
Vara, Brandon, Vanny, Nila dan Samuel menikmati malam di pinggir pantai, sambil menikmati hidangan laut yang lezat. Brandon memang menyiapkan semuanya dengan matang. Beberapa pelayan tampak sibuk melayani mereka. Meja di pinggir pantai dengan dihiasi beberapa bunga hidup nampak terlalu romantis untuk makan malam mereka berlima. Tentu saja Brandon hanya melakukan hal itu untuk Vara, agar Vara semakin menyadari kalau Brandon adalah pria yang romantis dan perhatian. Mereka asyik mengobrol sambil tak henti-hentinya memasukan makanan ke mulut mereka.
Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari keremangan malam. Bry yang dapat melihat mereka dari ketinggian, membuat Vara dan teman-temannya tidak menyadari keberadaan Bry. Bry melihat mereka dengan tatapan kesal, terlebih setiap kali Brandon mengelus kepala Vara, merangkul bahu Vara atau bahkan sekedar merapikan rambut Vara yang tertiup angin malam.
Sore tadi Bry langsung menyusul Vara ditemani 2 orang sahabatnya sekaligus orang kepercayaannya yang bernama Daniel dan Kevin. Tentu saja setelah sebelumnya mendapat informasi dari orang kepercayaannya itu.
Bry beruntung memiliki kedua sahabatnya itu. Mereka sangat bisa diandalkan. Mereka dengan mudah menemukan keberadaan Vara dan teman-temannya, dengan sangat singkat mengaturkan agar Brandon menempati resort dengan kamar yang berdekatan dengan posisi kamar Vara dan teman-temannya, juga ikut menemani Bry yang menyusul Vara dengan perasaan yang kacau. Bahkan dari posisi kamar Bry, dapat dengan mudah melihat Vara dan sahabat-sahabatnya yang sedang menikmati dinner mereka.
Saat ini Bry memandangi Vara dan teman-temannya dari balkon kamarnya. Bry bahagia setiap kali Vara tersenyum, tapi Bry benci setiap kali Brandon menyentuh Vara seolah-olah mencari kesempatan.
Daniel dan Kevin masuk ke kamar Bry yang pintunya terbuka. Mereka hanya bersikap formal dan profesional saat berada dikantor saja. Daniel dan Kevin melihat ke arah pandangan Bry, mereka memang sudah mengetahui semua hal tentang Vara. Karena merekalah yang selama ini bertugas menyelidiki kehidupan Vara dan melaporkannya pada Bry.
"Bry.. Apa kamu benar-benar menyukai perempuan itu? Bukan hanya karena kasihan dan rasa bersalah?" Bry tampak tidak suka mendengar pertanyaan Daniel. Bry menjawab tanpa melepas pandangannya dari Vara.
__ADS_1
"Aku benar-benar menyukainya. Aku tidak pernah berencana untuk menyukainya. Tapi entah kenapa setiap hari aku malah semakin menyukainya." Kevin menepuk bahu Bry.
"Aku sepertinya tahu kenapa kamu bisa menyukainya. Dia benar-benar cantik dan terlihat menyenangkan." Sambil terkekeh pelan. Bry langsung menatap mata Kevin dengan tajam, membuat Kevin sedikit terkejut.
"Santai Bro.. Maksudku dia terlihat menyenangkan karena keberadaannya membuat semua orang tersenyum. terlebih laki-laki itu tak henti-hentinya tersenyum ke arah Vara." Perkataan Kevin justru semakin membuat Bry kesal. Kevin malah semakin meledek Bry.
"Nampaknya kamu sudah kalah selangkah dari dia." Kevin kembali terkekeh.
"Heh, mau apa kalian? sudah, pergi sana. Aku mau tidur." Daniel dan Kevin malah semakin menggoda Bry.
"Kami akan menemani kamu Bry. Pasti kamu akan melamun semalaman, dan membayangkan Vara berdua dan bermesraan dengan laki-laki itu." Kevin tertawa dan langsung dibalas lemparan bantal oleh Bry.
"Pergi sana, kalian benar-benar ingin membuatku marah." Kata Bry sambil meleparkan semua barang yang berhasil dipegangnya ke arah Daniel dan Kevin. Daniel dan Kevin malah semakin tertawa dengan keras.
__ADS_1
Vara dan sahabat-sahabatnya terpaksa menghentikan pesta mereka, karena angin malam sudah terlalu dingin. Malam ini mereka memilih tidur agar besok mereka bisa berenang pagi-pagi dan bersenang-senang.
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1