
Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untuk Vara dan Bry, begitu juga dengan kedua keluarga mereka. Bry sudah meminta jasa Wedding Organizer terkenal untuk mengurus acara lamarannya sampai acara pernikahannya nanti. Karena acara lamaran ini terbilang sangat mendadak, Wedding Organizer itu berusaha memenuhi keinginan Vara dan Bry dalam waktu yang sangat singkat.
Sejak kemarin, suasana rumah Vara sudah begitu sibuk dengan aktifitas dari tim WO yang menghias rumah Vara dengan bunga-bunga segar, fitting beberapa gaun sesuai permintaan Vara, juga konsultasi make up yang diinginkan Vara untuk acara lamarannya.
Semua makanan yang dihidangkan pun dipesan khusus dari restaurant bintang 5 yang sangat terkenal berkelas di Kota B, bahkan di Indonesia. Beberapa pelayan juga disiapkan khusus membantu persiapan menyambut kedatangan calon menantu, calon besan dan juga beberapa sahabat dekat dari Bry dan Vara.
Untuk acara lamaran ini, memang Vara dan Bry ingin dihadiri keluarga inti saja. Karena niat mereka ingin fokus memperkenalkan kedua orangtua mereka dan membahas lebih detail pernikahan mereka yang akan dilaksanakan 1 bulan lagi.
Vara duduk diatas sofa kamarnya dengan gelisah. Vanny dan Danila yang sudah datang sejak 2 jam yang lalu berusaha menenangkan sahabat mereka yang tampak tidak tenang menunggu kedatangan calon suami dan calon mertuanya itu.
Sehari setelah kepulangannya, Vara memang memberitahu keberadaannya di kota B kepada kedua sahabatnya itu yang langsung datang ke rumah Vara tanpa membuang-buang waktu.
Meskipun sempat meluapkan rasa marah mereka karena Vara pergi ke Granada tanpa berpamitan langsung, mereka tampak lega karena akhirnya Vara kembali dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan mereka mendapat kabar bahagia kerena Vara akan segera dilamar oleh Bry.
Vara juga menceritakan semua hal tentang dirinya dengan Bry, Satya dan Brandon. Juga cerita kematian Arya tanpa terkecuali. Vanny dan Danila merasa sangat terkejut dengan apa yang Vara ceritakan, mereka sama sekali tidak menyangka begitu banyak hal yang Vara sembunyikan dari mereka selama ini. Tapi mereka merasa lega, karena akhirnya Vara memperoleh kembali kebahagiaannya yang sempat hilang.
Bahkan hari ini Vara akan resmi menjadi calon istri Bryllian Alden Harrison, laki-laki yang sangat dicintainya. Laki-laki penyembuh luka yang dikirim Tuhan untuk menjadi pelindung dalam hidupnya.
Suara klakson mobil terdengar dari halaman rumah Vara, Vanny berlari ke balkon kamar Vara dan mengarahkan pandangannya ke halaman rumah Vara dengan sedikit menyembunyikan tubuhnya agar tidak terlihat dari bawah.
4 mobil memasuki halaman rumah Vara. Bry keluar dari mobilnya yang dikendarai Daniel dengan Kevin yang menyusul turun mengikuti Bry. Tampak juga 2 orang paruh baya keluar dari mobil disebelah mobil Bry, setelah dibukakan pintunya oleh sopir dan pengawal pribadi Bry. Sedangkan 2 mobil lainnya berisi beberapa pengawal pribadi yang seketika menurunkan dan membawa begitu banyak kotak berukuran sedang dan besar.
Tanpa sengaja pandangan Kevin menangkap sosok Vanny yang bersembunyi di balkon kamar Vara. Pandangan mereka bertemu, namun Vanny menghindar dan memilih masuk kedalam kamar untuk menemui Vara.
"Vara, calon suami dan calon mertua kamu sudah datang. Ayo kita turun!"
Vara tidak bisa menenangkan detak jantungnya yang berdetak cepat dan tidak beraturan, tubuhnya sedikit gemetar sehingga Vara memutuskan menggenggam tangan kedua sahabatnya untuk memberinya ketenangan.
"Vara, tangan kamu dingin sekali. Tenanglah, acara ini akan berjalan lancar."
"Iya, Nila.. Aku harap begitu. Entah kenapa, jantungku benar-benar tidak bisa aku ajak kompromi."
"Hahaha.. Karena jantungmu tahu, ada Pangeran tampan yang menunggumu dibawah."
Candaan Danila menarik lengkungan di bibir Vara, meskipun tidak berhasil mendamaikan detak jantung Vara yang masih saja berdetak cepat.
"Apa riasanku masih bagus? Apa gaunku tidak kusut?"
"Perfect.. Kamu benar-benar cantik Vara. Bry pasti semakin tidak sabar untuk segera menikahimu, hahaha.."
Vara malah cemberut menanggapi pujian Danila.
"Ah kamu jangan berbohong hanya untuk menenangkanku."
"Aku tidak bohong Vara, kamu benar-benar cantik."
"Benar Vara, Nila tidak bohong. Lalu sampai kapan kalian akan berdebat? Ayo kita turun!"
Vara dan Danila mengangguk kearah Vanny yang sudah membukakan pintu kamar Vara.
Sementara itu terjadi kehebohan saat Mama Irena dan Papa Devan membukakan pintu ruang tamu dan menyambut kedatangan Bry dan kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Selamat Datang di rumah kami. Silahkan Masuk.."
Papa Devan menyapa tamunya dengan sopan dan mempersilahkan semua tamunya untuk masuk dengan membukakan pintu ruang tamu selebar-lebarnya. Daddy Dave dan Mama Jhena tersenyum membalas sambutan calon besannya.
"Terima kasih banyak."
Tatapan Mommy Jhena terarah kepada Mama Irena yang juga menatap Mommy Jhena dengan penuh tanya. Lalu mereka membelalakan mata bersamaaan.
"Irenaaa.."
"Jhenaaa.."
Tanpa dikomando, mereka berpelukan dengan sangat erat sambil tidak hentinya berbicara.
"Irena, apa kabar? Aku mencarimu, ternyata kamu di kota B, aku pikir kamu masih tinggal di Kota J."
"Iya, aku juga mencari kabarmu kepada teman-teman SMP & SMA kita. Tapi mereka juga hanya tahu kamu kembali ke Korea. Aku bersyukur bisa bertemu kamu disini."
"Aku juga Irena, sudah bertahun-tahun kita kehilangan kabar. Tunggu.. Jadi Vara itu anakmu?"
"Iya Jhena, Vara anakku.. Apakah Bry anakmu?"
"Iya Irena, Bry adalah anakku. Wah, aku sungguh tidak menyangka kita menjadi besan sekarang,hahaha.."
"Ya ampun Jhena, ini seperti mimpi.. Kita dipertemukan kembali oleh anak-anak kita."
Bry, Papa Devan, Daddy Dave, Kevin dan Daniel akhirnya mengerti drama apa yang terjadi dihadapan mereka.
Papa Devan mempersilahkan tamu-tamunya untuk masuk, karena tidak sopan membiarkan mereka berbicara sambil berdiri didepan pintu. Mama Irena juga baru menyadarinya, untung saja Papa Devan mengingatkannya.
“Oh iya, benar.. Maafkan saya.. Silahkan masuk!"
Lalu mereka semua masuk ke ruang tamu, Mama Irena dan Mommy Jhena tampak tidak mau melepaskan rangkulan mereka karena rasa rindu yang ingin mereka luapkan setelah bertahun-tahun tidak bertemu.
Beberapa pengawal pribadi Bry yang sejak tadi memegang banyak kotak bawaan pun ikut masuk. Tim Wedding Organizer mengarahkan mereka untuk meletakan semua kotak itu diatas meja disamping sofa. Setelah itu mereka keluar dan duduk-duduk di teras rumah Vara yang langsung disuguhi banyak makanan oleh beberapa pelayan.
"Jhena Kenalkan ini suamiku, Devan."
Papa Devan segera mengulurkan tangannya kearah Mommy Jhena yang segera dibalas uluran tangan Mommy Jhena.
"Saya Devan, suami Irena sekaligus Papa-nya Vara."
Semua orang tersenyum mendengar perkataan Papa Devan.
"Hallo, saya Jhena. Mommy-nya Bry.. Dan ini suami saya Dave, sekaligus Daddy-nya Bry."
Lagi-lagi semua orang tertawa dengan lepas melihat pemandangan didepan mereka. Papa Devan beralih menyalami Daddy Dave dengan mantap.
"Hallo, calon besan. Saya Devan, Senang bertemu dengan anda."
"Saya Dave, saya juga senang bertemu dengan anda calon besan."
__ADS_1
Uluran tangan Daddy Dave beralih pada Mama Irena.
"Hallo Irena, senang bertemu anda. Jhena pernah bercerita banyak hal tentang anda. Senang sekali akhirnya dia dapat bertemu dengan anda lagi."
Daddy Dave melepaskan uluran tangannya lalu merangkul mesra Mommy Jhena yang dibalas tatapan mesra dari Mommy Jhena.
"Wah, apa saja yang Jhena ceritakan tentang saya?"
Mama Irena tampak sangat penasaran menunggu jawaban dari Daddy Dave.
"Banyak.. Salah satunya tentang cerita kalian di masa SMA, saat membolos dengan memanjat tembok sekolah. Namun karena temboknya terlalu tinggi kalian terpeleset dan akhirnya jatuh sampai rok kalian robek."
"Hahaha.. Honey, kenapa kamu menceritakan hal memalukan itu?"
Mommy Jhena memukul lembut lengan Daddy Dave.
"Aduh, kenapa kejadian itu kamu ceritakan pada suamimu, itu kan aib kita berdua."
Mama Irena memprotes Mommy Jhena dengan wajah yang berubah merah karena malu.
"Maafkan aku.. Aku juga tidak menyangka mulut suamiku sebocor ini."
Lirikan maut Mommy Jhena justru mengundang tawa Daddy Dave dan semua orang diruangan itu.
"Sayang, benarkah kamu pernah membolos saat SMA? Aku baru tahu, ternyata kamu anak bandel saat SMA, hahaha.."
Papa Devan tertawa membayangkan istrinya melakukan kenakalan remaja yang diceritakan oleh Daddy Dave.
"Aku tidak menyangka Mommy dan Mama membolos juga seperti Bry saat sekolah, hahaha.."
Mommy Jhena dan Mama Irena hanya menahan malu didepan Bry juga Daniel dan Kevin yang mati-matian menahan tawa yang hendak lolos dari mulut mereka.
Tim WO yang sejak awal bertindak sebagai penonton pun hanya bisa menahan tawa. Mereka sama sekali tidak berani menginterupsi dengan menjelaskan rangkaian acara, karena Bry ingin acara lamaran ini tidak berlangsung secara formal, dan lebih seperti pertemuan keluarga yang hangat dan akrab.
Vara yang sedang menuruni tangga dengan ditemani sahabatnya seketika mengalihkan fokus semua orang yang tertawa membahas kenakalan Mommy Jhena dan Mama Irena di zaman sekolah.
Bry menatap Vara tanpa berkedip. Bry tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya dihadapan semua orang, saat menatap Vara yang tampak cantik dengan gaun indahnya. Rasanya Bry sudah tidak sabar ingin menjadikan Vara sebagai istrinya, agar setiap saat dapat memandangi wajah Vara yang selalu membuatnya mengukir senyum bahagianya.
****************
Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..
__ADS_1