
Sementara itu tampak seorang laki-laki sedang duduk menikmati secangkir espresso, di sebuah mansion mewah di sudut kota. Mansion itu dikelilingi pohon pinus dengan hamparan kebun bunga, juga dilindung pagar tinggi menjulang dan beberapa pengawal pribadi yang berjaga di beberapa sudut mansion.
Laki-laki itu menatap layar handphone-nya. Sebuah photo keluarga, Kedua orangtua dengan 3 anaknya yang masih kecil sedang bermain di pinggir pantai.
Tangannya menyentuh pelan tepat di gambar anak laki-laki berumur sekitar 5 tahun, Arya saat kecil.
'Brother.. Aku akan membalaskan kematianmu. Aku sudah menemukan cara untuk membuatnya menderita. Maaf jika wanitamu yang sangat kamu cintai itu, aku jadikan alat untuk membalas dendam.'
Laki-laki itu berganti menyentuh gambar perempuan cantik dengan gadis kecil didepannya, Ibu dan juga adiknya.
'Mama.. Lana.. Aku merindukan kalian. Tapi aku tidak akan menemui kalian sebelum dendam ini terbalaskan. Aku akan tetap melihat dan menjaga kalian dari jauh.'
Laki-laki itu kakak kandung dari Arya Kusuma, namanya Satya Efrain Scott. Mereka tiga bersaudara, Satya saat ini berusia 27 tahun, Arya 5 tahun lebih muda dari Satya, sedangkan Lana berbeda 8 tahun dari Satya. Ayah Satya adalah orang Inggris, sedangkan Ibunya dari Indonesia.
Kedua orangtua mereka berpisah saat Satya masih berumur 10 tahun. Satya tidak mengetahui alasan kedua orangtuanya bercerai. Ayahnya pun tak pernah menjelaskan saat Satya bertanya. Namun karena perpisahan itulah, akhirnya Satya dibawa oleh Ayahnya ke Inggris, sedangkan Arya dan Lana tetap tinggal bersama Ibunya di Indonesia.
Soal nama pun, Arya dan Adiknya menggunakan nama besar keluarga Ibunya, yaitu keluarga Kusuma. Sedangkan Satya menggunakan nama keluarga Ayahnya dibelakang namanya.
Diluar mansion milik Satya, Kevin dan Daniel tampak duduk di mobil sport hitam milik Kevin. Mereka mengawasi keadaan mansion dari luar. Kevin berusaha meretas akses CCTV di mansion itu, namun sulit. Tanpa mereka sadari, orang kepercayaan Satya sudah mengetahui keberadaan Kevin bersama Daniel, dan langsung melaporkannya pada Satya.
Satya yang mendengar laporan dari Larry orang kepercayaannya, langsung menyeringai. Menyunggingkan senyum sinisnya. Satya bergerak melihat rekaman CCTV yang ditunjukan Larry. Rekaman CCTV yang mengarah ke mobil Kevin.
"Mereka sangat bodoh. Jalankan rencana selanjutnya." Perkataan Satya langsung dibalas dengan anggukan Larry.
__ADS_1
"Baik." Larry berjalan keluar ruangan Satya, meninggalkan Satya yang kemudian bersiap-siap untuk pergi dan menjalankan rencananya selanjutnya.
Sementara itu 2 jam setelah Bry meninggalkan apartment-nya, mobil Bry sudah sampai di depan rumah Vara. Perjalanannya menjadi lebih lama, karena Bry mampir ke beberapa tempat sebelum ke rumah Vara. Kali ini Bry tidak memarkirkan mobilnya di sebrang rumah Vara, tapi Bry memilih menemui Security rumah Vara dan menyampaikan niatnya untuk bertemu Vara. Security rumah Vara yang bernama Pak Rahman langsung masuk dan memberitahukan kedatangan Bry.
"Non Vara.. Ada yang ingin bertemu, namanya Den Bryllian." Vara yang sedang sarapan bersama kedua orangtuanya, tampak sangat terkejut. Mama dan Papa Vara saling berpandangan karena merasa asing dengan nama yang mereka dengar.
"Iya baik Pak.. Saya keluar. Terima kasih Pak." Vara langsung berlari melewati Pak Rahman yang masih berdiri didekat meja makan. Lalu kemudian menyusul keluar untuk kembali berjaga.
Vara bahagia melihat kekasih barunya berdiri dihalaman rumahnya sambil memegang buket bunga mawar merah yang sangat besar, sambil menenteng 3 kotak besar.
"Bry.. " Vara menghampiri Bry dengan masih setengah berlari. Bry merentangkan tangannya meminta Vara memeluknya. Tapi Vara malah menjaga jarak dari Bry.
"Jangan Bry, nanti dilihat Mama sama Papa." Bry tersenyum memaklumi, dia tidak ingin kesan pertamanya dimata calon mertua menjadi buruk.
"Baiklah.. Aku akan tagih pelukannya saat kita hanya berdua." Kata Bry dengan kerlingan menggoda.
"Ini buat Kamu." Bry menyerahkan buket bunga mawar merahnya yang menutupi setengah tubuh Vara.
"Terima kasih Bry, bunganya indah sekali." Bry tersenyum senang mendengar perkataan Vara.
"Tidak ada yang lebih indah dari kamu Sayang." Gombalan Bry langsung membuat pipi Vara merona.
"Ih apaan sih." Wajah menggemaskan Vara yang sedang malu, semakin membuat Bry terpesona.
"Sayang.. Ini buat orangtua kamu." Lalu Bry memperlihatkan 3 kotak besar yang ternyata berisi makanan, kosmetik dan barang-barang khas Korea, yang sengaja dibawanya dari salah satu supermarket besar miliknya. Supermarketnya itu khusus menjual makanan dan barang-barang khas Korea.
__ADS_1
"Terima kasih Bry. Kenapa kamu repot-repot sekali."
"Tidak apa-apa, aku harus membawa sesuatu saat bertemu calon mertua." Perkataan Bry membuat Vara tertawa.
"Ayo masuk, aku kenalkan sama Mama dan Papaku." Bry mengangguk pelan, lalu mengikuti Vara masuk ke dalam rumahnya.
Mama dan Papa Vara memperhatikan laki-laki yang berjalan dibelakang Vara. Merasa heran karena selama wajah laki-laki itu tidak mereka kenal. Hanya sedikit teman laki-laki yang pernah Vara ajak ke rumah. Terlebih setelah Arya meninggal, hanya Brandon sahabat yang sering datang ke rumah Vara.
Vara dan Bry meletakan buket bunga mawar dan 3 kotak besar yang dibawanya di meja dekat meja makan. Lalu Bry mengikuti Vara menghampiri Mama Papa Vara.
"Ma..Pa.. kenalkan, ini Bryllian."
"Selamat Pagi Om.. Selamat Pagi Tante.." Bry menyapa dan menyalami Papa dan Mama Vara dengan ramah dan sopan.
"Eh temannya Vara ya?" Mama langsung menyambut Bry dengan ramah.
"Hmm.. Bry ini pacar Vara, Ma.." Vara menjawab dengan pelan menyembunyikan ekspresi malunya.
****************************************
Image Source : Instagram
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya..