
Author POV
Vara sangat bersemangat dengan liburan singkatnya kali ini. Meskipun bukan liburan ke tempat yang jauh, tapi Vara sangat antusias karena dia ingin menghibur dirinya yang selama ini cukup tertekan dengan kesedihan.
Perjalanan mereka menggunakan 2 mobil yang berbeda. Mobil yang pertama diisi Samuel yang menyetir dengan Vanny duduk disebelahnya, dan Nila duduk dibelakang. Sedangkan di mobil kedua ada Brandon yang menyetir dengan Vara duduk disebelahnya. Mereka tidak mungkin hanya menggunakan 1 mobil karena barang-barang bawaan mereka tidak akan cukup ditampung hanya dalam 1 mobil.
Hal ini tentu saja menyenangkan untuk Brandon, karena dia bisa menikmati perjalanan hanya berdua saja dengan Vara. Brandon juga tidak berusaha menutupi atau membatasi perhatiannya terhadap Vara.
"Var.. Perjalanannya masih jauh, kamu tidur saja. Nanti aku bangunkan saat sudah sampai." Sekilas Brandon mengelus kepala Vara dengan sebelah tangannya tetap memegang kemudi.
"Aku tidak mengantuk Brandon, aku akan menemanimu menyetir." Brandon menggenggam tangan Vara yang Vara letakkan diatas pahanya.
"Brandon, fokuslah menyetir. Jangan memegang tanganku begini. Aku tidak mau berakhir di Rumah Sakit."
Brandon tertawa sambil melepaskan genggaman tangannya dan kembali fokus dengan kemudinya. Dan selang beberapa menit kemudian Vara tampak tertidur dengan lelapnya.
Sedangkan di mobil yang lain Samuel dan Vanny terus-terusan saja ribut. Karena memang selama ini mereka seperti anjing dan kucing. Vanny terus saja mengomel cara menyetir Samuel yang berbahaya karena terus-terusan menerima telpon dari kekasihnya saat menyetir. Sedangkan Nila yang duduk dibelakang hanya bertindak sebagai penonton.
"Samuel bisa tidak sih menyetir lebih cepat, dari tadi ketinggalan terus dari mobil Brandon." Vanny terus saja mengomel sepanjang perjalanan.
"Kenapa sih dari tadi kamu mengomel terus. Kamu membuatku pusing tau." Samuel mulai kesal dengan sikap Vanny.
"Kalau pusing, tidak usah didengar." Sebenarnya Vanny kesal karena Samuel tadi menelpon terus dengan kekasihnya di sepanjang perjalanan. Hal itu sangat mengganggu pendengaran Vanny.
"Sudahlah.. Kenapa kalian ribut terus. Kita sebentar lagi sampai." Nila berusaha menengahi pertengkaran mereka.
RESORT
__ADS_1
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, Vara dan sahabat-sahabatnya akhirnya sampai di resort pinggir pantai yang mereka tuju. Benar-benar resort yang bagus dengan pemandangan yang menakjubkan. Mereka segera menuju kamar mereka yang sudah Barandon siapkan.
"Wah bagus banget resortnya. Sepertinya tidak akan cukup kalau hanya 2 hari." Nila mengedarkan pandangannya ke semua sudut resort.
"Ya sudah kita tambah liburannya jadi seminggu." Brandon menanggapi perkataan Nila sambil tersenyum.
"Setujuuu.." Vanny berteriak mengagetkan mereka semua.
"Bisa tidak sih tidak usah teriak-teriak. Mengagetkan saja." Samuel mengomel sambil berjalan meninggalkan mereka menuju kamarnya.
Vara memasuki kamar yang disediakan Brandon dengan ekspresi senang. Sahabat-sahabatnya pun masuk ke kamar mereka masing-masing dengan antusias. Kali ini Brandon memang menyiapkan segalanya dengan matang, karena ingin menyenangkan sahabat-sahabatnya. Terutama Vara, seseorang yang sangat special untuknya.
Vara mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar yang luas, dengan balkon kamar yang langsung menghadap pantai yang indah. Brandon menghampiri Vara yang berdiri sambil merentangkan tangannya, menikmati semilir angin yang berhembus.
"Kalau aku peluk kamu dari belakang, persis adegan di film." Vara tertawa mendengar perkataan Brandon.
"Brandon jangan seperti ini." Brandon tidak menanggapi perkataan Vara, dia malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Indah ya sunsetnya?" Nafas Brandon menyapu leher Vara pelan. Vara hendak melepaskan diri dari pelukan Brandon. Tapi Brandon terlalu kuat memeluk Vara.
"Sebentar saja Vara, hanya sebentar. Aku mohon." Vara sedikit terenyuh dengan perkataan Brandon yang sedikit memelas.
"Kamu kenapa Brandon?" Vara sedikit memiringkan kepalanya menatap Brandon, membuat tatapan mata mereka bertemu.
"Aku hanya merasa bahagia saat bersama kamu seperti ini." Vara menatap Brandon dengan heran. Brandon tersenyum.
"Jangan memikirkan apapun. Nikmati saja pemandangan didepanmu ini." Vara kembali menatap sunset dihadapannya dengan perasaan yang sedikit aneh. Sedangkan Brandon semakin menyelusupkan kepalanya di ceruk leher Vara. Menghirup aroma tubuh Vara yang wangi dan menenangkan.
__ADS_1
APARTMENT BRYLLIAN
Bryllian mondar-mandir di apartmentnya. Sesekali duduk merenung dengan wajah yang sedikit kesal. Suasana hatinya tidak cukup baik karena Vara tidak masuk kuliah saat Bry datang ke kampusnya. Padahal Bry tahu pasti, kalau jumat sore Vara ada jadwal kuliah. Bry tahu semua tentang Vara. Alamat rumahnya, nomor handphone-nya, telepon rumahnya, semua sosial media Vara, ukuran sepatu, baju sampai tanggal lahirnya. Tapi Bry harus pura-pura tidak tahu sampai nanti Vara memberi tahunya sendiri. Bry memang dengan mudah mendapatkan informasi tentang Vara. Karena dia mempunyai beberapa orang kepercayaan yang selalu siap membantunya.
Tiba-tiba Bry mulai mengingat sesuatu yang dia lupakan, dia langsung bergegas mengambil jaket dah memacu mobil sportnya dengan sangat kencang.
****************************************
Image Source : Instagram
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1