Terjebak Cinta Gadis Taruhan

Terjebak Cinta Gadis Taruhan
Mencoba Melupakan


__ADS_3

"Nih bajunya cepetan deh ganti pakaian kamu, takutnya nanti kamu masuk angin," ucap Deana sambil memberikan paper bag yang berisi baju pada Yuna.


"Sekali lagi thanks De," ucap Yuna tersenyum.


"Iya sama-sama, kamu ini kayak sama siapa deh," balas Deana.


"Oh ya, kamu duluan aja ke kelasnya De," titah Yuna.


"Gapapa nih aku tinggalin kamu sendirian?" tanya Deana memastikan.


Yuna mengangguk. "Iya gapapa, emang aku anak kecil apa yang takut di tinggal sendirian."


Kan takutnya lo nanti di culik. Secara gitu putri tunggal kesayangan Tuan dan Nyonya Kim-"


"Usssttt jangan besar-besar ngomongnya. Nanti ketahuan sama sama yang lain," ucap Yuna memotong ucapan Deana.


Deana langsung menampilkan deretan gigi rapi dan putihnya sambil mengangkat dua jarinya.


"Ya sudah sana kamu duluan aja ke kelas," titah Yuna lagi pada Deana.


"Oke deh, tapi kamu cepetan ya?"


"Iya." Deana pun keluar dari toilet, lalu pergi menuju ke arah kelasnya.


Setelah selesai mengganti pakaian, Yuna memoleskan sedikit bedak di wajah dan lipstik yang tipis bibirnya. Lalu ia langsung keluar dari toilet, dengan rambut yang sedikit basah.


Yuna berhenti di sebuah tempat sampah dan berniat untuk membuang novel yang dulu ia berikan pada Jayden ke tempat sampah, mungkin dengan cara itu Yuna bisa perlahan melupakan Jayden.


"Mungkin sudah seharusnya novel ini aku buang," ucap Yuna menatap sedih novel tersebut.


Di belakang gadis itu, ternyata ada seseorang sedang memperhatikannya yang tak lain adalah Jayden.


"Selamat tinggal Jayden," lirih Yuna sambil novel tersebut ke tempat sampah.


Jayden yang melihat itu entah kenapa hatinya terasa sesak. Yuna pun segera pergi menuju kelasnya.


Setelah Yuna membuang novel tersebut, Jayden menghampiri tempat sampah dan mengambil kembali novel yang dibuang oleh Yuna tadi.


...****************...


Sepulangnya dari kampus, Jayden memutuskan pergi ke belakang mansion untuk berenang. Laki-laki itu berenang sambil memikirkan kenangannya bersama Yuna walaupun hanya sebentar.


'Apa mungkin Yuna masih mikirin aku selama ini? Tapi kenapa? Bukannya seharusnya dia benci sama aku,' batin Jayden. Lalu ia berenang ke pinggir kolam, dan berhenti sejenak.


"Apa mungkin selama ini aku terlalu jahat ya sama dia?" monolog Jayden.

__ADS_1


"Aduh kenapa aku harus mikirin dia sih? Udah nggak bener nih otak." Jayden segera mengenyahkan pikirannya tentang Yuna.


...****************...


Keesokan harinya di mansion orang tua William. William keluar dari kamarnya, lalu turun untuk berangkat ke kampus. Dibawah tangga sana ia sudah ditunggu oleh mama tirinya. Dan kebetulan tangga itu berdekatan dengan ruang keluarga di mansion nya.


"Mau kemana kamu William?" tanya Emily kepada anak tirinya.


William tidak menanggapi pertanyaan dari mama tirinya, ia malah pamit dengan papanya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.


"Aku pergi dulu Pa."


"Tunggu. Coba Papa liat deh, gosipnya William pacaran sama teman kampusnya tapi perempuan itu berasal dari keluarga biasa dan sangat miskin. Ya kan?" ucap Emily sambil memberikan majalah yang berisi gosip tentang William dan Yuna pada Wilson.


William menatap Emily dengan tatapan tajam dan dingin.


"William, apa benar kamu pacaran sama perempuan biasa?" tanya Wilson setelah membaca berita tersebut


"Emangnya masalah Pa?" tanya William balik.


"Ya masalah dong sayang." Bukan Wilson yang menjawab ucapan William, melainkan Emily.


"Karena kamu itu keluarga CHOI! Kamu tidak pantas pacaran dengan perempuan yang biasa-biasa aja dan yang tidak jelas asal-usulnya!" lanjut Emily dengan nada sedikit meninggi.


"Kamu itu nggak punya hak untuk ngatur-ngatur hidup saya!" balas William dengan nada ketus.


"Emily ini kan istri Papa dan dia Mama kamu juga. Belajar lebih sopan sama orang tua," titah Wilson.


"Maaf Pa. Aku pergi dulu, soalnya ada show," ucap William berbohong pada papanya, lalu ia pergi menuju ke pintu utama mansion.


"William!" teriak Emily memanggil William. William mentulikan pendengarannya, ia lebih memilih pergi dari mansion daripada harus mendengan ocehan dari mama tirinya yang akan membuatnya semakin emosi itu.


"Pa, tuh anak kamu. Kalau kamu biarin begitu, pasti tambah kacau sifatnya!" adu Emily sambil duduk di samping Wilson.


"Ma, kamu harus sabar dong. William itu butuh waktu untuk belajar supaya dia bisa sayang sama kamu. Yang penting kan ada Papa? Papa kan selalu sayang sama Mama," ucap Wilson menenangkan Emily.


"Uh tambah sayang dan cinta deh sama Papa," ucap Emily tersenyum sambil memeluk Wilson. Dengan senang Wilson membalas pelukan dari istri keduanya.


...****************...


Yuna sedang duduk di bangku taman sendirian, kemana Deana dan Kenzo? Deana hari ini ada kelas tambahan di mata kuliah yang lain dan Yuna tidak mengikuti kelas tambahan tersebut. Sedangkan Kenzo masih cuti untuk menjaga neneknya yang sedang sakit.


Yuna terus bersin-bersin sambil mengusap ingus yang keluar dari hidungnya menggunakan tissue. Ia merasakan tubuhnya sedikit meriang akibat tercebur ke kolam air mancur kemarin.


"Aduh, mendingan istirahat di aja deh di kelas," ucap parau Yuna.

__ADS_1


"Nggak kuat juga lama di luar, rasanya pengen pulang aja. Tapi nanti masih ada kelas."


Ketika Yuna ingin beranjak dari duduknya, tiba-tiba saja William menghampirinya dan duduk disampingnya. Yuna pun kembali duduk di kursi taman tersebut.


"Kebetulan ada kamu disini. Ada yang aku mau omongin sama kamu," ucap William.


"Apaan ya Wil?" tanya Yuna.


"Kamu lagi sakit ya Yun?" tanya William khawatir melihat wajah Yuna yang terlihat pucat.


"Iya nih dari semalam aku kurang enak badan," jawab Yuna.


"Aku antar ke UKK ya? Muka kamu pucat banget loh itu," ucap William yang semakin khawatir dengan keadaan Yuna.


Yuna menggeleng. "Nggak usah Wil, aku gapapa kok," ucapnya. William menghela napas panjang.


"Ya udah terserah kamu aja."


"Oh ya tadi kamu bilang, ada yang ingin kamu bicarakan sama aku. Emang apaan Wil?" tanya Yuna.


"Kamu tau nggak, keputusan aku ngomong ke publik kalau kita pacaran ternyata di protes banyak pihak," ucap William.


"Tapi aku nggak nyesel. Justru, aku pengen hubungan kita itu serius Yun," lanjut William.


Yuna sebenarnya tidak fokus mendengarkan ucapan William karena kepalanya terasa sangat pusing, ia yang sudah tidak kuat lagi, tiba-tiba saja Yuna jatuh pingsan.


BRUKKK!


"Ya ampun Yuna!" pekik William terkejut melihat Yuna jatuh pingsan. Sedetik kemudian William segera mengendong Yuna ala bridal style menuju ke UKK.


"Ck, ini akibatnya kalau keras kepala, susah banget di bilangin," decak William.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2