
Liora masuk ke dalan rumah. Benar saja, kedua orang tua nya sedang berada di ruang tamu sambil ngobrol dengan Krystal. Liora menarik bibirnya untuk tersenyum, kehadiran orang tua nya memang ditunggu tunggu karena mereka sudah 3 bulan tidak menjenguk Liora.
"Sayang, Liora, kamu apa kabar, Nak?" tanya wanita yang wajahnya sangat mirip dengan Liora. Yuna Kim, wanita yang sudah berusia 45 tahun itu masih terlihat awet muda dan cantik.
Liora memeluk Yuna, menyalurkan rasa rindu yang di simpan selama ini. "Baik, Mom. Mommy apa kabar?"
"Seperti yang kamu lihat, Mommy juga baik." jawab Yuna.
"Daddy di lewat, Lio?" goda pria yang duduk disebelah Yuna. Jayden, pria itu semakin berwibawa dan berkharisma di umurnya yang sudah menginjak 48 tahun. Liora melepaskan pelukannya, lalu berhamburan ke pelukan sang Daddy.
"Daddy juga apa kabar? Rindu banget sama Daddy, Mommy." tanya Liora
"Daddy baik, Daddy juga kangen banget sama kamu, Princess," balas Jayden. Yuna tersenyum, ia jadi mengingat mendiang Lukas yang selalu memanggilnya dengan sebutan princess.
Liora melepaskan pelukannya dan duduk di sebelah Jayden. "Kok kalian datang nggak ngabarin aku? Biasanya minta jemput di bandara?"
Jayden terkekeh, "Suprise buat kamu."
"Terus Gio sama nenek Jasmine nggak ikut sama kalian?" tanya Liora. Setelah meninggalnya Lukas, Jasmine tinggal di New York City bersama anak, menantu dan cucunya.
"Adik kamu itu sedang belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi dan nenek Jasmine temani adik kamu disana," jelas Jayden.
Liora tersenyum, ia tak menyangka adiknya yang dulu sering bertengkar dengannya kini sudah beranjak dewasa.
"Lio, gimana kuliah kamu? Aman?" tanya Yuna.
Liora mengangguk, "Kalau kuliahnya aman, tapi otak aku yang nggak aman, Mom."
Yuna terkekeh, "Kamu nih."
Krystal berdiri dari duduknya. "Heum, kalian ngobrol-ngobrol dulu ya, aku mau buatkan cemilan buat kalian," ucap Krystal lalu meninggalkan mereka menuju ke dapur.
"Liora, sini duduk di sebelah Mommy," suruh Yuna menepuk sofa tengah yang kosong. Liora mengangguk dan duduk diantara mereka berdua.
"Liora, sayang Mommy sama Daddy?" tanya Yuna.
"Kok nanyanya gitu sih, Mom? Ya tentu Liora sayang lah sama kalian!" jawab Liora.
Yuna mengelus punggung Liora. "Liora, sekarang usia kamu udah 21 tahun, tahun depan kamu wisuda dan lulus. Mommy sama Daddy pengen banget liat Liora Wisuda, terus kamu yang bantu Daddy di perusahaan."
"Liora, mungkin kabar yang dibawa Daddy sama Mommy akan membuat kamu terkejut. Tapi ini untuk kebaikan kamu sayang. Setelah kami berpikir matang, kami menjodohkan kamu dengan putra dari teman dekat kami." ungkap Jayden. Hal itu Liora membulatkan matanya, dijodohkan? Apa ini maksudnya?
"Ma..maksud Daddy? Dijodohkan? Siapa?"
__ADS_1
"Liora, Mommy tahu ini berat buat kamu. Tapi kami yakin, ini adalah yang terbaik untuk kamu. Liora, nggak mungkin kan kamu selama nya tinggal bersama tante Krystal? Dia juga memiliki dunianya. Tante Krystal masih muda, dia pasti ingin menikah. Apakah kamu akan terus bersama tante Krystal? Tidak mungkin kan. Maka dari itu kami menjodohkan kamu dengan putra teman Mommy," jelas Yuna.
"Kan, aku bisa tinggal bersama Mommy dan Daddy." timpal Liora.
"Liora, kamu tahu, Daddy dan Mommy nggak bisa menetap di Korea dan selau berpindah-pindah tempat. Kamu yang bilang kalau tante Krystal menikah, kamu akan tinggal sendiri. Kami takut Liora, karena kamu itu perempuan," ucap Jayden.
"Te-terus siapa yang dijodohkan sama aku?" tanya Liora.
"Dia memiliki anak satu--" Liora langsung berdiri dari duduknya.
"Maksud kalian dengan duda gitu? Mommy dan Daddy yang benar saja, kok jahat banget sih kalian!" Liora langsung berlari menuju kamarnya.
Emosi nya sudah tidak bisa dia tahan. Kabar ini begitu mengejutkan, kenapa harus dijodohkan? Ketika Krystal ingin menikah, maka Liora sanggup untuk tinggal sendiri. Liora bisa mengurus diri sendiri. Kenapa harus dijodohkan? Pikiran itu yang terus menghantui Liora.
Ditambah dengan duda anak satu? Perjodohan macam apa ini? Apakah mereka ada hutang dan akhirnya menjual Liora? Jika benar, Liora kecewa sekali.
Air mata nya tidak bisa dia tahan. Dada nya sangat sesak. Liora masih ingin bermain bersama Jennie, travelling bersama Jennie dan melakukan hal-hal lain. Jika menikah, maka itu akan terenggut. Liora tidak mau. Dia sudah menata semuanya.
Liora mengambil ponsel di tasnya. Ia mencari kontak Jennie.
"Halo, Liora? Tumben kamu telepon aku? Kenapa? Rindu ya sama aku?"
"I-iya, aku rindu banget aku sa...sama kamu," ucap Liora.
"Hey, are you okay? Suara kamu kenapa seperti orang menangis?" tanya Jennie khawatir.
"Hah? Serius? Berarti sekarang kamu lagi seneng kan? Lagi manja-manja dong sama mereka?" tanya Jennie antusias.
"Mereka mau jodohin aku sama teman mereka," ucap Liora lirih.
"Hah kamu serius? Kamu nggak bercanda kan?"
Liora tidak bisa menahan tangisannya, dia kembali terisak. "Iya Jen, aku kaget banget. Mereka mau jodohin aku sama duda anak satu. Jen, sumpah aku benar-benar takut."
"Lio, coba tanya ke orang tua kamu ini prank atau gimana? Aku jantungan nih dengarnya."
"Jennie.." tegur Liora.
"Liora, kalau ini benar kamu mau dijodohkan sama duda anak satu. Ingat, nggak semua keinginan orang tua itu buruk. Coba lihat dari sisi positifnya, kamu jalani dulu, kalau emang kamu menyerah kamu bisa angkat tangan kamu," ucap Jennie menasehati Liora.
"Tapi Jen, ini pernikahan. Bukan untuk main main."
"aku--"
__ADS_1
TUT!
Liora memutuskan sambungan teleponnya. Kenapa disaat seperti ini tidak ada yang mengertinya?
TOK! TOK! TOK!
"Liora, ini tante Krystal, buka pintunya sayang," pinta Krystal.
Liora membuka pintunya, menampilkan penampilannya yang berantakan. Krystal masuk kedalam kamar Liora, lalu meminta Liora duduk disebelahnya.
"Kamu tahu? Saat orang tua kamu mengabari kalau kamu akan menikah, Tante rasanya sakit banget. Tante nggak rela kamu ninggalin Tante secepat ini, tapi mau sekarang atau nanti pasti kamu juga akan berkeluarga dan meninggalkan Tante bukan?"
"Liora, Tante juga ingin protes kepada orang tua mu, tapi tante bisa apa? Hak mu ada di tangan kedua orang tua mu. Liora, nggak semua keputusan orang tua mu salah. Coba dulu ya?" ucap Krystal sambil menasehati keponakannya itu. Liora menggelengkan kepalanya.
"Nggak mau, ini pernikahan Tante, aku nggak bisa mempermainkannya. Tante, pernikahan itu kita membuat janji dengan Tuhan langsung," imbuh Liora tak terima dengan perjodohan ini.
"Tante tahu Liora, kalau begitu jadikan pernikahanmu seumur hidup. Liora, ini demi kebaikan kamu," ujar Krystal.
"Tante, berapa banyak hutang yang dimiliki Daddy, Mommy, aku punya tabungan, apakah itu bisa membayar hutang mereka dan nggak menjodohkan aku dengan teman mereka?"
Krystal menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil. Keluarga Choi memiliki hutang? Itu tidak mungkin, bahkan harta keluarga itu tidak akan habis hingga tujuh turunan sekalipun.
"Nggak sayang, kamu itu dijodohkan bukan karena hutang. Kamu dijodohkan karena kedua orang tua mu ingin yang terbaik untuk kamu. Jangan terus melihat dari sisi negatifnya ya? Kita lihat dari sisi positif. Jika kamu menikah, orang tua mu mau pergi kemanapun mereka akan tenang karena kamu sudah memiliki pelindung mu," ucap Krystal.
"Tante..."
"Kamu mau kan menerima perjodohan ini?" tanya Krystal. Dengan ragu, Liora mengangguk.
Krystal langsung memeluk Liora, dia menangis di pelukan Liora. "Tante sayang banget sama kamu. Tante tahu ini tidak mudah, tapi tante tahu kamu bisa melewati ini. Liora, tante sayang banget sama kamu."
"Aku juga sayang sama Tante."
Krystal melepaskan pelukannya, "Sekarang siap siap ya? Sebentar lagi pihak laki laki akan datang kesini untuk melamar kamu dan membicarakan tanggal pernikahan kalian."
"Secepat ini? Tante..."
"Ini demi kebaikan kamu, sayang."
Sesuai dengan ucapan Krystal, bahwa hari ini keluarga laki - laki akan datang untuk melamar dan sekalian menentukan tanggal pernikahan.
Liora sudah menggunakan dress berwarna pink dusty dengan wajahnya yang sudah dilapisi make up natural. Liora menatap dirinya di pantulan cermin, apakah ini terlalu cepat? Semalam Liora bermimpi apa? Rasanya ini seperti mimpi. Liora ingin menangis tapi Krystal melarangnya karena takut make up nya luntur.
"Liora, ayok sayang, di bawah keluarga laki laki sudah datang lagi nunggu kamu," ucap Yuna
__ADS_1
Liora membuang napasnya, "Iya, Mommy."
...----------------...