
WARNING..!!!
Mengandung adegan kekerasan, mohon maaf jika kurang nyaman dan tidak berkenan. Terima kasih.
************************
Saat ini terlihat jelas seorang perempuan berdiri di tengah kolam renang, tepat dihadapan Vara dengan memasang ekspresi meremehkan. Di pinggir kolam renang yang berada dibelakang perempuan itu, berdiri laki-laki berwajah cukup tampan namun dengan tatapan mata tajam menghujam tepat di manik mata Vara.
Vara masih diam mematung dan mencoba mengingat siapa sesungguhnya perempuan dan laki-laki berseragam pelayan itu. Perempuan itu tersenyum seraya mengulurkan tangan kiriya dan menggenggam sejumput rambut Vara, lalu menariknya ke belakang kepala Vara. Vara sudah meringis kesakitan, namun perempuan itu seakan tidak puas, sehingga sesaat kemudian sebuah tamparan mendarat di pipi Vara.
"Aaaaa..."
Vara menjerit kencang, tiba-tiba kepalanya dipenuhi dengan kilasan-kilasan ingatan buruk yang semakin lama semakin jelas.
Perempuan itu melepaskan tangannya dari rambut Vara yang terlihat begitu kesakitan. Vara memegangi kepalanya yang seolah akan pecah, saat kilasan ingatan itu berganti-ganti di dalam pikirannya. Ingatan saat Vara melihat Arya tergeletak dengan tubuh bersimbah darah di arena balap liar, ingatan saat dirinya hampir diperkosa oleh Brandon, begitu juga ingatan saat Bry tidak sadar karena tertembak di Spanyol.
Tangis Vara pecah seketika, dia menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa tidak kuat dengan semua kejadian buruk yang tiba-tiba diingatnya. Sampai akhirnya, ingatan tentang seseorang yang menebaskan belatinya di leher Vara muncul dengan begitu jelas di pikirannya.
Vara tiba-tiba diam mematung dengan memfokuskan pandangannya kepada seseorang yang masih memasang ekspresi sombong dihadapannya. Seringai dan senyum sinis tiba-tiba tersungging di wajah Vara, tatapan matanya tajam tepat menghujam di manik mata perempuan dihadapannya, juga seorang laki-laki yang berdiri di pinggir kolam renang, di belakang perempuan itu.
"Akhirnya kamu muncul juga, aku begitu penasaran dengan seorang perempuan yang hampir setiap malam datang di mimpiku dan menebaskan pisau belatinya dileherku. Aku menunggumu untuk membalas apa yang kamu lakukan padaku.. Celline."
Celline terkejut, namun sesaat kemudian tawanya lepas dengan begitu kencangnya. Namun tiba-tiba telapak tangan Vara mendarat di pipi Celline, sehingga menghentikan tawa Celline seketika.
"Kurang ajaaaar.. Berani ya kamu, Zivara."
Vara mengantisipasi gerakan Celline seraya melirik pintu masuk yang terletak di belakang laki-laki itu. Saat ini Vara ingin sekali memberikan pelajaran pada Celline, tapi keberadaan laki-laki di belakang Celline merupakan sebuah ancaman. Kemungkinan besar Vara akan kalah jika memaksakan diri untuk melawan dua orang yang sepertinya memiliki skill beladiri. Vara berencana melarikan diri untuk saat ini, tapi harapan Vara pupuslah sudah, karena laki-laki itu seakan tahu apa yang hendak dilakukan Vara, karena menyadari arah pandang Vara sejak tadi.
Vara hendak bergerak mundur untuk naik ke pinggir kolam renang, saat tiba-tiba tangan Celline mencengkeram kuat dagu Vara, sampai Vara meringis kesakitan.
__ADS_1
"Jangan coba-coba kabur dari sini. Tidak akan ada yang bisa menolongmu. Semua pengawalmu sudah aku lumpuhkan, mereka begitu bodoh karena berhasil aku tipu dengan semua makanan enak yang aku berikan, hahaha..."
Celline tertawa mengejek ke arah Vara, membuat Vara semakin kesal. Ternyata Celline menggunakan trik dengan menyamar sebagai pelayan Resort yang mengantarkan tambahan pesanan dari Vara untuk para pengawalnya.
"Oh shiiitt.." Teriak Vara dalam hati.
Rasanya Vara begitu geram dengan kelalaian para pengawalnya. Padahal Vara meminta mereka berjaga diluar untuk melindunginya dari gangguan orang luar.
"Zivara, sebelum kamu mati. Aku akan memperkenalkan siapa diriku yang sebenarnya. Aku adalah Istri dari Ketua Klan Mafia Geomjeong Dragon, musuh besar Klan Wang Eagle yang dipimpin sahabatmu Brandon. Sedangkan laki-laki dibelakangku adalah Aric Wang, sepupu Brandon Wang yang sebentar lagi akan merebut tahta Klan Wang Eagle dari tangan Brandon Wang. Tujuanku adalah membunuhmu, karena aku tidak ingin ada seseorang yang memiliki Bryllian jika aku tidak bisa memilikinya. Dan Aric akan membuat perhitungan dengan Bryllian, karena menggagalkan rencananya untuk merebut tahta Klan Wang Eagle."
'Tapi aku tidak akan mengizinkannya untuk membunuh Bryllian, karena aku ingin dia tetap hidup untuk mencintaiku setelah kamu mati.' Batin Celline.
Sesaat Vara tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya saat mendengar perkataan Celline. Informasi ini diluar dugaan Vara, karena Vara belum diberi tahu sama sekali tentang informasi ini oleh Bry.
Celline yang sesungguhnya adalah Istri dari Ketua Geomjeong Dragon (meskipun entah istri yang ke berapa), memang sengaja dilatih oleh Ketua untuk menjalankan banyak misi Klan Geomjeong Dragon. Tapi kali ini, Sang Ketua Klan mengetahui hubungan masa lalu Celline dan Bry, sehingga Ketua meminta anak buahnya membunuh Bry. Celline sesungguhnya tidak rela mantan kekasihnya dibunuh, tapi Celline tidak mungkin membantah atau melawan semua perintah Ketua. Akhirnya dia hanya mengajukan syarat untuk membunuh Vara sebelum anak buah Ketua membunuh Bry. Namun di dalam hatinya, banyak sekali rencana untuk menggagalkan rencana Ketua, karena Celline memang masih sangat mencintai Bry.
Vara mengulas senyum sinisnya, lalu tiba-tiba Menghujamkan pukulan tepat di perut Celline sampai tubuh Celline tersungkur masuk ke dalam air. Vara tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia bergegas naik dan melangkah mantap ke arah Aric yang menyeringai pada Vara.
"Toloooooong.."
Vara berteriak meminta pertolongan namun seketika teriakan minta tolong berubah menjadi teriakan kesakitan, saat Celline yang sudah naik dari kolam renang, menjambak rambut Vara dari belakang dengan tangan kanannya.
"Aaaaaaawwww.."
Tanpa Vara sadari, Celline memegang sebuah belati yang sama persis dengan yang digunakannya untuk melukai Vara sebelumnya. Kali ini bukan lagi leher yang menjadi sasaran Celline tapi jantung Vara.
Gerakan Celline yang hendak menghunuskan belatinya, segera diantisipasi Vara dengan menarik tangan kanan Celline dari rambutnya. Vara mundur beberapa langkah kemudian menendangย tangan kiri Celline yang sedang memegang belati.
"Aaaaargggh.."
__ADS_1
Belati itu pun terlepas, begitu pun dengan tubuh Celline yang mendadak limbung karena ikut terdorong tendangan Vara. Tidak membuang-buang waktu, Vara bergerak maju menarik kerah baju Celline lalu menghempaskan Celline ke dalam kolam renang, sampai akhirnya Celline pingsan dan tenggelam ke dasar kolam.
Namun perjuangan Vara belum berakhir, masih ada Aric yang kini mengeluarkan sebuah pistol dari balik kemejanya. Badan Vara mulai bergetar ketakutan, saat Aric mulai mengarahkan pistolnya tepat ke kepala Vara.
Vara refleks menutup matanya,ย pasrah dengan kemungkinan terburuk yang akan dialaminya.
Dooorr..
Terdengar bunyi letusan peluru, diikuti jatuhnya tubuh yang bersimbah darah di bagian perutnya.
*************************
Image Source : Instagram
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. ๐
Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. โคโคโค
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok ๐
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung ๐
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. ๐
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya ๐
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
(IG : zasnovia #staronadarknight)