
Mommy Jhena yang memperhatikan ekspresi penuh cinta dan kekaguman dari Bry terhadap Vara, merasa tidak tahan untuk menggoda putra tertuanya itu.
"Adeul, calon istrimu cantik sekali ya."
Perkataan Mommy Jhena membuyarkan lamunan Bry yang ingin segera memperistri Vara.
Bry menyilangkan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk tanda "Love" kearah Vara, menarik senyuman malu-malu di wajah Vara.
Vara mendekat kearah Daddy Dave dan Mommy Jhena, kemudian memeluk mereka bergantian dengan penuh kasih sayang.
"Apa kabar Mom.. Dad..?"
"Kami baik-baik saja Sayang."
Mommy Jhena menjawab sambil mengelus lembut punggung Vara.
"Sayang, terima kasih sudah mempertemukan Mommy dengan sahabat terbaik Mommy."
Vara mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan perkataan Mommy Jhena.
"Mommy dan Mamamu adalah sahabat baik sejak SMP. Namun kita berpisah setelah kita lulus SMA, Karena Mommy harus pindah kembali ke Korea."
"Benarkah Ma?"
Vara memandang Mama Irena meminta penjelasan.
"Benar Sayang.. Kami adalah sahabat baik. Kami benar-benar tidak menyangka pertemuan ini bisa terjadi. Ternyata Allah sudah mengaturnya dengan sangat baik."
"Wah, aku benar-benar tidak menyangka ternyata Mama dan Mommy adalah sahabat baik."
"Aku pun sama kagetnya denganmu Sayang." Bry ikut menimpali perkataan Vara.
Setelah Vara bergabung dengan mereka, Tim WO mengarahkan semua orang menuju halaman belakang rumah Vara, termasuk semua pengawal pribadi Bry. Bry dan kedua orangtuanya begitu takjub dengan dekorasinya yang sangat indah. Fokus mereka mengarah pada 3 buah kursi yang dilapisi kain putih yang saling berhadapan dengan 3 buah kursi lainnya, dengan beberapa kursi yang berjejer dipinggir-pinggirnya.
Berbagai makanan enak dan mewah juga sudah terhidang rapi di meja berbentuk panjang dengan banyak pelayan yang bersiap melayani para tamu.
Kotak-kotak besar bawaan keluarga Bry pun sudah dipindahkan oleh Tim Wedding Organizer ke meja berukuran besar disisi kolam renang.
__ADS_1
Suasana santai yang sejak tadi begitu terasa mulai berubah, kesan yang ditampilkan kali terasa sangat formal tapi benar-benar memanjakan mata.
Bry duduk diapit oleh Mommy Jhena dan Daddy Dave, sedangkan dihadapannya Vara diapit oleh Mama Irena dan Papa Devan. Bry tidak henti memandangi Vara yang terlihat sangat cantik, begitupun Vara yang juga terpesona melihat Bry yang jauh lebih tampan dengan pakaian formalnya.
Pembawa acara memulai acara dengan memberikan sambutan hangat bagi keluaga Bry yang telah hadir, dilanjutkan oleh sambutan langsung dari Papa Devan yang menyambut baik niat dari Bry dan keluarga.
"Tapi sebelumnya Papa ingin bertanya, apa yang membuat Ananda Bryllian merasa yakin untuk memperistri Zivara?"
"Bry mencintai Zivara dengan setulus hati.. Perasaan Bry yang menuntun Bry kepada Zivara, satu-satunya perempuan yang ingin selalu Bry lihat dari saat membuka mata sampai menutup mata. Bry berjanji dihadapan Papa dan Mama, Bry akan selalu mencintai Vara dengan sepenuh hati, melindungi Vara sekuat tenaga, dan membahagiakan Vara sepanjang hidup Bry. Papa.. Mama.. Mohon izinkan Bry untuk menikahi putri kesayangan Papa dan Mama.."
Semua orang tersenyum dan mengangguk mendengar apa yang dikatakan Bry dengan sangat lantang dan penuh keyakinan.
"Papa dan Mama menghargai niat tulusmu dan sangat berterima kasih karena kamu sudah mencintai Zivara dengan tulus. Kami merestui kalian berdua Nak."
"Terima kasih Papa.. Mama.. Bry berjanji akan menepati semua janji Bry pada Zivara."
"Bry.. Mama berpesan, tolong jaga dan didik anak manja Mama ini dengan baik. Tolong cintai dia selalu meskipun kamu menemukan banyak kekurangan, jangan sakiti badan dan hatinya sekalipun dia melakukan kesalahan."
Mama Irena mulai meneteskan airmata, membuat suasana berubah lebih haru dari sebelumnya.
"Baik Mama.. Bry berjanji akan melakukan semua pesan Mama."
Danila pun menangis sesenggukan yang berusaha ditenangkan Daniel dengan mengelus bahu dan punggung Danila tanpa henti. Vanny pun menangis tanpa suara tapi saat Kevin menyentuh bahu Vanny, Vanny langsung menepis tangan Kevin dengan kasar.
Giliran Daddy Dave juga Mommy Jhena yang mengungkapkan perasaannya yang sejak tadi merasakan haru.
"Terima kasih kepada keluarga Devan Anarghya yang sudah menerima anak kami sebagai calon suami Zivara sekaligus menantu di keluarga Anarghya."
Daddy Dave merangkul bahu Bry yang menunduk menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca.
"Terima kasih karena sudah melahirkan dan membesarkan Zivara yang tumbuh menjadi perempuan yang luar biasa, dan bersedia mempercayakannya pada anak kami untuk mendampingi Vara di sepanjang hidupnya."
Mommy Jhena mengakhiri perkataannya dengan tangis yang semakin keras.
Pembawa acara meminta Bry dan Vara untuk berdiri berhadapan dan meminta Bry untuk menyampaikan maksudnya melamar Vara secara langsung.
"Zivara Narendra Anarghya.. Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Aku berjanji akan menjagamu, melindungimu, dan membahagiakanmu di sepanjang hidupku. Bersediakah kamu menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku kelak?"
Vara yang masih meneteskan airmata sejenak menutup matanya, lalu menganggukan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Iya.. Aku bersedia.."
Ucapan syukur seketika menggema. Bry pun akhirnya meneteskan airmata yang sejak tadi ditahannya. Dipegangnya tangan Vara lalu dikecupnya kening Vara dengan sangat lembut, membuat semua orang ikut merasakan kelegaan dan kebahagiaan Bry dan Vara.
Mommy Jhena dan Mama Irena berdiri menghampiri Bry dan Vara. Mommy Jhena membuka kotak berisi cincin berlian yang langsung diambil Bry untuk kemudian disematkan di jari manis tangan kiri Vara bersamaan dengan cincin yang diberikan Bry saat melamar Vara di Granada. Lalu Mama Irena juga membuka kotak berisi cincin berbentuk simple namun sangat elegant yang langsung diambil Vara dan disematkan di jari tangan kiri Bry bersamaan dengan cincin yang sudah dipakainya sejak di Granada.
Mommy Jhena memeluk erat Vara sambil tidak hentinya menangis, begitupun Mama Irena yang memeluk Bry sambil menepuk-nepuk pelan punggung Bry. Lalu kemudian mereka bergantian memeluk anak mereka masing-masing.
Papa Devan dan Daddy Dave juga ikut bergabung memeluk anak dan calon menantunya sambil memberikan beberapa wejangan bagi keduanya.
"Son.. Jadilah suami yang bertanggung jawab yang bisa menepati semua janji yang kamu ucapkan. Karena yang dipegang dari seorang pria adalah ucapannya."
Bry mengangguk mantap menerima nasehat Daddy Dave
"Ok Dad.. Aku akan selalu berusaha menjadi suami yang baik untuk Vara."
"Vara.. Jadilah istri yang baik. Bahagiakan suamimu dan turuti perkataannya jika itu memang baik."
Vara mengangguk mendengar nasehat Papa Devan, lalu memeluk Papa Devan laki-laki yang pertama kali dicintainya dengan penuh kasih.
Daniel, Danila, Vanny dan Kevin memberikan ucapan selamat dan juga pelukan hangat bagi sahabat mereka yang sedang berbahagia. Begitupun dengan tamu lainnya yang juga memberikan ucapan selamat dan ikut berbahagia.
Vara di hari bahagia
****************************
Image Source : Instagram
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..