
Selama 2 minggu ini, kehidupan rumah tangga Bry dan Vara kembali berjalan seperti sebelumnya. Mereka selalu terlihat mesra dan bahagia, meskipun ingatan juga sikap Vara yang lembut dan manja belum kembali sepenuhnya. Tapi Bry bahagia bisa memeluk dan mencium Vara sepuasnya tanpa mendapat penolakan dari Vara lagi, bahkan sekarang Vara mulai sering menunjukan perhatian dan cintanya terhadap Bry, meskipun masih sedikit canggung.
Mama Irena dan Papa Devan yang selalu datang menengok anak, menantu dan cucu-cucunya pun tidak menemukan keanehan yang membuat mereka curiga. Mereka lega dan bersyukur karena kekhawatiran mereka sejak kembali dari Korea ternyata tidak terbukti. Vara baik-baik saja meskipun dengan syal yang selalu menutupi lehernya dengan alasan menghindari flu, padahal bekas luka di leher Vara jelas sedikit membekas. Jayden memang memberikan perawatan yang baik pasca operasi agar bekas lukanya tidak terlalu terlihat, tapi untuk benar-benar menghilangkannya, Vara harus melakukan operasi plastik.
Vara sampai saat ini masih belum berani menanyakan kepada Bry tentang kejadian yang menyebabkan luka di lehernya, begitupun kejadian yang membuat Brandon begitu terlihat bersalah dan menyesal. Vara begitu ingin tahu, tapi Vara juga takut mendengar jawaban Bry.
*************************
BR GROUP
Hari ini Bry selalu memasang senyum terbaiknya setiap kali berpapasan dengan karyawan atau partner bisnisnya. Suasana hatinya begitu baik, karena besok adalah Wedding Anniversary pertamanya dengan Vara.
Tadinya Bry hendak membuat pesta perayaan yang megah dan mewah lebih dari pesta tidak jelas yang digelarnya 2 bulan yang lalu, hanya demi membuat Vara dan Bry kembali merasa seperti Raja dan Ratu Sehari. Tapi Bry ragu apa Vara akan menyukainya atau tidak, karena kenangan indah tentang pernikahannya pun Vara tidak ingat. Bry pikir, pesta mewah dan berkumpul bersama sebagian besar orang yang tidak diingatnya, hanya akan membuat Vara sedih dan tidak nyaman.
(Pesta dengan tema tidak jelas 2 bulan lalu, demi mengulang moment menjadi Raja dan Ratu Sehari)
Begitu banyak kebiasaan Vara yang berubah selama 2 minggu ini. Setiap hari ada saja yang diminta Vara melalui Jofran. Dari mulai minta diajari beladiri, memanah, bahkan sampai berkuda. Anehnya Vara tidak pernah meminta langsung pada Bry, seolah khawatir tidak akan mendapat izin dari Bry, atau malah dimarahi oleh Bry. Vara selalu meminta Jofran untuk menyampaikan permintaannya, dan untungnya Bry selalu memberi Vara izin selama permintaan Vara masih masuk akal dan tidak membahayakan. Tapi ada satu permintaan Vara yang belum bisa Bry kabulkan, yaitu belajar menembak. Untuk yang satu ini, Bry belum bisa memberi Vara izin.
Tidak sulit sebenarnya mengizinkan Vara untuk latihan menembak, tapi Bry masih belum mengerti alasan Vara ingin belajar menembak. Karena menembak bukanlah hobi yang main-main dan sangat berbahaya. Bry tidak akan mengizinkan Vara belajar dari Jofran atau orang lain. Bry berniat mengajari Vara menembak jika alasan yang diberikan Vara tepat dan dapat diterima oleh Bry. Apalagi Bry termasuk penembak yang handal, karena rutin melakukan latihan menembak di sebuah ruangan khusus di dalam bangunan yang terletak di belakang mansionnya.
Vara mengetahui ruangan kedap suara itu adalah tempat latihan menembak sekaligus tempat Bry menyimpan segala jenis persenjataannya. Tapi dulu Vara sama sekali tidak tertarik dengan latihan menembak, masuk kedalam ruang latihannya pun enggan. Tapi sekarang, Vara bahkan ingin belajar menembak di ruangan yang dulu dihindarinya itu.
Setelah makan siang, Bry berniat melihat rekaman video yang ada di ponselnya. 2 jam yang lalu, Vara terlihat sedang bermain dengan Bradley dan Briley, lalu menyusui mereka sampai si kembar tertidur. Tapi saat ini, Vara terlihat sedang fokus berolahraga di ruang gym. Padahal sebelum mengalami amnesia disosiatif, Vara sangat malas berolahraga. Demi menjaga bentuk tubuhnya, Vara hanya melakukan diet ketat tanpa mau repot-repot berolahraga.
Dalam rekaman yang sedang Bry lihat, Vara mengambil ponselnya dan tiba-tiba tampilan ponsel Bry berubah.
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..
Panggilan video call dari Vara seketika membuat wajah Bry sumringah. Lalu Bry segera mengangkatnya, menampakan wajah Vara dengan senyum manis meskipun terlihat lelah dan berkeringat, wajah yang selalu membuatnya jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya.
__ADS_1
"Hallo Sayang. Ada apa? Apa kamu merindukanku?"
"Hmm, bisa jadi."
Bry terkekeh geli melihat Vara yang tidak mengakui perasaannya tapi pipinya berubah merah, membuat Bry merasa gemas.
"Bryllian.. Bolehkah aku pergi dengan Bradley dan Briley sekitar 2 jam lagi? Aku ingin mengajak mereka keluar."
"Kemana Sayang?"
"Ke resort yang pernah aku dan keluargaku datangi."
"Jungle resort? Sekarang kan hari jumat, biasanya menjelang weekend mulai ramai."
"Bagaimana kamu tahu? Rasanya aku tidak pernah mengatakan apapun padamu soal resort itu."
"Sebelum kita menikah, kita pernah kesana Sayang."
Sekelebat kejadian Vara yang menenangkan diri ke Jungle resort dan bertemu dengan Satya yang sengaja mengatur pertemuan itu disana, terasa mengganggu hati Bry. Kejadian yang sudah berlalu itu sedikit mengganggunya. Entah karena apa, Bry pun tidak mengerti.
Vara yang menyadari Bry melamun, seketika mengembalikan kesadaran Bry dengan memanggil nama Bry dengan lemah lembut.
"Eh iya Sayang.. Kenapa?"
"Bagaimana? Apa aku boleh ke Jungle resort itu bersama kedua anak kita?"
Senyum Bry mengembang sempurna saat Vara selesai mengucapkan kata "kedua anak kita". Rasanya begitu bahagia disaat Vara semakin terbuka menunjukan rasa cintanya terhadap Bradley dan Briley. Insting seorang Ibu memang tidak perlu diragukan lagi, perasaan cinta itu akan selalu menuntun Vara meskipun ingatannya belum kembali.
"Hmm, tapi 2 jam lagi sudah terlalu siang Sayang. Apa kamu berencana menginap disana?"
"Sepertinya begitu Bry. Bolehkah?"
"Baiklah Sayang, kalian boleh pergi kesana. Aku akan menghubungi Jofran untuk mengatur pengamanan untukmu. Aku akan langsung menyusul langsung dari kantor. Tolong siapkan juga bajuku ya Sayang."
"Baiklah Honey, terima kasih ya.."
"Sayang, kamu memanggilku Honey. Apa kamu sudah mengingat sesuatu?"
"Honey? Perasaan aku memanggilmu Bry barusan."
__ADS_1
"Tidak Sayang, tanpa sadar kamu memanggilku Honey. Bisakah kamu mulai memanggilku Honey?
"Hmm, baiklah.. Hon..ney.."
Bry berjingkrak-jingkrak senang dan berjoget-joget seperti idol k-pop, membuat Vara tertawa senang.
"Sayang.. Tersenyum dan tertawalah, karena senyum dan tawamu adalah bahagiaku."
Vara tersenyum seraya menganggukan kepalanya, tidak lupa Vara menyilangkan jari telunjuk dan ibu jarinya ke arah Bry.
"Love you Honey.."
Lalu Vara mematikan panggilan video call-nya sebelum Bry membalas pernyataan cinta Vara, Bry hanya tersenyum karena memahami Vara masih begitu malu mengungkapkan perasaan juga perhatiannya terhadap Bry.
Bry tiba-tiba mendapat ide untuk perayaan Wedding Anniversary-nya bersama Vara, membuat senyum di wajahnya mengembang dengan sempurna. Lalu diambilnya ponsel yang terletak diatas meja, Bry lalu menghubungi semua orang yang bisa membantunya mensukseskan rencananya itu.
*************************
Image Source : Instagram
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍
Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. ❤❤❤
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
(IG : zasnovia #staronadarknight)
__ADS_1