Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 50 Senang Berkenalan dengan Kamu


__ADS_3

Matahari senja sudah tampak menghiasi langit sore yang indah, namun Bry masih tidak mau beranjak meninggalkan rumah Vara karena khawatir dengan keadaan Vara saat ini. Terlebih Mama dan Papa Vara baru akan pulang 3 hari lagi karena urusan pekerjaan. Dimana Papa Vara yang sedang memperluas bisnisnya membutuhkan bantuan Mama Vara yang berprofesi sebagai Notaris  untuk mengurus dokumen-dokumen legalitas perusahaannya di luar kota.


Sedangkan Daniel, Nila, Kevin dan Vanny sudah pergi dari jam 4 sore tadi ke bioskop di mall favorit mereka, berniat menonton film yang baru saja tayang.


Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..


Panggilan masuk bertuliskan "Mommy" dengan emoji hati dibelakangnya tampak menghiasi layar handphone Bry, yang tanpa berlama-lama segera diangkat oleh Bry.


"Iya Mom.."


"Bisakah kamu datang ke mansion utama Sayang?" Suara Mommy Jhena selalu terdengar lembut dan sedikit manja saat berbicara dengan Bry.


"Hari ini tidak bisa Mom.. Maaf.." Bry sedikit tidak enak hati menolak permintaan Mommy-nya.


"Kenapa Sayang?"


"Aku sedang menemani pacarku Mom.." Bry melirik ke arah tangga dimana Vara baru saja turun dari kamar setelah mandi sore.


"Benarkah? Apa benar kamu punya yeoja chingu (pacar) Sayang?" Suara Mommy Jhena terdengar sangat bersemangat.


"Benar Mom.."


"Buktikan.."  Bry merasa bingung saat Mommy Jhena tiba-tiba menutup teleponnya. Namun rasa bingungnya terjawab, saat ada panggilan video call masuk dari Mommy Jhena. Bry langsung mengangkatnya dan menghadapkan layar handphonenya ke wajah tampannya.


"Iya Mom.."


"Mana pacar kamu?" Vara yang mendengar suara perempuan dari handphone Bry, langsung menghentikan langkahnya yang hendak menghampiri Bry.

__ADS_1


Bry yang melihat langkah Vara yang terhenti,  memanggil Vara untuk mendekat padanya.


"Sayang kemarilah. Mommy ingin berkenalan denganmu." Sejenak Vara tampak terkejut, tapi Vara segera menghampiri Bry, tidak ingin Mommy kekasihnya menunggunya terlalu lama. Vara segera duduk di sebelah Bry dan menghadap ke arah layar handphone Bry.


"Selamat sore, Tante. Nama saya Zivara, Tante bisa memanggil saya Vara. Apa kabar, Tante?" Vara membungkukan tubuhnya dan menyapa Mommy Jhena dengan ramah dan sopan.


"Yeppeudaaa..." Mata Mommy Jhena terlihat berbinar saat melihat Vara, dan Vara tampak tersipu malu saat Mommy Jhena memujinya "cantik" dalam bahasa Korea.


"Kamsahamnida.." Vara sedikit membungkukan tubuhnya lagi saat mengucapkan terima kasih, membuat Mommy Jhena semakin menyukai gadis yang dicintai anak laki-lakinya itu.


"Bagaimana Mom pilihan Bry?"


"Kamu memang pintar memilih pacar. Kamu harus ajak Vara ke rumah sebelum Mommy dan Daddy kembali ke Korea."


"Baik Mom.." Bry tersenyum sumringah melihat Mommy-nya yang terlihat begitu menyukai Vara.


"Iya baik Tante.. Saya juga senang  berkenalan dengan Tante."


"Baiklah.. Selamat bermalam minggu ya." Mommy Jhena melambaikan tangannya yang dibalas lambaian tangan oleh Bry dan Vara sampai panggilan video call itu dimatikan oleh Mommy Jhena.


Vara menghela nafasnya dan mengeluarkannya dengan perlahan, menarik Bry untuk menatapnya dengan tatapan heran.


"Kenapa Sayang?"


"Lega.. Tadi aku takut Mommy kamu tidak menyukaiku."


"Tentu saja itu tidak mungkin Sayang. Sebelumnya pun aku yakin Mommy pasti menyukaimu, karena kamu begitu cantik, sopan dan ramah. Dan kamu melihatnya sendiri, Mommy memujimu dan sangat senang melihatmu." Bry tersenyum sambil mengelus sebelah pipi Vara. Vara memegang tangan Bry yang berada di pipinya.

__ADS_1


"Iya Bry.. Aku benar-benar senang." Bry merengkuh tubuh Vara kedalam pelukannya, lalu melepasnya beberapa saat kemudian.


"Sayang, aku begitu khawatir meninggalkanmu sendirian. Apa aku boleh menginap disini?" Bry bertanya dengan penuh harap.


"Tentu saja tidak boleh, Bry." Jawaban Vara terdengar sangat tegas, sekejap membuat Bry terlihat kecewa.


"Tapi aku tidak akan macam-macam Sayang. Hanya ingin memastikan keadaan kamu aman." Bry masih berusaha mengubah pikiran Vara.


 


"Tidak boleh Bry." Vara memberikan jawaban yang penuh penekanan.


"Ya sudah.. Tapi izinkan aku menemani kamu sampai menjelang waktu tidur ya. Nanti baru aku akan pulang." Akhirnya Bry mengalah meskipun dengan sangat berat hati.


"Baiklah.. Terima kasih ya Sayang.." Bry dikejutkan oleh Vara yang mengecup bibirnya dengan singkat. Bry tersenyum kearah Vara, dan sesaat kemudian Bry menekan tengkuk Vara lalu mencium bibir Vara dengan lembut dan penuh perasaan.


 


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2