Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 51 Laki-laki Pembuat Luka


__ADS_3

MALL


Setelah menonton film di bioskop, Kevin dan Vanny memisahkan diri dari Daniel dan Nila yang hendak makan malam di restaurant yang sengaja dipesan Daniel untuk merayakan hari jadian mereka. Tentu saja Kevin dan Vanny tidak mau mengganggu kebersamaan mereka, sehingga memutuskan untuk berjalan-jalan berdua saja di mall.


Vanny menarik tangan Kevin untuk masuk ke dalam toko Accessories. Vanny sibuk memilih barang-barang yang menurutnya lucu, sedangkan Kevin hanya mengikuti di belakangnya. Vanny selalu terlihat ceria, polos dan sedikit kekanak-kanakan, tapi itulah yang membuat Kevin senang saat bersama Vanny. Selama ini Kevin selalu dekat dengan banyak wanita cantik dan seksi. Tapi entah kenapa, bersama Vanny hidup Kevin terasa lebih berwarna, meskipun masih belum bisa menyimpulkan apakah rasa yang ada dihatinya adalah cinta atau sekedar perasaan suka saja.


Vanny menemukan topi kelinci yang lucu, lalu mencobanya sambil mematut dirinya di depan cermin. Kemudian dia mengambil satu lagi dan memakaikannya pada Kevin yang hanya bisa pasrah dengan kelakuan Vanny. Tapi anehnya Kevin merasa tidak keberatan dengan tingkah kekanakan Vanny, hidupnya yang selalu serius berubah lebih santai dan banyak tawa.


"Kamu lucu sekali Kevin." Vanny mencubit pelan kedua pipi Kevin.


"Dan kamu sangat menggemaskan."


Kevin membalas dengan mencubit pelan hidung Vanny hingga membuat Vanny mengerucutkan bibirnya. Kevin tertawa melihat tingkah Vanny yang malah semakin menggemaskan. Kevin terus saja menggoda Vanny sampai akhirnya Vanny pun kembali tertawa dan malah balik mencandai Kevin.



 


"Keviiiin.."


Tiba-tiba sebuah teriakan yang memanggil namanya memaksa Kevin untuk menolehkan kepalanya ke sumber suara. Seorang perempuan cantik, bermake-up tebal memakai gaun semi formal cukup seksi sekitar 20 cm dari atas lutut. Vanny tampak tidak suka dengan kehadiran perempuan itu, terlebih lagi saat perempuan itu menghampiri Kevin dengan langkahnya yang dibuat seseksi mungkin. Kevin melepaskan topi kelincinya yang diikuti oleh Vanny yang kemudian menyimpan kedua topi tersebut di tempat semula.


"Hai Kevin.. Lama tidak bertemu. Kenapa kamu tidak pernah menghubungiku? Aku sangat merindukan kamu Kevin.."

__ADS_1


Perempuan itu menggelayut manja di lengan Kevin yang membuat Kevin terlihat risih. Diliriknya Vanny sejenak yang terlihat menahan kesal.


"Hmm.. Untuk apa aku menghubungi kamu? Kita tidak punya urusan apapun lagi." Kevin melepaskan kedua tangan perempuan itu dari lengannya.


"Benarkah? Kamu bilang tubuhku selalu membuatmu menggila. Apa kamu sudah menemukan yang bisa memuaskanmu lebih dari aku?"


Vanny tampak sangat terkejut saat mendengar perkataan perempuan itu, begitupun Kevin yang tidak menyangka Calya perempuan yang hanya 2 minggu dikencaninya itu akan mengatakan hal sevulgar itu.


"Hentikan.. Tutup mulutmu, jangan pernah mengatakan hal yang tidak pernah aku katakan."


Kevin menarik tangan Vanny untuk pergi meninggalkan tempat itu. Vanny hanya menurut dan melangkahkan kakinya mengikuti langkah Kevin. Namun hatinya terlanjur sakit dan kecewa. Kevin yang dianggapnya baik ternyata tidak lebih dari laki-laki kurang ajar yang suka bermain-main dengan perempuan.


Vanny dan Kevin sudah sampai di parkiran mall. Kevin meminta Vanny untuk masuk ke dalam mobilnya, dan Kevin yang akan menyetir mobil Vanny untuk mengantarnya pulang, baru setelah itu Kevin akan pulang menggunakan taksi. Karena sejak kemarin pergi ke mansion Satya,  Kevin tidak membawa mobilnya, melainkan hanya menggunakan mobil Bry bersamaan dengan Bry dan juga Daniel.


"Aku pulang ya." Vanny masuk ke dalam mobilnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Kevin yang menatap mobil Vanny dengan tatapan nanar.


'Inilah yang aku takutkan.. Kamu akan tersakiti jika terus bersamaku.'


 


MANSION SATYA


Satya duduk di kursi kebesarannya sambil menyesap wine-nya  perlahan dan menatap laptopnya yang menampilkan rekaman seorang laki-laki yang disekap di dalam ruangan dengan penerangan seadanya. Posisi laki-laki itu duduk diatas kursi dengan mulut ditutup lakban serta tangan dan kaki diikat kencang.

__ADS_1


"Tuan, apa yang harus kami lakukan selanjutnya?" Larry yang berdiri di sebelah kanan Satya sejak setengah jam yang lalu, nampak sudah tidak sabar menunggu instruksi dari boss-nya itu.


"Paksa dia buka mulut tentang kejadian malam itu dan juga semua hal tentang klan Wang Eagle. Jangan sampai ada informasi yang terlewat sedikitpun. Aku akan membunuhnya setelah kamu mendapatkan semua informasi yang kita perlukan."


"Baik Tuan.."


Larry pergi meninggalkan ruang kerja Satya dan meninggalkan Satya yang semakin menguarkan aura dinginnya menatap pembunuh adiknya yang tampak tidak berdaya.


*********************


Image Source : Instagram


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..

__ADS_1


__ADS_2