
Aula pernikahan yang mengarah ke taman bunga resort, terlihat megah dan indah dengan hiasan bunga serba putih yang memenuhi seluruh sudut ruangan. Taman bunga resort pun sudah dihias dengan dekorasi yang memanjakan mata. Karena setelah akad nikah di dalam aula selesai, para tamu akan diarahkan untuk menikmati hidangan di taman bunga sambil menikmati pemandangan yang indah.
Wajah-wajah bahagia keluarga & sahabat dari Brandon dan Sharon mulai terlihat di dalam aula. Mama Irena, Papa Devan, Mommy Jhena, Daddy Dave, Abeoji dan Eomma-nya Brandon tampak berbincang-bincang dengan akrabnya. Bukan hanya itu, lebih dari 50 orang anak buah terbaik Brandon dari Klan Wang Eagle, bahkan sengaja datang untuk menghadiri pernikahan dari Pimpinan Klan yang sangat mereka hormati.
"Aduh, kenapa pemandangannya jadi menyeramkan seperti ini sih? Brandon bisa kan meminta anak buahnya untuk tidak datang? Mereka bisa menghadiri resepsi pernikahan Brandon nanti di Korea, tidak perlu sampai beramai-ramai datang ke Bali."
Vanny mengomel dengan ekspresi wajah takut, namun tetap mengarahkan pandangannya ke deretan laki-laki bertubuh tegap, berwajah sangar yang mengenakan jas hitam dengan tatto yang menghiasi leher bahkan sebagian wajah mereka.
"Aku dan Satya juga mempunyai banyak anak buah, kenapa kamu tidak merasa takut?"
"Iya benar.."
Satya ikut menimpali perkataan Bry sebelumnya.
"Anak buah Kak Bry dan Kak Satya kan ganteng-ganteng dan tattonya tidak terlalu banyak."
Vanny menjelaskan dengan ekspresi malu-malu. Bry dan Satya hanya tertawa kecil menanggapinya, begitu pun semua orang yang mendengar perkataan Vanny.
"Aku yakin, pasti tubuh mereka dipenuhi tatto yang jauh lebih banyak. Seperti mafia atau yakuza di film-film itu."
Danila ikut berkomentar sambil ikut menatap deretan anak buah Brandon.
"Pasti, Brandon saja punya tatto di dada dan kedua lengannya."
Perkataan Vara yang terdengar santai justru memancing amarah Bry. Vara yang melihat tatapan tajam Bry padanya, langsung mengulas senyum kaku.
"Aku tidak sengaja melihatnya, saat dia memakai kaos lengan pendek Honey. Jangan marah seperti itu."
Vara langsung bergelayut manja di lengan Bry, lalu Bry membisikan sesuatu di telinga Vara.
"Baiklah, aku tidak marah lagi. Tapi aku akan menghukummu nanti."
"Aku menunggu hukumanmu."
Jawab Vara sambil mengerling manja, mengerti arti hukuman yang dimaksud Bry.
Kendrick, Kevin, Daniel, Samuel, Reyvan dan Satya yamg melihat drama romantis Bry dan Vara hanya mendengus dan menggelengkan kepala.
'Syukurlah, kamu terlihat sangat bahagia. Aku pun ikut bahagia.' Bisik Satya dalam hatinya.
Suasana berubah riuh saat kedua calon mempelai mulai memasuki aula dari arah yang saling berlawanan. Brandon tampak terpesona menatap Sharon yang tampak begitu cantik dengan gaun panjang berwarna putih yang dikenakannya. Begitu pun Sharon yang menatap kagum ke arah calon suaminya yang gagah dan tampan dengan tuxedonya.
__ADS_1
Setelah prosesi pembukaan dan sambutan pihak keluarga selesai, Brandon segera duduk dihadapan penghulu yang ditemani Papa Devan yang duduk di sebelah penghulu. Di sebelah Brandon, Sharon duduk sambil sesekali meremas tangannya yang dingin karena gugup.
Brandon pun merasakan hal yang sama, perasaannya terlalu gugup hendak mengucap ijab qabul. Sehingga Brandon lebih banyak diam dan menunduk sambil menghapal barisan kata ijab qabul didalam hatinya.
Kendrick dan Kevin berbisik-bisik sambil memperhatikan Brandon yang terlihat sangat gelisah dan tidak bisa menutupi rasa gugupnya.
"Kalau aku jadi Brandon, aku akan melarang seluruh anak buahku untuk datang."
"Kenapa Hyung?"
Kendrick bertanya dengan ekspresi penuh tanda tanya.
"Aku tidak mau menurunkan harga diriku. Pasti semua anak buah Brandon yang berwajah datar itu, sedang mati-matian menahan tawa, karena Pimpinan Klan mereka yang selalu terlihat dingin, bisa terlihat gelisah dan gugup di depan penghulu.
"Huahahaha..."
Seketika tawa yang keras keluar dari mulut Kendrick, sehingga mengundang tatapan sahabat-sahabat di sekitarnya. Kevin segera menutup mulut Kendrick dengan tangannya dan tersenyum kaku membalas tatapan tajam sahabat-sahabatnya.
Penghulu sudah selesai memberikan penjelasan mengenai tata cara akad nikah juga hak dan kewajiban suami istri kepada Brandon dan Sharon, dan akan segera memulai akad nikah. Papa Devan mewakilkan ijab qabul kepada Penghulu, maka sesaat kemudian penghulu menggenggam tangan Brandon untuk dan memulai proses akad nikahnya.
"Saya nikahkan dan kawinkan ananda Brandon Wang bin Wang Seok Hyun dengan ananda Sharon Makaio Anarghya binti Alm. Givan Arga Anarghya dengan maskawin seperangkat alat sholat dan perhiasan berlian 100 karat dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Sharon Makaio Anarghya binti Alm. Givan Arga Anarghya dengan maskawin seperangkat alat sholat dan perhiasan berlian 100 karat dibayar tunai."
Pertanyaan dari penghulu seketika mendapat jawaban membahana dari semua orang yang hadir.
"Saaaaaaahhh..."
"Alhamdulillaaaah.."
Ucapan syukur dari penghulu disambut tepukan yang riuh para tamu dan juga siulan-siulan dari anak buah Brandon yang tiba-tiba saling memeluk, meluapkan kegembiraan karena Pimpinan Klan mereka telah resmi menikahi gadis pujaannya.
"Kenapa anak buah Brandon mendadak terlihat manis begitu saat mereka tertawa bahagia?"
Vanny yang malah salah fokus menatap beberapa anak buah Brandon, tiba-tiba merasa terkejut saat dua tangan menangkup kedua pipinya dari arah belakang, agar kembali memandang ke arah Brandon dan Sharon.
Tadinya Vanny mengira Samuel-lah yang iseng mengganggunya, tapi saat wajahnya menoleh sedikit, ternyata Kevin-lah yang melakukannya. Kevin segera melepas tangannya dari pipi Vanny dan segera menjauh dari Vanny dan berdiri diantara Reyvan dan Kendrick yang masih fokus menatap kedua mempelai.
Brandon mengucap rasa syukur dengan mengusap wajahnya dengan kedua tangan diiringi nafas leganya. Begitupun Sharon yang terlihat menghembuskan nafas perlahan dan terharu mendengar Brandon begitu lancar mengucap ijab qabul dan telah sah memperistri dirinya.
Brandon menatap wajah Sharon yang dihiasi senyum indahnya, rasa gugup Brandon telah hilang berganti bahagia yang seakan membuncah didalam hatinya. Brandon mengulurkan tangannya yang dibalas uluran tangan Sharon. Mereka saling menggenggam erat dengan tatapan yang dalam seolah menegaskan, kini mereka sudah menjadi satu.
__ADS_1
"Sayang, aku bahagia sekali.. Akhirnya kita sudah sah sebagai suami istri."
Perkataan Brandon yang terdengar lirih, membuat hati Sharon semakin berbunga-bunga.
"Iya Sayang, aku juga sangat bahagia."
Brandon dan Sharon saling melemparkan senyum dengan tatapan berbinar penuh cinta.
Eomma Adelia menghampiri Sharon, lalu menyerahkan mahar dari Brandon berupa 1 kotak perhiasan berisi seperangkat perhiasan berlian 100 karat, dan juga 1 kotak perhiasan berisi sepasang cincin pernikahan.
Brandon dan Sharon saling memasangkan cincin pernikahan di jari manis tangan kanan mereka secara bergantian. Dan dengan senyum sumringah, mereka berpose dengan memperlihatkan jari manis tangan kanan mereka yang sudah tersemat cincin pernikahan yang indah, menandakan mereka sudah sah sebagai suami istri.
Tepuk tangan yang riuh dan doa serta ucapan selamat terus terdengar. Suasana haru dan bahagia begitu kental terasa. Terlebih saat Sharon mencium tangan Brandon yang sudah sah menjadi suaminya, untuk pertama kalinya. Brandon yang tampak terharu dan bahagia, lalu memegang kedua bahu Sharon dan mendaratkan ciuman lembut di kening istrinya.
Suasana semakin haru saat Brandon memeluk Eomma dan Abeoji-nya dengan air mata yang seketika menetes di pipinya. Mereka larut dalam tangis bahagia, yang berasal dari ungkapan hati mereka saat ini. Sharon pun menangis tersedu-sedu saat memeluk Papa Devan dan Mama Irena yang sudah dia anggap orangtua kandungnya sendiri.
Setelah itu, Brandon dan Sharon mulai bertukar posisi dengan Sharon. Brandon memeluk Papa Devan dan Mama Irena yang memang sudah dekat dengannya sejak bersahabat dengan Vara. Sharon juga memeluk Eomma dan Abeoji yang sejak saat ini juga menjadi orangtuanya.
Rasa haru bukan hanya dirasakan keenam orang yang sedang berpelukan itu, tapi juga dari hampir semua anggota keluarga dan sahabat yang hadir.
Setelah adegan penuh haru itu selesai, pihak WO mengarahkan para tamu ke area taman bunga untuk menikmati hidangan yang telah disediakan pihak resort.
Brandon dan Sharon yang bagaikan Raja dan Ratu sehari, berdiri di salah satu sudut taman yang berhias bunga-bunga untuk menerima ungkapan rasa bahagia melalui ucapan selamat serta doa dari seluruh keluarga juga sahabat. Senyum indah terus mengembang dari wajah Brandon dan Sharon, menunjukan bahwa saat ini mereka begitu bahagia dapat mewujudkan cinta pertama mereka yang sempat tertunda.
Sampai juga pada acara pelemparan buket bunga yang sudah ditunggu-tunggu banyak orang. Danila dan Vanny terlihat begitu antusias dengan segera bersiap di barisan paling depan. Mereka bertekad akan mendapatkan buket bunganya kali ini, karena mereka sempat kecewa saat tidak mendapat buket bunga di pernikahan Bry dan Vara.
Sharon mengayun-ayun buket bunganya dengan posisi membelakangi para tamu. Pada hitungan ketiga buket bunga terlempar begitu tinggi, dan akhirnya mendarat tepat di pangkuan seorang laki-laki yang sedang duduk menikmati minumannya sambil menonton keriuhan orang-orang yang berharap mendapat buket bunga pengantin.
Semua mata menatap terkejut ke arahnya, sedangkan laki-laki itu masih terdiam menatap buket bunga yang masih setia berada di pangkuannya.
"Hah? Kendrick?"
***********************************************
Terima kasih banyak sudah mampir di novel ini. Semoga selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
__ADS_1
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..