
Satya berbaring di atas tempat tidur sambil memejamkan matanya, meskipun tubuh dan pikirannya terjaga. Perasaannya begitu sedih dan kehilangan sejak tadi sore. Badannya serasa lemas dan saat ini dia hanya ingin mengistirahatkan pikirannya yang serasa sesak. Air matanya memaksa keluar melalui sudut matanya, meskipun Satya mati-matian menahannya. Ingatannya kembali pada kejadian sore hari tadi di ruang kerjanya.
FLASHBACK ON
Satya cukup lama menatap photo dirinya dan Vara, dan larut dalam lamunannya mengenai harapan-harapannya untuk bisa bersama Vara. Tiba-tiba Satya tertidur dengan posisi masih terduduk di kursi kebesarannya.
Alam Bawah Sadar Satya..
Satya berada di dalam aula sebuah bangunan yang sangat luas dan mewah berwarna putih dengan ornamen berwarna emas di beberapa bagiannya. Sayup-sayup didengarnya ada suara yang sangat dikenalnya, memanggil namanya.
"Kak Satya.."
Satya mengedarkan pandangannya mencari suara yang memanggilnya, namun tidak ada siapapun di ruangan itu.
"Kak Satya.."
Lagi-lagi suara itu memanggil namanya, membuat Satya semakin gencar mencari sumber suara ke setiap sudut bangunan itu.
"Arya, dimana kamu?"
"Aku disini Kak."
Satya menangkap sosok Arya yang berdiri di ujung tangga bagian atas, yang terdapat di tengah aula. Arya mengenakan baju dan celana berwarna putih dengan rambut diikat rapih. Berbeda dengan saat bertemu Vara tadi sore, Arya memakai pakaian berwarna hitam dengan rambut panjang & ikal yang dibiarkan tergerai. Kali ini Arya jauh lebih bersih dengan saat bertemu Vara tadi. Senyumnya mengembang ke arah Kakak yang sangat dirindukannya. Selama ini memang Arya selalu ada bersama Arya, namun Satya tidak bisa menyadari keberadaannya.
"Arya? Benarkah itu kamu?"
Satya berlari menuju ke arah Arya, namun saat dirinya akan menaiki anak tangga, seolah ada lapisan tidak kasat mata yang menghalangi tubuhnya untuk menerobos dan naik ke atas tangga dihadapannya.
"Kenapa aku tidak bisa menembusnya?"
"Kakak tidak bisa naik kesini, karena disini bukan tempat untuk Kakak.. Aku bersyukur, karena aku diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang yang aku sayangi sebelum aku benar-benar pergi."
Satya memandang Arya dengan tatapan tidak percaya, lidahnya kelu, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.
"Vara sudah mengikhlaskan kepergianku, dia benar-benar mengizinkanku pergi dan melepas rasa bersalahnya karena kehilanganku. Lihatlah Kak, kini aku sudah benar-benar siap untuk menghadap-Nya. Betapa beruntungnya aku, karena diizinkan untuk bertemu dengan Vara, Kakak, Mama, Papa dan juga Lana sebelum aku naik ke tempat yang seharusnya. Meskipun cukup sulit ternyata membuat kalian tertidur dulu untuk bertemu denganku, hahaha.."
Satya ikut tersenyum mendengar tawa Arya, Adik yang begitu dirindukannya.
"Kakak.. Aku berterima kasih, karena Kakak sudah menyelesaikan kesalahpahaman orangtua kita dan membuat mereka bersatu kembali. Aku sangat bahagia Kak, melihat kalian bisa tersenyum bersama. Tolong jaga keluarga kita, jaga orangtua kita di hari tuanya. Aku sudah tidak mengkhawatirkan Mama dan Papa, tapi aku masih mengkhawatirkan Lana. Apa Kakak tahu kalau Lana adalah anak indigo?"
Satya begitu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Arya, karena selama ini dia tidak mengetahui kalau Lana adalah seorang indigo yang dapat melihat hal-hal yang tak kasat mata.
"Selama ini dia bisa melihatku Kak. Jadi dia tidak terlalu merasa kehilangan, meskipun aku sudah meninggal. Tapi kali ini aku benar-benar harus pergi, dan dia benar-benar sedih dengan kenyataan ini Kak. Tolong hibur dia, jaga dia untukku juga."
Satya menganggukan kepalanya, dia tidak sanggup menjawab permintaan Arya, bahkan kini air mata sudah menetes di pipinya.
"Kak, ada satu hal lagi yang mau aku sampaikan."
"Katakanlah.."
Satya menjawab dengan sangat lirih, menahan tangis yang sudah tidak bisa dibendungnya.
"Berbahagialah.. Temukan cinta sejatimu, tapi bukan Vara orangnya. Dia sudah bahagia bersama Bryllian juga Bradley dan Briley. Aku tidak akan rela jika Kakak merebut Vara dari mereka. Tahukah Kak, aku begitu menyayangi kedua anak Vara, mereka begitu menggemaskan. Mata mereka yang selalu berbinar dan senyuman yang begitu polos, membuatku ingin selalu menjaga mereka. Aku tidak akan membiarkan Kakak menghapus senyum dari wajah mereka karena merebut Vara dari mereka dan juga Ayahnya. Aku yakin Kakak akan menemukan seseorang yang Kakak cintai dan juga mencintai Kakak, tapi aku sangat yakin bukan Vara orangnya. Sekarang mungkin Vara bisa memandang wajah Kakak tanpa tatapan sedih lagi, karena dia sudah mengikhlaskanku. Tapi tidak akan ada cinta di matanya Kak. Tolong jangan menyiksa diri sendiri dengan terus berharap hal yang tidak mungkin. Kakak berhak bahagia, tapi bukan dengan seseorang yang sudah menjadi milik orang lain. Kak, maafkan aku karena sudah mengatakan hal yang tidak ingin kamu dengar. Aku pamit Kak, kali ini aku benar-benar harus pergi."
Arya melambaikan tangannya ke arah Satya yang seketika berlari berusaha untuk naik, namun lagi-lagi lapisan tidak terlihat itu menghentikan langkahnya bahkan menghempaskan tubuh Satya ke lantai.
"Aryaaaa... Aryaaaa... Jangan pergiiii.."
Perlahan tubuh Arya menghilang bersamaan dengan munculnya cahaya yang sangat terang, lebih terang dari cahaya saat Arya pergi dari hadapan Vara tadi.
Satya tersentak dari mimpi panjangnya, tubuhnya berkeringat dan pipinya basah oleh air mata. Betapa terkejutnya Satya, saat melihat frame photo dirinya dan Vara yang sudah pecah berserakan di lantai.
"Ternyata aku benar-benar bertemu kamu, Arya.. Aku janji, akan menuruti semua pesanmu Brother."
__ADS_1
FLASHBACK OFF
*************************
KAMAR BRY & VARA - JUNGLE RESORT
Masih ada waktu 20 menit lagi menuju jam 12 malam, Vara dan Bry berbaring menyamping, mengapit Bradley dan Briley yang tertidur di tengah-tengah mereka. Mereka cukup lelah setelah menidurkan si kembar yang rewel dan tidak berhenti menangis seolah sedang bersedih. Bradley yang digendong Vara dan Briley yang digendong Bry, bahkan tidak mau lepas dari dekapan orangtuanya sebelum mereka tertidur. Setelah perjuangan hampir 3 jam dengan memberikan ASI dan tidak henti mendekap Bradley dan Briley, akhirnya si kembar bisa tertidur dengan pulas.
Bry tersenyum menatap Vara yang juga mengulas senyum manisnya.
"Sayang, andai kamu mengingat moment indah kita setahun yang lalu, mungkin malam ini kita bisa mengenang semuanya bersama-sama."
"Moment indah apa Honey?"
Bry menghela nafasnya sepelan mungkin, tapi Vara yang menyadari kekecewaan di wajah suaminya hanya mengulum senyum.
"Hmm, tidak kok.. Bukan apa-apa. Aku hanya merindukanmu."
"Kamu merindukanku yang dulu? Aku dengan pribadi yang manja dan lembut?"
"Bukan begitu Sayang, aku menerimamu apa adanya kok, bagaimanapun pribadimu. Hanya saja, aku berharap kamu bisa mengenang semua kenangan kita. Karena semua kenangan itu sangat berharga bagi kita berdua, aku ingin kita bisa mengenang semua moment itu bersama-sama."
"Hmm, maaf ya Honey.. karena aku tidak ingat. Honey, bagaimana kalau kita minum cokelat panas, sepertinya malam ini udaranya sangat dingin, bahkan AC-nya sudah aku matikan."
"Iya kamu benar Sayang. Biar aku yang buatkan cokelat panasnya Sayang."
"Terima kasih ya Honey, aku mau ke kamar mandi dulu ya."
"Baiklah, jangan lama-lama ya Sayang."
Bry sedang duduk di sofa saat Vara keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun tidur berwarna hitam diatas lutut. Bry ternganga melihat istrinya yang terlihat sangat cantik dan seksi, namun tiba-tiba fokusnya beralih pada kalung yang dipakai Vara.
Vara menghampiri Bry, lalu melingkarkan tangannya di leher Bry.
"Honey coba lihat, sudah jam berapa sekarang?"
"Sudah tepat jam 12 malam Sayang."
"Happy 1st Wedding Anniversary, Honey.."
Bry terkejut dengan apa yang Vara ucapkan.
"Sayang, kamu tahu dari mana kalau sekarang Wedding Anniversary kita?"
"Bukankah tanggal pernikahan kita tertulis di Album Photo pernikahan kita, mana mungkin aku tidak tahu."
Raut wajah kecewa seketika tergambar jelas di wajah Bry.
"Kamu kecewa ya Honey?"
"Maafkan aku, kalau aku sedikit kecewa. Aku pikir kamu sudah bisa mengingat semuanya. Kamu bahkan memakai Kalung berlian yang aku berikan sebagai mahar pernikahan kita, maaf kalau aku terlalu berharap."
"Aku yang seharusnya minta maaf Honey, karena sudah mengecewakanmu."
"Tidak, justru akulah yang harus minta maaf. Sayang.. Apa kamu tidak ingin tahu makna dari kalung yang kamu pakai sekarang?"
"Aku sangat tahu makna dari kalung ini."
Bry mengerutkan keningnya karena tidak paham dengan maksud Vara.
'Bagaimana Vara bisa mengetahui makna kalung itu, jika ingatannya masih belum kembali' Tanya Bry dalam hati.
"Kalung ini terbuat dari batu berlian yang sangat langka. Liontin putih cemerlang berbentuk bintang ini melambangkan aku, dan berlian biru gelap disekelilingnya melambangkan hidupmu yang kelam. Bagimu, aku adalah bintang yang datang menyinari gelapnya hidupmu. I am a star in your dark night. Aku benar kan Honey?"
__ADS_1
Bry membulatkan matanya dengan sempurna setelah mendengar penjelasan Vara mengenai kalung berlian 237 karat itu.
"Ba.. Bagaimana kamu tahu Sayang?"
Vara mengembangkan senyum manisnya lalu mencium singkat bibir Bry yang masih terbuka karena terkejut.
"Karena aku sudah mengingat semuanya."
Bry menampakan raut wajah yang lebih terkejut dari sebelumnya.
"Kamu serius Sayang? Kamu tidak bercanda kan?"
Vara terkekeh geli memperhatikan ekspresi Bry yang seolah meminta kepastian.
"Aku serius Honey."
Bry mendekap erat tubuh mungil Vara dan membenamkan kepalanya di ceruk leher Vara sambil menahan tangis yang siap meluncur keluar.
'Ya Allah Alhamdulillah, Engkau sudah mengembalikan ingatan istriku yang begitu aku cintai.' Batin Bry.
"Aku bahagia sekali Sayang, terima kasih karena sudah mengingat semuanya. Aku benar-benar bersyukur pada Allah."
"Jangan menangis Honey, kamu seharusnya tersenyum bukan menangis."
Bry menengadahkan kepala agar air matanya tidak jatuh, namun air mata itu seolah tidak mau diajak kompromi dan malah jatuh melalui sudut matanya.
"Ah aku terharu Sayang, aku tidak bisa menahannya. Kenapa sekarang aku jadi mudah menangis. Ah memalukan."
Bry menatap wajah Vara lalu terkekeh di sela-sela tangisnya. Vara hanya tersenyum memandang wajah Bry, seraya menghapus lembut sisa air mata di pipi Bry.
Bry menatap wajah Vara begitu lekat, membuat wajah Vara tiba-tiba memerah karena menjadi salah tingkah.
Bry mendaratkan bibirnya di bibir Vara, lalu menciumnya dengan sangat lembut. Vara yang merasakan kerinduan dari Bry, membalas ciuman suaminya dengan sama lembutnya. Mereka melepas pertautan bibir mereka beberapa saat kemudian.
"Ada begitu banyak hal yang ingin aku katakan, ingin aku ungkapkan, ingin aku ceritakan.. Tapi untuk saat ini, aku hanya ingin mengatakan satu hal.. Happy 1st Wedding Anniversary My Wife, aku benar-benar mencintaimu Zivara Narendra Anarghya."
Vara menarik kedua sudut bibirnya, menciptakan senyum paling manis di wajah cantiknya.
"Happy 1st Wedding Anniversary My Husband, aku juga benar-benar mencintaimu Bryllian Alden Harrison."
Bry merangkul tubuh Vara dan mendekapnya dengan erat seolah tidak rela berjauhan dengan istri yang sangat dicintainya itu.
'Ya Allah.. Aku mohon lindungilah pernikahan kami. Tolong jagalah suami dan anak-anak kami. Aku mohon, jauhkan kami dari segala godaan dan cobaan yang mengganggu keutuhan keluarga kami. Berikan kami kebahagiaan dan kesetiaan sampai maut memisahkan.' Batin Vara.
'Ya Allah.. Aku mohon jaga hati istriku hanya untuk diriku, begitu juga hatiku hanya untuknya. Berikan aku kekuatan untuk selalu menjaga, melindungi dan membahagiakan istri dan anak-anakku. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa mereka. Tolong kabulkan doaku Ya Allah.' Batin Bry.
__________THE END_________
*************************
Alhamdulillah Novel Pertama saya "Star on A Dark Night" sudah tamat. 😄
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍
Terima kasih banyak karena sudah membaca dan mengikuti novel ini, juga mendaratkan Like, Rate bintang 5, Vote dan Favoritnya 😍
Semua dukungan dari semuanya sangat berharga untuk saya 😢
Semoga semua readers dan author yang mampir kesini dan mendukung novel ini selalu diberikan kesehatan, kesuksesan, perlindungan dan kebahagiaan. Aamiin..
Jangan dulu di unfavorite ya, karena masih ada stock bonchapt yang akan berhubungan dengan novel saya berikutnya. 😊
Terima kasih banyak. Semangaaaaaaattt... ❤❤❤
__ADS_1
Love u all.. ❤❤❤
(IG : zasnovia #staronadarknight)