
Brandon mengumpat dan meluapkan emosinya di sepanjang jalan menuju hotel SR. Dia mulai menyadari pertemuan dan pembicaraannya tadi dengan Park Hyeon Joong adalah bagian dari siasat Park Hyeon Joong untuk mengelabuinya.
Pikiran Brandon dipenuhi banyak kemungkinan buruk dan tidak terasa matanya berubah panas hendak menangis karena terlalu kalut memikirkan keselamatan Sharon.
Bry segera memarkirkan mobilnya begitu tiba di area hotel. Brandon segera keluar dari mobil Bry dan masuk kedalam hotel mencari letak kamar dimana Sharon disekap setelah terlebih dahulu menanyakan arahnya kepada Receptionist.
Bry meminta Vara menunggu di lobby karena keadaan Vara yang baru sebulan lebih melahirkan, tidak boleh berlari dan kelelahan. Bry langsung menyusul Brandon ke lantai 3 dengan menggunakan lift.
Dari kejauhan Brandon melihat salah satu kamar dijaga oleh 8 orang penjaga. Brandon menghentikan langkahnya dan berbalik untuk memantau keadaan. Bersamaan dengan Bry yang baru keluar dari lift.
Brandon langsung menarik tangan Bry untuk bersembunyi.
"Bryllian.. Aku yakin bisa mengalahkan mereka, tapi kalau aku membuat keributan, aku khawatir Park Hyeon Joong akan mengancam nyawa Sharon."
"Anak buahku sebentar lagi datang. Kita tunggu mereka."
Brandon menganggukan kepalanya tanda setuju dengan apa yang dikatakan Bry.
*************************
Sementara itu di dalam kamar, Sharon yang terbaring diatas tempat tidur dengan dikungkung tubuh Park Hyeon Joong, tampak meronta-meronta berusaha melepaskan diri dengan mendorong keras tubuh Park Hyeon Joong. Namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan kuatnya tenaga Park Hyeon Joong.
Sharon terus memalingkan kepalanya untuk menghindari bibir Park Hyeon Joong yang hendak mendarat di bibirnya. Akhirnya Park Hyeon Joong memilih mendaratkan bibirnya di leher dan Sharon dengan sebelah tangannya mulai menyentuh bagian dada Sharon.
Sharon menghentikan pergerakan Sharon dengan tangannya sekuat tenaga, namun Park Hyeon Joong membuka ikat pinggangnya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tangannya diatas kepala.
Park Hyeon Joong melanjutkan aksinya menciumi dan menyesap leher dan bagian atas dada Sharon dengan meninggalkan banyak tanda merah keunguan yang terlihat sangat jelas.
****************************
__ADS_1
Di koridor hotel selang 5 menit kemudian, anak buah Bry yang berjumlah 10 orang bersama Kevin, Daniel, Reyvan dan Samuel tiba di lantai 3. Mereka langsung bergerak melawan anak buah Park Hyeon Joong. Tidak perlu waktu lama, kurang dari 2 menit saja, 7 anak buah Park Hyeon Joong sudah berhasil dilumpuhkan tanpa keributan. Sedangkan 1 orang sengaja mereka sisakan untuk memancing Park Hyeon Joong keluar dari kamar.
Bry menyuruh 1 orang anak buah Park Hyeon Joong untuk memencet bel dan meminta Park Hyeon Joong keluar, sedangkan Bry, Brandon dan yang lainnya menepi agar tidak tertangkap camera intercom di kamar Park Hyeon Joong.
Park Hyeon Joong membuka pintu kamar hotel setelah memastikan yang berdiri didepan pintu adalah anak buahnya.
Saat pintu terbuka, Brandon langsung muncul dan menghantam tubuh Park Hyeon Joong dengan sekuat tenaga.
"Saekkiyaaa... B*stard.."
Brandon melayangkan pukulan bertubi-tubi ke tubuh Park Hyeon Joong, sehingga Park Hyeon Joong tidak bisa memberikan perlawanan apapun terhadap Brandon.
Reyvan yang melihat keberadaan Sharon diatas tempat tidur, segera menghampiri Sharon setelah sebelumnya melarang semua orang untuk masuk.
Betapa sakitnya hati Reyvan saat melihat Sharon dengan gaun dan rambut yang berantakan, leher juga dadanya penuh dengan kissmark yang terlihat sangat jelas. Sesaat pikiran Reyvan terbawa pada kisah Vara saat mengalami pelecehan yang dilakukan oleh Brandon. Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan, kedua adiknya memgalami hal yang sama, dan dia tidak bisa mencegahnya.
Sedangkan Park Hyeon Joong yang sudah terbaring dalam keadaan pingsan dan kedelapan anak buahnya, langsung diamankan anak buah Bry.
Saat hendak masuk lift, Bry meminta Brandon untuk pulang ke resort menggunakan mobil yang digunakan Daniel, sedangkan Samuel dan Kevin yang tadi berada di mobil Daniel pindah ke mobil Bry.
Bry tidak ingin Vara melihat keadaan Sharon saat ini, karena Bry khawatir Vara akan mengalami shock dan traumanya kemungkinan besar akan muncul kembali.
Bry, Samuel, Kevin dan 4 orang pengawal turun lebih dulu, agar bisa mengajak Vara pulang lebih dulu . Baru kemudian Brandon, Daniel, Revan dan 6 orang pengawal menyusul turun beberapa menit kemudian dengan lift yang lain.
Vara yang melihat Bry, Kevin, Samuel dan para pengawal keluar dari lift, langsung berdiri menghampiri mereka.
"Honey, bagaimana Sharon?"
"Dia baik-baik saja Sayang. Dia sudah bersama dengan Brandon. Ayo kita pulang!"
__ADS_1
"Tapi aku mau melihat keadaan Sharon dulu."
"Nanti saja di resort ya."
Bry memegang tangan Vara dan berjalan menuju tempat parkir dengan Samuel dan Kevin yang mengekor dibelakang. Mereka sama sekali tidak berani berbicara apapun, karena khawatir akan salah bicara didepan Vara.
Sementara itu Brandon segera masuk kedalam mobil begitu yakin kalau mobil Bry sudah meninggalkan area parkir hotel. Sharon tertidur dengan lelap, entah karena lelah melakukan perlawanan terhadap Park Hyeon Joong atau memang Park Hyeon Joong sempat memberinya obat tidur sebelum Brandon datang.
Di sepanjang perjalanan menuju resort, Brandon tidak berhenti merutuki kebodohannya karena menyebabkan Sharon celaka. Terlebih rasa bersalah begitu memenuhi hatinya, saat dilihatnya leher dan dada Sharon penuh dengan kissmark yang dibuat Park Hyeon Joong.
Terasa ada batu besar yang menghantam dadanya dengan sangat keras. Hatinya sakit melihat gadis yang menemani hari-harinya selama 1 bulan ini, mengalami hal seburuk ini.
Pikiran Brandon menerawang pada kejadian saat dirinya menjebak Vara dan hampir saja memperkosanya. Dulu Brandon mengakui hal yang dilakukannya menyakiti Vara, tapi Brandon selalu mengatasnamakan cinta untuk membenarkan tindakannya. Brandon selalu berkilah, bahwa apa yang dilakukannya karena dia sangat mencintai Vara.
'Apakah ini karma yang pantas aku dapat? Disaat aku menemukan seseorang yang bisa mencintaiku dengan tulus dan bisa aku cintai meskipun belum sepenuhnya, tiba-tiba kejadian buruk menimpanya. Apakah ini balasan atas apa yang aku lakukan terhadap Vara? Apakah rasa sakit ini yang Bryllian rasakan saat aku melakukannya pada Vara? Aku bersalah.. Dosaku terlalu besar. Maafkan aku Vara.. Maafkan aku Sharon..' Batin Brandon.
Air mata menetes di kedua pipi Brandon tanpa bisa ditahannya. Dielusnya pipi halus milik Sharon, dengan pikiran yang kembali pada kejadian tadi malam. Kejadian yang meyakinkan hatinya, bahwa sesungguhnya cinta Brandon hanya milik Sharon.. Bahkan sejak awal cinta Brandon hanya untuk Sharon, bukan Vara.
************************************
Terima kasih banyak sudah mampir di novel ini. Semoga selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1