Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 104 Terima Kasih Sayang..


__ADS_3

WARNING..!!!


Mengandung konten dewasa, diperuntukan hanya untuk yang berusia 21 tahun keatas dan sudah menikah. Mohon bagi yang dibawah umur, tolong di-skip saja ya. Mohon lebih bijak untuk memilih bacaan. Terima kasih.


***********************************


Bry mendudukan dirinya diatas sofa ruang tamu Vara, lalu memandang Vara dengan senyum manisnya yang paling sempurna. Vara menatap Bry dengan tatapan membunuh, tapi Bry tidak peduli dan malah semakin melebarkan senyumnya yang terlihat sedikit jahil.


"Sayang, bolehkah aku meminta minum? Aku haus sekali."


Tanpa memberi jawaban, Vara berjalan menuju dapur lalu mengambil air putih untuk Bry.


"Sayang, apa tidak ada minuman berasa?"


Tanya Bry sambil memasang wajah manjanya, yang justru membuat Vara berdecak karena kesal.


"Aku mau mandi. Kamu ambil saja sendiri.."


Vara berjalan dengan menghentak-hentakan kakinya, Bry malah tersenyum senang, karena setidaknya Vara tidak mengusirnya kali ini.


Bry melihat-lihat isi apartemen Vara yang luas dan nyaman. Bry mengarahkan kakinya menuju dapur, lalu dibukanya lemari es Vara yang ternyata berisi banyak sayuran dan buah-buahan. Bry memperhatikan buah-buahan itu, beberapa jenis mangga muda, jeruk, lemon, blueberry, strawberry, bahkan sampai kedondong.


'Kenapa buah-buahannya asam semua, Vara kan sudah tidak hamil. Kenapa kebiasaannya belum berubah?' Tanya Bry dalam hati.


Pandangannya beralih pada deretan vitamin di lemari es Vara.


'Hmm.. Banyak sekali. Pasti karena kesibukannya, membuat Vara harus mengkonsumsi banyak suplemen.' Batin Bry.


Bry menutup lemari es, lalu pandangannya terpaku pada beberapa kotak makanan didalam lemari kaca. Bry terkejut saat didapatinya beberapa kotak susu ibu hamil yang sudah dibuka dan masih utuh.


'Apa ini? Apa Vara masih meminum susu ini? Tapi untuk apa?' Bry lagi-lagi bertanya dalam hatinya.


Pikiran Bry mulai menerawang pada berbagai kemungkinan yang ingin sekali dipercayainya.

__ADS_1


'Bolehkan aku berharap, kalau sebenarnya kita tidak pernah kehilangan bayi kita? Mungkinkah jika kamu hanya membohongiku untuk menghukumku dan membuatku hidup dalam rasa bersalah? Tapi jika itu benar, aku tidak akan marah. Jika itu benar, aku akan sangat bahagia Sayang.'


Bry kembali membuka lemari es seolah baru menyadari sesuatu yang sempat dilewatkannya. Bry membaca dengan detail botol-botol kemasan vitamin yang tadi dilihatnya.


'Vitamin ibu hamil? Suplemen ibu hamil? Apa ini benar? Apa sebenarnya kamu masih mengandung anak kita Sayang?'


Bry tersenyum dengan air mata yang menggenang dikelopak matanya.


Bry berjalan lebih cepat menuju ruang tamu, diedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Matanya terpaku pada sebuah pintu yang sepertinya merupakan sebuah kamar disebelah kamar tidur yang dimasuki Vara.


Bry membuka pintu ruangan itu dengan perlahan. Ternyata ruang kerja Vara, yang terlihat sangat rapih dan nyaman. Pandangan Bry tertumpu pada 2 photo pre-wedding Vara dan Bry yang dipajang diatas meja kerja Vara. Seketika perasaan Bry menghangat mengetahui Vara masih menyimpan photo mereka.




Bry bergerak menuju lemari kaca yang terletak dibelakang meja kerja Vara. Banyak pajangan yang tersimpan rapih disana. Namun air mata Bry tak bisa dibendung, saat matanya terpaku pada 2 photo yang terpajang pada frame berwarna emas itu.


'Ternyata kalian baik-baik saja Nak. Terima kasih karena sudah kuat bertahan. Daddy mencintai kalian.' Bry bersyukur dalam hati.


Tiba-tiba Vara yang terlihat memakai kaos dan celana pendek, masuk dengan ekspresi panik kedalam ruang kerjanya. Matanya membulat dan mulutnya terbuka saat dilihatnya Bry menangis sambil memeluk frame photo USG anak mereka.


Bry menyimpan frame photo itu dengan hati-hati diatas meja kerja, lalu menghampiri Vara dengan langkah cepat kemudian memeluk Vara dengan erat.


"Terima kasih Sayang.. Karena sudah menjaga anak kita dengan baik. Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu selama 1 bulan ini. Maafkan aku Sayang.."


Vara seketika menangis dengan keras. Tiba-tiba sosok Vara yang berusaha terlihat baik-baik saja dan selalu kuat, menghilang begitu saja.


"Maafkan aku..Bry.. Ma..afkan aku.. Aku.. hanya.."


Bry memotong perkataan Vara yang sedikit terbata-bata.


"Sudah Sayang, tidak apa-apa. Aku mengerti maksudmu. Kamu ingin menghukumku kan?"

__ADS_1


Vara terdiam dengan isakannya yang semakin keras.


"Kamu berhasil menghukumku Sayang.. Tapi aku tidak akan marah. Sekarang aku hanya ingin bersyukur, ternyata kita tidak pernah kehilangan anak yang sangat kita cintai."


Bry mencium kening Vara lalu perlahan berjongkok dan menghadapkan wajahnya ke perut Vara. Diangkatnya kaos yang dipakai Vara sehingga memperlihatkan perut Vara yang masih belum terlihat membuncit, lalu diciuminya dengan penuh cinta.


"Hai Boys.. Sehat-sehat disana. Terima kasih sudah begitu kuat bertahan. Tumbuhlah dengan baik. Baik-baiklah didalam sana, kasihan Mommy kalian kalau kalian nakal. Daddy sangat mencintai kalian. Maafkan karena selama sebulan ini tidak menemani dan menjaga kalian. Semoga kalian mau memaafkan Daddy."


Bry kembali menciumi perut Vara membuat Vara semakin terisak.


Bry lalu berdiri dan kembali memeluk Vara dengan menyelusupkan kepalanya di ceruk leher Vara.


"Aku mencintaimu Sayang.. Ayo kita memulai semua dari awal."


Vara mengangguk menanggapi perkataan Bry yang terdengar sangat lembut.


Lalu tiba-tiba Vara mendaratkan bibirnya di bibir Bry, lalu mencium dan mel*mat bibir Bry dengan sedikit liar. Bry tidak menyia-nyiakan kesempatan meskipun sempat merasa terkejut dengan apa yang dilakukan Vara.


Bry membalas ciuman Vara lebih panas dan liar dari apa yang dilakukan Vara. Tangannya mulai menyelusup kedalam kaos yang dipakai Vara, menjelajah di punggung dan melepaskan pengait Bra Vara dengan mudahnya.


Bry dan Vara melanjutkan adegan demi adegan yang selama satu bulan ini tidak mereka lakukan. Perasaan mereka menuntun tubuh mereka yang sudah begitu haus meminta dipuaskan.


*****************************************


Image Source : Instagram (Edited)


Terima kasih banyak sudah mampir di novel ini. Semoga selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2