Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 137 Sepenggal Kisah Masa Lalu


__ADS_3

HOTEL BRANDON - JEJU ISLAND


Rasa khawatir dan panik akan keadaan Briley, membuat Vara menggunakan lift dengan tidak sabar, bahkan dia berlari sekuat tenaga menuju kamar kedua anaknya.


Sesampainya di kamar Briley dan Bradley, Vara segera menghampiri Briley yang ada dalam gendongan Bi Mona. Dua baby sitter sedang membereskan barang-barang Briley yang akan dibawa ke Rumah Sakit.


"Bi, aku akan membawa Briley ke Rumah Sakit, kalian tolong jaga Bradley."


Vara segera mengambil alih Briley dari gendongan Bi Mona.


"Saya antar ya Nyonya."


"Tidak. Kalian tolong jaga Bradley, aku bisa ke Rumah Sakit diantar sopir & pengawal. Jangan hubungi suamiku dan memberitahunya, jika dia tidak bertanya lebih dulu."


"Baik Nyonya."


Jawab Bi Mona dan dua orang baby sitter itu bersamaan, meskipun sedikit heran dengan permintaan Nyonya besarnya itu.


Bi Mona segera keluar lebih dulu untuk meminta pengawal membawakan barang Briley ke dalam mobil. Vara menyusul dengan Briley menempel dalam dekapannya. Langkahnya tergesa-gesa dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya. Bukan hanya karena panik dan khawatir dengan keadaan Briley, tapi kenyataan bahwa Bry sedang bersama Celline membuat dada Vara sesak.


Vanny dan Samuel yang sedang berada di lobby hotel, terkejut saat melihat Vara berlari melintasi lobby hotel sambil berlari. Mereka tidak bisa mengejar Vara yang sudah terlanjur masuk ke dalam mobil yang seketika dilajukan oleh sopirnya.


"Samuel, ayo kita kejar Vara."


Tanpa menjawab, Samuel segera menarik tangan Vanny untuk mendekat dan masuk ke dalam mobil Brandon yang disediakan untuknya. Samuelย  segera menyusul mobil Vara yang melaju begitu kencangnya.


*************************


RUMAH SAKIT - JEJU ISLAND


Hanya perlu beberapa belas menit saja, sampai mobil Vara tiba di Rumah Sakit. Beberapa orang perawat langsung menangani Briley dan memasukannya ke ruang perawatan VIP.


Jayden yang sudah mengetahui Briley kembali dirawat, segera masuk ke ruang perawatan dan memeriksa keadaan Briley.


Jayden begitu fokus melakukan pemeriksaan, memastikan infus Briley berfungsi dengan baik dan sedikit mengelus kepala Briley yang saat ini sudah tertidur dengan nyamannya.


"Nyonya, anak anda kembali demam. Tapi tenanglah, ini hanya demam biasa. Mungkin karena dia dibawa pulang terlalu cepat, sedangkan udara diluar cukup berangin, sehingga suhu tubuhnya naik lagi. Tapi kami sudah memberikan obat yang akan menurunkan panasnya."


Jayden memberikan penjelasan kepada Vara dengan sangat profesional, meskipun sesungguhnya ada rasa kecewa karena Vara tidak mengingatnya sama sekali.


"Terima kasih banyak Dokter. Tadi saya begitu takut melihat keadaan anak saya, tapi sekarang saya bisa tenang. Berkat dokter."


Jayden mengembangkan senyumnya yang paling manis, membuat Vara seketika menyadari sesuatu.


"Maaf Dokter, apakah sebelumnya kita pernah bertemu? Maksud saya, jauh sebelum pertemuan kita di Rumah Sakit ini?"


'Akhirnya.. Kamu menyadarinya.' Batin Jayden.


Jayden kembali tersenyum manis, menatap dalam ke manik mata Vara yang masih penuh tanya.

__ADS_1


"Hmm, mungkin."


Tok.. Tok.. Tok..


Sebelum Vara membukakan pintu, tiba-tiba pintu ruang perawatan VIP itu terbuka, menampakan Vanny dan Samuel yang segera masuk tanpa dipersilahkan.


"Vara bagaimana keadaan Briley?"


Vanny bertanya sambil mendekati Vara.


"Lho, Jayden Hyung?"


Samuel begitu terkejut menyadari kehadiran laki-laki berjas putih khas Dokter di hadapannya.


"Samuel? Kamu sedang di Korea? Kenapa tidak mengabariku?"


Jayden memeluk Samuel dan menepuk-nepuk punggung Samuel berkali-kali.


"Aku lupa Hyung, dan aku juga lupa Hyung adalah pemilik Rumah Sakit ini."


"Sssstttt.."


Jayden seperti tidak ingin identitasnya sebagai pemilik Rumah Sakit terbesar di Jeju diketahui orang lain, tapi perkataan Samuel terdengar jelas di telinga Vara dan Vanny.


Samuel menoleh ke arah Vanny dan Vara dengan mengulas senyum.


"Apa kalian masih ingat dengannya? Dia Kakak sepupuku Jayden Hyung, dia pernah datang di ulang tahunmu yang ke-20 Vara, dan juga ikut berlibur dengan kita ke perkebunan teh di bukit B."


Vanny mengulurkan tangannya yang segera disambut Jayden.


"Vanny jangan memanggilnya Oppa, lebih baik panggil Kak Jayden saja."


"Lho, kenapa? Bukankah aku, Vara dan Danila memanggilnya Oppa waktu itu juga?"


"Entahlah, rasanya terlalu manis dan romantis. Lebih baik aku yang kamu panggil Oppa."


Vara dan Jayden tertawa, sedangkan Vanny hanya mengerucutkan bibirnya menatap senyum jahil di wajah Samuel.


Vara mendekat ke arah Jayden dan mengulurkan tangannya.


"Apa kabar Kak Jayden? Atau lebih pas Dokter Jayden. Ternyata benar, kita pernah bertemu sebelumnya, dan maafkan aku karena tidak mengenalimu."


Jayden mengulum senyumnya, ada rasa bahagia dalam hatinya saat Vara tersenyum manis dengan tangan yang terulur indah padanya. Jayden menerima uluran tangan Vara dengan lembut.


"Kabarku tidak pernah sebaik ini."


Vara sedikit mengerutkan keningnya mendengar perkataan Jayden, tapi Vara tidak menanyakan apapun.


Kini mereka berempat sudah beralih duduk di sofa kamar, dan mengenang saat Jayden Han yang merupakan Kakak sepupu dari Samuel Han itu, berlibur ke Indonesia di masa cutinya.

__ADS_1


FLASHBACK ON (JAYDEN)


Lebih dari 2 tahun yang lalu..


Kedatangan Jayden ke Indonesia, bertepatan dengan ulang tahun Vara yang ke-20 di sebuah Hotel berbintang 5 di Kota B. Acara ulang tahun Vara yang berlangsung di sabtu malam itu, dihadiri keluarga dan teman-teman kuliah Vara. Saat itu Samuel mengajak Jayden ke acara ulang tahun Vara, setelah mendapat izin dari Vara, karena tidak enak meninggalkan Kakak sepupunya itu di rumah saja.


Pertama kali melihat Vara, Jayden sudah jatuh cinta. Tapi Jayden tidak berani mendekati Vara, karena saat itu Vara yang berada di tengah-tengah pesta, selalu tersenyum bahagia menatap seseorang disampingnya. Arya.. Jayden masih mengingat nama laki-laki yang membuat senyum di wajah Vara selalu merekah.


Jayden begitu mengagumi sahabat dari adik sepupunya itu, dan Samuel menyadari sikap Jayden ini.


"Hyung, jangan jatuh cinta padanya. Dia sudah tidak bisa berpaling dari Arya."


Jayden hanya tersenyum tipis, tanpa membalas perkataan Samuel.


'Tapi ini pertama kalinya aku begitu terpesona pada seorang gadis. Bukan hanya suka, aku yakin kalau saat ini, aku jatuh cinta padanya.' Batin Jayden.


Keesokan harinya, Samuel kembali mengajak Jayden berlibur bersama dengan sahabat-sahabatnya ke perkebunan teh yang ada di Kota B. Tentu saja Jayden sangat bersemangat karena akan bertemu kembali dengan Vara, terlebih lagi saat tahu kalau Arya tidak bisa ikut karena ada acara keluarga.


Untuk menuju kawah ada 2 mobil yang mereka gunakan. Mobil Samuel berisi Samuel, Jayden dan juga Danila. Sedangkan mobil Brandon berisi Brandon, Vara dan Vanny. Saat itu Jayden sedikit kecewa karena tidak bisa satu mobil bersama Vara. Apalagi melihat Brandon yang selalu menempel pada Vara, membuat Jayden jengah.


Sesampainya di kawah, Jayden memanfaatkan kesempatan sebanyak mungkin untuk mendekati Vara. Jayden seringkali mengajak Vara mengobrol bahkan sampai berphoto bersama. Jayden tidak mau menyia-nyiakan waktu yang sangat langka itu. Karena besok-besok, belum tentu bisa melakukannya, apalagi jika ada Arya bersama Vara.


Brandon yang menyadari sikap Jayden yang terus saja mendekati Vara, terlihat tidak suka. Sebisa mungkin Brandon menjauhkan Vara dari Jayden, setiap kali Jayden mendekat.


Jayden menatap sengit wajah Brandon yang balas menantang Jayden. Samuel yang menyadari ketegangan diantara sepupu dan juga sahabatnya, segera merangkul bahu keduanya.


"Ayo kita makan, aku sudah lapar."


Jayden dan Brandon berjalan beriringan dengan Samuel berada di tengah dan tidak melepas rangkulannya sampai mereka tiba di villa milik keluarga Vanny yang berada di tengah perkebunan teh itu.


Mereka tidak berniat menginap, karena besok mereka ada jadwal kuliah. Hanya Jayden yang tidak memiliki jadwal penting. Jadilah waktu yang hanya setengah hari itu, mereka habiskan dengan makan-makan sambil bercanda bersama di taman bunga yang terletak di belakang villa.


Bagi Jayden, hari itu adalah hari yang sangat berkesan, karena bisa melihat senyum manis Vara sepanjang hari.


'Andai saja aku bisa memiliki gadis cantik ini, pasti aku akan sangat bahagia.' Batin Jayden.


FLASHBACK OFF


*************************


Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. ๐Ÿ˜


Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya.. (like & vote boleh banget kok ๐Ÿ˜)


Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. ๐Ÿ˜Š


#staysafe #stayhealthy


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.

__ADS_1


Biar Author tambah semangat nulisnya ๐Ÿ˜Š


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2