Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 23 Dinner Romantis


__ADS_3

Bry dan Vara sudah sampai di Restaurant bintang 5 yang mewah. Bry sengaja memilih Restaurant dengan menu makanan yang beragam dari berbagai negara, agar lebih banyak pilihan menunya.


Bry tahu dengan pasti, makanan favorit Vara adalah makanan Italia, Korea dan Perancis. Dan entah makanan apa yang sedang Vara inginkan malam ini. Tapi untuk sementara Bry sudah memesankan beberapa menu yang sudah jelas disukai Vara saat reservasi tadi siang.


Bry dan Vara naik ke rooftop restaurant yang private dan mewah. Bry sengaja memilih  rooftop yang private, agar makan malam mereka lebih romantis dengan menikmati pemandangan langit yang indah, sekaligus melihat pemandangan kota dari atas rooftop . Privacy mereka pun dapat terjaga dan tidak terganggu oleh keramaian.


Vara tampak takjub dengan dekorasinya, terasa romantis dan elegan. Bunga lily yang dipadukan dengan mawar putih, lilin-lilin, lampu-lampu kecil serta pemandangan yang menakjubkan, benar-benar memanjakan mata Vara.


Bry menarik kursi untuk Vara duduk, sebelum Bry duduk di kursinya sendiri. Vara tidak dapat menyembunyikan ekspresi senangnya saat melihat dekorasi rooftop. Hal ini membuat Bry puas.


"Bry, ini bagus sekali. Terima kasih ya."


"Sama-sama Sayang. Aku senang kalau kamu menyukainya."


"Sangat Bry. Aku sangat menyukainya."


Lalu pelayan datang mengantarkan pesanan Bry. Dibuka dengan Appetizer, yaitu Canape, Fruit Salad, Ravioli Stuffed with Chicken.  Dilanjutkan dengan Main Course berupa Grilled Wagyu Beef Tenderloin, Lobster with Almas Caviar, dan Seared Halibut. Lalu Dessert-nya Golden Opulence Sundae dan Creme Brulle.


Bry tidak memesan wine atau minuman beralkohol lainnya, karena disamping khawatir akan mabuk saat harus menyetir, Bry juga tahu kalau Vara tidak menyukai minuman beralkohol.


"Bry, kamu benar-benar menyuruhku untuk menjadi gemuk ya. Aku sudah tidak kuat memakannya." Bry tertawa dengan keras.


"Hahaha.. Tadinya aku berencana menambah menu untuk kamu."

__ADS_1


"Kamu mau membuat perutku meledak?" Bry tertawa lagi sambil mencubit pipi Vara.


"Biar pipi kamu menjadi chubby." Vara cemberut menanggapi Bry yang malah semakin gemas.


"Tapi Bry, semua menunya enak sekali. Aku benar-benar menyukai semuanya."


"Mungkin karena kamu rakus, jadi semua makanannya terasa enak." Vara cemberut lagi mendengar perkataan Bry, dan lagi-lagi Bry tertawa senang. Karena berhasil menjahili Vara.


"Bry, aku mau ke toilet dulu ya." Kata Vara sambil mengambil hand bag-nya


"Apa perlu aku antar, Sayang?" Bry menyelesaikan makannya berniat mengantar Vara.


"Tidak perlu Bry." Vara mengangkat sedikit tangannya menyuruh Bry agar tetap duduk.


Vara berjalan menuju toilet di luar area rooftop. Vara harus masuk ke dalam gedung terlebih dahulu untuk sampai ke toilet.


Baru saja Vara memasuki gedung, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menabrak tubuh Vara dan menumpahkan segelas wine ke gaun Vara. Vara hampir saja terjatuh, namun untungnya laki-laki itu berhasil menahan tubuh Vara dengan kuat. Sesaat kemudian mata Vara terpaku pada wajah dihadapannya.


Setelah beberapa saat, kesadaran Vara telah kembali. Vara langsung menegakan tubuhnya  dengan tetap menatap wajah laki-laki dihadapannya dengan tatapan terkejut namun sedikit sendu.


"Saya minta maaf, saya benar-benar tidak sengaja. Maafkan, gaun anda jadi kotor karena saya." Lalu laki-laki itu memberikan selembar kartu pada Vara.


"Ini kartu nama saya. Saya akan mengganti gaun anda. Apakah saya boleh meminta nomor anda?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, tidak usah mengganti gaun saya." Lalu Vara berbalik hendak menuju toilet dengan mata berkaca-kaca.


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya..


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2