
WARNING..!!!
Mengandung konten dewasa, diperuntukan hanya untuk yang berusia 21 tahun keatas dan sudah menikah. Mohon bagi yang dibawah umur, tolong di-skip saja ya. Mohon lebih bijak untuk memilih bacaan. Terima kasih.
*************************
Drrtt.. Drrtt.. Drrt..
Bry mencari-cari ponselnya yang dia simpan diatas nakas tanpa membuka matanya.
"Hallo.."
"Bro, masih dimana? Meeting management 25 menit lagi dimulai."
Seketika Bry membuka matanya.
"Damn.. Aku terlambat."
Bry segera beranjak dari tempat tidurnya, tapi saat matanya tertumpu pada seseorang yang dicintainya, rasa paniknya seketika menghilang. Bry mencium sekilas bibir Vara, lalu tersenyum mengingat kejadian yang terjadi semalam, tepatnya sampai pagi menjelang.
Bry membetulkan posisi selimut yang sedikit memperlihatkan pundak Vara yang terbuka, agar menutup tubuh Vara sampai ke lehernya. Lalu Bry beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Tidak sampai 15 menit, Bry sudah selesai mandi dan bersiap-siap. Bry menulis pesan untuk Vara yang disimpannya diatas nakas sebelah Vara, lalu mencium kening Vara seraya mengembangkan senyumnya yang paling sempurna.
"Saranghaeyo..."
Bry berjalan keluar dari kamar dengan wajah sumringah dan semangat yang memenuhi hati dan pikirannya. Bahkan ekspresinya memancing senyum dari semua pelayan dan pengawal yang melihatnya.
*************************
BR GROUP
Meeting management baru dimulai setelah CEO BR GROUP terlambat 30 menit dari schedule yang ditentukan. Bry masuk ke ruangan meeting dengan wajah tanpa dosanya, bahkan senyum sumringah setia bertengger di sepanjang pembahasan meeting.
Tentu saja hal ini berpengaruh baik dengan berbagai keputusan strategis yang diambil oleh Bry demi perkembangan perusahaannya. Perasaan bahagia yang dirasakannya, membuat Bry berpikir dengan tenang namun dapat mengambil keputusan yang tepat sasaran.
Meeting yang berlangsung selama 2 jam itu bahkan berakhir dengan senyuman di wajah semua orang, saat Bry meminta Manager Keuangan untuk memberikan mereka bonus di akhir bulan ini, karena keuntungan perusahaan yang ternyata melebihi target yang ditentukan.
Bry memang sering sekali memberi bonus untuk management bahkan sampai karyawan level terendah, saat perusahaan memperoleh keuntungan atau saat ada event special. Kebiasaan Bry ini terbukti meningkatkan kinerja dan produktifitas karyawannya, sehingga membuat semua perusahaannya berkembang pesat.
Bry memasuki ruangan kerjanya sambil menyanyikan lagu romantis berbahasa Korea, diikuti langkah Daniel dan Kevin dibelakangnya. Kemudian Bry duduk di kursi kebesarannya, sedangkan kedua sahabatnya duduk di sofa yang berjarak kurang dari 3 meter dari meja Bry.
"Bro.. Kenapa terlambat? Management terlihat menggerutu karena harus menunggu kamu, padahal kamu selalu mengusir setiap orang yang terlambat di meeting management."
Daniel mulai mengeluarkan protesnya pada CEO sekaligus sahabatnya itu. Sedangkan Bry malah tersenyum menatap kedua sahabatnya yang memasang wajah kesal.
"Yang penting kan mereka tersenyum, saat aku bilang akan memberi mereka bonus akhir bulan ini. Lalu masalahnya dimana?"
Bry melebarkan senyumnya yang malah membuat Daniel dan Kevin mendengus kesal.
"Ok.. Mereka semua senang, tapi sikap kamu terlihat sangat tidak profesional. Kalau ada Penghargaan CEO paling malas, pasti kamu jadi pemenangnya."
__ADS_1
Kevin ikut melancarkan protesnya kepada Bry yang masih saja santai menanggapi protes Daniel dan Kevin.
"Aku kan CEO, mau malas atau rajin tidak masalah. Yang penting orang yang aku pekerjakan semuanya rajin, untuk apa aku bayar mahal kalau mereka semua malas."
Bry terkekeh geli membuat kedua sahabatnya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kamu benar Bro.."
Jawab Daniel sambil menatap Bry kemudian beralih memandang Kevin memasang ekspresi malas.
"Bro.. Apa kita juga mendapat bonus akhir bulan ini?"
Kevin bertanya dengan nada dan ekspresi serius, diikuti ekspresi yang sama dari Daniel.
"Tidak perlu menunggu akhir bulan, aku akan transfer bonus kalian sekarang juga."
Bry mengambil ponselnya, lalu beberapa saat kemudian ada notifikasi masuk di ponsel Daniel dan Kevin.
"What? Are you serious Bro?"
Kevin berteriak tidak percaya saat melihat nominal uang yang masuk di rekeningnya. Nilainya 10 kali lipat dari gaji bulanannya. Daniel pun menatap tidak percaya angka yang tertera di ponselnya. Daniel menghampiri Bry, lalu memeluknya erat. Kevin pun melakukan hal yang sama.
"Terima kasih Bro, kenapa kamu begitu baik pada kami? Kamu sering kali memberi kami bonus bahkan diluar bonus perusahaan. Kamu memperlakukan kami seperti keluarga."
"Kalian kan memang keluarga dan sahabatku. Tapi aku memberikan kalian bonus bukan karena itu, tapi karena kalian memang pantas mendapatkannya. Kalian adalah orang paling kompeten dan paling aku percaya."
"Thank you Bro."
Kevin ikut berterima kasih dengan mata berkaca-kaca.
"Bro, semoga ingatan Vara cepat kembali. Aku doakan yang terbaik untuk hidup kalian sekeluarga."
Daniel menepuk pelan bahu Bry.
"Iya Bro, semoga semua masalah yang kamu hadapi bisa segera selesai. Kami siap membantu apapun yang kamu butuhkan, Bro."
Kevin melakukan hal yang sama seperti Daniel, membuat Bry memandang Daniel dan Kevin bergantian.
"Aamiin.. Terima kasih untuk semua yang kalian lakukan untukku dan keluargaku."
"Sama-sama Bro."
Jawab Daniel dan Kevin bersamaan.
"Sudah.. Sudah.. Kalian keluarlah, aku mau melakukan video call dengan Vara."
"Ok Bro.."
Daniel dan Kevin menjawab bersamaan seraya mengembangkan senyuman jahil ke wajah Bry.
Bry kembali menatap ponselnya, setelah Daniel dan Kevin keluar dari ruangannya. Sekarang Bry fokus pada layar ponselnya yang menampilkan beberapa rekaman dari mini camera yang dipasang Bry di kamarnya.
__ADS_1
Terlihat Vara baru keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe dan rambut dibungkus handuk. Vara kemudian menggosok-gosokan handuk untuk mengeringkan rambutnya, baru beberapa saat kemudian Vara menuju walk in closet untuk berganti baju.
'Apa aku harus memasang camera juga di ruangan walk in closet?'
Bry mulai sibuk dengan pikiran kotornya, karena membayangkan apa yang dilakukan istrinya di ruanganΒ walk in closet.
Beberapa saat kemudian Vara kembali ke ruang tidur dengan mengenakan tanktop berwarna putih dengan paduan rok berwarna senada. Bry pikir Vara akan keluar dari kamar, tapi ternyata Vara kembali naik ke atas tempat tidur dengan posisi telungkup, dengan kedua siku bertumpu di atas tempat tidur. Tiba-tiba Vara sedikit menunduk dengan tangan menyentuh kening serta senyum mengembang di wajah cantiknya, membuat Bry bertanya-tanya tentang apa yang dipikirkan dan dibayangkan Vara saat ini.
Tanpa Bry tahu, bahwa yang menjadi alasan Vara tersenyum adalah Bry sendiri. Sebenarnya Vara sedang memikirkan kejadian semalam, malam indah yang tidak pernah dia duga sebelumnya.
FLASHBACK ON
Vara dan Bry larut dalam pertautan bibir mereka, tangan Bry yang memeluk pinggang Vara pun mulai bergerilya menyelusup masuk ke dalam piyama Vara. Sentuhan Bry yang mendarat di beberapa bagian tubuh Vara, seketika memantik reaksi yang Bry harapkan dari Vara. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Bry segera menggendong Vara ke dalam kamar tanpa melepas pertautan bibir mereka, dan segera merebahkan tubuh Vara di atas tempat tidur.
Bry mengungkung tubuh Vara dan memberikan ciuman yang semakin liar. Tubuh mereka yang saling merespon dan memberi kenikmatan, membuat Bry sudah tidak kuat untuk menyelami lautan cinta Vara yang tersembunyi. Tapi Bry masih ragu apakah Vara akan mengizinkannya atau tidak.
Bry menghentikan sejenak aksinya, lalu ditatapnya wajah Vara dengan mata sendu berkabut seolah memohon untuk dipuaskan.
Vara yang memahami arti tatapan itu, seketika tersenyum seraya mengelus pipi Bry dan mengangguk pelan. Bry mencium telapak tangan Vara yang ada di pipinya. Senyum bahagia terulas di wajah Bry diikuti dengan menyatunya dua perasaan yang penuh cinta, bahkan sampai pagi menjelang.
"Terima kasih Sayang. I love you so much."
Vara tidak menjawab, tapi tangannya mengelus pelan tangan Bry yang berada di pinggangnya. Kemudian menolehkan wajahnya ke samping untuk mengecup sekilas bibir Bry dengan senyum manis yang tergambar jelas di wajah cantiknya.
FLASHBACK OFF
Rasanya Bry sudah tidak sabar menunggu waktu pulang, berkali-kali diliriknya jam di pergelangan tangannya. Pekerjaannya yang menumpuk karena lama ditinggal ke Korea, membuatnya tidak bisa egois untuk pulang cepat. Terpaksa Bry harus berkutat dengan berkas dan laptopnya sampai waktu kerja berakhir.
'Sayang, aku bahagia sekali. Rasanya aku tidak bisa jauh darimu, walau sedetik pun. Saat ini, aku sudah begitu merindukanmu dan tidak sabar untuk memeluk dan menciummu lagi.' Batin Bry.
*************************
Image Source : Instagram
Terima kasih banyak untuk semua readers & author2 kece yang sudah mampir dan juga mendukung novel ini.. π
Kalian semua begitu berharga buat author. Love u so much.. β€β€β€
Semua silent readers yang mampir, mohon dukungannya juga ya. Like & vote boleh banget kok π
Sekali-kali comment juga ya, biar author abal-abal ini bisa ngucapin "Terima Kasih" secara langsung π
Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, sukses dan banyak rezeki ya.. π
#staysafe #stayhealthy
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya π
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
(IG : zasnovia #staronadarknight)