesal terdengar jelas dari mulut Vara. Tapi Bry justru malah tersenyum mendengar Vara yang sedikit manja dan terdengar sangat merindukannya itu.


"Maaf Sayang, tadi aku ada pertemuan dengan rekan bisnisku. Kamu sedang apa?" Bry masih menatap kearah balkon, tapi Vara tidak ada disana.


"Aku sedang menonton film Korea." Bry tertawa mendengarnya, teringat saat Vara memanggilnya Oppa.


"Bisakah kamu keluar dulu Sayang?" Vara berlari kearah balkon, dan Vara melambaikan tangannya pada Bry. Bry tersenyum senang dan membalas lambaian tangan Vara.

__ADS_1


Vara berlari keluar untuk menemui Bry. Bry segera merentangkan tangannya saat dilihatnya Vara sudah keluar dari pintu gerbang. Vara menubrukan badannya ke badan Bry, sehingga kepala dan badan Vara masuk dalam rengkuhan badan Bry yang hangat. Bry semakin mengeratkan pelukannya, dan kepalanya dibenamkan di ceruk leher Vara.


"Kenapa Sayang?" Panggilan "Sayang" dari Vara, seketika menghangatkan hati Bry.


"Aku hanya begitu merindukanmu saat ini." Vara merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri Bry. Vara berusaha melonggarkan pelukan Bry dan menatap langsung ke wajah Bry.


"Apa kamu sedang ada masalah?" Bry langsung menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kalau ternyata aku tidak sebaik yang kamu pikir, apa kamu akan meninggalkanku?" Vara mengerutkan keningnya, lalu ditangkupnya kedua pipi Bry dengan sangat lembut.


"Tentu saja tidak, Sayang. Aku pun tidak sempurna. Mungkin suatu saat kamu pun akan merasa kalau aku tidak sebaik yang kamu pikir."


"Hmm.. Kalau misalnya kamu menyadari aku tidak sebaik yang kamu pikir, lalu tiba-tiba ada laki-laki yang lebih segalanya dari aku, apa kamu akan menerima laki-laki itu?"


"Ya ampun Bry, pertanyaan apa ini? Apa menurutmu aku perempuan seperti itu?" Vara sedikit kesal menghadapi sikap Bry yang menurutnya tidak masuk akal.


Setelah beberapa lama berpelukan, Bry melepaskan pelukannya dan mengelus sebelah pipi Vara.


"Maaf Sayang, kalau aku sangat aneh hari ini." Vara menganggukan kepalanya.


"Sayang, aku akan sangat sibuk beberapa hari ini. Tapi aku usahakan untuk selalu mengabarimu ya. Maaf ya Sayang."


"Baiklah, tidak apa-apa. Tapi kamu jaga kesehatan ya Bry. Jangan nakal selama tidak bersamaku." Vara mengerucutkan bibirnya, membuat Bry gemas untuk mencubit hidung Vara.


"Jadi selama bersamamu, aku boleh nakal kan?" Vara langsung memasang wajah cemberutnya yang malah membuat Bry tertawa lepas.


"Hahaha.. Kamu imut sekali Sayang.. Aku mencintaimu."

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu, Bry." Bry mencium puncak kepala Vara dengan penuh kasih. Vara pun semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan kepalanya di dada Bry.


"Ya sudah, tidurlah.. Sudah terlalu malam."


"Baiklah, hati-hati dijalan ya Bry." Bry dan Vara saling melepaskan pelukan mereka. Lalu Vara segera masuk ke dalam rumah.


Setelah melihat Vara melambaikan tangannya dari balkon kamar dan membalas lambaian tangan Vara, Bry segera melajukan mobilnya untuk pulang ke apartment.


Tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka sejak tadi.


'Vara, aku tidak akan pernah melepaskanmu. Tidak ada yang bisa memilikimu selain aku. Kamu selamanya akan tetap jadi milikku.'


 


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


 

__ADS_1


 


__ADS_2