
WARNING..!!!
Mengandung konten dewasa, diperuntukan hanya untuk yang berusia 21 tahun keatas atau sudah menikah. Mohon bagi yang dibawah umur, tolong di-skip saja ya. Mohon lebih bijak untuk memilih bacaan. Terima kasih.
*************************************
PRIVATE ISLAND - HARRISON FAMILY
Pemandangan pantai yang indah dengan deburan ombak yang tidak terlalu kencang dan pasir putih terpampang langsung dari kamar Bry dan Vara di lantai 2 Villa tempat mereka berbulan madu. Villa itu terletak di pulau pribadi keluarga Harrison yang jaraknya lebih dari 4000 km dari Indonesia.
Bry memeluk tubuh Vara dari belakang sambil sesekali menyelusupkan kepalanya di ceruk leher Vara dan menciuminya dengan lembut.
"Sayang.. Apa kamu bahagia?"
Bry bertanya dengan memiringkan sedikit kepalanya menghadap wajah Vara yang langsung dibalas tatapan lembut oleh Vara.
"Aku sangat bahagia Sayang.. Benar-benar bahagia. Terima kasih ya Sayang untuk semua yang sudah kamu berikan & lakukan untukku."
"Sama-sama Sayang.. Kamu pun sudah memberikan banyak hal yang sangat berharga untukku. Jangan pernah berubah, aku benar-benar akan selalu berusaha membahagiakan kamu."
"Iya Sayang, terima kasih. Aku benar-benar mencintaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu Sayang.."
Vara dan Bry menikmati bulan madu mereka yang hanya 4 hari itu dengan dinner romantis, diving, snorkling, berselancar dan menikmati pemandangan sunset di sebuah kapal mewah milik keluarga Harrison dengan ditemani beberapa pelayan dan pengawal pribadi.
Tentunya kegiatan-kegiatan itu dilakukan mereka disela-sela kegiatan panas sebagai pengantin baru yang tidak mengenal waktu, baik pagi, siang, sore atau malam. Mereka tidak bosan menikmati waktu berdua, bahkan seperti menemukan hobi yang baru mereka sadari betapa menyenangkannya hobi barunya itu.
Vara terlihat membereskan barang-barangnya dan barang-barang milik Bry kedalam koper. Bry yang baru saja masuk kedalam kamar langsung memeluk Vara dengan erat.
"Sayang besok kita sudah akan kembali pulang. Kamu yakin sudah puas berbulan madu disini?"
"Iya Sayang.. Kamu kan sudah harus kembali bekerja, aku juga harus melanjutkan skripsiku. Aku benar-benar ingin lulus secepatnya."
"Iya baiklah Sayang.. Sayang, kita selalu melakukannya tanpa pengaman, kamu tidak apa-apa jika hamil secepatnya?"
"Tentu saja tidak apa-apa Sayang. Apa kamu belum menginginkan anak?"
"Tentu saja aku mau Sayang. Hanya saja, kamu akan sibuk dengan skripsimu. Aku tidak mau kamu kelelahan jika menyusun skripsi dalam keadaan hamil."
"Tidak masalah Sayang, tenang saja."
"Baiklah, yang penting kamu bisa menjaga dirimu dengan baik."
Vara menganggukan kepalanya dengan mantap.
"Jadi benar kita pulang besok?"
__ADS_1
"Iya Sayang.."
"Baiklah-baiklah, yang penting kita masih bisa tetap melakukannya dimanapun kita berada."
Bry menghadapkan wajahnya kearah Vara dan mengerlingkan matanya dengan sedikit nakal.
"Ah mesum.."
"Tapi kamu suka kan, Sayang?"
"Ah tidak.."
Vara hendak melepaskan pelukan Bry, namun Bry malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Ayo kita lihat apa benar kamu tidak menyukainya."
Bry menggendong tubuh Vara yang meronta-meronta dan merebahkannya diatas tempat tidur. Tanpa membuang waktu, Bry langsung mendaratkan bibirnya di bibir Vara dengan liar, mel*mat dan menyesapnya berkali-kali dan tidak berniat menyudahinya meskipun Vara belum membalas ciumannya.
'Kita lihat seberapa kuat kamu menahannya kali ini.' Batin Bry.
Bry pun semakin melancarkan aksinya tanpa memberi celah bagi Vara untuk berpikir. Bry ingin Vara menikmati permainannya dan mengakui kalau dia pun menginginkan Bry.
'Yeeeess.. Tubuh kamu tidak bisa berbohong, Sayang. Kamu pun menyukainya sama sepertiku.' Batin Bry.
******************************
KOTA B - INDONESIA
Pulang dari berbulan madu, Bry langsung membawa Vara ke mansion pribadinya yang luas dan mewah. Bry juga menyiapkan cukup banyak pelayan dan pengawal pribadi untuk menjaga mansion mereka.
Pagi hari di awal minggu yang sibuk, Vara sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya berupa nasi goreng special, meskipun pelayan sudah menyiapkan sarapan lain untuk Tuan dan Nyonya Muda-nya.
Bry baru saja turun dari kamar dengan memakai kemeja, celana panjang, sambil menenteng jas yang sejak pagi sudah disiapkan Vara di walk in closet mereka.
"Wah kamu masak Sayang?"
"Aku hanya membuat nasi goreng special Honey, atau kamu mau memakan sarapan lain?"
"Aku mau apapun yang kamu siapkan. Mana nasi gorengku?"
Vara tersenyum senang lalu segera menghidangkan sepiring nasi goreng special dihadapan Bry dan segera duduk disebelahnya.
"Wah sepertinya enak."
Bry mulai memasukan 1 suap nasi goreng kedalam mulutnya. Ekspresinya masih datar dan Vara dengan detak jantung yang lebih cepat merasa tidak sabar menunggu reaksi Bry.
"Enaaak.. Nasi goreng buatanmu sangat enak. Terima kasih ya Sayang."
Bry mengelus lembut rambut Vara yang tergerai panjang, lalu melanjutkan kembali sarapannya dengan bersemangat.
__ADS_1
'Masakanmu cukup enak Sayang. Aku akan menikmati semua yang kamu hidangkan apapun rasanya. Karena aku tahu, kamu membuatnya dengan cinta.' Batin Bry.
Bry sesekali menatap istrinya yang tidak berhenti menatap dirinya yang menikmati sarapan sampai tandas.
"Terima kasih Honey, kamu sudah mau menghabiskan masakanku yang aku tahu rasanya tidak terlalu enak itu. Maafkan aku yang belum bisa menjadi istri yang baik. Aku akan belajar memasak untukmu, agar kamu semakin mencintaiku."
"Sayang.. Aku mencintaimu dan menjadikanmu istri bukan untuk menyuruhmu memasak. Kita memiliki banyak pelayan, dan kamu tinggal meminta mereka membuatkan masakan sesuai keinginanmu. Jika aku menginginkan istri untuk memasakanku makanan enak, pasti aku sudah menikahi seorang Chef terkenal, Sayang."
Vara tersenyum mendengar perkataan Bry yang terasa menghangatkan hatinya. Vara menatap wajah Bry dengan penuh kasih. Hal ini tentu tidak luput dari perhatian Bry, yang menyadari istrinya terlihat bahagia saat ini.
Vara senang Bry menerima kekurangan dirinya dan malah menghiburnya dengan perkataan yang manis. Tapi Vara bertekad untuk belajar memasak lebih baik lagi, untuk menyenangkan perut suaminya.
"Sayang, hari ini kamu ada bimbingan skripsi ya?"
Bry mengeluarkan gadgetnya melihat sekilas jadwal di ponselnya.
"Iya Honey.. Aku sepertinya dikampus sampai sore, karena aku akan melanjutkan menyusun skripsi di perpustakaan."
"Baiklah, aku akan mengantarmu ke kampus."
"Tidak Sayang, aku akan membawa mobilku. Nanti aku pulangnya harus memakai taksi jika kamu mengantarku sekarang."
"Tenang saja, nanti aku akan menjemputmu ke kampus ya."
Bry mencium puncak kepala Vara dan mengelusnya penuh kasih sayang.
"Kamu kan sibuk Honey."
"Tidak apa-apa Sayang, tenang saja."
Vara mencium pipi kanan Bry dengan lembut tanda berterima kasih dengan perhatian Bry.
"Pipi yang kiri belum Sayang."
"Ah malu, banyak pelayan dan pengawalmu."
"Tadi kamu tidak malu, kenapa sekarang jadi malu?"
Vara bergegas berdiri dan hendak meninggalkan Bry menuju kearah halaman mansion, tapi Bry menghentikan langkahnya dan membalik badan Vara menghadap kearahnya. Vara Mendongak menatap wajah Bry, tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan suami tampannya itu.
Bry mencium bibir Vara dengan lembut membuat Vara membelalakan matanya dan berusaha melepas pertautan bibir mereka. Namun Bry malah memegang tengkuk Vara untuk menahan bibir Vara agar tidak terlepas dari bibirnya.
Para pelayan dan pengawal pribadi Bry menahan senyum mereka lalu bergerak pergi meninggalkan ruangan membiarkan Tuan dan Nyonya Muda mereka menikmati ciuman di pagi hari untuk menambah semangat selama mereka menjalani hari ini.
***************************************
Image Source : Instagram & Google
Mohon maaf ya readers semuanya, kalau saya up-nya mulai tidak rutin dan sering telat membalas comment. Karena sedang sibuk dengan pekerjaan didunia nyata 😁 Semoga semua readers yang membaca dan mengikuti cerita ini selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan dan rezeki yang melimpah. Aamiin.. Semangat terus ya semuanya.. #staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
__ADS_1
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..