
Dokter Robert sudah tiba dan siap memeriksa Vara. Kevin dan Daniel segera keluar dari kamar, menuju ruang tamu lantai 2 yang ditunjukan oleh Larry untuk Kevin dan Daniel menunggu dan beristirahat. Menyisakan Satya, Bry, Larry dan Dokter Robert yang mulai memeriksa keadaan Vara. Dokter Robert melihat Vara sesekali mengigau dan tampak tidak tenang di dalam tidurnya, sehingga Dokter Robert memberikan suntikan agar Vara bisa tidur dengan nyenyak.
"Pasien mengalami demam. Dan jika dilihat dari seringnya pasien mengigau dengan ekspresi ketakutan, bisa disimpulkan pasien mengalami trauma. Jika kondisinya tetap seperti ini, nanti saya akan hubungi psikolog yang kompeten. Untuk saat ini, saya memberikan obat agar demamnya turun dan obat penenang dosis rendah agar pasien bisa beristirahat dengan baik."
"Iya terima kasih dokter." Larry menanggapi perkataan dokter Robert, karena Satya dan Bry hanya diam mematung saat mendengarkan penjelasan dokter Robert. Setelah selesai dengan tugasnya, Dokter Robert pamit pada Satya dan Bry yang hanya mengangguk pelan. Lalu Larry mengantar dokter Robert sampai ke pintu depan.
Bry dan Satya masih menatap Vara dengan tatapan sendu. Pikiran mereka berkecamuk, emosi dan rasa khawatir masih sangat menguasai diri. Namun Satya lebih pandai menutupi perasaannya. Bry meminta Satya untuk mengizinkannya tinggal malam ini. Dia tidak mungkin membiarkan kekasihnya di tempat Satya sendirian. Beruntung Satya mengizinkannya, meskipun dengan sangat berat hati.
"Satya, dimana kamu sembunyikan Brandon?" Tatapan Bry tajam menusuk manik mata Satya.
"Dia kabur." Mata Bry membulat sempurna saat mendengar perkataan Satya yang datar dan dingin.
"Bagaimana bisa dia lolos dari para pengawal kamu?"
"Dia diselamatkan oleh 9 orang gangster. Larry dan 3 orang pengawalku tidak bisa mengalahkan mereka."
"Satya, aku minta informasi dari Larry untuk melacak Brandon."
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Satya, Bry menemui Daniel dan Kevin yang berada di ruang tamu lantai 2 oleh Larry.
"Kevin, lacak posisi Brandon."
"Sedang aku lakukan. Aku sudah meminta informasi dari Larry, tempat dimana Brandon dibawa orang-orang tidak dikenal itu." Bry mengangguk paham, Kevin memang bisa diandalkan. Sebelum Bry memberinya instruksi, dia selalu selangkah lebih cepat karena tahu benar apa yang akan diminta Bry selanjutnya.
Beberapa saat kemudian, Kevin seperti menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Lihatlah, beberapa orang ini memakai tatto yang sama di lehernya." Bry dan Daniel mendekat, agar lebih jelas melihat apa yang ditunjukan Kevin.
"Vin, tatto ini sepertinya milik anggota Wang Eagle yang berasal dari Korea. Coba kamu cari lebih detail." Kevin segera mengikuti instruksi Daniel yang terlihat sangat serius.
"Ternyata benar, mereka adalah anggota Klan Wang Eagle. Pemimpin mereka bernama Wang Seok Hyun."
"Cari hubungan Brandon dengan kelompok itu. Setahuku marga Brandon juga Wang. Kalau kecurigaanku benar, Brandon mungkin anggota keluarga dari klan itu."
Kevin tanpa membuang-buang waktu langsung mencari tahu apa yang diperintahkan Bry. Kevin mengerahkan semua koneksinya baik di Indonesia maupun di Korea. Informasi tentang Wang Eagle memang terkesan disembunyikan tapi Kevin berusaha meretas semua data itu dengan hati-hati.
__ADS_1
"Kecurigaanmu benar Bry. Aku menemukan foto penobatan pemimpin Wang Eagle yang baru." Kevin mengarahkan laptopnya ke arah Bry dan Daniel.
Tampak Seorang laki-laki menggunakan kemeja warna hitam dikelilingi banyak anak buah. Sebuah tatto bergambar elang menyembul di dada laki-laki itu yang membuka rendah kancing kemejanya. Laki-laki itu, Brandon Wang.
Jangan lupa Like, Comment, Vote & jadikan favorit ya.
Biar Author tambah semangat nulisnya 😊
__ADS_1
Terima Kasih banyak atas dukungannya ya..