Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 136 Aku Benci Kamu, Bry!


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Vara memilih langsung masuk ke kamar mandi setelah sebelumnya membawa baju ganti dari lemari. Vara memutuskan untuk berendam karena hatinya terasa panas saat ini. Vara perlu menenangkan tubuh juga hatinya sambil memikirkan langkah apa yang harus diambilnya.


Setelah mengunci pintu kamar mandi, Vara menyiapkan bathtub dan mengisinya dengan banyak busa sabun, tidak lupa aromatherapy beraroma lembut yang akan menenangkan sedikit pikirannya saat ini.


Vara membenamkan seluruh tubuhnya di dalam bathtub, menyisakan kepalanya dengan mata terpejam berusaha melupakan kekecewaannya hari ini. Vara seperti melewatkan sesuatu dari kisah masa lalu Bry. Ada kisah yang masih belum dia ketahui.


'Sudah jelas, perempuan itu adalah bagian dari kisah masa lalu Bry. Tapi kenapa dia tidak pernah mengatakannya padaku? Apa karena aku tidak bertanya?' Tanya Vara dalam hati.


Tok.. Tok.. Tok..


"Sayang, buka pintunya."


Bry terdengar berteriak dengan nada khawatir karena Vara tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Vara memilih tidak menjawab dan terus memejamkan matanya. Namun Bry terus saja berteriak, membuat Vara begitu kesal. Akhirnya Vara berteriak menjawab perkataan suaminya dengan sedikit kasar.


"Kamu berisik sekali, aku sedang berendam. Jangan ganggu, menyebalkan sekali."


Bry begitu terkejut dengan perkataan Vara. Bry tahu Vara saat ini sedang marah terhadapnya, tapi sikap Vara sedikit membuat Bry kecewa. Karena bukannya meminta penjelasan, Vara memilih sibuk dengan asumsinya sendiri.


Rasa khawatir dan bersalah menjalar di hati Bry, selama ini Celline adalah bagian masa lalu yang tidak pernah dia ungkap kepada Vara. Karena memang cinta masa kuliahnya itu adalah kisah yang ingin sekali dia lupakan.


Sudah lebih dari 15 menit Vara di dalam kamar mandi, namun belum ada tanda-tanda Vara akan keluar dari kamar mandi. Bry memutuskan untuk keluar dari kamar untuk menenangkan diri. Tujuannya adalah kamar Kevin, saat ini dia butuh teman untuk mendengarkan keluhannya. Dan di Pulau penuh cinta ini, hanya Kevin yang sepertinya bebas, meskipun sesekali mengambil kesempatan untuk kembali dekat dengan Vanny.


Di koridor menuju kamar Kevin, Bry tidak sengaja bertemu lagi dengan Celline. Celline yang tadinya berjalan sambil memasang ekspresi murung, tiba-tiba berubah sumringah.


"Bryllian.."


Celline berlari ke arah Bry lalu segera memeluk tubuh Bry, membuat Bry yang tidak siap dengan tindakan Celline, tidak bisa mengelak. Namun sesaat kemudian, Bry mendorong kasar tubuh Celline yang menempel pada tubuhnya.


"Aku sudah bilang, jangan pernah ganggu kehidupanku lagi."


"Bryllian.. Aku yakin, kamu masih mencintaiku kan? Kamu tidak mungkin melupakan semua kenangan kita semudah itu."

__ADS_1


"Kenangan apa? Kenangan saat kamu lebih memilih berselingkuh dari aku dengan seorang pengusaha kaya?"


"Tidak Bryllian, kamu salah paham. Kamu tahu kan aku sangat mencintai kamu. Aku berjuang mendapatkan kamu, karena aku begitu mencintai kamu. Aku mencarimu kemana-mana, aku sengaja tinggal di Korea demi menemukanmu."


"Jangan banyak bicara, ikut aku."


Bry berjalan mendahului Celline, dan Celline mengikuti dari belakang. Bry sengaja membawa Celline ke bagian rooftop hotel, karena tidak ingin Vara mengetahui pertemuannya dengan Celline dan kembali membuat Vara marah dan salah paham. Namun Bry tidak tahu, kalau Vanny sempat melihat dirinya dan Celline memasuki lift bersamaan. Vanny yang sedikit curiga, segera menghubungi Vara yang baru saja keluar dari kamar mandi. Vanny juga memberitahu tujuan Bry, setelah memastikan lantai berapa yang dituju oleh Bry.


Vara yang mendengar perkataan Vanny, segera bisa menebak suaminya sedang bersama siapa saat ini. Tanpa membuang waktu, Vara segera menyusul Bry ke rooftop.


Gerak lift yang terasa lebih lambat dari biasanya, membuat nafas Vara naik turun.


'Saat aku marah, malah kamu jadikan kesempatan untuk menemui mantanmu itu. Keterlaluan kamu, Bry.'


Rasa kecewa memenuhi hati Vara saat ini, tapi Vara tidak ingin menangis, saat ini dia ingin tahu apa yang akan dilakukan suaminya dengan mantan kekasihnya itu.


Detak jantung Vara berdetak lebih kencang saat pintu lift terbuka dan akhirnya Vara melangkahkan kakinya menuju rooftop hotel. Vara sedikit terkesima karena disana terdapat restaurant yang menyuguhkan pemandangan indah dengan suasana yang nyaman.


Vara mengedarkan pandangannya mencari-cari keberadaan Bry dengan hati-hati, karena tidak ingin ketahuan olah Bry dan mantannya. Vara menemukan mereka sedang duduk berhadapan di sudut rooftop yang sepi, suasananya memang sedang tidak banyak orang. Hanya beberapa orang saja dan duduk berjauhan, membuat masing-masing memiliki privacy sendiri untuk berbicara sebebasnya.


Vara sengaja memilih tempat duduk di dekat pintu keluar yang terletak agak jauh dari meja Bry, namun bisa melihat langsung apa yang mereka lakukan, meskipun mustahil bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


Bry memesan americano saat pelayan datang dan Celline memesan orange juice.


"Seleramu masih saja sama, americano."


"Jangan banyak bicara, apa maumu?"


Bry berkata dengan nada sedatar mungkin, meskipun saat ini hatinya begitu emosi pada perempuan di hadapannya itu.


"Honey, aku begitu merindukanmu. Tolong jangan marah lagi padaku. Sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu, bisakah kita melepas rasa rindu kita saat ini. Bolehkan aku memelukmu Honey?"

__ADS_1


"Tidak, jangan pernah berani memelukku."


Bry menyadari sesuatu, panggilan Celline dan Vara sama kepadanya, dan entah kenapa Bry merasa mual saat Celline mengatakannya.


'Aku akan meminta Vara mengganti panggilannya padaku.' Batin Bry.


"Honey, tolong maafkan aku. Saat itu aku tidak bermaksud mengkhianatimu. Aku sudah berjuang selama 1 tahun sampai akhirnya kamu mau berpacaran denganku. Aku tidak mungkin sebodoh itu mengkhianatimu. Saat itu, Daddy menjodohkan aku dengan anak rekan bisnisnya, dan aku tidak bisa menolaknya."


Bry hanya diam mendengar penjelasan Celline, sesungguhnya Bry tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan Celline, karena semuanya kini telah berbeda. Saat ini sudah ada Vara dan kedua anak kembarnya di dalam kehidupannya. Sedangkan Celline hanyalah bagian dari masa lalu, yang harus dia lupakan.


"Honey, aku hanya berusaha menjadi anak yang berbakti untuk Daddy, tapi sekarang Daddy sudah mengizinkanku bersamamu. Honey, aku ingin kita kembali seperti dulu. Aku tidak peduli kamu sudah menikah dan punya anak, yang jelas aku masih sangat mencintai kamu dan tidak ingin kehilangan kamu lagi.


Bry menatap tajam ke arah Celline, namun Bry masih belum berniat menanggapi perkataan Celline yang begitu banyak keluar dari mulutnya.


Sementara itu, Vara yang fokus memperhatikan Bry dan Celline, tiba-tiba mendapat pesan masuk dari Bi Mona. Betapa paniknya Vara, saat Bi Mona mengabarkan bahwa suhu badan Briley kembali tinggi. Vara seketika langsung berdiri hendak keluar dari area rooftop restaurant itu. Sekilas terlihat Celline menggenggam tangan Bry yang menumpu di atas meja, dan Bry sama sekali tidak menolak atau terganggu dengan apa yang dilakukan Celline.


*'Per*setan dengan apapun yang kamu lakukan Bry. Disaat anak kita sakit, kamu malah disini bersama mantan kekasihmu. Aku sungguh benci kamu Bry.' Batin Vara.


*************************


Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya.. (like & vote boleh banget kok 😁)


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2