
WARNING..!!!
Mengandung konten dewasa, diperuntukan hanya untuk yang berusia 21 tahun keatas dan sudah menikah. Mohon bagi yang dibawah umur, tolong di-skip saja ya. Mohon lebih bijak untuk memilih bacaan. Terima kasih.
***************************************
KAMAR BRANDON & SHARON - RESORT
Hari sudah berubah gelap, saat Brandon dan Sharon memasuki kamar yang khusus disiapkan untuk mereka. Sebetulnya pesta pernikahan mereka sudah selesai dari jam 3 sore tadi, tapi Brandon, Sharon dan sahabat-sahabatnya seolah belum puas menikmati waktu dan bercengkrama dengan suasana yang membahagiakan. Jadilah mereka seolah lupa waktu, meskipun tubuh mereka sudah merasa cukup lelah.
Brandon dan Sharon memperhatikan kamar mereka yang dipenuhi bunga mawar putih dan mawar merah di setiap sudutnya. Tempat tidur dengan hiasan bentuk angsa dari selimut dan taburan kelopak bunga mawar berbentuk cinta, membuat mata Brandon dan Sharon terpaku. Wajah Sharon memanas, rona merah menjalar di pipinya, sehingga Sharon memilih memalingkan wajahnya ke arah lain. Brandon tersenyum saat bisa menebak apa yang ada di pikiran Sharon saat ini.
Sesungguhnya Brandon pun merasa sangat malu dan gugup, namun dia berusaha menutupi perasaannya itu sekuat tenaga.
'Kenapa jantungku berdetak cepat sekali. Aku harus mulai dari mana? Hmm, sebaiknya aku mandi dulu. Apa aku harus mengajak Sharon mandi bersamaku? Kalau dia menolak bagaimana ya? Apa aku mandi duluan saja?'
Brandon masih sibuk dengan pikirannya, saat suara Sharon mengejutkannya.
"A.. Aku mandi duluan ya, Brandon."
"Sha..ron.. Bolehkah aku ikut mandi bersamamu?"
"Apa? Maaf Brandon.. Aku.. malu.. Bisakah kali ini aku mandi sendirian saja?"
"Oh baiklah.. Kamu mandi duluan saja."
Sharon segera masuk ke dalam kamar mandi dengan masih mengenakan gaun pengantinnya. Brandon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sesungguhnya pengalaman Brandon dengan wanita sangatlah minim. Brandon pertama kali berpacaran saat kelas 2 SMP, itu pun karena kakak kelasnya menyatakan perasaannya lebih dulu. Brandon memang menyukainya tapi rasa sukanya tidak sebesar pada Sharon yang ditemuinya saat liburan sekolah di Indonesia.
Sedangkan Vara tidak pernah menjadi kekasihnya, meskipun Brandon sudah beberapa kali mencuri ciuman dari Vara, saat Brandon menculik Vara di Spanyol. Itupun Vara dalam keadaan tertidur.
'Ah kenapa aku gugup sekali, padahal saat terakhir kali dia menemaniku di kamar, aku merasa tidak segugup ini. Bahkan saat itu kami sampai berciuman, dan berbaring diatas tempat tidur sambil saling memeluk sampai aku ketiduran. Meskipun dia akhirnya keluar dari kamar setelah aku tertidur pulas. Tapi kenapa sekarang aku merasa sangat bodoh, dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Nanti saat Sharon keluar dari kamar mandi aku harus bagaimana? Apa aku langsung mandi saja?' Batin Brandon.
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka, Sharon keluar dengan mengenakan bathrobe-nya, rambutnya basah dan wajahnya terlihat sangat segar. Brandon menelan salivanya dengan susah payah. Brandon menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadarannya.
"Aku mandi dulu ya.."
Brandon segera masuk ke dalam kamar mandi dengan secepat kilat. Sedangkan Sharon yang sejak tadi berusaha menenangkan detak jantungnya yang berpacu begitu cepat, langsung berjalan menuju kopernya yang ada di dalam lemari. Namun Sharon seketika membulatkan matanya saat melihat isi kopernya, sama sekali tidak ada pakaian miliknya disana. Hanya ada 2 buah lingerie, 2 buah bra dan 2 buah underwear yang semuanya berwarna hitam dan merah.
'Apa-apaan ini? Ini pasti ulah Vara.' Teriak Sharon dalam hati.
Sharon berjalan mondar-mandir, bingung apa yang harus dilakukannya. Setelah lebih dari 3 menit berpikir, Sharon memutuskan mengenakan semua pakaian berwarna hitam itu dibalik kimononya dengan sangat terburu-buru, karena khawatir Brandon keluar dari kamar mandi sebelum dia selesai memakainya.
'Ini jauh lebih baik, daripada aku hanya memakai bathrobe tanpa memakai apapun di dalamnya. Lebih parah lagi kalau aku hanya mengenakan pakaian tadi. Akan sangat memalukan sekali.' Batin Sharon.
Setelah mengeringkan rambutnya dengan selembar handuk, Sharon memutuskan berbaring di atas tempat tidur, dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sambil membuka ponselnya.
Sharon membelalakan matanya saat membaca pesan dari Vara di ponselnya.
Vara :
"Bagaimana hadiahku? Kamu pasti menyukainya kan? Hahaha.. Semoga berhasil. Semangat, kamu pasti bisa."
Sharon mendengus kesal sambil menyimpan ponselnya diatas nakas dengan sedikit kesal.
__ADS_1
'Vara, kamu benar-benar menyebalkan, kamu akan membuatku malu.' Teriak Sharon dalam hati.
Ceklek..
Tubuh Sharon membeku, seketika Sharon menutup matanya berpura-pura tertidur dengan posisi terlentang, karena tidak sempat mengubah posisinya.
Brandon yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrobe, menghela nafas kasar saat melihat Sharon sudah tertidur di atas tempat tidur. Ada perasaan kecewa yang menyelusup di hatinya, tapi Brandon mengerti bahwa Sharon mungkin terlalu lelah dengan pesta pernikahan mereka hari ini.
Brandon membuka kopernya yang sudah disiapkan oleh Jared, dan alangkah terkejutnya Brandon saat membuka kopernya itu. Hanya ada 2 underwear berwarna hitam di dalamnya.
"Apa-apaan ini?"
Brandon tidak sadar berteriak cukup kencang, sehingga membuat Sharon terkejut dan menegakan tubuhnya, lalu mengubah posisinya menjadi duduk.
"Ada apa Brandon?"
Brandon yang baru menyadari Sharon sudah terbangun dari tidurnya, yang sebenarnya hanya pura-pura, langsung merasa salah tingkah.
"Eh itu.. Hmm, tidak ada pakaian di dalam koperku."
Sharon membelalakan matanya saat mendengar perkataan Brandon.
"Aku juga sama, tidak ada pakaian milikku di dalam koper. Hanya ada lingerie dan pakaian dalam di dalam koperku. Ternyata ini ulah Vara, kalau kamu pasti ulah salah satu saudara atau sahabatmu."
Brandon yang mendengar perkataan Sharon, malah salah fokus dengan kata "lingerie".
Brandon memandang lekat Sharon yang mengenakan bathrobe sama sepertinya. Pikirannya menerawang, membayangkan Sharon yang mengenakan lingerie di balik bathrobe-nya atau mungkin juga tidak memakai apa-apa sama sepertinya.
Sharon yang baru menyadari tatapan Brandon kepadanya dan juga perkataan yang tidak seharusnya dia katakan, langsung menutup mulutnya rapat-rapat sekaligus menangkupkan kedua tangan menutupi dadanya.
Brandon tersenyum mendekati Sharon dan mendudukan dirinya di tepi tempat tidur. Raut wajah Sharon terlihat semakin gugup dan pucat. Brandon membelai lembut pipi kanan Sharon yang seketika memerah karena malu. Brandon semakin mendekat untuk mengikis jarak diantara mereka, tangannya merengkuh bahu Sharon dan sedetik kemudian Brandon mendaratkan bibirnya di bibir Sharon yang merah dan menggoda.
Sharon yang sempat terkejut dan hanya diam saat Brandon menciumnya, mulai berusaha membalas ciuman Brandon yang terasa sangat menuntut. Sharon melingkarkan tangannya di leher Brandon, dan sesaat kemudian Brandon merebahkan tubuh perlahan di atas tempat tidur, tanpa melepas pertautan bibir mereka.
Tangan Sharon berpindah ke pinggang Brandon saat Brandon memerangkap tubuh Sharon. Brandon memberikan Sharon sentuhan-sentuhan yang baru pertama kali dia rasakan. Terlebih saat sentuhan itu mendarat di bagian-bagian tubuhnya yang sensitif, membuat Sharon tidak tahan meloloskan suara yang sekuat tenaga ditahannya.
Brandon tersenyum senang di sela-sela aksinya, reaksi Sharon membuatnya lebih bersemangat menaklukan Sharon, sebelum Brandon menikmati menu utamanya malam ini.
'Ternyata malam pertama itu benar-benar senikmat ini, aku sudah tidak sabar menikmati hadiah darimu Sayang.' Suara hati Brandon begitu bahagia.
**********************
Sementara itu di kamar lain, Bry sedang merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Setelah mandi matanya cukup mengantuk, mungkin karena hari ini memang melelahkan. Setelah menghadiri pernikahan Brandon & Sharon dan berkumpul sampai sore hari, Bry dan Vara kembali mengurus kedua buah hatinya yang mendadak rewel saat bertemu Vara dan Bry. Mungkin karena seharian ini Vara dan Bry tidak bertemu mereka. Bry sengaja meminta baby sitter untuk menjaga Bradley dan Briley di kamarnya dan tidak membawa ke tempat pernikahan Brandon & Sharon.
Ceklek..
Vara keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun tidur bermodel kimono berwarna hitam yang sangat seksi. Bry begitu terpesona sampai tidak berkedip menatap Vara yang semakin mendekat, dengan tatapan mata yang sangat menggoda.
Vara membaringkan tubuhnya di sebelah Bry, dengan posisi menyamping dan menatap lekat wajah Bry. Senyum mengembang di wajah Bry, direngkuhnya tubuh Vara dan dielus-elusnya punggung istrinya itu agar lebih nyaman.
"Tidurlah Sayang, kamu pasti lelah."
"Hmm.. Kamu sudah mengantuk ya Honey?"
"Iya, aku mengantuk Sayang. Kamu juga harus istirahat, hari ini pasti sangat melelahkan untukmu. Mari kita tidur!"
__ADS_1
Bry kembali mengelus lembut punggung Vara dan memejamkan matanya.
"Ya sudah, mari kita tidur, kalau kamu memang mau berpuasa sehari lagi."
Vara segera membalikan badannya dan membelakangi Bry, yang seketika membuka matanya karena terkejut saat mendengar perkataan Vara.
Bry mengubah posisinya menjadi duduk dan membalik posisi Vara agar menatap tepat ke wajahnya.
"Sayang apakah sudah boleh?"
"Hmm, sudah.. Tapi kalau kamu sudah mengantuk, aku pun akan tidur."
Vara mengakhiri perkataannya dengan kembali membalik tubuhnya, membelakangi Bry sambil menutup matanya.
"Sayaaaaang.. Aku ingin sekarang, aku sudah terlalu lama tidak bertemu surga duniaku. Aku tidak bisa menunggu lagi."
Perkataan Bry yang cukup lucu dengan nada suara yang terdengar begitu manja dan memelas, membuat Vara ingin tertawa. Sebenarnya Vara hanya sedang menguji Bry, Vara yakin Bry sudah sangat menunggu saat ini. Tapi karena tadi Bry sudah mengatakan begitu mengantuk, Vara jadi ingin menjahili Bry terlebih dahulu.
"Besok saja ya Honey, aku juga begitu mengantuk."
Vara berpura-pura tertidur, Bry seketika merasa kecewa karena tidak bisa mendapatkan apa yang sudah lama dinantikannya.
Tapi sedetik kemudian, Bry sudah memeluk Vara dari belakang dan mendaratkan bibirnya di leher bagian samping dan tengkuk Vara. Vara yang merasa kegelian berusaha menahan diri dengan tetap berpura-pura tertidur. Bry kemudian membalik posisi Vara menjadi terlentang, Vara masih berusaha sekuat tenaga untuk berpura-pura tertidur.
Bry mengungkung tubuh Vara dan mulai mendaratkan bibirnya di leher Vara, Bry sedikit menyibak kimono tidur Vara yang ternyata menampakan tubuh Vara yang berbalut lingerie berbelahan dada rendah. Tentu saja hal ini membuat Bry semakin menggila.
Bry melakukan banyak sentuhan di beberapa bagian tubuh Vara yang sensitif, sampai akhirnya Vara meloloskan suara manis yang selalu diharapkan Bry.
"Aku tahu kamu pura-pura tidur Sayang."
Vara seketika membuka matanya sambil menahan tawa. Bry menggelengkan matanya sambil tersenyum ke arah istrinya yang jahil itu.
"Karena kamu sudah menjahiliku, aku akan memberi banyak hukuman padamu."
Sesaat Bry menautkan bibirnya di bibir manis Vara. Aksi Bry begitu menuntut, membuat Vara mengimbangi apa yang dilakukan suaminya.
Sentuhan demi sentuhan yang mereka lakukan, membuat tubuh mereka saling merespon dan memberikan kenikmatan yang sudah begitu lama tidak mereka rasakan.
Kenikmatan yang dirasakan Bry berikutnya terasa sangat berbeda dan mengejutkan, apa yang selama ini ditunggunya bahkan jauh lebih indah dari apa yang dibayangkannya. Begitupun reaksi dan raut yang Vara tunjukan seperti deja vu baginya. Usaha Vara untuk memberikan kejutan terbaik untuk Bry, ternyata begitu disukai oleh suaminya itu.
'Kenapa rasanya seperti saat malam pertama? Kamu memang selalu membuatku tergila-gila Sayang.' Batin Bry.
*************************************************
Terima kasih banyak sudah mampir di novel ini.
Semoga selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1