
Bry yang melihat pemandangan di depannya sudah tidak tahan menggoda keduanya.
"Wah kalian romantis sekali. Aku jadi iri." Bry mulai menggoda Vanny dan Kevin yang hanya dibalas senyuman oleh keduanya.
"Kamu dan Vara yang lebih sering membuat kami iri." Danila memandang Vara dan Bry dengan ekspresi serius yang malah ditanggapi tawa oleh Bry dan senyum oleh Vara dan juga yang lainnya.
"Hahaha.. Ya sudah kamu pacaran saja dengan Daniel." Perkataan Bry membuat Danila salah tingkah. Daniel yang memperhatikan raut wajah Nila hanya tersenyum.
"Kami tidak begitu dekat. Daniel tidak ada perasaan apa-apa padaku."
Apa yang dikatakan Danila mengejutkan semua orang. Karena justru nada yang keluar dari mulut Danila terdengar kecewa dan penuh harap.
"Kamu berharap Daniel memiliki perasaan lebih terhadap kamu?"
Danila kembali salah tingkah menerima pertanyaan dari Bry. Vara menyentuh lengan Bry agar kekasihnya itu tidak melanjutkan pertanyaannya. Tapi Bry tampak penasaran sekali dengan perasaan Danila terhadap sahabat terbaiknya itu, karena selama ini Daniel selalu fokus pada pekerjaan dan kurang memperhatikan kehidupan pribadinya.
"Ah kenapa kamu jadi memojokanku. Aku kan hanya mengatakan kalau Daniel tidak ada perasaan apa-apa padaku."
"Kenapa kamu berpikir aku tidak ada perasaan apapun padamu?"
Daniel yang sejak tadi diam saja, langsung membuat semua orang terkejut dengan apa yang dikatakannya.
Daniel menghadap ke arah Danila. dan memegang tangan Danila dengan kedua tangannya, membuat Danila membulatkan matanya dengan sempurna. Detak jantung Danila terdengar tidak beraturan dan raut bingung masih tercetak jelas di wajahnya.
"Aku bukan orang yang pintar mengungkapkan perasaan. Aku sadar aku terlihat sangat acuh tak acuh dan tidak perhatian. Aku sering melupakan sesuatu saat fokus dengan pekerjaan dan aku juga bukan orang yang romantis. Tapi aku yakin dengan perasaan yang ada di hatiku.. Aku benar-benar menyukaimu. Maukah kamu menjadi pacarku?"
Keheningan membentang di udara, semua orang tampak menunggu jawaban dari Danila yang masih terlihat terkejut.
"Danila.. Maukah kamu menjadi pacarku?" Daniel mengulang pertanyaannya kepada Danila, dan seketika Danila menganggukan kepalanya dengan penuh semangat, membuat semua orang yang melihat tertawa senang.
__ADS_1
Daniel memeluk Danila dengan mengembangkan senyumnya yang paling sempurna. Danila pun tampak bahagia dan terharu. Danila sama sekali tidak menyangka perasaannya bersambut. Karena selama ini Danila merasa Daniel acuh tak acuh tidak pernah menunjukan perasaan sukanya. Tapi hari ini Danila tahu perasaan Daniel tidaklah seperti dugaannya.
"Selamat ya Nila. Semoga hubungan kalian lancar dan selalu baik-baik saja."
Vara mengucapkan selamat sambil memegang sebelah tangan Danila. Vara hendak memeluk Danila tapi Daniel terlihat enggan melepas rangkulannya pada kekasih barunya itu.
"Selamat ya Nila.. Aku ikut senang. Ah sekarang kalian yang membuatku iri."
Vanny tampak sedikit kecewa, karena selama ini merasa sudah cukup dekat dengan Kevin, namun justru Danila dan Daniel yang berpacaran lebih dulu.
Kevin tampak mengerti dengan raut wajah Vanny. Dirangkulnya bahu Vanny dengan sebelah tangannya yang menarik perhatian semua orang yang berada di ruangan itu.
"Kamu mau aku menyatakan perasaanku disini? Dengan suasana yang tidak romantis ini? Bahkan tidak ada bunga dan dinner romantis."
Perkataan Kevin membuat semua orang tertawa, karena merasa tersindir. namun tidak demikian dengan Vanny.
Perkataan Vanny yang manja membuat Kevin merasa gemas.
"Tidak, aku tidak mau menyatakan cintaku di rumah sahabat atau di mobil. Aku mau menyatakan perasaanku dengan romantis."
Perkataan Kevin mendapat hadiah lemparan bantal dari Daniel dan Bry. Vara dan Danila tertawa dengan keras.
Kevin ikut tertawa tanpa melepaskan rangkulannya dari Vanny.
"Baiklah.. Aku akan menunggu."
Vanny berkata dengan malu-malu, membuat Kevin gemas memeluk Vanny.
__ADS_1
"Heh.. Kalian belum berpacaran, jangan berpelukan seperti itu."
Danila mengingatkan Vanny dan Kevin yang disambut tawa semua orang. Vanny mengerucutkan bibirnya karena kesal. Kevin hanya tersenyum melihat gadis di pelukannya.
Perlahan Kevin melepaskan pelukannya lalu mengambil handphonenya dan memotret Vanny dengan wajah cemberutnya.
"Ah Kevin, hapuuuuss.."
Vanny berusaha merebut handphone Kevin, tapi Kevin malah berlari ke arah ruang tamu yang langsung dikejar oleh Vanny. Bry, Vara, Danila dan Daniel tertawa melihat tingkah keduanya. Namun tawa mereka berhenti saat Bi Rahma masuk ke ruang TV dan menghampiri Vara.
"Non Vara.. makan siangnya sudah siap."
"Terima kasih ya Bi Rahma. Ayo kita makan siang dulu."
Vara tersenyum ke arah Bi Rahma, Lalu mengajak semua tamunya untuk makan siang. Vara berjalan menuju ruang makan diikuti Bry, Daniel, dan Danila yang berpegangan tangan. Kemudian Kevin menyusul dengan berjalan sambil merangkul bahu Vanny.
********************
Image Source : Instagram
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
__ADS_1
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..