
BR GROUP
Senyum Bry mengembang dengan sangat sempurna, seiring langkahnya melintasi lobby perusahaan yang ramai dengan karyawan-karyawannya yang seketika menepi memberikan jalan bagi Boss besar mereka. Ucapan "Selamat Pagi" terdengar dari semua karyawan yang berpapasan dengan Bry, dan Bry membalas ucapan mereka dengan kalimat yang sama, juga tetap mengurai senyumnya yang membuat semua karyawan merasa heran sekaligus senang.
Semakin hari sikap Bry memang semakin jauh berubah, senyum manis dan sikap ramah Bry tiba-tiba saja menjadi pemandangan menceriakan bagi semua orang setiap harinya. Meskipun wajah dinginnya akan sesekali muncul saat meeting management atau saat ada staffnya yang melakukan kesalahan.
Bry sudah dikenal sebagai CEO dari group perusahaan yang sangat berkembang dan memperoleh keuntungan besar saat ini. Hal ini tentu berbanding lurus dengan bertambahnya koneksinya di dunia bisnis. Tapi tentu sepaket dengan gangguan-gangguan yang tidak hentinya dia terima. Beberapa rekan bisnisnya secara terang-terangan hendak menjodohkan Bry dengan anak-anaknya, bahkan tidak segan menyuruh anak mereka datang ke BR Group untuk mendekati Bry. Bahkan ada pula beberapa rekan bisnisnya yang sengaja membawa artis atau model papan atas saat pembahasan kerjasama, hanya untuk merayu Bry demi memuluskan proyek kerjasama mereka.
Bry sudah muak dengan keadaan ini, sehingga Daniel selalu meminta penjagaan lebih agar perempuan-perempuan itu tidak diizinkan menemui Bry. Tentunya dengan menerapkan prosedur standar dengan tetap berlaku sopan, tidak kasar dan tidak menyakiti perempuan-perempuan itu.
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan terdengar di luar pintu ruang kerja Bry.
"Masuk.." Bry sedikit berteriak tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.
Daniel masuk lalu memilih duduk di sofa ruang kerja Bry dibanding duduk di kursi yang berhadapan dengan Bry.
"Bry kenapa begitu banyak perempuan yang datang mencarimu. Sepertinya Security lebih kewalahan menghadapi perempuan-perempuan barbar itu daripada puluhan gangster."
Bry sedikit melirik Daniel dengan senyum tipisnya yang terlihat menyebalkan di mata Daniel.
"Hei Bro.. Kamu memang menikmatinya kan? Dikejar-kejar perempuan cantik dan seksi setiap hari, yang bahkan tidak ragu untuk saling menjambak saingannya."
__ADS_1
"Bro.. Aku tidak bisa menyuruh mereka untuk tidak menyukaiku, karena aku memang terlalu mempesona, hahaha.."
Perkataan Bry ditanggapi Daniel dengan gelengan kepala dan ekspresi sedikit kesal. Tiba-tiba handphone Daniel berdering. Panggilan masuk dari Jofran, Kepala Pengawal Bry memancing kerutan di kening Daniel.
"Ada apa Jofran?"
"Tadi malam Brandon kabur ke Korea dengan menggunakan Private Jet beserta puluhan anak buahnya."
Ekspresi Daniel yang serius dan tampak marah menarik perhatian Bry yang tidak hentinya memandangi setiap ekspresi di wajah sahabatnya itu.
"Lanjutkan."
"Sebagian anak buahnya ditugaskan menjaga beberapa Club milik Brandon yang tersebar di beberapa kota. Saat menemukan mansion milik Brandon, saya melihat anak buah Satya juga sedang memantau. Namun tidak ada pergerakan dari mereka, mungkin mereka tidak mau bertindak gegabah dengan menciptakan konfrontasi dengan anak buah Brandon. Dan saat ini ada salah satu orang kepercayaan Brandon yang disekap oleh anak buah Satya di sebuah rumah kecil tidak terawat di pinggiran kota. Itu saja Boss."
Begitu Daniel menutup panggilan Jofran, Bry langsung mencari tahu apa yang sejak tadi membuatnya penasaran.
"Apa yang dikatakan Jofran?"
"Brandon kabur ke Korea menggunakan Private Jet bersama dengan puluhan anak buahnya. Dan sebagian lagi ditugaskan menjaga Club milik Brandon di beberapa kota."
Rahang Bry mengeras dan tangannya terkepal kuat, namun dia tidak berniat mengganggu Daniel yang sedang menceritakan secara detail tentang laporan Jofran.
"Nampaknya Satya sudah lebih dulu mengetahui keberadaan Brandon di mansion miliknya. Dia juga menyekap salah satu orang kepercayaan Brandon di sebuah rumah kecil di pinggiran kota."
__ADS_1
"Cari tahu informasi apa yang didapat Satya dari orang yang disekapnya itu, secepatnya. Aku juga ingin membuat orang itu buka mulut, kemana tepatnya Brandon melarikan diri."
"Ok Bro.."
Daniel segera keluar dari ruangan Bry sambil tidak henti menghubungi Jofran, Kevin dan beberapa orang kepercayaannya untuk mencari tahu apa yang diminta Bry. Dan Bry terlihat mulai berkutat lagi dengan pekerjaannya yang menumpuk.
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1