Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 117 Dinner Romantis


__ADS_3

Bry meminta pihak hotel menyiapkan makan malam romantis tepat di pinggir laut. Sebuah meja dengan hiasan bunga dan lilin-lilin besar, menambah kesan romantis di tempat itu. Malam ini Bry berniat memberi kejutan untuk Vara. Bry ingin menikmati waktu berdua saja bersama Vara, sehingga dia menitipkan Bradley & Briley kepada baby sitter dengan pengawasan dari Bi Mona.


Sebenarnya Mama Irena dan Mommy Jhena sudah menawarkan bantuan untuk menjaga Bradley dan Briley, tapi Bry menolak karena tidak mau mengganggu kebersamaan Mama Irena dengan Papa Devan juga Mommy Jhena dengan Daddy Dave. Padahal Mama Irena dan Mommy Jhena malah senang bermain dengan si kembar.


Bry juga menolak saat semua sahabatnya mengajak makan didalam resort, dengan alasan sudah mempunyai acara berdua dengan Vara. Tentu saja mereka paham, Bry ingin menikmati sejenak waktu berdua dengan Vara, terlebih keberadaan Brandon membuat Bry tidak suka.


Bry menggenggam erat tangan Vara menuju tempat makan malam mereka. Betapa terkejutnya Vara melihat pemandangan dihadapannya.



"Honey, indah sekaliii... Terima kasih Honey."


Vara mencium sekilas pipi Bry, tapi Bry memeluk pinggang Vara dan seketika mendaratkan bibirnya di bibir Vara.


"Ini baru benar.."


Vara memukul pelan lengan Bry sambil tersenyum malu.


"Jangan mencium bibirku, malu kalau ada yang lihat."


"Tidak akan ada yang melihat, aku sudah meminta pihak resort agar tidak memperbolehkan siapapun masuk ke area ini. Tenang saja."


Bry mengerling nakal kearah Vara yang tersipu malu.


"Baiklah.. Ayo kita makan Sayang. Aku sudah menyiapkan makanan khas Bali terbaik untuk kamu."


Vara duduk di kursi yang sengaja ditarik Bry untuknya. Bry lalu duduk tepat didepan Vara dengan melengkungkan senyumnya.


"Wow.. Kamu memang sangat mengerti apa yang aku suka."


Bry tersenyum lalu mengelus lembut sebelah pipi Vara.


"Makanlah Sayang.."


Vara segera memakan makanan dihadapannya, yang bukan hanya memanjakan mata tapi tentu saja sangat memanjakan lidahnya.


"Sayang, besok di Resort N tidak jauh dari sini, ada rekan bisnisku yang menikah. Kebetulan kita liburan disini, aku jadi bisa menghadiri pernikahannya. Padahal tadinya aku hanya akan mengirimkan hadiah untuknya. Temani aku ya."


"Hmm..."


Vara terlihat berpikir sejenak, membuat Bry menarik kesimpulan kalau Vara merasa keberatan untuk menemaninya besok.


"Kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa kok Sayang."


"Tentu saja aku mau menemanimu. Aku tidak mau memberikan kesempatan padamu untuk tebar pesona dihadapan perempuan-perempuan gatal disana."


Seketika Bry tertawa mendengar omelan Vara yang malah terdengar manja dan menggemaskan. Bry mencubit pelan pipi Vara karena terlalu gemas.


"Aku suka saat kamu bersikap protective seperti ini. Aku suka saat kamu menunjukan rasa cemburumu, karena aku bisa tahu kalau kamu sangat mencintaiku."


"Wah percaya diri sekali suamiku ini.."


Vara menyuapkan potongan makanannya dengan sedikit kesal, tapi Bry malah tertawa menanggapi sikap Vara yang terlihat lucu untuk Bry.


Makan malam romantis yang disiapkan Bry berjalan sesuai rencana. Vara begitu menyukai suasana dan makanannya. Bry tersenyum puas setiap kali melihat senyum bahagia yang melengkung di wajah cantik Vara. 2 jam kemudian Vara dan Bry kembali kedalam resort, menuju ruang karaoke private setelah diminta Daniel untuk bergabung dengan mereka.

__ADS_1


Sesampainya diruang karaoke, terlihat Daniel dan Danila sedang berkaraoke menyanyikan lagu Korea yang cukup romantis sedangkan Reyvan, Vanny, Samuel, Kevin, Sharon dan Brandon hanya duduk melihat Daniel dan Danila bernyanyi sambil menikmati makanan ringan dihadapan mereka. Vara sedikit canggung dengan keberadaan Brandon, tapi dia berusaha bersikap biasa agar Sharon tidak curiga.


Di ruang karaoke itu juga terdapat 1 set alat band yang dapat digunakan untuk bermain musik secara langsung. Setelah Daniel dan Danila selesai bernyanyi, Samuel langsung menyerahkan sebuah gitar kepada Brandon.


"Bernyanyilah.. Sudah lama aku tidak mendengarmu bernyanyi."


"Iya benar.. Terakhir kali aku melihatmu bernyanyi saat acara pensi di kampus."


Vanny ikut menimpali perkataan Samuel.


"Apa benar kamu bisa bernyanyi dan bermain gitar?"


Brandon hanya tersenyum kearah Sharon yang terlihat sangat penasaran.


"Ayolah Brandon.. Aku ingin sekali melihatmu bernyanyi sambil memetik gitar, pasti kamu terlihat keren sekali."


Vara tersenyum kearah Brandon yang seketika membuat Brandon merasa terpana. Vara akui memang Brandon sangat mahir dan terlihat keren jika sedang bermain musik. Sejak SMA, Brandon sudah membentuk group band dengan keempat temannya, dan group band itu sangat terkenal di Kota B karena seringkali memenangkan kompetisi band antar SMA atau umum.


Brandon mengambil gitar dari tangan Samuel lalu beranjak maju ke sebuah mini stage yang berada di sudut ruangan.


Brandon memetik gitar dengan sangat lihai sambil menutup matanya, berusaha menghayati lagu yang akan dinyanyikannya.


*****************************


Kuharap semua ini bukan sekedar harapan


Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan


Biarkan ku menjaganya sampai berkerut dan putih rambutnya


Tak main-main hatiku


Apapun rintangannya kuingin bersama dia


Kumau dia, tak mau yang lain


Hanya dia yang slalu ada, kala susah dan senangku


Kumau dia, walau banyak perbedaan


Kuingin dia bahagia hanyalah denganku


Bukan ku memaksa oh Tuhan


Tapi kucinta dia..


Andmesh - Kumau Dia


******************************


Sepanjang lagu, pandangan semua orang memperhatikan kemana arah tatapan Brandon saat menyanyikan lirik lagu dengan penghayatan yang seolah berasal dari hatinya itu. Mereka tidak merasa terkejut saat Brandon lebih banyak melirik Vara yang selalu mengalihkan pandangannya kearah lain, demi menghindari tatapan Brandon.


Tentu saja hal ini tidak luput dari perhatian Sharon, perasaannya yang berbunga-bunga saat pertama Brandon menyanyikan lagu favoritnya, terlebih suara Brandon sangat bagus. Namun perlahan pandangan Sharon berubah menjadi pandangan penuh tanda tanya, saat melihat Brandon yang selalu melihat kearah Vara saat menyanyikan lagu cinta itu.


Sharon juga menyadari pandangan setiap orang yang menatap sendu atau sedih saat kearah Brandon, terkecuali Bry yang menunjukan ekspresi marah juga Vara yang sejak pertama Brandon bernyanyi selalu mengalihkan pandangannya kearah lain.

__ADS_1


'Ada apa ini? Apa ada sesuatu yang tidak aku tahu tentang hubungan Vara dan Brandon? Aku akan menanyakan hal ini pada Kak Reyvan. Karena jika aku menanyakan langsung pada Brandon atau Vara, aku yakin mereka tidak akan memberiku jawaban yang memuaskan.' Batin Sharon.


Bry menarik tangan Vara menuju pintu keluar ruang karaoke itu, bahkan sebelum Brandon turun dari mini stage tempatnya bernyanyi. Semua orang serentak menarik nafas kasar, yang semakin membuat Sharon bertanya-tanya.


"Aku akan kembali ke kamar, rasanya kepalaku pusing." Reyvan beranjak dari tempat duduknya diikuti Daniel dan Danila yang juga beranjak dari tempat duduknya.


"Aku dan Danila mau mencari udara segar dulu." Daniel dan Danila segera meninggalkan ruangan karaoke itu."


"Aku mau kembali ke kamar saja."


Vanny langsung meninggalkan ruangan karaoke diikuti Samuel dan Kevin yang terlihat sama-sama memasang ekspresi wajah kesal. Hubungan Vanny dan Samuel yang semakin dekat memang masih membuat Kevin kesal. Dia cemburu, namun merasa tidak berhak melarang kedekatan Vanny dan Samuel. Terlebih Vanny sudah tidak mau dekat dengannya.


Hanya tinggal Sharon dan Brandon yang berada di ruangan karaoke itu, keduanya terdiam. Brandon sibuk dengan pikirannya, sedangkan Sharon tidak berniat bertanya apapun kepada Brandon.


"Hmm, Brandon.. Kembalilah ke kamarmu. Aku juga akan kembali ke kamarku."


Brandon masih tidak bergeming, seakan larut dalam pikirannya sendiri.



"Sharon.. Bisakah malam ini kamu menemaniku tidur."


"Apaaa?"


Sharon tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya mendengar permintaan Brandon.


"Eh maksudku, temani aku sampai aku tertidur. Aku membutuhkanmu."


Perkataan Brandon yang terdengar lirih mengejutkan Sharon, terlebih air mata yang kini menggenang di kelopak mata Brandon semakin membuat Sharon bertanya-tanya.


Akhirnya Sharon memganggukan kepalanya tanda setuju dengan permintaan Brandon.


**********************************


Keesokan harinya, saat posisi matahari  sudah naik tepat diatas kepala, Vara dan Bry sudah berada di Resort N untuk menghadiri acara pernikahan partner bisnis Bry. Vara begitu cantik dengan gaun putih beraksen mutiara di dadanya dengan tatanan rambut yang sengaja dia gulung untuk menambah kesan anggun. Bry pun begitu tampan dengan tuxedo hitamnya, terlebih ekspresi Bry terlihat tenang dan sesekali senyum manisnya terulas di wajah dinginnya.



Bukan tanpa alasan, Bry senang karena semalam Vara memberinya "pelayanan khusus" meskipun goa sang istri masih belum bisa dimasuki, tapi apa yang dilakukan Vara benar-benar mengubah moodnya menjadi sangat bahagia, bahkan setelah merasa sangat cemburu dan kesal karena ulah Brandon semalam.


Saat Bry dan Vara sedang menikmati hidangan setelah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Tiba-tiba pandangan Bry jatuh pada sesosok laki-laki yang juga memandang tepat kearah Bry seraya menyunggingkan senyum sinisnya.


'Park Hyeon Joong.. Kenapa aku harus bertemu dengan orang itu.' Batin Bry.


************************************


Image Source : Instagram & Google (Edited)


Terima kasih banyak sudah mampir di novel ini. Semoga selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2