
Vara tersenyum dengan canggung, perasaannya malu tapi juga senang dengan pujian Bry.
"Vara... "
Sebuah panggilan mengalihkan perhatian Vara dan Bry. Brandon berjalan menghampiri Vara. Sekilas Brandon menatap tidak suka ke arah Bryllian. Brandon menyadari rencananya akan sedikit terganggu dengan keberadaan Bry.
Brandon tahu selama ini Bry sering kali menemui Vara. Beberapa kali Brandon menggagalkan rencana pertemuan Vara dan Bry di kampus, dengan mengalihkan perhatian Vara pada tugas kuliah. Tapi memang Bry adalah lawan yang cukup tangguh. Bry yang selalu datang menemui Vara hampir setiap hari, membuat Vara akhirnya dekat dengan Bry. Tapi Brandon sudah bertekad, tidak akan mengalah kali ini.
"Vara.. Ayo kita sarapan. Aku sudah lapar." Brandon merangkul bahu Vara, membuat Bry dengan susah payah menahan emosinya yang mendadak naik.
"Kenapa kamu tidak sarapan duluan saja?" Vara menatap Brandon dengan tatapan aneh, terlebih rangkulannya didepan Bry membuat Vara sedikit tidak nyaman.
"Bry.. ini sahabatku, Brandon." Bry langsung mengulurkan tangannya ke arah Brandon. Brandon dengan terpaksa membalas uluran tangan Bry.
"Bryllian.."
"Brandon.." Brandon hanya menjawab singkat. Vara melihat ekspresi Brandon yang malas.
"Ya sudah, ayo kita sarapan." Perkataan Vara membuat Brandon tersenyum dengan lebar, dan Bry sangat tidak menyukainya.
"Bry.. Kita masuk dulu ya, mau sarapan."
"Ok.. Aku juga mau sarapan." Baru saja Vara, Brandon dan Bry berjalan beberapa langkah, Vara menghentikan langkahnya karena mengingat sesuatu.
"Oh iya.. Nanti malam ada pesta di tempat kami. Kamu mau bergabung?" Tawaran Vara ke Bry, membuat mata Brandon mendelik.
__ADS_1
Brandon menyiapkan Private Party khusus untuk Vara, hanya ditemani sahabat-sahabat terdekatnya saja. Kedatangan Brandon sama sekali tidak ada dalam rencananya. Brandon tidak mau rencananya rusak karena Bry.
"Tentu saja aku mau. Bolehkan aku datang bersama 2 temanku?"
Jawaban Bry langsung menaikkan emosi Brandon, tapi dia berusaha menahannya didepan Vara. Tentu saja Brandon tak bisa melarang Vara untuk mengundang siapapun, karena ini memang pesta ulang tahun Vara.
"Tentu saja boleh. Aku tunggu jam 7 malam ya. Kemarikan handphone-mu." Bry menyerahkan handphone-nya pada Vara. Kemudian Vara mengetik sesuatu di handphone Bry.
"Itu nomorku. Hubungi aku, nanti aku kabari soal tempatnya."
"Ok.." Bry tidak dapat menyembunyikan ekspresi senangnya. Akhirnya Vara memberikannya nomornya pada Bry setelah sekian lama.
Lalu Vara dan Bry berjalan ke dalam resort untuk sarapan bersama sahabat-sahabatnya yang lain. Bry pun masuk untuk sarapan dan berniat mengatakan soal undangan pesta dari Vara kepada Daniel dan Kevin.
Daniel dan Kevin sudah bangun saat Bry masuk. Mereka duduk di sofa dan tampak sudah rapih, masing-masing ditemani segelas kopi yang mengeluarkan aroma harum. Bry ikut duduk di tengah mereka.
"Ke pantai.. Menikmati pemandangan. Aku bertemu Vara." Daniel dan Kevin langsung mendekat ke arah Bry.
"Kalian berbicara apa saja?" Kali ini Kevin tampak lebih penasaran.
"Vara mengundang kita ke pesta ulang tahunnya nanti malam. Dia belum bilang ini pesta ulang tahun. Jadi nanti kita pura-pura belum tahu saja ya." Kevin dan Daniel mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
"Vara kelihatannya bersama 2 orang perempuan. Aku harus terlihat tampan malam ini." Kata Kevin sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.
"Apa aku membawa baju yang keren?" Daniel ikut berjalan kearah kamar. Bry hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat-sahabatnya itu.
__ADS_1
It's Time to Party
Waktu sudah menunjukan jam 7 malam. Bry, Kevin dan Daniel sudah sampai di tempat pesta ulang tahun Vara. Tidak salah mereka mempersiapkan penampilan mereka mereka setampan mungkin. Meskipun hanya pesta untuk beberapa orang tapi dengan melihat dekorasi pestanya, mereka berasumsi kalau pesta ini sudah dipersiapkan dengan baik. Dan mereka sudah bisa menebak siapa yang mempersiapkan ini, pastilah orang itu adalah Brandon.
Sebuah Private Party mewah dengan sebuah meja panjang dan beberapa meja bulat yang berjejer di pinggir kolam renang. Ditambah dekorasi bunga, lampu dan lilin yang menambah romantisnya suasana. Tampak juga sebuah piano dan meja Dj. Mereka disambut oleh Brandon dan temannya yang bernama Samuel.
"Hallo.. Selamat datang di pesta Vara.." Brandon mengulurkan tangannya pada Daniel dan Kevin. Mereka pun bergantian membalas uluran tangan Brandon.
"Aku Daniel."
"Kevin."
"Aku Samuel." Giliran Samuel yang bersalaman dengan Daniel dan Kevin. Lalu mereka hendak duduk di meja yang yang sudah disiapkan, namun teriakan Samuel menghentikan niat mereka.
"Itu pemilik pestanya sudah datang." Bry, Brandon, Kevin dan Daniel ikut mengalihkan arah pandang mereka ke arah pandangan Samuel.
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
__ADS_1
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..