
Vara menjalani hari-harinya dengan penuh keceriaan bersama dengan kedua anaknya. Tidak ada lagi hari yang penuh tekanan yang membuat depresi sendirian. Ada 2 baby sitter yang selalu siap sedia membantu Vara, jika Vara mengalami kesulitan dalam mengurus kedua anaknya. Vara juga mulai kembali memiliki waktu untuk mengurus dirinya sendiri juga bayi besarnya yang membutuhkan perhatian lebih.
Usia Bradley dan Briley sudah lebih dari 1 bulan. Bry sengaja mengadakan pesta perayaan sederhana di resort-nya yang berada di Bali. Liburan ini dirancang untuk berkumpul bersama keluarga & sahabat, sekaligus pertama kalinya Bradley dan Briley dibawa keluar dari mansion.
Bry sengaja memboyong Vara, Bradley, Briley, Mama Irena, Papa Devan, Mommy Jhena, Daddy Dave, lengkap dengan para pelayan dan juga para pengawal. Tapi ternyata bukan hanya kehadiran mereka yang akan menceriakan liburan Vara kali ini, Bry juga menyiapkan kejutan lain untuk Vara.
Sesampainya di dalam resort yang mewah dengan design dan interior yang memanjakan mata, semua orang segera masuk ke dalam kamar mereka masing-masing yang sudah diaturkan oleh Daniel.
30 menit kemudian, semua orang menuju Restaurant resort untuk makan siang. Betapa terkejutnya Vara, saat memasuki restaurant, Vara disambut oleh senyuman sahabat-sahabatnya yaitu Vanny, Samuel, Danila, Daniel, Kevin, bahkan Reyvan Kakaknya dan Kendrick Adik Iparnya, sengaja datang dari Spanyol untuk menengok Vara juga Bradley dan Briley.
"Oh My God.. Ternyata kalian semua datang.. Bahkan Kak Reyvan & Kendrick, kalian juga datang."
Semua orang tersenyum puas dengan reaksi Vara yang senang melihat kehadiran mereka semua.
Air mata sudah menggenang di kelopak mata Vara, bersiap-siap akan meluncur. Bry segera merengkuh Vara dan mengusap-usap punggung Vara.
Reyvan menghampiri dan memeluk Vara dengan perasaan rindu yang membuncah, setelah melepas pelukannya, Reyvan berganti menggendong Bradley dan Briley yang berada dalam stroller. Reyvan juga memeluk Papa Devan dan Mama Irena yang begitu dirindukannya, lalu beralih memeluk Mommy Jhena dan Daddy Dave.
Semua sahabat-sahabatnya memeluk Vara dengan penuh kerinduan, sampai tiba giliran Kendrick memeluk Vara. Namun Bry langsung menghentikan pelukan mereka.
"Sudah-sudah, jangan lama-lama berpelukannya."
Bry melepaskan pelukan Kendrick dari tubuh Vara.
"Hyung.. Apa-apaan sih, pelukan sebentar saja tidak boleh. Jangan-jangan Hyung cemburu padaku. Vara kan sudah menjadi Kakak Iparku, aku tidak mungkin merebutnya darimu, Hyung.
Semua orang yang menyaksikan tingkah mereka mulai tertawa.
"Aku bukan cemburu, aku hanya mencegah agar kamu tidak terbawa suasana. Siapa tahu kamu masih memendam sedikit perasaan pada Vara."
"Hyung, kalaupun aku masih memendam perasaan terhadap Vara, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa."
"Jadi kamu masih memendam perasaan terhadap Vara?"
"Hmm, sedikit.. Hahaha.."
Bry langsung memukul lengan Kendrick yang malah mengundang tawa semua orang.
"Awas saja kalau kamu berani macam-macam, aku akan menghajarmu."
__ADS_1
Kendrick hanya terkekeh geli mendengar ancaman Kakaknya yang sedang cemburu. Sedangkan Vara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat interaksi suami juga adik iparnya itu.
"Aku benar-benar terharu dan bahagia bisa berkumpul dengan kalian semua. Rasanya sudah lama sekali, sejak terakhir kali berlibur dan menikmati waktu bersama kalian. Aku sangat bahagia.."
Bry merangkul pundak Vara dan mengecup sekilas puncak kepala Vara. Inilah yang Bry harapkan dari kejutan yang dibuatnya. Vara bisa selalu bahagia meskipun tugasnya sebagai seorang ibu dari 2 anak kembar sangatlah berat.
"Iya Vara, kami sengaja menyiapkan ini untuk memberimu kejutan menyenangkan. Kita memang sudah lama sekali tidak berkumpul kan."
Perkataan Danila membuat Vara semakin terharu. Vara tidak menyangka sekali semua orang meluangkan waktunya untuk berlibur bersamanya.
"Masih ada lagi yang akan datang untuk bergabung bersama kita."
"Siapa Kak Rey?"
"Sharon, dia sengaja pulang dari Korea untuk menjengukmu dan anak-anak."
Vara tekejut dengan apa yang dikatakan Reyvan, karena sepupunya yang bernama Sharon itu sangat sibuk bekerja setelah lulus kuliah di Korea.
"Benarkah? Aku tidak menyangka, Sharon yang sangat sibuk bekerja mau meluangkan waktu untuk berlibur bersama kita. Kapan dia datang Kak Rey?"
"Sebentar lagi. Tadi dia bilang sudah dijalan."
"Varaaa.."
Sharon berlari-lari kecil menghampiri dan memeluk Vara. Semua orang merasa senang dengan kehadiran Sharon dan memeluk Sharon bergantian.
Namun tiba-tiba semua orang merasa terkejut saat menyadari bahwa Sharon tidak datang sendiri. Seorang laki-laki yang berjalan dibelakangnya, kini datang mendekat, membuat semua orang tidak sanggup mengeluarkan satu kata pun.
Sharon yang menyadari arah tatapan semua orang pada laki-laki disebelahnya, merangkul lengan laki-laki itu dengan sedikit malu-malu.
"Oh iya, aku lupa memperkenalkan seseorang. Ini Brandon.. Calon suamiku."
"Apaaaaa??"
Pertanyaan yang lebih tepat disebut teriakan, seketika mengejutkan Sharon yang tidak menyangka semua orang akan seterkejut itu mendengar perkataannya
Kendrick berbisik di telinga Bry.
"Hyung, bukan aku yang harus kamu waspadai, tapi dia."
__ADS_1
Bry tidak menanggapi perkataan Kendrick, dia menatap tajam kearah Brandon yang berusaha tidak mempedulikan tatapan tajam Bry padanya. Bry tahu, Brandon tidak akan semudah itu melupakan Vara dan memutuskan menikah dengan orang lain. Bry mencium adanya sesuatu hal lain dibalik kemunculan Brandon sebagai calon suami Sharon.
Setelah Vara mulai sadar dari keterkejutannya, Vara tersenyum dan mengulurkan tangan kearah Brandon yang langsung menyambut tangan Vara dengan menggenggamnya erat.
"Apa kabar Brandon? Aku sungguh tidak menyangka, kamu akan menjadi calon suami sepupuku Sharon. Selamat ya, semoga kalian selalu berbahagia."
"Terima kasih ya Vara.. "
Sharon sangat terkejut dengan apa yang didengarnya, terlebih Brandon melengkungkan senyum terbaiknya kearah Vara, yang sama sekali belum pernah dilihatnya selama lebih dari sebulan ini.
"Lho.. Apa kalian sudah saling mengenal?"
"Kami sahabat baik sejak masa SMA, Sharon."
Brandon hanya mengangguk mengiyakan penjelasan Vara kepada Sharon.
"Benarkah? Aku sungguh tidak menyangka ini, aku akan menikah dengan sahabat dari sepupuku. Kamu pun tidak menyangka kan Vara, kalau persahabatan kalian akan berubah jadi hubungan keluarga."
Semua orang seakan membeku mendengar perkataan Sharon, apa yang mereka pikirkan tentu saja berbeda dengan apa yang Sharon pikirkan. Masih terekam jelas di ingatan mereka semua, kalau Brandon begitu mencintai Vara dan sempat mengharapkan hubungan persahabatan mereka berubah menjadi hubungan keluarga, dimana Vara bisa menjadi istrinya.
"Sudah-sudah.. Ayo kita makan dulu, aku sudah sangat lapar."
Reyvan berusaha mengalihkan pembicaraan sekaligus mencairkan suasana, karena menyadari ketegangan ini akan semakin berlanjut, jika tidak segera dihentikan.
Semua orang mulai duduk di kursinya masing-masing, setelah sebelumnya Sharon dan Brandon menyalami Mama Irena, Papa Devan dan semua orang yang hadir. Semua orang hanya tersenyum canggung, berusaha untuk bersikap.baik-baik saja di depan mereka berdua, terutama Sharon yang tidak tahu apa-apa.
************************************
Mohon maaf kepada semua readers, jadwal up-nya tidak jelas, karena disesuaikan luangnya waktu saya untuk menulis. Mohon maaf juga jika commentnya telat saya balas.
Saya juga pasti mampir & memberi dukungan di karya author-author kece yang suka mampir disini, tapi maaf ya kalau telat.
Semoga semua yang membaca & mendukung cerita ini selalu sehat, sukses, bahagia & semua harapannya terwujud. Aamiin.. Semangat sllu ya.. 😄 #staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1