Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 44 Jangan Pernah Tinggalkan Aku


__ADS_3

Vara memicingkan matanya karena sinar matahari yang masuk lewat celah jendela tepat mengenai wajah dan menyilaukan matanya. Jam dinding menunjukan pukul 8 pagi, saat Bry masuk dengan membawa nampan berisi bubur ayam special  dan susu murni hangat kesukaan Vara. Satya sengaja meminta Chef andalannya untuk membuatkan makanan sesuai permintaan Bry, setelah sebelumnya Bry mengatakan akan keluar membeli makanan untuk sarapan Vara di restaurant favoritnya.


"Sayang.. Selamat Pagi. Sarapan dulu ya." Vara mengalihkan pandangannya dari Bry. Bry mendekati Vara dan menggenggam tangan Vara dengan kedua tangannya, diikuti kepala yang menunduk tanpa berani menatap manik mata Vara yang terlihat sedih dan kecewa.


"Sayang, aku mohon maafkan aku yang tidak bisa melindungimu. Maafkan aku, semua gara-gara aku." Bry berbicara dengan nada memelas dan terdengar merasa bersalah.


Vara melepaskan genggaman tangan Bry dengan paksa sambil mencari-cari tasnya. Beruntung Daniel sudah mengambil tas Vara yang tertinggal di Club B.


"Tas kamu disamping nakas Sayang. Mau menghubungi Mama ya?" Vara mengambil tas dan mengeluarkan handphone tanpa menjawab pertanyaan Bry. Bry memegang bahu Vara dengan kedua tangannya, sehingga membuat Vara mau tidak mau menghadap ke arah Bry.


"Sayang, tolong dengarkan penjelasan aku dulu. Aku tidak mau kamu salah paham. Aku salah karena tidak memberitahumu, semua yang kamu pikirkan hanya kesalahpahaman." Bry mengeluarkan handphone-nya dan memperlihatkan 2 rekaman CCTV Restaurant Hotel A, yang posisinya memperlihatkan Bry dan Kim Ha Ni juga kedua orang  tua Bry yang sedang makan malam.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku karena tidak mengatakan padamu, kalau hari itu aku menemui kedua orangtuaku yang datang dari Korea. Dan perempuan yang duduk disampingku bernama Kim Ha Ni. Dia memang mantanku, tapi aku tidak menyukai kedatangannya. Kamu bisa lihat aku hanya sebentar disana, karena begitu tidak nyaman dengan kehadirannya."


Vara yang sejak tadi tampak malas, mulai mengalihkan pandangannya ke layar handphone Bry. Vara melihat dengan jelas saat Bry memberikan bunga dan kotak perhiasan berisi kalung kepada Ibunya, dan juga ekpresi tidak suka dari Bry saat perempuan itu menggelayut manja di lengan Bry. Dan seperti yang dikatakan Bry sebelumnya, Bry memang terlihat pergi meninggalkan restaurant selang  beberapa belas menit dari waktu kedatangannya.


"Sayang, kamu percaya kan? Aku tidak mungkin mengkhianati kamu." Bry kembali memegang kedua bahu Vara dengan erat, namun Vara malah menundukan kepalanya menyembunyikan air mata yang mulai menggenang di kelopak matanya.


'Ternyata semua hanya kesalahpahaman. Semua hal buruk yang terjadi padaku bukan karena Bry, tapi karena kebodohanku sendiri.' Batin Vara


Tangis Vara pecah seketika. Sesekali Vara menekan dadanya yang sesak, karena menahan sakit yang teramat dalam  dihatinya. Bry memeluk Vara dengan sangat erat, membiarkan wajah Vara terbenam di dadanya yang bidang dan membuat bajunya basah oleh air mata Vara.


Tangis Vara semakin keras membuat mata Bry berkaca-kaca karena merasakan kesedihan kekasihnya itu.

__ADS_1


Diluar kamar, Satya menyandarkan dirinya di dinding sambil memasukan kedua tangannya ke saku celana, dengan tatapan menengadah ke langit-langit ruangan. Meresapi rasa sakit di hatinya yang semakin lama semakin menyesakan


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..

__ADS_1


 


 


__ADS_2