Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 130 Bayang-bayang Masa Lalu


__ADS_3

Sharon memberanikan diri mengetuk pintu kamar yang ditempati Brandon dengan sangat hati-hati. Namun tidak ada jawaban  dari dalam, meskipun Sharon sudah mengetuk pintunya berkali-kali.


Dengan ragu-ragu, akhirnya Sharon mencoba membuka pintu kamar itu, yang ternyata tidak terkunci. Saat pintu  terbuka, pemandangan pertama yang dilihat Sharon adalah Brandon yang tertidur pulas di atas tempat tidur , Brandon sama sekali tidak terganggu dengan suara pintu terbuka dan juga derap langkah Sharon yang berjalan menuju ke arahnya.


Sharon yang melihat Brandon tertidur begitu damai, segera naik ke atas tempat tidur dan ikut merebahkan dirinya disamping suaminya. Ditatapnya wajah Brandon dengan lekat, tidak ada tanda-tanda Brandon akan bangun dari tidurnya, bahkan Brandon sama sekali tidak terganggu dengan gerakan-gerakan kecil dari Sharon di atas tempat tidur. Mungkin efek dari obat tidur yang diminumnya sesampainya di villa, masih begitu kuat.


Sharon  melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Brandon dan merangsek masuk ke dalam dekapan dada Brandon yang bidang. Namun Brandon tidak juga terbangun, malah semakin nyaman dengan kehangatan tubuh Sharon yang menempel pada tubuhnya.


Brandon yang masih mengenakan kemeja putih dengan dua kancing atas yang terbuka, membuat Sharon bisa meletakan kepalanya di dada Brandon tanpa terhalang apapun. Detak jantung Brandon terdengar teratur, terasa mendamaikan hati Sharon yang sempat kacau karena rasa cemburunya. Rasa kantuk mulai menyerang, sampai akhirnya Sharon ikut terlelap bersama Brandon.


1 jam kemudian, Brandon yang menyadari ada seseorang dalam dekapannya langsung membuka matanya dan mendorong pelan orang yang menempel erat di dadanya itu. Namun senyum manis langsung merekah, saat Brandon melihat wajah seseorang yang sangat dicintainya, tengah tertidur begitu damai dalam dekapannya.


Brandon mengelus  lembut pipi Sharon, berusaha agar tidak mengganggu tidur Sharon. Namun gerakan halus  Brandon ternyata cukup untuk membangunkan Sharon dari tidur lelapnya.


Sharon mengerjap-ngerjapkan matanya melihat tepat pada pemilik dada bidang dihadapannya. Senyum manis Brandon berhasil membuat Sharon sepenuhnya sadar dari tidurnya.


Dengan ekspresi malu, Sharon kembali membenamkan dirinya di dada Brandon. Namun Brandon sedikit mengangkat dagu Sharon agar Sharon menatap tepat ke dalam matanya.


“Apa kamu mencintaiku?"


Pertanyaan Brandon yang to the point, sedikit mengejutkan Sharon, dan hal ini tidak lolos dari perhatian Brandon.


“Kenapa kamu begitu  terkejut dan bingung?”


Brandon mendorong pelan tubuh Sharon agar tidak lagi menempel pada tubuhnya, Brandon mengira kalau ekspresi bingung dan terkejut Sharon adalah gambaran keraguan di dalam hatinya.


Brandon beranjak dari tempat tidur dan segera berdiri hendak keluar dari kamar, namun Sharon segera menyusul Brandon  dan memeluknya dari belakang.


“Tolong jangan pergi, dengarkan penjelasanku dulu. Aku tidak ingin kamu mengambil kesimpulan yang salah.”


“Kesimpulan soal apa?” Brandon bertanya tanpa membalikan badannya.


“Aku minta maaf soal kejadian tadi sore, saat kamu melihatku duduk bersama seorang pria di Café. Pertemuan dengannya hanya suatu kebetulan, dia adalah kakak kelasku sewaktu SMA di kota J. Kami tidak ada hubungan apapun Sayang.”


Perasaan Brandon menghangat, bukan hanya karena penjelasan Sharon yang mengurai semua kesalahpahaman terhadap istrinya, tapi juga panggilan Sayang dengan nada manja yang begitu manis didengarnya.


Brandon belum mau menanggapi penjelasan Sharon, dia malah mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas. Terdapat pesan dari Jared disana, lalu Brandon segera membuka beberapa file yang dikirimkan Jared, sesuai permintaan Brandon tadi sesampainya di villa.


Brandon berkali-kali mengerutkan keningnya, saat membaca file-file itu, mengundang tanya di pikiran Sharon yang tidak berani bertanya langsung tentang file apa yang sedang dilihat Brandon.


“Sharon.. Laki-laki itu memang bukan mantan kekasihmu, tapi kalian sempat dekat kan? Seperti layaknya kekasih namun tanpa status yang jelas.”


Sharon membulatkan matanya dengan sempurna, tidak menyangka kalau Brandon akan mengetahui hubungannya dengan Evander dulu.


“Sayang, bagaimana kamu tahu soal itu?”


“Kamu tidak perlu tahu, aku mengetahuinya dari mana. Kamu cukup jelaskan padaku semuanya.”

__ADS_1


“A.. Aku memang sempat dekat dengannya, tapi kami hanya bersahabat. Tidak sampai berpacaran.”


“Tapi kamu mencintainya kan?”


“Dulu.. Tidak dengan sekarang.”


Sharon menekankan perkataannya, namun Brandon masih terlihat tidak percaya.


“Bohong.”


Brandon berkata dengan nada datar dan dingin, Sharon  sadar kalau suaminya tidak akan mudah percaya kali ini. Sharon pun tidak berani mendekat dan menyentuh suaminya sama sekali karena takut Brandon akan menolaknya.


“Sayang, yang aku cintai saat ini hanya kamu. Tolong percayalah padaku."


Brandon menatap langsung ke dalam manik mata Sharon yang jernih, tidak ada kebohongan disana, namun entah kenapa hati Brandon belum mau percaya dengan pengakuan Sharon. Mungkin  karena Brandon berkaca pada dirinya yang saat ini masih menyimpan nama Vara di hatinya, meskipun hanya di celah kecil hatinya.


“Sayang, aku mohon percayalah padaku. Aku benar-benar mencintaimu. Hanya kamu yang ada di hatiku.”


Brandon  menarik lengan Sharon dan mendekap tubuh Sharon begitu erat, menyalurkan rasa rindu yang begitu memenuhi hatinya saat ini.


“Aku percaya padamu Sayang.”


Sharon melingkarkan tangannya di pinggang Brandon dan semakin menenggelamkan kepalanya di dada Brandon.


“Terima kasih karena kamu mempercayaiku.Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu Sayang.”


“Apa yang ingin kamu tanyakan Sayang?”


“Aku.. Aku ingin tahu apa yang kamu bicarakan dengan Vara tadi sore di pinggir kolam renang. Kamu begitu bahagia saat bersamanya. Kamu tidak pernah tertawa sekeras tadi saat bersamaku.”


Sharon menunduk malu dan tidak berani menatap langsung ke dalam mata Brandon. Namun Brandon justru tersenyum dengan sangat manis sambil memandang wajah Sharon yang sudah memerah.


“Kamu cemburu?”


Sharon terdiam dan terlihat sangat enggan menjawab pertanyaan Brandon.


“Aku suka saat kamu cemburu.”


Brandon kembali tersenyum, berbanding terbalik dengan Sharon yang mengerucutkan bibirnya karena kesal.


“Aku suka kamu cemburu, karena itu tandanya kamu mencintaiku. Tapi tolong, setiap kali kamu cemburu, katakan padaku. Agar aku tahu dan tidak melakukan hal-hal yang tidak kamu sukai.”


Sharon menganggukan kepalanya dengan sangat pelan.


Brandon  tersenyum, lalu membuka  dan menunjukan rekaman CCTV yang dikirim Jared terakhir kali. Rekaman CCTV yang diminta Brandon dari kamera CCTV yang terdekat dari posisi duduk Brandon dan Vara tadi sore.


Rekaman yang dilengkapi suara itu mulai dilihat dan didengarkan oleh Sharon. Ekspresi wajahnya berubah sumringah saat mendengar semua obrolan Vara dan Brandon dalam rekaman itu. Bahkan tawanya lolos berkali-kali, membuat Brandon menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Kenapa kamu terlihat senang sekali? Tadi saja cemberut, malah sampai kabur.”


Sharon yang merasa tersindir, mencubit pinggang Brandon yang seketika meringis kesakitan.


“Sudah, jangan menggodaku. Bukan hanya aku yang sudah salah paham, kamu pun begitu kan?”


“Iya Sayang.. Maafkan aku ya. Aku begitu cemburu melihatmu tertawa bersama dengan laki-laki yang tidak aku kenal.”


“Iya Sayang, aku juga minta maaf ya, sudah salah paham padamu. Wajar kan kalau aku cemburu, terlebih aku tahu kamu pernah begitu mencintai Vara. Aku takut kamu masih mencintai Vara dan ingin kembali bersamanya.”


“Sayang, itu tidak mungkin terjadi. Kamu lihat kan Vara sudah bahagia dengan keluarga kecilnya, begitu pun dengan kita. Kita akan segera menyusul Vara dan Bryllian untuk memiliki keluarga kecil juga.”


“Iya Sayang.. Aku juga ingin bahagia bersamamu dan juga anak-anak kita nanti."


Brandon  memegang kedua bahu Sharon dengan sangat lembut dan tidak melepas pandangannya dari wajah Sharon yang terlihat begitu menggemaskan.


“Sayang, kamu mau memiliki anak dariku?”


“Tentu saja Sayang, aku sangat ingin memiliki anak yang mirip denganku dan juga kamu.”


“Baiklah, kalau begitu ayo kita buat sekarang.”


Sharon berteriak kecil karena merasa terkejut saat tiba-tiba Brandon menggendongnya  dan merebahkannya diatas tempat tidur. Brandon mengungkung tubuh Sharon  yang berada dibawahnya.  Mereka saling bertatapan. Pandangan Brandon yang sudah diselimuti kabut hasrat, menarik lengkungan di bibir Sharon.


Sharon mengalungkan tangannya di leher Brandon dan mengikis jarak antara wajahnya dan wajah Brandon. Dikecupnya bibir Brandon yang sedikit terbuka, kemudian melepasnya dengan perlahan. Namun sebelum bibir Sharon terlepas dari bibirnya, Brandon menahan tengkuk Sharon agar tidak melepas pertautan bibir mereka.


Tok.. Tok.. Tok..


Sharon berusaha melepas bibirnya dari bibir Brandon, tapi Brandon tidak mau melepasnya begitu saja. Brandon tidak peduli dengan ketukan di pintu yang terdengar tidak sabar, dia masih asyik menikmati bibir Sharon yang memabukan.


"Hyung, cepat keluar.. Sesuatu terjadi, gawat Hyung."


*****************************


Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini..


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya.. (like & vote boleh banget kok 😁)


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..

__ADS_1


__ADS_2