Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 6 Aku menyukaimu


__ADS_3

Sesampainya di restaurant, pelayan restaurant langsung mengarahkan Bry dan Vara ke sebuah ruangan yang lebih private. Sepertinya Bry sudah melakukan reservasi sebelumnya.


"Kamu mau makan apa Var?"


Bry bertanya sambil membuka-buka buku menu.


"Sepertinya kita lebih baik pesan makanan yang mereka rekomendasikan. Biar kita tahu apa yang paling enak."


Bry tersenyum dan menganggukan kepalanya, lalu langsung memesan sesuai apa yang dikatakan Vara.


"Bry.. aku ingin tahu kenapa kamu begitu ingin dekat denganku? Aku masih belum mengerti maksud kamu."


Vara menumpukan tangannya di meja dan menatap Bry dengan serius.


"Karena kamu terlalu istimewa, aku benar-benar ingin dekat denganmu."


Vara hanya menghela nafas dengan jawaban Bry yang lagi-lagi tidak memuaskan. Bry tersenyum melihat ekspresi Vara.


"Sudah.. Jangan marah ya. Nanti cantiknya hilang."


Bry memiringkan wajahnya dengan memasang wajah sok imut. Vara tertawa melihat tingkah konyol Bry.


Obrolan mereka pun terhenti karena makanan pesanan mereka sudah datang dan menggugah selera mereka. Vara langsung menikmati pastanya, sedangkan Bry memilih risotto. Banyak sekali menu lain, mata Vara juga sudah membidik Vanilla Panna Cotta untuk dia makan selanjutnya. Bry tersenyum senang, entah kenapa dia sangat suka saat melihat Vara makan.


Vara selalu bersikap apa adanya saat bersamanya. Berbeda dengan perempuan-perempuan yang pernah dekat dengannya. Mereka akan menjaga image-nya dengan makan perlahan dan terlalu hati-hati. Sedangkan Vara dia sama sekali tidak peduli, dia pun tidak membatasi makanan yang dia makan. Padahal setahu Bry kebanyakan perempuan selalu membatasi makannya dengan alasan diet.


Bry dan Vara makan dengan bersemangat sampai akhirnya mereka menyelesaikan acara makan mereka dengan perut kekenyangan.

__ADS_1


"Aku kenyang sekali Bry."


Vara mengelus perutnya yang penuh, sedangkan Bry menyandarkan punggungnya berniat mengistirahatkan perutnya yang sedang mencerna makanan.


"Nampaknya aku harus olahraga sepulang dari sini."


Mereka tertawa bersamaan karena merasa memiliki niat yang sama.


Setelah 10 menit berlalu, Vara dan Bry memutuskan untuk pulang. Bry membayar bill makan mereka setelah sebelumnya terjadi adu argumen karena Vara maupun Bry ingin membayar bill makan itu. Sampai akhirnya Vara mengalah dan membiarkan Bry membayar bill makan mereka. Baru kemudian mereka berjalan ke parkiran.


Vara segera masuk begitu Bry membukakan pintu mobilnya, Vara segera memasang seatbelt-nya. Vara tidak ingin kejadian tadi terulang lagi. Bry duduk sambil menatap Vara, Bry paham dengan sikap Vara. Sebetulnya Bry berniat melakukan hal yang sama seperti tadi. Bry sangat menyukai moment menatap wajah Vara dari jarak yang dekat. Bry memang sudah sangat menyukai Vara, dan Bry ingin semakin dekat dengan Vara.


Bry melajukan mobilnya ke kampus Vara dengan kecepatan sedang cenderung pelan, karena dia ingin lebih berlama-lama dengan Vara.


"Var.. aku antar kerumah ya. Aku pakai mobil aku, kamu pakai mobil kamu."


Vara masih saja menolak permintaan Bry seperti sebelum-sebelumnya. Tapi Bry lagi-lagi tidak mau memaksa setiap kali Vara menolak permintaannya.


"Tapi besok aku ke kampus lagi ya selesai kamu kuliah sore."


Bry menoleh ke arah Vara untuk melihat ekspresi Vara, dan Vara hanya menganggukan kepalanya.


Mobil Bry memasuki parkiran kampus Vara.  Vara hendak keluar dari mobil Bry, tapi Bry menahan lengan Vara dan membuat Vara membalikan badan dan menatap ke arah Bry.


"Kenapa Bry?"


Bry lalu memegang kedua lengan Vara dengan lembut seraya menatap manik mata Vara dengan sendu.

__ADS_1


"Vara.. Aku.. Menyukaimu."


Vara membelalakan matanya. Bry menurunkan tangannya dan memegang kedua tangan Vara dan menggenggamnya dengan sangat lembut. Vara masih diam dan bingung harus menjawab apa.


Sebenarnya Vara pun sudah merasa nyaman dan terbiasa dengan keberadaan Bry. Tapi Vara masih belum yakin apakah dia menyukai Bry atau tidak. Sikap Vara yang hanya diam membuat Bry melepaskan perlahan genggaman tangannya.


"Kalau kamu belum menyukaiku, tidak apa-apa. Yang penting kamu mengizinkan aku untuk tetap dekat dengan kamu."


Vara lagi-lagi hanya terdiam melihat ekspresi kecewa di wajah Bry, tapi saat ini Vara tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


*******************************


Hai readers terkasih & Author2 hebat tercinta..


Terima kasih banyak ya atas comment, like, Vote, Rate bintang 5 & Favorit-nya.


Meskipun novel ini masih jauh dari kata baik, karena aku sendiri masih belajar menulis.


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊 #staysafe #stayhealthy


Love u all.. ❤❤❤❤️❤


IG : @zasnovia #staronadarknight

__ADS_1


__ADS_2