Star On A Dark Night

Star On A Dark Night
Episode 93 Wedding Day


__ADS_3

AULA PERNIKAHAN - HOTEL KI


Senyum bahagia menghiasi wajah Bry sejak pertama kali dirinya dan seluruh keluarga disambut oleh upacara adat yang sangat meriah ketika memasuki aula pernikahan. Begitupun ketika sambutan dari perwakilan keluarga Bry dan keluarga Vara sedang berlangsung.


Suasana yang terasa hangat dengan kehadiran dan doa dari seluruh keluarga membuat Bry sangat bahagia. Memang acara akad nikah ini sengaja dihadiri oleh keluarga Bry dan Vara saja yang jumlahnya tidak lebih dari 300 orang, sehingga diadakan di aula pernikahan yang tidak terlalu besar. Sedangkan malam harinya akan diadakan resepsi di ballroom hotel yang akan dihadiri oleh keluarga besar, partner bisnis dan teman-teman Bry dan Vara dengan jumlah undangan lebih dari 3000 orang.


Senyum yang sedari tadi menghias indah wajah Bry, perlahan pudar sampai saat penghulu duduk ditempatnya, tapi Vara masih belum muncul didalam aula pernikahan. Bry sampai meminta Daniel menanyakan keberadaan Vara, tapi berdasarkan informasi dari WO, ternyata memang keluarga Vara yang meminta WO untuk mengaturnya seperti ini.



Tiba-tiba Pembawa Acara yang sejak tadi memandu berlangsungnya acara, mengalihkan perhatian Bry dan seluruh keluarga besar Bry dan Vara.


"Mohon maaf kepada calon mempelai pria, Tuan Bryllian Alden Harrison yang sudah sangat tidak sabar menunggu calon mempelai wanita Nona Zivara Narendra Anarghya, saat ini Nona Zivara akan segera memasuki aula pernikahan. Karena sesaat lagi akan segera dilaksanakan akad nikah."


Bry ditemani Kevin, Daniel, Reyvan, Kendrick, Samuel, dan Jofran yang bertindak sebagai pendamping pengantin laki-laki segera berjejer menyambut kedatangan calon mempelai perempuan.


Vara memasuki aula pernikahan ditemani Vanny, Danila dan 4 sepupu Vara sebagai bridesmaid. Senyum bahagia terlihat jelas dari wajah Vara begitupun semua orang yang hadir.



Bry tampak begitu terpesona melihat Vara yang sangat cantik dengan gaun pengantin yang indah dan panjang menjuntai. Ingin rasanya Bry berlari menyambut Vara dan merengkuhnya kedalam dekapannya, tapi sepertinya Bry harus sedikit bersabar lagi sampai selesainya akad nikah.


"Silahkan kepada calon mempelai wanita dan calon mempelai laki-laki silahkan untuk menempati tempat duduk didepan penghulu. Dan kepada orangtua kedua mempelai silahkan untuk menemani di tempat yang kami sediakan."


Bry dan Vara segera duduk didepan penghulu, anehnya Bry dan Vara tidak berani saling memandang satu sama lain, karena rasa gugup yang mereka rasakan saat ini.


Setelah penghulu memberikan penjelasan mengenai tata cara akad nikah juga hak dan kewajiban suami istri, penghulu langsung meminta Papa Devan sebagai wali nikah yang akan menikahkan Vara secara langsung, untuk mengucapkan ijab qabul bersama Bry.


"Saya nikahkan dan kawinkan ananda Bryllian Alden Harrison bin Dave Adam Harrison dengan anak kandung saya yang bernama Zivara Narendra Anarghya binti Devan Dirga Anarghya dengan maskawin seperangkat alat sholat dan kalung berlian 237 karat dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Zivara Narendra Anarghya binti Devan Dirga Anarghya dengan maskawin seperangkat alat sholat dan kalung berlian 237 karat dibayar tunai."


"Bagaimana apakah sah?"

__ADS_1


Pertanyaan dari penghulu seketika mendapat jawaban membahana dari semua orang yang hadir.


"Saaaaaaahhh..."


Rasa syukur langsung diucapkan Bry diiringi nafas leganya, begitupun Vara yang terlihat sangat lega dan terharu mendengar Bry telah sah memperistri dirinya.


Akhirnya setelah rasa gugupnya hilang, Bry menolehkan wajahnya kearah Vara yang tertunduk menahan  haru.


'Sayang.. sekarang kita sudah resmi menikah. Aku bahagia karena akhirnya bisa menjadi suamimu dan kamu menjadi istriku. Aku berjanji akan menepati semua janjiku padamu.' Batin Bry.


Bry baru kembali memalingkan wajahnya kearah depan, saat penghulu memintanya menandatangani Buku nikah dan beberapa dokumen lainnya.


Mommy Jhena lalu menyerahkan 1 kotak perhiasan berisi kalung berlian 237 karat yang merupakan mahar Bry untuk Vara, dan juga 1 kotak perhiasan berisi sepasang cincin pernikahan, gelang juga anting-anting yang semuanya merupakan emas bertabur berlian, kecuali cincin pernikahan Bry yang berbahan paladium berkualitas tinggi.


Bry dan Vara saling memasangkan cincin pernikahan di jari manis tangan kanan mereka secara bergantian. Dan dengan senyum  sumringah, mereka berpose dengan memperlihatkan jari manis tangan kanan mereka yang sudah tersemat cincin pernikahan yang indah dan juga buku nikah yang menandakan mereka sudah resmi sebagai suami istri.


Suasana haru terasa menyeruak di seluruh bagian aula, tepuk tangan yang riuh dan doa serta ucapan selamat terus terdengar. Terlebih saat Vara mencium tangan Bry yang sudah sah menjadi suaminya, untuk pertama kalinya. Bry yang tampak terharu dan bangga, lalu memegang kedua bahu Vara dan mendaratkan ciuman lembut di kening istrinya.


Seketika suasana kembali riuh, namun beberapa saat kemudian suasana berubah penuh air mata saat Vara dan Bry melakukan tradisi sungkeman. Vara tampak meneteskan air mata saat meminta doa kepada kedua orangtuanya dan juga mertuanya. Bry pun tidak jauh berbeda, matanya berkaca-kaca saat melakukan sungkem pada kedua orangtua dan mertuanya.


'Kapan selesainya? Aku sudah tidak sabar ingin segera pergi ke kamar' Batin Bry.


Tiba-tiba Mommy Jhena membisiki sesuatu di telinga Bry.


"Awas ya adeul, jangan melakukannya sebelum resepsi, nanti Vara tidak bisa berdiri."


Bry membelalakan matanya mendengar pesan Mommy Jhena yang terdengar sangat mengancam.


 


KAMAR BRY & VARA - HOTEL KI


Bry dan Vara memasuki kamar yang dari semalam ditempati Vara, kamar pengantin mereka. Saat memasuki kamar, Vara dan Bry sangat terkejut dengan pemandangan indah di kamar mereka. Isinya sudah berubah, tidak seperti terakhir kali Vara tinggalkan. Tempat tidur yang bertaburkan kelopak mawar merah dengan banyak buket bunga mawar di setiap sudut kamar.

__ADS_1


"Wow.. Apa pihak hotel yang menyiapkan ini semua?"


"Sepertinya begitu."


Memang pihak hotel menyiapkan kamar ini dengan menghiasnya dengan taburan kelopak bunga mawar merah dan hiasan diatas tempat tidur, juga menaburkan kelopak bunga mawar di bath tub kamar mandi, tapi tidak sebanyak ini. Sudah jelas sisanya dilakukan pihak hotel atas permintaan Bry.


"Sayang.. Mandilah dulu, nanti kita bisa istirahat sebentar sebelum acara resepsi nanti malam. Masih ada waktu 6 jam lagi."


Vara berbicara dengan posisi duduk menghadap cermin sambil melepas tiara di kepalanya dan menghapus riasannya yang mulai terasa tidak nyaman.


Bry menghampiri Vara lalu memegang kedua bahu Vara dari belakang.


"Aku bantu buka gaunnya ya Sayang."


"Eh.. Tidak usah Sayang. Aku bisa melakukannya sendiri."


"Tapi aku ingin membantumu Sayang."


Tanpa menunggu jawaban dari Vara, Bry segera membuka zipper gaun Vara yang seketika menampakan seluruh punggung Vara yang indah. Bry menelan air liurnya dengan susah payah. Vara berbalik dan berdiri menghadap Bry menyembunyikan bagian punggungnya yang terbuka. Namun Bry masih dapat melihatnya dari pantulan cermin.


***************


Image Source : Instagram (Edited)


 


 


 


Jangan lupa Like, Comment, Vote, rate bintang 5 & jadikan favorit ya.


Biar Author tambah semangat nulisnya 😊

__ADS_1


Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..


__ADS_2