
MANSION BRY - KOTA B, INDONESIA
12 jam kemudian, Bry, Vara dan seluruh rombongan sudah tiba di mansion. Vara mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut mansion. Vara tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya saat matanya menyelusuri setiap eksterior dan interior mansion Bry.
“Kamu sendiri yang merubah design interiornya. Semua yang ada di mansion ini memang sesuai dengan seleramu.”
“Benarkah? Seingatku, aku memang suka membantu Papa mendesign banyak interior bangunan, tapi aku tidak ingat mendesign mansionmu juga.”
“Aku saja tidak kamu ingat, apalagi mansion ini.”
Bry berkata dengan mengulas senyum, tapi ekspresi sedih masih terlihat jelas di wajah Bry. Namun Vara tidak ingin membahasnya.
“Dimana kamarku?”
Bry begitu semangat menarik tangan Vara menuju kamar mereka di lantai 2, Vara terus saja memandang tangannya yang digenggam oleh Bry. Awalnya dia merasa ingin marah dan melepas tangan Bry, tapi entah kenapa ada perasaan hangat dan merasa dilindungi di dalam hatinya. Vara akui, kalau dia menyukai perlakuan Bry padanya. Senyum manis mengembang di wajah Vara, tapi Bry tidak menyadarinya.
Sesampainya di depan kamar mereka, Bry segera meminta Vara masuk dan melihat-lihat isinya.
Vara mengedarkan kembali pandangannya ke semua sudut kamar. Suasana hangat seketika terasa memenuhi hati Vara.
‘Aku menyukai kamar ini, terlihat sangat apik dan nyaman. Rasanya aku ingin segera merebahkan tubuhku di atas tempat tidur yang nyaman itu.’ Batin Vara.
“Bry bisakah kamu keluar, aku mau mandi.”
“Ini kan kamarku juga Sayang.”
Bry mengeluarkan nada protesnya, namun Vara malah menatap tajam mata Bry.
“Aku kan sudah bilang kalau aku ingin tidak ingin menempati kamar yang sama dengan kamu. Aku benar-benar tidak bisa.”
Bry menatap mata Vara dengan tatapan sendu.
“Tolong Sayang, aku janji tidak akan melakukan apapun padamu. Kita bisa tidur dengan guling sebagai penghalang. Tapi tolong jangan usir aku dari kamar ini. Aku benar-benar tidak bisa tidur di kamar lain.”
“Ya sudah, aku saja yang menggunakan kamar lain, kamu disini.”
“Tidak bisa Sayang.”
“Apanya yang tidak bisa?”
“Aku tidak bisa tidur kalau tidak ada kamu disampingku.”
Blush..
Pipi Vara kembali merona, seketika kepalanya menunduk menghindari tatapan Bry.
“Keluarlah, aku mau mandi.”
__ADS_1
Vara mendorong tubuh Bry keluar dari kamar mereka dengan cukup keras.
“Baiklah Sayang, tapi aku boleh tidur bersamamu di kamar ini ya.”
Vara tidak menanggapi permintaan Bry, Vara segera menutup pintu dan mengunci pintunya. Vara melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tanpa Vara sadari, Bry masuk kembali ke dalam kamar melalui pintu masuk yang berasal dari kamar si kembar. Bry mengambil kunci kamar yang tergantung di pintu kamar bagian dalam, agar Vara tidak bisa menguncinya. Bry bahkan berharap Vara tidak akan menyadari keberadaan pintu kamar itu, yang memang bentuknya tidak seperti pintu pada umumnya, melainkan seperti rak buku.
Bry juga mengaktifkan mini camera yang dia simpan di beberapa sudut kamar, tentunya di tempat-tempat tersembunyi yang tidak akan menarik perhatian Vara.
Sesaat kemudian, senyum manis Bry terpampang jelas di wajahnya. Entah ide apa yang saat ini ada di kepalanya, Bry masih belum berani merealisasikannya. Meskipun saat ini sebenarnya Bry sangat ingin menerobos masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan hal yang diinginkannya bersama dengan istrinya tercinta. Tapi terpaksa ditahannya karena tidak ingin Vara kembali marah dan menjauhinya.
'Sabar.. Sabar.. Aku akan berusaha membuat ingatan Vara kembali. Tapi jika ingatan Vara belum bisa kembali dalam waktu dekat, aku harus membuatnya jatuh cinta lagi padaku.'
Akhirnya Bry keluar dari kamarnya menuju kamar lain di sebelah kamar si kembar untuk mandi. Setelah itu Bry menuju kamar si kembar untuk memeriksa keadaan mereka. Dua babysitter yang bernama Ana dan Ina itu terlihat sedang memberikan susu melalui dot kepada Bradley dan Briley.
"Ana, Ina.. Apa persediaan ASI masih banyak?"
"Masih Tuan, di freezer masih ada banyak stock karena Nyonya Vara begitu rajin memompa ASI selama 1 bulan terakhir ini."
"Bagus.. Jaga Bradley dan Briley dengan baik ya.Terima kasih."
"Baik Tuan." Jawab Ina dan Ana bersamaan.
Bry lalu melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan mengetuk pintu kamarnya untuk mengajak Vara makan malam.
Tok.. Tok.. Tok..
Tidak lama kemudian Vara membuka pintu kamarnya, dan tampaklah wajah Vara yang terlihat cantik namun tidak ada lagi tatapan hangat yang selalu ada di wajahnya. Kini wajah itu selalu berekspresi dingin menatap Bry. Tapi Bry paham, dirinya harus lebih banyak bersabar menghadapi sikap Vara. Karena jika Bry salah bersikap, justru Vara akan merasa tidak nyaman dan semakin menjauh dari Bry.
"Sayang, ayo kita makan malam."
"Bryllian.. Bisakah kamu berhenti memanggilku Sayang? Aku merasa tidak nyaman."
"Maaf Sayang, aku tidak bisa melakukannya. Kamu boleh saja tidak memanggilku dengan panggilan sayang, karena kamu lupa padaku. Tapi aku kan tidak lupa, jadi aku tidak mau berhenti memanggilmu Sayang."
"Ya sudah.. Terserah kamu saja. Dimana ruang makannya?"
Vara memasang wajah datarnya, namun Bry tersenyum sambil menggandeng tangan Vara menuju ruang makan.
*************************
Vara termenung dengan posisi kepala bersandar di kepala tempat tidur. Pikirannya menerawang, teringat saat menuju ruang makan, matanya terpaku pada beberapa photonya bersama dengan Bry yang dipajang di salah satu ruangan. Tidak ada ekspresi keterpaksaan, semua photo itu jelas menunjukan kebahagiaannya bersama dengan Bry.
__ADS_1
'Apa benar aku mencintainya? Apa kami menikah memang karena cinta? Kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali.' Tanya Vara dalam hati.
Lelah dengan isi pikirannya yang seolah tidak berhenti bertanya, Vara memutuskan untuk merebahkan tubuhnya dengan selimut tebal yang kini menutupi tubuhnya yang mulai kedinginan. Setelah Vara yakin kalau pintu kamarnya sudah dikunci dengan benar, karena Vara khawatir Bry akan masuk dan mengganggu tidurnya malam ini.
Vara tentu saja tidak menyadari ada sepasang mata yang mengawasinya dari layar ponselnya dan berharap agar dia cepat tertidur lelap.
Setelah yakin kalau Vara telah tertidur dengan lelap, Bry masuk ke dalam kamar melalui kamar si kembar. Bry tampak tersenyum senang saat melihat Vara sudah tertidur begitu nyenyak. Perlahan Bry menaiki tempat tidur dan merebahkan dirinya di sebelah Vara.
Dengan ragu-ragu Bry memeluk pinggang Vara lalu merengkuh kepala dan tubuh Vara ke dalam dekapannya dengan sangat hati-hati. Beruntung Vara tidak terganggu sama sekali. Vara malah semakin dalam membenamkan dirinya di dada Bry, seolah menemukan kenyamanan dan kehangatan yang dicarinya. Tentu saja Bry dengan senang hati memeluk tubuh Vara dengan sangat lembut.
"Tidurlah Sayang.. I love you so much.."
Bisik Bry di telinga Vara, diikuti senyuman dan kecupan lembut yang mendarat di kening Vara.
***********************
Suasana kamar yang berubah terang, mulai mengganggu tidur Vara yang sangat nyenyak. Terlebih pinggangnya terasa sedikit berat, seolah ada sesuatu yang menumpu di pinggangnya. Kesadaran Vara sudah kembali, tapi mata Vara begitu berat untuk dibuka.
Tiba-tiba sesuatu yang kenyal menempel di bibirnya.
"Good Morning Sayang..Love you.."
Bry melepas pelukannya dari Vara dengan perlahan. Bry memutuskan untuk keluar dari kamar sebelum Vara menyadari keberadaannya. Bry masih khawatir kalau Vara akan marah padanya, jika tahu Bry tidur di tempat tidur yang sama dengan Vara. Tanpa mengetahui, kalau Vara sudah bangun sedari tadi dan mengetahui apa yang sudah dilakukannya.
Vara segera mengubah posisinya menjadi duduk seraya memandang ke arah pintu menuju kamar si kembar. Jantungnya masih berdegup kencang, tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Bry.
'Apa tadi Bryllian mencium bibirku? Apa semalaman dia tidur disini bersamaku?'
*************************
Image Source : Instagram (Edited)
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. 😍
Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. ❤❤❤
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok 😊
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung 😄
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
(IG : zasnovia #staronadarknight)