
Vara melepaskan pertautan bibir mereka setelah menyadari keberadaan mereka saat ini. Beberapa pasang mata memang sempat memperhatikan mereka berdua, tapi pemandangan itu bukan sesuatu yang aneh bagi orang-orang yang melihat. Sehingga mereka kembali fokus dengan kesibukan mereka masing-masing, membuat Vara yang tadi sempat merasa malu kembali tenang.
Bry tersenyum menatap gadisnya yang tampak sedikit salah tingkah. Bry menautkan kelima jari tangan kanannya di kelima jari tangan kiri Vara.
"Ayo kita duduk Sayang.."
Vara mengangguk pelan lalu menarik pelan tangan Bry, lalu mereka duduk berdampingan tanpa melepaskan genggaman tangan mereka.
"Sayang, apa kamu sehat? Kenapa kamu jadi kurus begini?"
Tangan kiri Bry menyentuh pipi Vara dan mengusap-usapnya perlahan. Vara tersenyum sambil menggenggam tangan Bry yang ada di pipinya.
"Maafkan aku Bry.. Karena sudah pergi meninggalkanmu. Saat itu aku merasa bersalah jika tetap bersamamu. Meskipun kamu tidak sengaja membuat Arya meninggal, tapi aku merasa tidak berhak bahagia bersamamu."
Vara melepaskan kedua tangannya dari tangan Bry lalu menundukan kepalanya menghindari tatapan Bry dan menyembunyikan air mata yang siap mengalir kembali.
"Maafkan aku Sayang, karena harus mengatakan ini. Aku sudah tahu siapa pembunuh Arya, dan sejak awal Arya memang sudah menjadi target yang mereka incar."
"Apaaaa? Ta..Tapi siapa Bry?"
"Arya dibunuh oleh orang kepercayaan Brandon?"
"Apaaa? Kamu tidak bohong kan Bry?"
"Tidak Sayang. Aku akan menunjukan buktinya jika kamu mau. Tapi saat ini aku menyimpannya di hotel."
"Aku ingin melihatnya Bry. Aku benar-benar tidak menyangka Brandon bisa berbuat setega itu. Apa ini semua karena aku Bry?"
Vara hendak menangis lagi, Bry segera merengkuh Vara menyandarkan kepala Vara di dadanya.
"Jangan pernah menyalahkan dirimu Sayang. Ini semua karena Brandon tidak ada hubungannya dengan kamu."
"Tapi kalau bukan karena perasaannya padaku, pasti dia tidak akan membunuh Arya, Bry."
"Sayang berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, ini semua sudah takdir Tuhan." Vara menganggukan kepala dengan sangat lemah.
"Kamu benar Bry, semua adalah bagian dari rencana Tuhan. Termasuk pertemuanku denganmu."
__ADS_1
"Iya kamu benar Sayang. Semua kejadian buruk yang kita alami, justru membuat kita bisa bersama sekarang. Yakinlah, semua yang terjadi pada kita adalah yang terbaik."
Vara mendongakan kepalanya diikuti dengan anggukan pelan yang mengiringi senyuman Bry yang terurai dengan sempurna.
Tiba-tiba teriakan seorang laki-laki mengejutkan mereka, membuat Vara segera menegakan kembali posisi tubuhnya.
"Hyung!!" (Kakak)
Vara dan Bry memandang ke sumber suara. Tampak Kendrick menghampiri Vara dan Bry dengan tatapan penuh tanya.
"Apa yang kamu lakukan disini Hyung?"
Tanya Kendrick menatap Bry penuh tanda tanya. Terlebih Bry tampak sangat dekat dengan Vara, gadis yang beberapa hari ini didekatinya.
"Beginikah sikapmu saat bertemu Hyung setelah hampir setahun tidak bertemu, Kendrick?"
Kendrick terkekeh mendengar perkataan Bry, lalu dipeluknya Bry dengan menepuk-nepuk punggung Bry, begitupun Bry yang melakukan hal yang sama.
"Vara.. Ini Kendrick adik kandungku."
Vara tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Ditatapnya Bry dan Kendrick bergantian, merasa tidak ada kemiripan diantara keduanya. Bry memperlihatkan beberapa photonya dan juga photo Kendrick yang memiliki gaya dan warna rambut yang sama termasuk selera berpakaian yang juga sama. Tidak seperti sekarang dimana gaya mereka terkesan jauh berbeda.
"Kami sudah saling mengenal Hyung." Kendrick yang memberi penjelasan diangguki Bry seolah baru mengetahui fakta itu.
"Beberapa hari ini Kendrick menemaniku berjalan-jalan ke beberapa tempat yang bagus di Granada.." Bry segera memotong perkataan Vara yang belum selesai.
"Dan mulai sekarang, aku yang akan selalu menemanimu kemanapun kamu pergi."
Bry yang mengembangkan senyumnya ke arah Vara dan Kendrick, malah dibalas Kendrick dengan ekspresi heran dan bingung.
"Kendrick.. Kamu sehat-sehat kan? Bagaimana perusahaan disini?"
"Aku baik-baik saja Hyung, perusahaan juga semakin berkembang. Apa yang membuat Hyung tiba-tiba ke Granada? Dan apa hubungan Hyung dengan Vara?"
Kendrick menanyakan semua hal yang sudah sejak tadi bercokol di otaknya.
__ADS_1
"Dia kekasihku. Vara adalah calon Kakak iparmu."
Bry yang menekankan kata Kekasih dan Kakak ipar membuat mata Kendrick membulat sempurna.
"Hyung.. Jangan bercanda! Ini sangat tidak lucu!"
Lalu Bry merangkul bahu Vara dan menempelkan bibirnya di puncak kepala Vara selembut mungkin, membuat Kendrick cemberut dan merasa kesal.
Vara merasa canggung dengan apa yang dilakukan Bry didepan Kendrick, namun Vara hanya diam dan memperhatikan interaksi diantara kedua kakak beradik itu.
"Vara, benarkah kalian adalah sepasang kekasih? Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu adalah kekasih kakakku?"
"Aku kan tidak tahu kamu adiknya Bry. Kamu juga tidak bertanya apa aku punya kekasih atau tidak, mana mungkin aku menjelaskan jika kamu tidak bertanya."
"Hmm.. Iya juga sih."
Kendrick tampak berpikir dan menimbang-nimbang jawaban yang diberikan Vara.
"Tapi bagaimana ini? Aku sudah mulai menyukainya Hyuuuung."
Kendrick sedikit berteriak, mengagetkan Bry dan Vara yang hanya bisa terbengong-bengong melihat kelakuan Kendrick yang sangat kekanak-kanakan.
******************************
Image Source : Instagram
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1