
BR GROUP
Sudah hampir 1 bulan ini keadaan Bry terlihat sangat kacau. Setiap hari dia bekerja sampai larut malam untuk mengalihkan fokusnya dari memikirkan Vara, meskipun tidak pernah berhasil. Sepulang bekerja dia akan minum-minum dikamarnya sambil meratapi kebodohannya yang lagi-lagi kehilangan Vara.
Bry masih belum menemukan keberadaan Vara setelah Satya membawa Vara pergi diam-diam dari Rumah Sakit. Bry tahu pasti Vara mendapat bantuan dan perlindungan ekstra ketat dari Satya. Dari hasil penyelidikan orang-orang kepercayaan Bry, Vara tidak berada di mansion Satya, sedangkan Satya selalu pulang ke mansionnya sepulang dari kantor SEC Corporation.
Vara juga tidak terlihat di kampus padahal Bry tahu jelas, minggu ini Vara ada jadwal bimbingan untuk Bab terakhir skripsinya. Bry berusaha menemui Satya untuk menanyakan keberadaan Vara, tapi Satya selalu menolak bertemu dengannya bahkan tidak mengangkat telepon atau membalas pesan Bry. Tentu hal ini membuat Bry semakin stres dan marah.
Apalagi Bry harus selalu bersandiwara saat kedua orang tua atau mertuanya bertanya tentang keadaan Vara, Bry selalu mengatakan kehamilan Vara baik-baik saja, begitupun dengan kehidupan pernikahannya.
Bry tampak sedang melamun di rooftop perusahaan BR Company sambil menyesap rokoknya dalam-dalam. Pikirannya lagi-lagi melayang pada Vara yang begitu dia cintai dan rindukan.
'Sayang, kamu dimana? Aku merindukanmu.. Maafkan aku yang membuat kita kehilangan calon anak kita. Aku tahu kamu marah dan kecewa, aku tahu kamu begitu kehilangan calon anak kita tapi aku juga tidak bisa menahan sakit ini sendirian. Aku ingin kamu ada disampingku. Tolong kembalilah.' Batin Bry.
Lamunan Bry buyar saat menyadari Daniel datang dan memberinya sebuah undangan.
"Ada undangan pesta Launching Apartment mewah dari SEC Corporation. Satya mengundang kita semua untuk datang. Tentu saja kita harus datang, BR Electronic dan BR Furniture kan pemasok barang untuk proyek apartment ini, yang memberi kita banyak keuntungan."
"Aku pasti datang, ini adalah kesempatanku bertemu dengan Satya. Aku harus menanyakan keberadaan Vara pada Satya. Kapan waktunya?"
"Besok malam.."
"Ok.."
Bry kembali menyesap rokoknya dalam-dalam dan menghembuskannya seolah membuang sedikit beban dihatinya yang terasa semakin menyesakan.
BALLROOM SEC LUXURY APARTMENT
Bry, Daniel dan Kevin baru saja memasuki ballroom apartment tempat pesta Launching komplek Apartment mewah milik Satya dilaksanakan. Tamu-tamu penting dari kalangan pengusaha dan pejabat terlihat sudah menempati meja-meja yang disediakan.
Bry, Daniel dan Kevin pun menempati meja bertuliskan BR Group yang telah disediakan khusus untuk mereka. Bry sesekali bertukar sapa dan membahas bisnis dengan beberapa tamu Satya yang juga merupakan rekan bisnisnya.
Pandangan Bry jatuh pada sosok Satya yang terlihat memasuki ballroom diikuti Larry dan jajaran management SEC Corporation. Satya pun menyadari keberadaan Bry, namun Satya sama sekali tidak berniat menyapa laki-laki yang sudah dia anggap bersalah pada istrinya itu. Satya memilih melenggang pergi melanjutkan langkahnya menuju meja yang disediakan untuknya.
Tiba-tiba Bry seakan berhenti bernafas saat sosok yang selama ini Bry rindukan terlihat berjalan dibelakang jajaran management dengan dikawal beberapa pengawal pribadi Satya.
Vara terlihat begitu cantik dengan gaun panjang berwarna putih, dengan belahan yang cukup tinggi sampai ke pahanya. Bagian dada yang terbuka menambah kesan seksi dan elegant membuat semua mata menatap kepada Vara. Bry sangat terpesona..
'Sayang.. Kamu cantik sekali.. Kamu kemana saja Sayang? Aku benar-benar merindukanmu.' Batin Bry.
Tapi emosi Bry seketika naik, saat melihat tatapan liar dari hampir semua tamu laki-laki yang memandang Vara tanpa berkedip.
'Sayang.. Kenapa kamu memakai gaun terbuka seperti itu, tolong jangan membuat mereka menatapmu dengan liar. Aku tidak rela.' Keluh Bry dalam hati.
Bry hendak menghampiri Vara, namun Satya dan Vara segera naik ke podium setelah sebelumnya Pembawa Acara meminta mereka untuk naik.
__ADS_1
Bry mengerutkan keningnya karena rasa bingung, heran dan terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Terima kasih atas kedatangan para tamu undangan semua. Kami dengan bangga meresmikan peluncuran SEC Luxury Apartment yang merupakan kawasan apartemen mewah yang kami design dengan sangat apik dilengkapi dengan semua fasilitas canggih dan mewah yang memberikan kenyamanan, keamanan dan banyak hal yang tidak ada di apartemen lain. Terima kasih kepada semua pihak yang bekerjasama dengan kami sehingga proyek ini dapat terlaksana. Terima kasih juga kepada Jajaran management dan semua karyawan SEC Corporation yang ikut mensukseskan peluncuran apartment ini. Saya perkenalkan juga Nona Zivara Narendra Anarghya sosok yang paling berperan dalam mendesign interior dari semua unit apartemen kami ini. Beliau yang selama sebulan ini bekerja sangat keras merubah konsep yang sebelumnya terlihat biasa menjadi sangat luar biasa. Terima kasih Nona Zivara."
Vara tersenyum manis kearah Satya dengan sedikit menganggukan kepalanya.
"Nona Zivara ini merupakan sosok yang sangat luar biasa, dengan ide-ide cemerlangnya yang dituangkan kedalam design dan konsep yang sangat unik membuat saya semakin bersemangat mengembangkan proyek-proyek saya selanjutnya. Nona Zivara silahkan untuk menjelaskan konsep SEC Luxury Apartment kepada para tamu undangan."
Vara yang sejak tadi sudah menjadi pusat perhatian semua orang, semakin menambah kagum semua orang yang hadir saat dirinya menjelaskan konsep yang ditawarkan SEC Luxury apartment dengan sangat elegant, namun terlihat sangat smart.
"Jadi.. Semua penghuni SEC Luxury Apartment bukan hanya diberikan kenyamanan dan keamanan tetapi juga dimanjakan dengan design interior yang unik dan apik, juga semua fasilitas lengkap yang bisa didapatkan disini tanpa harus keluar dari kawasan apartemen. Apartemen ini juga menjadi prestise bagi pribadi yang berpikiran terbuka dan modern."
Vara melanjutkan penjelasannya dengan sangat memukau. Hampir semua tamu mengarahkan camera ponselnya kearah Vara, membuat Bry mengepalkan tangannya menahan emosi.
Setelah Vara selesai memberikan penjelasannya, Satya menggandeng Vara menghampiri tamu-tamu undangan dan mengenalkan Vara kepada mereka dengan memuji betapa luar biasanya Vara. Semua tamu bukan saja memuji ide-ide Vara, tapi juga kecantikan Vara yang membuat mereka terpesona.
Tidak berhenti sampai disitu, Vara yang seakan menjadi tokoh utama di acara malam ini menjadi target empuk bagi Pembawa Acara juga wartawan untuk dikenal lebih dalam. Namun Vara terlihat malu-malu dan menolak membahas hal-hal selain peluncuran apartemen mewah ini.
Bry hendak menghampiri Vara, namun Daniel dan Kevin menahannya.
"Bry.. Vara sedang membuktikan kemampuannya, jangan rusak dengan rasa cemburumu. Jika kamu melakukannya, dia akan semakin pergi darimu."
Daniel menepuk pelan bahu Bry untuk menenangkan emosi sahabatnya itu, yang kemudian ditimpali oleh Kevin.
"Iya Bry.. Dukung Vara dengan memberinya ruang. Mungkin ini yang ingin dia tunjukan padamu."
Bry sedikit tenang, meskipun pikirannya masih belum bisa memahami maksud dari Vara yang tiba-tiba berubah dalam waktu singkat.
FLASHBACK ON
Vara bersembunyi dari Bry di sebuah apartemen di salah satu kawasan apartemen milik Papa Devan. Satya datang ke apartemen Vara untuk 8 pengawal agar menjaga Vara dari Bry yang sewaktu-waktu bisa menemukan Vara.
"Wow.. apartemenmu bagus sekali, dan kawasan apartemen ini terlihat sangat unik."
"Aku yang mendesign interiornya.. Boleh dibilang aku adalah Interior Designer sekaligus Decorator Designer di perusahaan Papa, tapi aku bukan karyawan Papa secara resmi."
"Benarkah? Aku benar-benar tidak menyangka."
Satya memandang Vara dengan tatapan kagum yang sama sekali tidak berniat disembunyikannya.
"Aku belum mau bergabung di perusahaan Papa sebelum aku lulus, jadi aku hanya membuat design berdasarkan layout apartemen yang diberikan Papa dirumah."
"Vara maukah kamu bergabung dengan perusahaanku, aku akan menunjukan beberapa apartemen, perkantoran dan beberapa gedung lain. Aku ingin kamu mendesign-nya."
Satya terlihat begitu antusias saat memberi penawaran pada Vara.
"Hmm.. Aku masih amatir Satya."
"Tidak.. Aku menemukan banyak keunikan dalam design-mu, aku begitu penasaran."
__ADS_1
Satya melihat keraguan di wajah Vara, namun Satya kembali meyakinkan Vara untuk menerima tawarannya.
"Ayolah Vara.. Jangan sia-siakan bakat luar biasamu ini. Kamu akan membuka pintu kesuksesanmu. Apalagi sebentar lagi kamu lulus. Hanya tinggal menunggu sidang."
"Hmm.. Baiklah, aku mau menerima tawaranmu."
"Yeees.."
Akhirnya Vara menerima tawaran Satya dan sehari setelahnya Vara langsung membuat design interior untuk semua layout apartemen yang dikirimkan Satya tanpa membuang-buang waktu.
Sesuai perkiraan, Satya begitu puas dan terkagum-kagum dengan ide-ide Vara yang dituangkan kedalam design-design berkarakter kuat yang baru dilihatnya.
Satya begitu bersemangat mewujudkan semua design Vara kedalam proyek-proyek besarnya, yang diyakininya akan memberikan keuntungan yang besar bagi dirinya dan juga menjadi pintu kesuksesan bagi Vara.
FLASHBACK OFF
Vara meminta izin kepada Satya untuk pergi ke toilet sebentar. Bry langsung mengikuti Vara yang berjalan menjauh dari para tamu undangan ke sebuah koridor menuju toilet.
"Sayang.."
Vara terkejut mendapati Bry tiba-tiba sudah ada dihadapannya.
"Sayang.. Aku begitu merindukanmu."
Bry menatap Vara dengan mata sendu penuh ekspresi kesedihan. Vara hanya diam mematung, namun hatinya berteriak.
'Aku juga merindukanmu Bry.' Batin Vara.
"Sayang.. Bolehkah aku memelukmu?"
Vara tidak menjawab, pikirannya sibuk menahan perasaan yang saat ini begitu ingin diluapkan. Bry memeluk tubuh Vara dengan sangat erat dan mencium lembut puncak kepala Vara.
"Aku merindukanmu Sayang.. Tolong jangan pergi lagi, aku benar-benar membutuhkanmu."
***************************************
Image Source : Instagram
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1