
Brandon membuka pintu kamarnya dengan kasar, dan mendapati Jared berdiri di depan pintu dengan wajah yang sangat panik.
“Hyung, Aric Hyung dan anak buahnya menerobos masuk. Dia menunggu Hyung turun untuk menemuinya di ruang tamu.”
Brandon berusaha bersikap tenang, namun kekhawatiran tidak dapat disembunyikan dari wajahnya. Bukan karena takut dengan kedatangan adik sepupunya itu, tapi saat ini Sharon sedang bersamanya, Brandon khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya itu. Karena selama ini Aric memang selalu melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan Brandon dari posisinya sebagai Pemimpin Klan Wang Eagle.
Brandon masuk kembali ke dalam kamar dan menghampiri Sharon yang sedang menyandarkan kepalanya pada tumpukan 2 buah bantal.
“Ada apa Sayang?”
“Tetaplah di dalam kamar, kunci pintunya dan jangan keluar sampai aku memintamu keluar.”
Meskipun tidak mengerti dengan alsan Brandon yang menyuruhnya tetap di dalam kamar, Sharon tetap menganggukan kepalanya dan menuruti perintah Brandon.
Setelah yakin Sharon mengerti dengan apa yang dimintanya, Brandon segera keluar dari kamar dan berjalan turun menuju ruang tamu, diikuti oleh Jared di belakangnya.
Di sofa berukuran besar, duduk seorang laki-laki bermata elang yang menatap tajam ke arah Brandon.
“Hallo kakak sepupuku yang baik hati. Apa kabarmu? Selamat ya, atas pernikahanmu. Besok aku akan datang ke resepsi pernikahanmu."
Brandon tidak menjawab sapaan basa-basi dari Aric, Brandon hanya mengulas senyum tipis lalu mendudukan dirinya di sofa, tepat di seberang Aric. Aric adalah adik sepupu dari Brandon. Abeoji Brandon yang bernama Wang Seok Hyun adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Adiknya adalah Wang Jae Hyun memiliki satu orang anak yaitu Aric Wang, dan Wang Byung Hyun memiliki 2 orang anak yaitu Jared Wang dan Catherine Wang.
Sedari kecil Aric memang selalu membenci Brandon, besar kemungkinan karena pengaruh Ayahnya yang sangat membenci Ayah Brandon yang menjadi Pemimpin Klan Wang Eagle menggantikan Kakeknya.
Berbeda dengan Aric, Jared sangat dekat dengan Brandon. Perbedaan umur 2 tahun membuatnya selalu menganggap Brandon sebagai Kakak yang menjadi panutannya. Meskipun Brandon pindah ke Indonesia, Jared tetap berkomunikasi dengan Brandon secara intens. Sampai akhirnya, Brandon kembali ke Korea, Brandon meminta Jared untuk menjadi asisten pribadi sekaligus tangan kanan dari Brandon.
Saat ini, suasana di ruang tamu itu sedikit mencekam. Brandon memperhatikan wajah-wajah yang datang bersama dengan Aric. Ada beberapa wajah yang sangat dikenalnya, diantaranya Park Gong Min yang merupakan adik angkat Kang In Pyo, orang yang membunuh Arya kekasih Vara dulu. Ada juga Kang Nam Sul yang merupakan mantan Kepala Pengawal Klan Wang Eagle beberapa tahun yang lalu, juga beberapa anak buahnya yang sudah melayani keluarga Brandon sejak bertahun-tahun yang lalu.
Brandon sudah bisa menebak situasi ini, orang-orang kepercayaan keluarganya kemungkinan sedang melakukan tindakan pengkhianatan atau kudeta terhadap dirinya di bawah kendali Aric Wang.
“Jangan banyak berbasa-basi, apa yang kamu inginkan?"
__ADS_1
Aric menunjukan seringainya lalu memandang sinis ke arah Brandon.
“Baiklah, sesuai maumu, aku akan mengatakan langsung apa yang aku inginkan. Serahkan posisimu sebagai Pemimpin Klan Wang Eagle dan juga markas besar Wang Eagle kepadaku. Aku tidak tertarik dengan semua bisnismu, tapi semua asset yang terkait dengan Klan Wang Eagle, harus kamu pindah tangankan atas namaku.”
“Jika aku tidak mau?"
Brandon masih memasang wajah datarnya menanggapi permintaan Aric yang tidak masuk akal itu."
“Maka aku akan membawa istrimu sebagai gantinya.”
Rahang Brandon seketika mengeras dan tangannya terkepal kuat menahan amarah.
“Jangan bawa-bawa istriku, kamu terlalu licik dan pengecut dengan menggunakan istriku sebagai ancaman."
“Aku tidak peduli, yang terpenting aku bisa mendapatkan apa yang aku mau. Silahkan saja jika kamu bersikeras mempertahankan semuanya, tapi aku tidak segan-segan menyiksa dan membunuh istri cantikmu itu dengan tanganku sendiri. Lagipula, harus kamu tahu, kamu tidak pantas menjadi Pemimpin Klan Mafia terbesar di Korea. Kakek susah payah membesarkan nama Wang Eagle sampai akhirnya menjadi Klan Mafia terkuat di Korea, tapi Kakek malah memilih Paman Seok Hyun sebagai penggantinya dan bukan Ayahku. Paman Seok Hyun membuat Klan Mafia ini lebih terlihat seperti Klan Besar tanpa taring yang hanya menjalankan bisnis tanpa merebut bisnis dan kekuasaan Klan Mafia lain. Terlebih saat digantikan olehmu, Klan ini terlihat seperti macan ompong yang hanya bertahan menunggu diserang.”
Brandon menghela nafas panjang, hatinya menyadari bahwa apa yang dikatakan oleh Aric memang benar adanya. Klan mafia yang didirikan oleh Kakek buyutnya dan dikembangkan oleh Kakeknya adalah Klan Mafia terbesar di Korea yang sudah dikenal banyak orang. Tapi sejak dipimpin oleh Abeoji-nya, Klan ini berubah tidak sesadis dan sekejam sebelumnya, meskipun musuh-musuh besar Klan atau orang yang berkhianat pasti akan diberantas dengan cara yang kejam.
“Jadi akan kamu buat seperti apa Klan Wang Eagle, jika kamu menjadi pemimpinnya?”
Brandon bertanya dengan nada datar dan dingin, menatap langsung ke dalam mata Aric yang menantang penuh ambisi.
“Aku akan mempertahankan agar Klan Wang Eagle tetap menjadi Klan Mafia terbesar di Korea, dengan mengambil bisnis dan daerah kekuasaan Mafia lain. Aku tidak akan membiarkan Klan ini hancur karena pemimpin bodoh seperti kamu.”
“Aku memang tidak menjalankan Klan ini seperti yang kamu harapkan, tapi kamu bisa lihat kesejahteraan dari anggota Klan sekarang. Mereka bisa hidup lebih baik dengan group perusahaaan yang semakin berkembang. Mereka tetap bisa bekerja dengan baik, dan tidak perlu lagi ada pertumpahan darah yang mengancam nyawa anggota klan kita."
“Tapi kemampuan mereka menjadi sia-sia, mereka dilatih menjadi petarung yang hebat agar dapat mengalahkan klan lain dan membuktikan kalau klan kita adalah yang terhebat.”
“Kamu mengharapkan mereka hidup dalam kekhawatiran terus, jika suatu saat klan lain akan membalas dendam atas apa yang klan kita lakukan? Kita bisa tetap menjalankan bisnis dengan bersih tanpa harus mengambil bisnis dan kekuasaan Klan lain. Bahkan perusahaan kita maju semakin pesat. Kemampuan mereka pun tidak sisa-sia, karena mereka menjaga dan mempertahankan bisnis kita juga.”
“Aku tidak peduli dengan yang kamu katakan, yang aku inginkan sekarang adalah kamu segera menyerahkan posisimu sebagai pemimpin Klan Wang Eagle kepadaku, sekarang juga."
__ADS_1
Asisten Aric yang berdiri tepat di belakangnya, segera menyerahkan 1 buah dokumen kepada Brandon yang terlihat enggan menerimanya. Brandon membaca sekilas dan menggeleng pelan kepalanya saat menangkap inti dari dokumen bertuliskan Pengalihan Aset dan posisi Pemimpin Klan Wang Eagle itu. Lalu dibantingnya dokumen itu dengan sangat kasar.
“Aku tidak akan pernah menandatanganinya. Silahkan keluar dari villaku.”
Aric Wang berdiri dengan raut penuh amarah.
“Jika memang itu yang kamu pilih, jangan salahkan aku jika istrimu akan menderita dan mati secara perlahan di tanganku. Semua itu pilihanmu."
Aric hendak berjalan menuju tangga, namun Brandon segera berdiri dan menghalangi langkah Aric. Aric kemudian memelintir tangan Brandon dan memukul wajah Brandon sekuat tenaga. Brandon yang sama sekali tidak siap dengan serangan Aric, langsung membalas pukulan Aric di perut dan juga dadanya, membuat Aric tersungkur dan menahan sakit dengan tangannya. Brandon menghajar Aric dengan menendang kakinya berkali-kali, namun anak buah Aric segera menahan pergerakan Brandon dan juga Jared yang berniat membantu Brandon.
Melihat Brandon dan Jared yang sudah diamankan oleh anak buahnya, Aric segera bergerak naik menuju kamar Brandon. Brandon berusaha melepaskan dirinya sekuat tenaga, namun dirinya tidak dapat melawan anak buah Aric yang jumlahnya lebih dari 30 orang.
Brandon berdoa di dalam hatinya, agar tidak ada hal buruk yang menimpa Sharon, atau Brandon tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri. Brandon semakin kuat berusaha melepaskan diri, saat mendengar suara keras akibat tendangan Aric yang mendobrak pintu kamar Brandon.
Tiba-tiba terdengar suara ribut di depan villa, diikuti dengan masuknya beberapa orang yang tidak disangka-sangka.
“Sorry Bro, kami terlambat.”
************************
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini..
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya.. (like & vote boleh banget kok 😁)
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. 😊
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..