
MANSION SATYA
Emosi Satya naik saat mendengar Brandon berhasil melarikan diri dari penjagaan Larry dan pengawal-pengawalnya.
"Kenapa Brandon bisa kabur? Bagaimana bisa kamu dan pengawal-pengawal bodoh itu tidak bisa menjaga satu orang saja?"
"Tuan, Brandon berhasil kabur karena diselamatkan oleh 9 orang gangster. Sepertinya mereka berasal dari kelompok tertentu. Kami kalah jumlah saat melawan mereka, apalagi mereka mengancam kami dengan senjata api. Mereka membawa Brandon dengan sebuah van. Saya sudah meminta Jacob dan Joseph untuk mencari tahu siapa orang-orang yang menyelamatkan Brandon, juga melacak van yang mereka gunakan." Larry menjelaskan dengan detail tentang apa yang terjadi.
"Kamu cari tahu juga data tentang Brandon selengkap-lengkapnya. Sepertinya dia bukan hanya sekedar mahasiswa biasa." Kilatan tajam tampak di mata Satya.
'Brandon, kamu tidak akan bisa selamat dari kejaranku. Aku benar-benar akan membalasmu.'
APARTMENT BRYLLIAN
Bry berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya sambil terus menerus menghubungi Vara yang tidak juga bisa mengangkat panggilannya. Dicobanya untuk menelepon ke rumah Vara.
"Hallo, Selamat Malam Bi, apa Vara ada di rumah?"
"Ini Mas Bry ya? Non Vara belum pulang. Bapak dan Ibu juga baru sore tadi berangkat keluar kota."
"Oh begitu. Kalau Vara pulang tolong suruh hubungi saya ya Bi. Terima kasih."
__ADS_1
"Iya baik Mas Bry." Bry segera menutup telepon dan mulai mengecek posisi Vara melalui alat pelacak GPS yang terpasang di mobil Vara.
Mata Bry membelalak saat melihat posisi mobil Vara saat ini, Hotel A. Tampak kilatan emosi dan kekhawatiran di mata Bry. Sambil menuruni anak tangga hendak berjalan keluar, Bry menghubungi Kevin.
"Kevin retas CCTV Hotel A. Cari Vara secepatnya. Aku menuju ke Hotel A." Bry memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Di tengah perjalanan, Bry menerima kiriman beberapa video rekaman CCTV dari Kevin. Segera dibukanya video-video rekaman itu dengan rasa ingin tahu yang besar.
Di dalam rekaman pertama, tampak mobil Vara masuk ke pelataran Hotel A beberapa saat setelah mobil Bry masuk. Bry sudah dapat menyimpulkan kalau Vara mengikutinya. Rekaman kedua menunjukan Vara mengikuti Bry saat berjalan di koridor hotel. Bry melanjutkan melihat rekaman ketiga, dimana Vara terlihat melihat angka pada lift sesaat setelah Bry menggunakan lift tersebut.
Bry mulai gusar, karena merasa Vara telah salah paham padanya. Terlebih saat melihat rekaman keempat, dimana Vara menatap ke arah dalam Restaurant dengan tatapan marah dan kecewa. Bry sudah bisa menebak apa yang dilihat Vara, dan sekarang Bry merasa sangat bersalah pada Vara.
Bry menghubungi Kevin lagi dengan ekspresi panik dan kesal.
"Kevin cari posisi Vara, secepatnya. Aku tidak jadi ke Hotel A. Aku akan ke tempatmu." Tanpa menunggu jawaban Kevin, Bry sudah menutup teleponnya.
APARTMENT KEVIN
Kevin berusaha melacak keberadaan Vara melalui alat pelacak yang dipasang di salah satu tas yang biasa dipakai Vara kuliah. Posisinya yang ditunjukan alat pelacak tersebut adalah Club B. Begitu mengetahui informasi tersebut, Kevin segera meretas CCTV Club B. Kevin juga menghubungi Daniel untuk datang ke apartmentnya, karena merasa akan ada tugas besar untuk mereka.
__ADS_1
Bry tiba di apartment Kevin dengan ekspresi kesal, marah dan khawatir. Daniel sudah sampai lebih dulu dari Bry, karena apartmentnya dengan apartment Kevin hanya cukup menghabiskan waktu 10 menit saja.
Kevin segera menunjukan hasil temuannya dari CCTV Club B.
"Bry, aku harap kamu bisa menahan diri saat melihat ini."
*************************
Image Source : Instagram
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1