Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 126 Raja, Ratu & 2 Pangeran


__ADS_3

Tepat jam 9 malam, Vara dan Bry sudah sampai di mansion kota B dengan selamat. Semua sahabat juga keluarga besarnya pun sudah diantar ke kediaman mereka masing-masing. Bry langsung membersihkan diri dan beristirahat di atas tempat tidurnya yang nyaman. Matanya sudah begitu mengantuk, sehingga hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja sampai akhirnya Bry terlelap dalam tidurnya.


Berbeda dengan Bry, Vara langsung memasuki kamar Bradley dan Briley, begitu selesai mandi. Vara meminta 2 baby sitter kedua anaknya untuk beristirahat, karena mereka pun pasti merasa sangat lelah dengan perjalanan mereka dari Bali. Vara mulai memberi ASI dan menggendong kedua bayi tampannya secara bergantian, agar mereka bisa tertidur dengan nyenyak.


Gurat lelah, terlihat jelas di wajah Vara. Tapi Vara begitu menikmati perannya sebagai seorang istri dan ibu dari kedua bayi kembarnya. Rasa lelah itu selalu terganti berkali-kali lipat, saat melihat senyum dan tawa suami juga anak-anaknya yang tumbuh begitu sehat dan menggemaskan.


Vara sedang menggendong Briley, saat Bry tiba-tiba masuk melalui pintu yang terhubung dengan kamarnya dan Vara. Bry ternyata terbangun dan sedikit panik saat menyadari Vara tidak ada di kamar bersamanya. Pikiran Bry yang mulai jernih, langsung mengarahkan dirinya untuk masuk ke kamar anak kembarnya.



Bry mencium pipi Vara lalu mencium puncak kepala Briley dengan gemas, hingga membuat bayi lucu itu menggerak-gerakan tangannya karena merasa terganggu.


"Pelan-pelan ciumnya Honey, nanti Briley bangun."


Bry hanya tertawa jahil tanpa menjawab perkataan Vara yang sangat lirih.


"Malah tertawa, tidak tahu apa, aku begitu kesusahan membuat Briley tertidur. Kamu malah mau membuatnya terbangun lagi."


"Maaf ya Sayang, aku tadi hanya gemas."


Bry memeluk tubuh Vara sekaligus Briley dengan sangat lembut. Vara tersenyum, merasa senang dengan apa yang dilakukan Bry.


Setelah memastikan kalau Briley sudah tertidur dengan nyenyak, Vara menidurkan Briley di dalam box bayi tepat di sebelah box bayi Bradley yang sudah tertidur lebih dulu. Bry berdiri di sebelah Vara sambil memeluk pinggang Vara menghadap 2 box bayi di hadapan mereka.


"Aku begitu bahagia memiliki kalian."


Vara menolehkan wajahnya ke arah Bry disertai senyuman manis yang melengkung sempurna di wajah cantiknya.


"Aku juga Honey.. Aku sangat bahagia memiliki kalian.".


Senyuman kebahagiaan lagi-lagi terpampang di wajah Bry.


"Aku benar-benar menikmati liburan kita. Semua kejutanmu sangat menyenangkan. Terima kasih ya Honey."


Vara menyentuh lembut pipi Bry dengan memiringkan sedikit wajahnya.


"Sama-sama Sayang."


Bry menyentuh lembut tangan Vara yang berada di pipinya, lalu mengarahkan ke bibirnya dan mengecupnya penuh cinta. Pipi Vara merona, senang sekaligus malu karena Bry menatapnya sangat dalam.


"Sayang, apa kamu bahagia melihat Brandon menikah dengan Sharon?"


"Tentu saja Honey, terlebih setelah mengetahui kalau Brandon itu adalah cinta pertama Sharon. Memang setelah pertemuan mereka di mall saat kami SMP, Sharon selalu saja bercerita tentang anak Korea itu. Aku bahkan tidak memperhatikan wajahnya, tapi Sharon terus saja membicarakan anak laki-laki itu, sampai aku bosan. Aku bahkan tidak tahu jika anak laki-laki itu adalah Brandon. Brandon juga tidak pernah menceritakannya setelah kami bersahabat. Padahal jika dia menceritakannya dan bertanya soal anak perempuan yang ditemuinya saat bersamaku, pasti aku akan mempertemukan Brandon dan Sharon."


"Itulah bagaimana Tuhan berkehendak. Tanpa kamu bantu pun, mereka bisa saling menemukan. Tuhan mempertemukan mereka di waktu yang tepat."


"Kamu benar Honey. Mereka terlihat sangat bahagia, aku yakin Brandon sangat mencintai Sharon dan bisa melindungi Sharon. Hmm, melihat Brandon dan Sharon yang tersenyum bahagia di pernikahan mereka,  membuatku teringat saat pernikahan kita. Aku begitu bahagia kita bisa mewujudkan mimpi kita menjadi Raja dan Ratu sehari."


"Kenapa hanya Raja dan Ratu sehari saat pernikahan, kita kan bisa menjadi Raja dan Ratu setiap hari dengan kedua pangeran kecil kita."


"Hahaha.. Dasar suamiku ini, itu kan ungkapan betapa berkesannya hari pernikahan kita. Aku juga merasa sangat cantik dan kamu pun begitu tampan. Hari itu, kitalah pemeran utamanya."


"Iya kamu benar Sayang, dan kamu terlihat jauh lebih cantik, saat kamu sudah sah sebagai istriku. Rasanya aku begitu ingin memeluk dan menciummu saat itu juga."


Bry merengkuh tubuh Vara ke dalam dekapannya.


"Wah gombalanmu berhasil Honey, kamu membuatku terbang."


"Tapi aku tidak menggombal Sayang. Aku hanya berbicara jujur mengenai perasaanku."


"Baiklah.. Baiklah.. Aku percaya Honey. Hmm, jadi apa yang akan kamu lakukan agar kita bisa menjadi Raja dan Ratu setiap hari, dengan kedua pangeran kita?"


"Hmm.. Rahasia.. "


"Aku yakin, kamu pun belum tahu apa yang akan kamu lakukan,hahaha.."


Bry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


'Kenapa istriku bisa tahu kalau aku sama sekali belum memikirkannya, tadi aku hanya asal bicara saja.' Batin Bry.


Vara lagi-lagi tertawa kecil melihat suaminya yang terlihat kebingungan.


"Setiap hari bersamamu dan anak-anak, membuatku merasa seperti Ratu. Aku bahagia mendapat banyak cinta dari kamu, Honey."


"Apa kamu mencintaiku Sayang?"


Vara mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan dari Bry.


"Tentu saja Honey.. Aku Sangat Mencintaimu. Kenapa kamu menanyakan itu?"


"Aku suka setiap kali kamu mengatakan bahwa kamu mencintaiku. Karena aku pun benar-benar mencintaimu. Aku akan selalu mengatakannya sampai kamu bosan, Sayang."

__ADS_1


"Tapi aku tidak akan pernah bosan, maka jangan pernah berhenti mengatakannya."


"Baiklah.. Aku mencintaimu, Sayang."


Vara menunjukan ekspresi senang sekaligus malu mendengar ungkapan cinta dari Bry. Entah kenapa, meskipun Bry seringkali mengatakannya, tapi tetap saja hati Vara selalu merasa berdebar dan berbunga-bunga.


Bry menggendong Vara ala bridal style tanpa aba-aba. Vara melingkarkan tangannya di leher Bry yang mulai berjalan menuju kamar mereka.


Di dalam kamar, Bry segera merebahkan tubuh Vara, kemudian ikut merebahkan dirinya di sebelah Vara. Bry memeluk tubuh Vara lalu dikecupnya kening Vara dengan lembut.


"Selamat malam Sayang, tidurlah.."


"Selamat malam juga Honey."


Vara menenggelamkan kepalanya di dada Bry, mencari kehangatan dan kenyamanan di dada bidang suaminya itu. Hanya perlu waktu 5 menit sampai akhirnya Vara bisa terlelap menuju alam mimpi. Senyuman tergambar jelas di wajah Bry.


"Aku mencintaimu Sayang.."


***********************************


Sinar mentari yang menerobos masuk melalui celah tirai, berhasil membuat Vara terbangun dari mimpi indahnya. Vara masih mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba beradaptasi dengan cahaya yang menyilaukan matanya, saat ponselnya yang berada diatas nakas berbunyi dengan kencangnya.


'Perasaaan ponselnya aku silent, kenapa sekarang berbunyi keras sekali?' Tanya Vara dalam hati.


Vara melihat nama yang terpampang di ponselnya, "Honey". Vara langsung mengangkat panggilan telepon dari Bry.


"Iya Honey"


"Aku tunggu di bawah. Mandi dan pakai gaun putih terbaik, yang paling kamu suka, jangan lupa dandan yang cantik ya Sayang."


Bry memutuskan panggilan teleponnya, tanpa menunggu jawaban Vara. Dengusan kesal keluar dari mulut Vara, namun kakinya tetap dilangkahkannya menuju kamar mandi.


Tidak sampai 15 menit, Vara sudah keluar dari kamar mandi, menuju walk in closet untuk mencari gaun yang disebutkan Bry tadi. Vara melihat-lihat gaun koleksinya sambil bertanya-tanya dalam hati.


'Kenapa harus gaun putih panjang? Sebenarnya Honey mau mengajakku ke pesta apa? Pesta di suasana sepagi ini? Tempatnya indoor atau outdoor? Aduh membuat bingung saja. Ya sudah, pakai gaun yang ini saja.' Batin Vara, sambil mengambil gaun putih yang pernah dipakainya.


Vara segera turun dengan mengangkat sedikit gaunnya agar memudahkannya berjalan dengan cepat. Bry berdiri di koridor yang mengarah ke taman belakang.


Bry mengulurkan tangan kanannya yang segera disambut oleh Vara. Bry menggenggam tangan Vara dan menuntunnya menuju taman belakang. Vara ingin bertanya tapi mulutnya seolah terkunci, jadi Vara hanya akan menunggu apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh Bry.


Tiba-tiba Vara membulatkan matanya saat memandang taman di belakang mansion yang dihias dekorasi kain putih dan bunga mawar putih seperti di acara pernikahan. Vara juga semakin terkejut melihat sahabat-sahabatnya Vanny dan Danila yang masih mengenakan piyamanya dan juga Daniel, Kevin dan Samuel yang hanya memakai kaos dipadukan celana pendek.


"Honey, ada apa sebenarnya?"


Vara mengerutkan keningnya meminta jawaban dari Bry. Bry hendak memjawab dengan memasang senyum manisnya. Namun perkataan Kevin mendahului Bry.


"Bry apa benar kamu mau menikah lagi?"


Vara berteriak kencang mendengar perkataan Kevin. Mata penuh kilat langsung mengarah tepat di manik mata Bry.


"Baru semalam kita pulang dari Bali, dan semalam juga kamu bilang akan selalu mencintaiku. Tapi sekarang, kamu mau menikah lagi, hiks..hiks..hiks.."


Vara yang mulai menangis langsung didekap oleh Bry.


"Eh Sayang, jangan salah paham. Semua ini aku siapkan hanya untuk kamu. Semalam sudah aku katakan, kalau aku akan membuat kita selalu menjadi Raja dan Ratu setiap hari. Dan hari ini, kita menjadi Raja dan Ratu lagi Sayang."


"Hah?"


Vara kehabisan kata-kata, begitupun semua sahabatnya yang hanya bisa membelalakan matanya menyaksikan tingkah ajaib Bry.


'Wedding Anniversary saja masih kurang dari 2 bulan lagi. Kenapa Honey menyiapkan pesta seperti ini.' Batin Vara.


Sedangkan Tim WO, semua pelayan dan pengawal Bry hanya menahan senyum. Mereka sudah mendapat penjelasan tentang maksud Tuan Muda tersebut. Mereka tidak berani mengomentari kegilaan Bry, mereka hanya berpikir, ternyata cinta mampu membuat siapapun menjadi gila.


Vara mendorong pelan dada Bry, menarik kerutan di kening Bry. Vara tersenyum memandang Bry yang masih belum mengerti maksud Vara.


"Honey, kamu memang gila."


Senyum Bry mengembang melihat senyum Vara yang sangat manis, meskipun istrinya menyebutnya gila.


"Iya Sayang, aku memang sudah gila."


"Hmm, apa semalaman kamu memikirkan ide ini?"


"Iya, sebelumnya aku bingung harus bagaimana. Kalau hanya sekedar menuruti kemauanmu atau memberikanmu banyak hadiah mewah, tidak cukup. Jadi aku berpikir untuk mengulang kembali moment pernikahan kita, saat kita menjadi Raja dan Ratu sehari."


Vara menahan tawanya melihat ekspresi Bry yang lucu dan manja saat menjelaskan idenya.


"Wow daebaaak.. Kamu benar-benar sudah gila Bry."


Samuel mengomentari Bry sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Dia meneleponku pagi-pagi dan mengatakan akan menikah lagi, membuatku jantungan saja. Aku langsung menelpon Danila. Lihatlah kami bahkan belum mandi dan berganti pakaian. Gila kamu Bry."


"Benar, kamu memang sudah gila."


Danila ikut menimpali perkataan kekasihnya.


"Hahaha.. Terserah aku mau dibilang gila atau konyol, yang jelas aku melakukannya karena aku terlalu mencintai Vara."


Bry semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Vara, sementara Vara mengulum senyum seraya tersipu malu.



"Sayang, kamu tidak suka ya, dengan kejutan dariku?"


"Bukan begitu, Honey. Aku berterima kasih untuk semua yang telah kamu lakukan. Aku benar-benar tidak menyangka kamu akan melakukan hal segila ini, hanya untuk membuat kita seperti Raja dan Ratu sehari, sekali lagi. Tapi kamu tidak perlu melakukan hal seperti ini lagi ya, satu hal yang aku minta dari kamu.."


Vara yang menjeda perkataannya membuat Bry sangat penasaran.


"Apa Sayang?"


"Cintai aku apa adanya, meskipun aku tidak selalu berpenampilan cantik di hadapanmu, meskipun sikapku terkadang membuatmu jengah, meskipun aku belum menjadi istri yang baik untukmu dan ibu yang baik bagi anak-anak kita. Tetaplah jadikan aku Ratu disampingmu juga hatimu."


Bry merengkuh tubuh Vara dan mendekapnya erat.


"Iya Sayang, hanya kamu Ratu-ku, tidak ada yang bisa menggantikan dirimu di hatiku. Aku benar-benar mencintaimu Sayang."


"Aku juga mencintaimu Honey."


Bry semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Vara dan bersiap mendaratkan bibirnya di bibir Vara. Namun perkataan Vanny membuyarkan niatnya.


"Aku lapar, ayo kita sarapan. Biarkan pengantin baru itu menjadi Raja dan Ratu sekali lagi."


Vara tertawa kecil mendengar perkataan Vanny, begitupun dengan Bry yang ikut tertawa menyadari kekonyolan dan kegilaannya.


Vanny, Danila, Daniel, Kevin dan Samuel langsung menikmati hidangan yang disediakan untuk sarapan pagi mereka. Mereka berjalan sambil bersungut-sungut kesal dengan sikap Bry. Tapi jauh di lubuk hati mereka, terselip doa dan kebahagiaan melihat Bry yang begitu mencintai Vara, bahkan sampai bertindak gila seperti ini.


Bry dan Vara juga meminta semua Tim WO, semua pelayan dan para pengawalnya untuk menikmati hidangan. Karena mereka juga tamu special di pesta Vara dan Bry yang tidak jelas judulnya ini.


Bi Mona dan dua orang baby sitter menghampiri Vara dan Bry, dengan mendorong dua buah stroller berisi Bradley dan Briley yang langsung tersenyum melihat kedua orangtuanya.


"Pangeran-pangeran tampanku."


Vara menggendong Bradley yang mengangkat tangannya seolah meminta digendong Mommy-nya, dan Bry menggendong Briley yang terus saja tersenyum ke arahnya.


"Hai jagoannya Daddy. Sekarang sudah lengkap, Raja, Ratu dan 2 Pangeran."


"Iya kamu benar Honey, aku bersyukur memiliki kalian."


"Aku juga Sayang, hidupku begitu lengkap dengan adanya kalian. Terima kasih Sayang."


"Terima kasih juga, Honey. I Love You.."


"I Love You more..."


Bry mengecup lembut bibir Vara, kemudian memandang dalam ke manik mata Vara. Keduanya mengembangkan senyum dengan Bradley dan Briley menempel di dada mereka. Rasanya kebahagiaan mereka begitu sempurna.


'Besok apa lagi yang harus aku lakukan untuk membuat istriku bagai seorang Ratu? Ingat, jangan berlebihan seperti apa yang dikatakan istriku. Tapi aku kan tidak suka hal yang biasa, harus special untuk orang terspecial. Hmm, bingung..'



**************************


Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍


Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. ❤❤❤


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊


Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


(IG : zasnovia #staronadarknight)

__ADS_1


__ADS_2