Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 113 Sesuatu yang Berbeda


__ADS_3

Langit masih menampakan warna jingga dengan gumpalan awan putih, saat Bry melangkah memasuki mansionnya. Bry sudah sangat tidak sabar melihat istri dan kedua buah hatinya yang menggemaskan. Dugaannya, saat ini Vara sedang berada di kamar Bradley & Briley seperti kebiasaannya 2 minggu ini.


Bry berlari-lari kecil menuju kamarnya untuk segera membersihkan diri sebelum memasuki kamar Bradley &  Briley. Karena Bry tidak berani menyentuh kedua anak mereka sebelum memastikan dirinya bersih.


Bry seringkali pulang tepat waktu setelah Bradley dan Briley lahir. Kalaupun sedang banyak pekerjaan, Bry memilih membawa pekerjaannya kerumah agar bisa dia kerjakan saat Vara dan kedua anaknya tidur. Bry ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Vara dan kedua bayi mereka selama dia bisa.


Bry membuka pintu kamar Bradley & Briley melalui pintu yang terhubung dari kamarnya ke kamar 2 anak kembarnya dengan perlahan, niatnya ingin mengejutkan Vara sekaligus memberikan surprise dengan membawakan kue red velvet kesukaan Vara. Bry seringkali khawatir karena setelah bayi kembar mereka lahir, Vara sering telat makan karena terlalu sibuk mengurusi kedua bayi mereka.


Bry sudah menyiapkan beberapa baby sitter untuk Bradley & Briley, tapi Vara bersikeras ingin merawat mereka tanpa pengasuh. Kecuali saat ada keadaan mendesak, seperti saat Vara harus mandi atau ke toilet maka dia akan menitipkan kedua bayinya kepada pelayan.


Bry perlahan menghampiri Vara dari arah belakang. Vara terlihat sedang menyusui Bradley dengan posisi duduk, sementara Briley tertidur didalam box tidurnya. Namun sesaat kemudian Briley menangis dengan keras, membuat Bradley yang baru saja tertidur kembali terbangun dan ikut menangis dengan keras.


Bry segera menyimpan kue red velvet yang sedang dipegangnya diatas nakas, lalu menghampiri Vara yang masih belum menyadari keberadaannya.


Bry segera menggendong Briley dan menggoyang-goyangkan tubuh Briley perlahan. Vara tersenyum melihat suaminya yang ternyata sudah pulang dan begitu sigap menenangkan Briley sampai Briley kembali tertidur dengan nyenyaknya. Begitupun Bradley yang sudah kembali tertidur karena Vara melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Bry.


Setelah merasa yakin, Bradley & Briley sudah sangat terlelap dengan nyenyak, Bry dan Vara memindahkan kedua bayi tampannya itu ke tempat tidur.


Bry memeluk tubuh Vara dan mengecup kening Vara sekilas.


"Sayang, kamu sudah makan?"


"Belum Honey, tapi aku baru saja menghabiskan segelas juice apel yang dibawakan Bi Mona."


"Sayang, kamu harus banyak makan makanan sehat, kamu bukan hanya perlu makan untuk menjaga kesehatanmu tapi kamu juga memberikan ASI untuk anak kita. Aku tidak mau kamu sakit, karena telat makan & kelelahan. Biarkan beberapa orang membantumu mengurus Bradley dan Briley ya."


"Tidak perlu Honey, aku bisa melakukannya. Meskipun kadang-kadang aku merasa stres juga."


Vara memegang kepala dengan kedua tangannya, dan menunjukan matanya yang juling. Bry tertawa saat Vara menunjukan ekspresi stresnya menghadapi kedua bayi kembarnya itu. Lalu diambilnya kue red velvet yang tadi disimpannya diatas nakas.



"Makanlah Sayang.."

__ADS_1


Mata Vara berbinar melihat kue favorit dihadapannya.


"Wah.. Kamu tahu saja aku sedang ingin makan kue ini."


Vara yang terlihat sumringah langsung mengambil sendok yang ada disebelah kue itu, lalu memotong dan menyuapkannya kedalam mulutnya. Ekspresi Vara sangat puas menikmati kunyahannya, hal ini membuat Bry melengkungkan senyumnya.


Bry mengelus lembut rambut Vara dan sesekali mengusap pipi Vara karena gemas. Dilihatnya penampilan istrinya yang terlihat banyak berubah. Vara yang tubuh berisinya sudah menyusut sangat cepat, mungkin karena lelah mengurus 2 bayi kembar. Wajah tanpa polesan make up dihiasi kantung mata yang sedikit gelap, dan pakaian santai yang selalu dikenakannya setiap hari.


Vara mulai tidak ada waktu mengurus dirinya sendiri, berbeda sekali dengan saat Vara belum melahirkan. Hal itu membuat Bry merasa sangat bersalah. Bry tidak ingin Vara merasa tertekan dan tidak punya waktu mengurus dirinya sendiri.


"Sayang biarkan anak-anak dijaga pelayan ya. Kamu lebih baik mandi dulu."


Vara mengangguk pelan sambil menyuapkan potongan kue yang hampir tandas. Bry tersenyum, lalu menghubungi Bi Mona agar mengirimkan 2 orang pelayan untuk menjaga Bradley dan Briley.


Tidak sampai 5 menit, 2 orang pelayan yang berpengalaman dalam mengurus bayi sudah sampai di kamar itu, sehingga Vara dan Bry bisa meninggalkan kedua bayinya dengan tenang. Tapi Bry selalu waspada terhadap semua orang yang menjaga anaknya, sehingga Bry memasang camera CCTV di kamar Bradley & Briley untuk memantau kedua buah hatinya itu.


**********************************


Bry memandang sekilas jam dinding yang menunjukan jam 9 malam, tubuhnya cukup lelah setelah menjaga Bradley yang terus saja rewel setelah makan malam tadi. Sedangkan Briley tidak mau lepas dari Vara dan akan terus menangis keras saat dilepas. Untung saja sekarang keduanya sudah tidur dengan lelap setelah perjuangan yang cukup panjang Bry dan Vara untuk menenangkan mereka.


"Please Sayang, jangan memakai pakaian seperti itu, aku kan masih harus puasa. Kamu benar-benar menyiksaku dengan berpakaian seperti itu."


'Kamu tidak tahu apa, juniorku sudah meronta-ronta minta dilepas.' Batin Bry.


Bry menampakan wajahnya yang sangat memelas. Tubuhnya memanas, tergoda dengan pemandangan didepannya. Namun pikirannya cukup sehat, karena tidak mungkin meminta Vara melayaninya saat ini.


Vara mendekat kearah Bry dengan perlahan, membuat detak jantung Bry semakin berdebar menahan keinginannya.


Vara mendekatkan bibirnya ke telinga Bry dan membisikan kata-kata yang membuat tubuh Bry menegang seketika.


"Honey, ada banyak cara untuk memuaskan kamu tanpa harus menyatukan tubuh kita. Aku tidak akan memberikan kesempatan pada para penggoda diluar sana untuk menawarkan tubuhnya padamu.


"Sayang, aku tidak akan tergoda dengan perempuan manapun selain kamu. Aku.."

__ADS_1


Bry belum menyelesaikan perkataannya saat Vara tiba-tiba mencium bibirnya dengan sangat liar. Bry tentu saja menikmati permainan Vara terlebih saat Vara mulai menjelajahi tubuh Bry dengan indera perasa dan indera perabanya.


Setiap jengkal tubuh Bry bereaksi menerima setiap sentuhan Vara, desahan dan lenguhan Bry pun lolos, tanda tubuhnya menikmati setiap perlakuan yang diberikan oleh Vara.


Bry begitu terbuai dengan serangan-serangan yang dilakukan Vara, hingga akhirnya Bry sampai pada pelepasannya yang membuat Vara mengerling manja pada Bry dengan lengkungan senyum nakalnya.


Bry menatap sendu istrinya dengan mengusap pelan rambut Vara yang sedikit berantakan. Lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Vara.


"Terima kasih ya Istriku yang nakal. Aku sangat menyukai apa yang kamu lakukan. Aku mencintaimu."


Vara mengecup sekilas bibir Bry.


"Sama-sama suamiku yang mesum."


Bry terkekeh geli dengan perkataan Vara yang menyebutnya suami mesum. Namun Bry sendiri mengakui kalau dirinya memang mesum.


"Tapi aku hanya mesum kepada istriku, dan aku tahu istriku sangat menyukai sifat mesumku ini."


Vara mengerucutkan bibirnya yang dibalas kembali dengan kekehan Bry yang terdengar jahil.


'Dan sekarang.. Istriku yang manis dan pemalu, sudah tertular virus mesum dariku, sampai dia bisa senakal ini.' Batin Bry.


********************************


Image Source : Instagram (Edited)


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.

__ADS_1


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2