Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 143 Jiwa Asing


__ADS_3

Sudah lebih dari 3 hari, sejak Vara dioperasi, tapi Vara masih juga belum sadar dari tidurnya yang terlalu lelap. Bry begitu khawatir dengan keadaan Vara. Setiap hari Bry tidak pernah lengah menjaga Vara, dan Bry pun sudah menerima tawaran Daddy Dave untuk menerima penjagaan dari anak buah Daddy Dave meskipun belum memutuskan untuk ikut bergabung dengan klan mafia Daddy Dave atau tidak.


Semua keluarga Vara dan Sharon dari Indonesia sudah kembali ke Indonesia sejak 3 hari yang lalu, termasuk Mama Irena dan Papa Devan. Mereka semua pulang dengan menggunakan private jet milik Bry. Mama Irena dan Papa Devan tentu sangat curiga saat Bry mengatakan kalau dirinya bersama Vara, masih akan tinggal beberapa hari lagi di Jeju, karena begitu senang dengan keindahan alam jeju. Saat Mama Irena dan Papa Devan tidak bisa menemui Vara sebelum mereka pulang, Bry mengatakan kalau Vara sedang berada di villa milik Bry, terlalu lelah karena berkuda terlalu lama.


Kevin, Daniel, Danila, Vanny, dan Samuel pun ikut pulang ke Indonesia setelah dipaksa oleh Bry, hanya Kevin yang diizinkan tinggal sedikit lebih lama. Sesungguhnya mereka merasa berat meninggalkan Vara dalam keadaan seperti itu, tapi Bry meminta Kevin dan Daniel untuk menjaga perusahaan saat dirinya berada di Korea. Mereka juga harus menghindari kecurigaan keluarga Vara, seolah semuanya baik-baik saja.


Bry duduk sendiri di sebelah tempat tidur Vara sambil menggenggam tangan Vara dengan erat. Matanya kembali berkaca-kaca melihat keadaan Vara yang memprihatinkan. Pikirannya bercabang, karena baby sitter mengatakan kalau Bradley dan Briley yang berada di hotel Brandon, menolak diberi susu formula, sedangkan stock ASI Vara hanya cukup untuk 4 hari ke depan.


Di hari pertama pasca operasi, Bry dibantu oleh Bi Mona, memompa ASI Vara yang tampak penuh. Bry paham, Vara akan merasa sangat kesakitan jika ASI-nya tidak dikeluarkan. Di hari kedua pun mereka memompa lagi ASI Vara, namun jumlahnya sangat sedikit. Sampai di hari ketiga, ASI Vara benar-benar berhenti, membuat Bry begitu sedih karena teringat kedua anak mereka yang baru berumur 3 bulan tapi sudah harus berhenti meminum ASI.


"Sayang, bangunlah.. Tolong jangan siksa aku seperti ini. Aku, Bradley dan Briley membutuhkanmu."


Bry terisak sambil mencium punggung tangan Vara, air matanya membasahi tangan Vara sampai basah. Tiba-tiba Bry merasakan tangan Vara ditarik begitu pelan dari genggamannya. Bry mendongakan kepalanya menatap wajah Vara yang kini memandang tajam ke arahnya.


Bry seketika merengkuh Vara dan menciumi wajah Vara dengan ekspresi bahagia.


"Sayang, syukurlah kamu sudah bangun."


Tapi alangkah terkejutnya Bry, saat menerima reaksi yang tidak diduga dari Vara. Vara mendorong kasar tubuh Bry dan menampar Bry sekuat tenaga.


"Br*ngsek, jangan pernah berani sentuh aku. Kamu siapa? berani-beraninya memeluk dan menciumiku, kurang ajar sekali kamu. Sekali lagi kamu berani menyentuhku, kupatahkan tanganmu."


Bry membelalakan matanya, masih belum bisa mencerna apa yang terjadi pada Vara saat ini.


Tok.. Tok.. Tok..


Bry tersadar saat terdengar ketukan di pintu, dibukanya pintu ruangan VVIP yang seketika menampakan wajah Brandon dan Sharon disusul Jayden yang menyusul di belakangnya. Mereka lalu masuk, sedikit bertanya-tanya dengan keadaan Bry yang terlihat terkejut dan pucat pasi.


"Vara.. Kamu sudah bangun?"


Sharon berteriak seraya mendekati sepupunya yang terduduk di atas tempat tidur.


"Sharon? Bukankah kamu berada di Korea? Lalu kenapa kamu disini?"


Sharon yang bingung dengan perkataan Vara, hanya diam mematung lalu menolehkan wajahnya ke arah Brandon yang berekspresi sama.


"Vara, kita sedang berada di Korea, apa kamu tidak ingat?"


Penjelasan Brandon ditanggapi kerutan di kening Vara, tanda kalau Vara memang tidak mengingatnya.


"Di Korea? Ah mengada-ada saja. Lagipula siapa kamu? Sok kenal sekali. Cih.."


Vara menampakan senyum sinisnya, memandang Brandon dengan tatapan tidak suka. Reaksi Vara membuat semua orang ternganga, karena merasa sikapnya sangat jauh berbeda.


Vara adalah seorang perempuan yang memiliki pribadi yang lembut, Vara bahkan tidak suka bersikap kasar, apalagi memaki orang. Perubahan sikapnya saat ini, seolah berbanding terbalik dengan pribadi Vara yang sebenarnya.


Jayden mendekati Vara dengan menampakan senyum manisnya.


"Vara, kita periksa dulu ya keadaan kamu. Berbaringlah.."


"Tidak mau. Memangnya aku kenapa?"

__ADS_1


Lagi-lagi, perkataan ketus Vara membuat terkejut semua orang.


"Vara, kamu memiliki luka di lehermu. Saya harus memeriksanya, agar lukanya cepat sembuh."


Vara lalu meraba lehernya, dan sedikit menekan lukanya.


"Aw.. Sakit.."


"Sayang, tidak boleh ditekan, pasti sakit."


"Heh, brengs*k.. Jangan pernah panggil aku Sayang. Kamu menyebalkan sekali."


Bry terlihat shock mendengar perkataan Vara, begitupun Sharon, Brandon bahkan Jayden.


"Aku akan memanggil psikolog sekaligus psikiatri untuk memeriksa keadaan Vara."


"Iya, aku perlu penjelasan atas keadaan Vara saat ini."


Bry memandang sendu ke arah Vara yang tidak henti memandang tajam ke arah dirinya.


5 menit kemudian, Dokter Marine yang merupakan psikolog sekaligus psikiatri asal Indonesia, datang dan langsung memeriksa keadaan Vara.


"Hallo Nyonya Vara, apa kabar?"


"Enak saja aku dibilang Nyonya. Aku belum menikah Dok."


Bry seketika terlihat begitu kecewa, Vara melupakannya, pernikahannya dan tentu lupa juga tentang si kembar.


"Tuan Bry silahkan ikut ke ruangan saya."


Bry segera mengikuti Dokter Marine, diikuti juga oleh Jayden dan Brandon. Sedangkan Sharon menemani Vara dan perlahan menjelaskan tentang status Vara saat ini. Sharon juga berniat memperlihatkan photo-photo Vara bersama Bry dan si kembar.


Sesampainya di ruangan Dokter Marine, Bry duduk tepat di depan Dokter Marine dengan Brandon dan Jayden di sebelah kanan dan kirinya.


"Tuan Bry, ini baru dugaan sementara. Sepertinya istri anda mengalami Amnesia disosiatif?"


"Apa amnesia?"


Bry membelalakan matanya, sama halnya dengan Brandon. Sedangkan Jayden sudah bisa menebak keadaan Vara.


"Tapi sepertinya Vara tidak mengalami benturan keras."


Brandon ikut bertanya karena begitu penasaran.


"Amnesia Disosiatif atau amnesia psikogenik disebabkan oleh trauma yang parah. Sepertinya insiden yang dialami Nyonya Vara begitu berpengaruh pada kejiwaan Nyonya Vara. Maaf apa selain tindakan penganiayaan ini, Nyonya Vara pernah mengalami trauma sebelumnya? Seperti kecelakaan, kekerasan atau pelecehan seksual yang tidak ditangani dengan baik?"


Brandon seketika menundukan kepalanya, menyesali perbuatannya dulu. Bry menoleh sekilas ke arah Brandon lalu menjawab pertanyaan Dokter Marine.


"Vara pernah mengalami pelecehan seksual beberapa tahun yang lalu."


"Apa?"

__ADS_1


Jayden memandang Bry dengan tatapan tajam.


"Siapa yang melakukannya?"


Bry tidak menjawab, namun Brandon dengan ragu menjawab pertanyaan Jayden.


"Aku.. yang melakukannya."


Jayden berdiri dari duduknya lalu mencengkeram kerah baju Brandon.


"Br*ngsek.."


Bry melerai pertengakaran Jayden dan Brandon.


"Jika kalian mau bicara, keluarlah.."


Jayden lalu menarik kerah Brandon keluar ruangan Dokter Marine. Entah apa yang akan dilakukannya, Bry tidak peduli.


Dokter Marine lalu melanjutkan penjelasannya setelah memahami apa yang terjadi pada diri Vara saat ini.


"Berdasarkan pengamatan dan penjelasan anda mengenai perubahan sikap Nyonya Vara, kesimpulan pertama saya, Nyonya Vara memang mengalami amnesia disosiatif akibat insiden penganiayaan atau percobaan pembunuhan yang dialaminya. Trauma masa lalu akibat pelecehan yang dialaminya juga kemungkinan berpengaruh besar, sehingga alam bawah sadarnya yang tidak menyukai sikapnya yang lemah membentuk kepribadian lain yang kuat dan kasar, kebalikan dari pribadi aslinya."


"Apa maksud Dokter, istri saya saat ini memiliki kepribadian ganda?"


"Bisa dikatakan seperti itu. Alam bawah sadarnya menutup semua kenangan buruknya, dan mengganti pribadi yang tidak disukainya dengan pribadi yang baru."


Bry seketika lemas, setelah mendengar penjelasan Dokter Marine. Vara memang telah kembali padanya, tapi kini Vara bukanlah Vara yang lembut dan penuh kasih sayang. Seolah tubuh Vara berisi jiwa asing yang tidak dikenal Bry.


'Ya Allah.. Apa yang harus aku lakukan?' Jerit Bry dalam hati.


*************************


Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍


Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. ❤❤❤


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


(IG : zasnovia #staronadarknight)

__ADS_1


__ADS_2