
Brandon sedang menikmati secangkir Americano, saat Vara masuk ke ruang makan dengan diantar seorang pelayan wanita. Brandon tampak terkesima melihat penampilan Vara yang sangat cantik dan anggun, memakai salah satu baju yang sengaja disimpannya di walk in closet kamar yang ditempati Vara. Meskipun sedikit kecewa karena tidak sesuai dengan ekspektasinya 100 %, yang sejak awal mengharapkan Vara memakai dress yang lebih girly dan seksi untuk menyenangkannya.
"Duduklah Vara, ayo kita sarapan. Aku sudah meminta pelayan menyiapkan susu hangat, roti cokelat dan salad buah untuk sarapanmu."
Vara sedikit terharu karena Brandon masih sangat mengetahui menu sarapan favoritnya, dan langsung menyiapkannya tanpa harus bertanya terlebih dulu.
Vara segera duduk, lalu mulai meminum susu hangat didepannya, dilanjutkan dengan memakan setangkup roti cokelat yang lembut saat digigit.
Brandon tersenyum melihat Vara yang tidak menolak makanan yang dia siapkan, meskipun Vara masih terkesan enggan berbicara dengannya.
"Setelah sarapan, aku ingin mengajakmu berkeliling di taman di belakang rumah ini, kamu mau kan?"
Vara hanya menganggukan kepalanya tanpa melihat kearah Brandon, membuat Brandon merasa kecewa karena Vara terkesan menghindari tatapan matanya.
Hening.. Hanya denting sendok dan garpu yang sesekali menyentuh piring. Vara yang sudah menyelesaikan sarapan tanpa menghabiskan setengah porsi salad buahnya, mulai memberanikan diri membuka obrolan.
"Brandon.. Kak Reyvan saat ini pasti mencariku. Apa aku boleh pulang?"
"Ada yang akan menjemputmu. Kamu cukup menunggu saja. Untuk sekarang, ayo kita jalan-jalan ke taman belakang."
Brandon berdiri dari duduknya lalu mengulurkan tangannya hendak memegang tangan Vara, namun Vara segera menjauhkan tangannya sebelum tangan Brandon berhasil menyentuhnya.
Brandon lagi-lagi merasa kecewa, namun seperti biasa Brandon selalu menguatkan hatinya menerima perlakuan Vara yang selalu menolaknya secara terang-terangan.
Brandon dan Vara berjalan-jalan di taman belakang yang indah, dengan pohon-pohon yang berwarna hijau dan bunga-bunga yang berwarna-warni. Keindahan pemandangan disekelilingnya tampak jauh lebih sempurna dilengkapi dengan danau buatan yang cukup luas dan bersih.
Beberapa saat kemudian, ekspresi kagum Vara berubah menjadi tatapan kosong dan menyiratkan kesedihan. Brandon paham, saat ini Vara merasa tertekan dan tidak nyaman bersamanya. Namun egonya seperti menolak kenyataan yang ada, seolah membohongi diri sendiri bahwa sebentar lagi Vara akan menerima perasaan cintanya.
"Vara.. Apa kamu membenciku?"
"Iya.."
Brandon terhenyak dengan jawaban yang keluar dari mulut Vara, meskipun dia sebenarnya sudah bisa menebak jawabannya tanpa harus menyakiti diri sendiri dengan mendengar langsung jawabannya dari mulut Vara.
Brandon memegang kedua bahu Vara dengan kedua tangannya.
"Apa kamu yakin, akulah yang menyuruh orang untuk membunuh Arya?"
__ADS_1
Vara terdiam dan mematung, otaknya berputar-putar berusaha menimbang jawaban apa yang seharusnya dia katakan. Sejujurnya hati Vara menolak untuk percaya bahwa Brandon-lah orang yang bertanggung jawab atas kematian Arya, tapi semua bukti yang dilihatnya hanya mengarah pada satu nama, yaitu Brandon.
Brandon seketika merasa lemas karena tak kunjung mendapat jawaban dari Vara, diamnya Vara menegaskan bahwa Vara benar-benar tidak mempercayainya lagi. Brandon melepaskan kedua tangannya dari bahu Vara dan mundur beberapa langkah.
Tiba-tiba terdengar potongan lagu berjudul Creep yang dinyanyikan Radiohead dari ponsel Brandon.
And i wish i was special (Aku berharap aku seistimewa itu)
*You're so fckin special (Kau begitu istimewa)
But I’m a creep (Tetapi aku hanyalah pungguk)
I’m a weirdo (Aku orang aneh)
What the hell i’m doing here? (Apa yang aku lakukan disini?)**
Brandon mengambil ponsel dari saku celananya, melirik sebentar lalu mengangkat ponselnya membuat Vara yang sedang menelaah isi lirik nada panggil ponsel Brandon sedikit kecewa.
"Ada apa?"
".............."
Brandon menutup teleponnya dan memasukan kembali ponselnya ke saku celana. Lalu dia menoleh kearah rumah mencari tanda-tanda kedatangan orang lain didalam rumah.
"Ayo Vara.. Tamu kita sudah datang."
Vara mengerutkan keningnya merasa heran dengan perkataan Brandon. Tanpa berniat memberikan penjelasan apapun, Brandon menautkan kelima jarinya di sela-sela jemari Vara dan tetap mengeratkan genggaman tangannya meskipun Vara sekuat tenaga berusaha melepaskannya. Usahanya tetap sia-sia bahkan tangannya menjadi sakit dan tampak kemerahan, sampai akhirnya Vara menyerah dan memilih diam tanpa memberikan perlawanan.
Brandon dan Vara memasuki ruang tamu dengan masih berpegangan tangan.
"Varaaaa.."
Teriakan dari seseorang yang sangat dirindukannya membuat Vara terkejut. Sedetik kemudian Vara segera mengibaskan tangannya untuk melepaskan genggaman tangan Brandon. Dan anehnya kali ini Brandon tidak menahan tangannya, malah menyunggingkan senyum jahilnya sambil menatap kearah Vara tanpa rasa bersalah.
Bry menghampiri Vara dan menarik tangan Vara agar menjauh dari Brandon. Mata nyalang Bry seperti akan memakan Brandon hidup-hidup, namun Brandon malah tersenyum menyeringai seakan meremehkan Bry. Reyvan, Kendrick, Daniel dan Kevin, yang sejak tadi melihat kejadian itu pun hanya bisa terdiam.
__ADS_1
"Jangan pernah menyentuh Vara lagi!"
Bry meluapkan kemarahannya, namun tanggapan Brandon lagi-lagi seperti mengejek dengan selalu menyunggingkan senyum sinis kearah Bry.
"Tapi jika Vara mengizinkan, aku tidak mungkin menolak."
"Brandoooonn!!"
Vara berteriak dengan sorot mata penuh kemarahan karena sikap Brandon yang terus membuat Bry salah paham.
"Maaf Vara.. Aku hanya bercanda, hahaha.. Silahkan duduk semuanya!"
Lalu Reyvan, Daniel, Kevin duduk di sofa, diikuti oleh Vara dan Bry yang duduk bersebelahan.
Tiba-tiba pengawal pribadi Brandon berlari dan menghampiri Brandon dengan nafas terengah-engah.
"Tuan.. Ada sekelompok orang yang melumpuhkan orang-orang kita dan menerobos masuk."
Belum juga Brandon menanyakan siapa yang berani masuk tanpa izinnya, tiba-tiba 2 orang muncul dengan ditemani beberapa orang pengawal pribadi dibelakangnya.
"Bagaimana kalian bisa berpesta tanpa kehadiranku? Tentu akan kurang seru, jika aku tidak bergabung."
*****************
Image Source : Instagram
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..